Princess Briana

Princess Briana
164



"Aku yakin kau akan menjadi milikku seutuhnya tinggal beberapa hari lagi dan aku dapat bertemu denganmu." ucap wanita tersebut sambil memeluk foto yang berada di tangannya


Sementara itu di istana benua tampak parah pelayan tengah sibuk mempersiapkan pernikahan Raja Bastian yang akan di laksanakan tiga hari lagi walaupun digelar secara tertutup dan hanya diketahui orang-orang dalam istana serta keluarga besar Guetta kata keluarga besar desalan


Sementara itu di kediaman need tampak Rena sedang tersenyum sumringah dia bertekad akan memberitahu ayahnya tentang keinginan Michael yang akan melamarnya


Di kediaman keluarga deslan tampak tampak beberapa dayang istana yang ditugaskan oleh Mama Erina untuk merawat Yena sampai acara pernikahan di adakan


Tepatnya di kamar anak laki-laki satu-satunya Darius tampak sibuk dengan komputer dan ponselnya tak pernah sedikitpun melakukan kegiatan yang diluar hal tersebut


Nenek inang mengetuk pintu kamar Darius tapi dari sekolah tak mendengarkan suara ketukan pintu tersebut padahal nenek sudah beberapa kali pintu cucu laki-lakinya tersebut tapi nihil bahkan Darius Tak sedikitpun berpindah dari kursi di mana dia duduk saat ini


Nenek Yena sangat kesal langsung membuka pintu kamar tersebut saat membukanya tampak Darius yang sedang serius di depan komputer dengan ponsel yang berada di tangan kiri dan mouse di tangan kanan


Melihat Darius yang seperti itu membuat tekad nenek yena semakin membara untuk menjebak cucu laki-lakinya itu agar secepatnya menikah dengan seorang wanita


Nenek yena Langsung kembali menutup pintu kamar cucu laki-lakinya tersebut lalu kembali ke kamarnya duduk di sofa lalu mengambil ponsel yang berada di meja dekat tempat tidur


Nenek cuma langsung menelepon tak berselang lama telepon pun diangkat "halo ada apa kau menelponku di pagi ini." tanya si penerima telepon


"Halo bagaimana kalau pagi ini saja kita ke rumah Desi Aku ingin melihat bagaimana cucunya tersebut." ucap nenek Yena


Setelah selesai menelepon nenek Yena langsung menyimpan ponselnya ke tempat semula lalu pergi ke dalam kamar mandi untuk bersihkan tubuhnya setelah keluar dari kamar mandi nenek Yena bersiap mengunakan pakaiannya dan menunggu sebentar nenek Anita karena tak sabaran menunggu nenek Yena melangkahkan kakinya ke teras untuk menunggu nenek Anita yang katanya sebentar lagi akan sampai saja begitu tiba di teras rumah tampak mobil nenek Anita yang sudah masuk ke pintu gerbang rumah, nenek Yuma menunggu mobil tersebut berhenti tepat di hadapannya dan langsung masuk


Sopir langsung melaju ke ke kediaman nenek Desi


Sementara itu di sebuah rumah tepatnya di kediaman nenek Desi tampak seorang wanita cantik yang sedang memasak membantu iparnya


Mobil yang ditumpangi nenek Anita dan nenek Yena sudah tiba di depan pintu rumah nenek Desi


Nenek Desi terkejut saat kedatangan nenek Anita dan nenek Yena ke rumahannya nenek Desi langsung keluar menyambut keduanya


"Selamat pagi jeng Desi maaf kita tidak memberikan kabar bahwa Bakan datang ke rumahmu." ucap nenek Anita basa-basi


"Astaga jeng Anita dan jeng Leni gak bilang-bilang kemari, tapi aku senang sih." ucap ibu Desi sambil tersenyum membawa ke dua tamunya masuk ke dalam rumah


Kini ketiga wanita paruh baya tersebut Sudah duduk di sofa ruang tamu.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya