
Ayah dan anak tersebut saling berpelukan dengan penuh rasa kasih sayang
Setelah saling berpelukan kedua orang tersebut lalu tersenyum "jadi kapan aku harus mengundang Alvin untuk makan malam." tanya Briana
"Besok malam kita makan akan malam bersama." ucap David
Baiklah Ayah terima kasih ucapannya sambil mengecup pipi sang ayah lalu kembali ke dalam kamarnya sedangkan David masih duduk di teras taman tersebut sambil menatap punggung putrinya yang sudah masuk ke dalam
David menghembuskan nafasnya kasar dia sedang berpikir keras rencana Apa yang dilakukan agar tak melukai Putri tercintanya
David mengambil ponselnya dan menelepon tiga sahabatnya yang selama ini saling bertukar cerita
Di sebuah restoran tampak empat orang pria yang sangat tampan dan berkarisma di usia mereka yang sudah tak mudah lagi nampak sedang duduk di ruangan yang telah mereka pesan
Tampak need, Deslan, Lewis dan David duduk dengan nyaman di kursi masing-masing "tumben kau menelepon Kami sepertinya kau sedang mendapatkan masalah memang Apa masalah yang kau tak bisa selesaikan." ucap need sinis
David menghembuskan nafas sambil melihat satu persatu pria yang ada di hadapannya entahlah dia juga tak bisa berpikir untuk saat ini ternyata melepaskan anak gadis untuk pria lain adalah sesuatu yang sangat berat dan sekarang dia merasakan apa yang dirasakan oleh ke tiga pria yang ada di hadapannya dia juga tak menyangka bisa merasakan hal seperti ini entahlah dia pikir dia akan bisa memilih pria yang mana untuk putrinya sesuai dengan keinginannya tapi tampaknya takdir berkata lain putrinya mencintai pria yang seperti dirinya
Lewis dan Desalan langsung menatap ke arah David "benarkah wah ini sesuatu yang perlu kita rayakan akhirnya sang Tuan licik merasakan apa yang kita rasakan saat para putranya berhasil mendapatkan putri kita." ucap Desalan dan kedua pria di sampingnya langsung mengangguk setuju
"Sudahlah kalian jangan terlalu bahagia seperti itu hanya karena mendengar apa yang terjadi aku datang ke sini hanya untuk meminta saran pada kalian." ucap David
"Kau ini licik dan jenius tapi kadang juga otakmu tersumbat Bagaimana bisa kami minta saran pada Kami bertiga sedangkan Kami bertiga sudah menjadi korban dari kejadian yang baru akan menimpa mu apa kau tidak salah mencari tempat untuk mencari saran." ucap sini Need
David menatap satu persatu wajah sahabat-sahabatnya "aku tahu kalian adalah korban justru karena itu karena kalian sudah menjadi korban pasti kalian sudah memikirkan cara agar kejadian tersebut tak terulang lagi, jadi Aku ingin bertanya Bagaimana caranya agar aku tak menjadi korban berikutnya." ucap David yang sudah kehilangan akal sehatnya
"Apa kau gila kau mencari kami untuk memberimu ide karena kami adalah korban jika Kami mempunyai ide tersebut maka putriku yang kedua tak akan menjadi korban selanjutnya." ucap sarkas Deslan
"Sebaiknya kau terima saja aku pikir calon menantu mu juga adalah orang hebat dia adalah seorang raja dan memiliki perusahaan dan yang pasti dia ternyata lebih licik darimu karena mampu mendapatkan putrimu yang lebih licik dari mu ucap Need sambil tertawa terbahak-bahak begitupun yang lain akhirnya karma mulai mendekati David si licik tanpa perasaan.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya