
Tapi ternyata prediksinya salah besar saat dia kembali ke kediaman Robert dan mendapatkan fakta bahwa Robert baru saja menikah dan wanita tersebut sedang beristirahat di kamar Robert membuatnya sangat iri dan marah pelayan itu semakin erat mengepalkan tangannya saat Robert langsung berlalu ke atas menuju kamarnya untuk menemui istrinya
Robert masuk ke kamar melihat Nining yang sudah terlelap, Robert tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tak berselang lama Robert keluar lalu masuk keruang ganti
Kini Robert sudah tampak lebih fresh dengan baju tidur yang dia gunakan, Robert langsung naik ke ranjang lalu masuk ke dalam selimut yang sama lalu memeluk tubuh istrinya
Sementara itu Untas kini sudah berada di dalam kamarnya di kediaman Alvin
Tampak Untas sedang berbaring melihat ke atas langit-langit kamar miliknya sambil berbicara sendiri "aku harus menemui penghulu itu itu menanyakan jodohku lalu menyusun siasat agar dalam waktu tiga hari tuan Alvin dan putri briana menikah." ucap Untas
Sementara itu Alvin di ruang kerjanya sedang memeriksa laporan dari para bawahannya tentang keadaan istana Santos
Tak berselang lama seseorang mengetuk pintu ruang kerja Alvin tampak seseorang masuk ke dalam "selamat malam yang mulia sesuai prediksi anda mereka Memang berniat untuk menciptakan kerusuhan di kerajaan untuk membebaskan Amera dari tahanan." ucap pria tersebut
Bagus laksanakan seperti rencana awal bagaimana Dengan pengawal ibu dan adikku apakah semua aman." tanya Alvin
"Sepertinya pangeran memiliki orang-orang terlatih di sekitarnya yang menjaga mereka." ucap pria tersebut
"Baikalah kembalilah ke kerajaan Santos dan lakukan sesuai dengan rencana kita ." ucap Alvin
"Baik yang mulia aku undur diri." ucap pria tersebut sambil menunduk hormat dan keluar dari ruangan tersebut
Setelah kepergian pria tersebut Alvin menatap keluar jendela sambil melihat ponselnya tampak pesan dari Briana bahwa dia akan menghadiri rapat pemegang saham besok dan akan bertemu beberapa orang yang membuatnya kesal
Sementara Briana yang sedang berada di Kamarnya sambil memeriksa berkas-berkas yang di kirimkan oleh asistennya langsung mengalihkan pandangannya pada ponsel miliknya yang baru saja dia letakkan setelah mengirim pesan untuk sang kekasih, Briana langsung mengakat ponsel miliknya
"Halo sayang kelihatan kau sedang kesal memang apa yang terjadi." tanya Alvin
"Aku kesal dengan seorang tua Bangka dan putranya mereka sepertinya berusaha menyelidiki diriku ." ucap manja putri Briana
"Siapa yang berani-beraninya mengagangu kenyamanan kekasihku yang cantik dan manis ini." ucap Alvin
"Dia salah seorang pemegang saham di perusahan kakek dan juga merupakan sahabat kakek." ucap Briana
"Benarkah sudahlah sayang kau tak usah kesal aku yang akan mengurusnya aku jamin tak akan ada lagi yang akan mencoba mengetahui identitas mu." ucap Alvin yakin
"Sungguh kau akan membuat mereka tak lagi mencari atau menyelidiki informasi tentang diriku tapi mereka sepertinya buka. lawan yang mudah buktinya aku sudah memblokir semua akses ke data pribadi q dan membuat pelindung tapi mereka masih sja berusaha untuk menemukanya." ucap Putri Briana
"Kau tenang saja sayang kali ini percayalah padaku aku jamin dia tak akan pernah bisa menemuka. identitas aslimu." ucap Alvin
"Kau memang pangeran kuda putih ku .... Baikalah aku akan memeriksa rincian untuk rapat besok ." ucap Putri Briana sambil mematikan ponsel miliknya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya