
"Tapi ma dia kan bukan cucu menantu Ibu sebaiknya dia panggil seperti biasa saja." ucap David tak ingin ibunya menganggap Alvin sebagai cucu menantu
Mama Erina rina langsung ini keras membuat David berdecak kesal
"Sudah nak jangan dengarkan ayah David dia selalu iri pada pria lain yang memanggilku nenek atau oma." ucap wanita santai nenek Anita
Tampak Brian dan Brayen turun bersama istri mereka masing-masing dan langsung menuju ruang dimana nenek dan kedua orang tuanya mereka berada
Brayen dan Brian duduk tapi pandangan matanya tertuju pada Alvin "sepertinya dia sangat santai kita sudah membuat perusahaannya di ambang kebangkrutan." ucap Brayen
"Apakah mungkin dia seperti kita memiliki perasaan perusahaan lain yang tidak diketahui oleh orang lain dan menggunakan nama dari sahabat kita." tanya Brayen yang masih saling berbisik dengan brian
"Aku juga berpikir demikian karena sepertinya perusahaannya hanya kehilangan klien dan tidak memiliki dana tapi tak ada pengurangan dari harta kekayaan yang dia miliki aku kemarin sudah mengecek harta kekayaan untuk perusahaannya." ucap Brian
Tak berselang lama Galang turun bersama dengan istrinya menuju ke ruang makan membuat Alvin bertanya-tanya sebenarnya siapa Galang karena saya tahu Alvin Galang hanyalah asisten Tuan Brian tetapi sepertinya dia merupakan anggota keluarga Guetta karena sedari datang di kediaman gue melihat Galang turun dari atas kamar
Tak bersama tampak Raja Bastian turun dari kamar menatap Alvin dengan tatapan yang sulit diartikan dia tak menyangka bahwa pria yang ada di hadapannya saat ini bisa sampai ke kediamannya dengan keadaan yang masih utuh
Alvin pasti belum mengenal yang di ini adalah Brian dan istrinya Lusi, ini adalah Brayen dan istrinya Rani, ini adalah Galang dan istrinya Yema mereka Kakak Briana dan Bastian." ucap nenek Anita memperkenalkan semua yang ada di Dalam ruangan
Saya Alvin ucap Alvin menyodorkan tangan satu persatu kepada orang yang ada di hadapannya yang merupakan Kakak dari wanita yang dicintainya
Baiklah sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu setelah itu kita bisa melanjutkan pembicaraan ini ucap nenek Anita Dengan semangat begitupun mama Erina langsung mengangguk setuju
Hanya David yang wajahnya sangat kesal bercampur marah apalagi melihat mama dan istrinya yang sangat menerima kehadiran Alvin
Kini kedua orang kakek dan nenek Briana bangkit di susul ayah David dan mama Erina yang bangkit mengekor di belakang mertuanya dan kemudian brayen dan brian serta istri mereka dan juga Galang bersama istrinya
David duduk di tempat biasa dia duduk begitupun yang lain tampak Alvin sedikit kikuk saat melihat tempat duduk yang kosong Karena tempat duduk yang kosong hanya di dekat ayah David dan Briana
"Silahkan duduk nak kau boleh memilih kursi yang mana saja untuk." duduk ucap nenek wanita sambil tersenyum
Alvin berpikir sejenak dia seperti memakan buah simalakama kalau duduk di dekat David pasti dia akan mendapatkan kesulitan-kesulitan besar tapi jika dia duduk didekat Briana pasti David akan semakin membencinya karena merasa tidak dipilih setelah mengalami dilema selama 1 menit pada akhirnya Alvin memilih untuk duduk di dekat ayah David apapun resikonya
Melihat calon menantu yang langsung mendekat duduk kepadanya membuat David tersenyum sinis sedangkan Mama Anita serta yang lain yang menyukai Alvin langsung tersenyum sumringah ternyata pilihan menantunya sangat tepat karena memang ayah David memang sengaja menyiapkan tempat duduk tersebut untuk Alvin sebagai ujian terakhir
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya