Princess Briana

Princess Briana
200



Alvin masih terdiam membuat briana langsung memegang pundak Alvin sayang bagaimana tanya Briana


"Aku terserah padamu sayang aku akan ikut kemanapun kau akan pergi." ucap Alvin


"Baiklah kita akan bertemu di bandara besok." ucap Briana


"Sayang kok berdiri mau ke mana." tanya Alvin yang melihat Briana bangkit sambil hendak berjalan keluar


"Aku mau pulang ini sudah sore." ucap Briana sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya Alvin yang tidak menyadari kalau hari sudah sore langsung melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan tersebut tampak Alvin terkejut karena melihat jam menunjukkan pukul lima sore


"Tapi sayang aku masih kangen padamu." ucap Alvin manja seraya bangkit menyusul Briana yang sudah berada di depan pintu keluar


"Sayang aku harus pulang ini sudah sore dan besok kita akan bertemu kembali di bandara kita bisa bersama selama di kerajaan benua." ucap Briana


"Baiklah aku mengerti Alvin mencium bibir Briana dalam setelah merasa pasokan oksigen Briana hampir habis Alvin melepas tautan bibir tersebut sambil berkata hati-hati dijalan sayang aku mencintaimu." ucap Alvin


Tersenyum lalu mengecup pipi aku juga mencintaimu lalu keluar menuju mobil miliknya setelah masuk dan duduk di depan kemudi Briana langsung melajukan mobil miliknya menuju kediaman keluarga Guetta


Sementara Alvin yang melihat mobil tersebut keluar dari gerbang hanya tersenyum


Sementara seorang pria yang sedari tadi menunggu dalam mobil walaupun tadinya sempat pergi tapi setelah berpikir dengan matang dia kembali lagi dan menunggu di parkiran dari jauh dia melihat tuanya dan wanita tersebut saling mengungkapkan rasa cinta di sela-sela perpisahan mereka


"Sok romantis kayak dunia milik mereka berdua saja." ucapan Untas di tengah rasa iri karena jomblo


Setelah melihat mobil Briana sudah keluar dari pintu pagar Untas langsung keluar dari mobil menuju ke dalam kediaman Alvin


"Kau datang di waktu yang tepat." ucap Alvin lalu turun dari tangga dan melangkah ke dalam ruang kerjanya


Dengan langkah gontai mengikuti Alvin ke masuk ke dalam ruang kerjanya


"Baiklah besok kau akan ikut bersamaku kita akan terbang ke kerajaan benua." ucap Alvin


Untas membulatkan matanya menatap kearah Alvin "apa Tuan kita akan berangkat ke kerajaan benua tapi apakah tuan akan baik-baik saja di sana." ucap Untas


"Emangnya kenapa juga aku ke kerajaan benua." tanya alvin yang tidak mengerti


"Tapi tuan Anda pernah merebut kekasih Raja Bastian apa ini tidak seperti jebakan dia sengaja menggunakan dari pernikahannya agar dia bisa membunuh anda." ucap untas yang sering menonton film-film kolosal tentang penghianat dan pembunuhan


Alvin menghembuskan nafasnya kasar mendengar perkataan asisten durhakanya yang ada di depannya


"Kau ini ada-ada saja yang ada dalam otakmu bisa-bisanya kau memikirkan hal-hal buruk." ucap Alvin


"Aku hanya mengantisipasi Aku juga tak ingin tuan mengalami hal-hal yang bisa membuatku tak memiliki pekerjaan lagi." ucap Untas dengan polosnya


Sontak saja ucapan untas membuat Alvin kesal "oh kau mau menjadi unta durhaka jadi kau memikirkan keselamatanku hanya karena kau memikirkan pekerjaan mu bukan betul-betul ingin melindungiku." ucap Alvin dengan nada kesal


"Bukan begitu Tuan aku kan hanya mengatakan Yang sejujurnya kan memang pekerjaanku melindungi Tuan sebagai asisten yang baik jadi jika Tuan tidak bisa aku lindungi maka pekerjaan itu akan hilang." ucap Untas santai.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya