
Kini pesawat jet keluarga gue tah telah tiba di bandara para penumpang mulai turun terutama keluarga besar duitha itu David Mama Erina dan para menantu menantunya yang sedang dalam kondisi hamil
Sementara itu Nining yang terus menemani Rani juga ikut serta dalam rombongan menuju kediaman keluarga kita selama para suami mereka belum tiba di kota A
Di tempat lain tempatnya di kerajaan binua kini tuntas sedang berada di hadapan Alvin dengan tatapan yang sulit diartikan
Sedangkan Untas kepalanya terus menunduk tangannya mulai gemetaran bahkan kakinya sepertinya mulai tak bisa menopang berat tubuhnya
"Sekarang katakan padaku apa permintaan terakhirmu." ucap Alvin sambil memandang intens untas
"Tuan Aku mohon ini adalah Jamu laknat yang dikatakan oleh pak penghulu kumohon tapi lepaskan aku tuan aku tak akan melakukan hal itu lagi kumohon." ucap tuntas sambil berlutut di hadapan Alvin
Sedangkan di depan pintu tampak bodyguard Alvin sudah menunggu membuat Untas semakin cemas karena bodyguard tersebut biasanya Tak terlihat tapi kali ini sedang berjaga di pintu Alvin apalagi saat ini dia dalam mode akan dihukum oleh Alvin
Alvin mengambil jamu laknat dari tangan Untas "Kau pikir hanya dengan botol sekecil ini aku akan melepaskanmu begitu saja karena dirimu aku harus menunda pernikahan yang sudah aku rencanakan." ucap Alvin dengan suara naik yang cukup keras
Mendengar suara amarah Alvin Untas memutar otaknya agar dapat menghindar dari hukuman Alvin dia tahu bagaimana seorang Alvin akan menghukum bawahannya dia tak ingin berada di rumah sakit tujuh hari tujuh malam atau mati di tempat
Mendengar permintaan Untas membuat Alvin langsung menatap dalam untas "apakah kau yakin bisa membuat aku dan Putri Briana menikah dalam waktu 3 hari apa jaminannya untukku." ucap Alvin
"Aku akan menjaminkan diriku dan juga rahasia kakak sepupuku jika aku tak dapat melakukannya maka aku akan memberitahukan rahasia kakak sepupuku dan juga Tuan bisa menghukum ku sesuka hati Tuan." ucap Untas
Mendengar perkataan unta tentang rahasia Kakak sepupunya yaitu adik iparnya membuat Alvin langsung mengangguk setuju "baiklah aku menerima tawaranmu tapi kau akan pulang dengan para bodyguard tidak bersamaku itu adalah hukuman kecil dariku." ucap Alvin sambil menggerakkan tangannya untuk menyuruh para bodyguard tersebut menarik Untas keluar dari kamarnya
Untas yang ingin protes langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alvin membuatnya tak dapat berkata apapun sedangkan kedua bodyguard yang sudah menunggu langsung mengangkat tuntas keluar dari kamar Alvin Tanpa kata
Sementara itu di kota A tampak para keluarga Guetta sudah tiba di kediaman mereka masing-masing kini Nining bersiap untuk pulang tapi saat akan melangkah keluar dari kediaman Guetta sebuah mobil tampak terparkir dan seseorang keluar dari mobil tersebut "maaf nyonya saya adalah Jono sopir yang dikirim oleh Tuan Robert untuk nyonya." ucap Joko sambil menunduk hormat membuat Nining kebingungan tapi tapi sejurus kemudian dia mengingat kata-kata suaminya bahwa akan ada seseorang yang menjemputnya
Sopir tersebut langsung membuka pintu belakang dan mengambil barang-barang Nining masuk ke dalam mobil setelah merasakan nyonya sudah duduk dengan sempurna di dalam mobil langsung pergi Joko langsung melajukan kendaraannya menuju kediaman Robert tak berselang beberapa menit mobil tersebut masuk ke sebuah kediaman mewah membuat Nining menautkan kedua alisnya melihat bangun yang ada di hadapannya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya