
**Kubunuh kau, wanita penggoda!
Yebin Pov**
“Oppa berselingkuh?!”
Awalnya aku merasa antusias melihat Yul Oppa. Padahal kami tinggal serumah dan pagi tadi adalah terakhir aku melihat Yul Oppa sebelum ia berangkat bekerja. namun, melihatnya di tempat ini membuatku merasa antusias dan berdebar debar.
Kantusiasanku berlangsung hanya dalam beberapa detik. Dan langsung berakhir ketika kudapati seorang wanita tak kukenal turun dari mobil yang Yul Oppa kendarakan. Wanita itu terlihat tidak asing. Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Dandanannya super glamour. Ia mengenakan kaca mata hitam berbentuk seperti kucing. Menenteng tas mewah yang gemerlapan seperti lampu disko. Juga memakai high heels setinggi lima belas centimeter yang menopang tubuh kurusnya seperti tiang listrik. Wanita itu... bagaimana bisa bersama Yul Oppa?
“Apa apaan itu? Siapa wanita yang baru turun dari mobil suamimu itu?” Somin lanjut menceletuk selagi memandangi wanita berpakaian glamour itu dari kejauhan.
Keningku mengerut dalam dalam. cukup mengejutkan melihat Oppa datang bersama seorang wanita yang wajahnya terlihat familiar. Apalagi di jam makan siang,. Apa itu artinya mereka bersama sejak pagi hari? Dilihat dari wanita itu yang turun dari mobil Yul Oppa, mereka pasti baru saja pergi ke suatu tempat bersama. Apa...? bersama?!
Tunggu. Wanita itu... sepertinya aku mengenalnya. Benar! Aku mengenalnya. Dia adalah ...
“Han Lia?!” cetusku tak percaya.
“Benar, dia Han Lia. Penyanyi solo yang terkenal seksi itu kan?”
Aku termangu selama beberapa saat. Kenapa Oppa bisa bersama penyanyi itu? dan kenapa wanita itu turun dari mobil Oppa? Apa artinya mereka berangkat dari suatu tempat bersama? Apa apaan ini? apa arti dari semua ini? belum genap satu bulan aku menikah, aku sudah melihat suamiku bersama wanita lain? Sial!
Hh. Pada sadarnya semua lelaki memang sama. Menyukai wanita seksi yang berpakaian terbuka dan menggunakan perhiasan serba mewah. Kukira Yul Oppa sedikit berbeda dari kebanyakan lelaki karena ia tak pernah membahas pakaian seksi dan lain sebagainya. Tapi, kurasa insting lelaki itu semuanya sama. Matanya berubah menjadi biru ketika melihat wanita berbaju seksi. Apa apaan ini? Apa Oppa sekarang menunjukkan watak aslinya setelah menikah denganku? Mentang ia telah berhasil mendapatkanku seutuhnya, ia bersikap seenaknya sendiri dan membiarkan wanita berkacamata kucing itu manumpang mobilnya? Tidak bisa. Aku harus memberinya pelajaran yang setimpal!
***
Yul POV
Sepertinya dalam beberapa minggu ke depan aku akan semakin sibuk untuk mengurus permasalahan di Moonlight Coffe. Keadaan sekarang memang tak seburuk beberapa hari lalu. tetapi jumlah pelanggan Moonlight Coffe malin belum menaik. Aku, Jisoo, dan semua manager cabang Moonlight Coffe tengah mempersiapkan strategi bisnis untuk meningkatkan market dan menangani krisis yang sedang berlangsung sebagai akibat dari kasus yang menjerat Kwon Suk.
Salah satu strategi yang kami gunakan adalah dengan meningkatkan promosi dan iklan baik di internet maupun televisi. Sedikit asing memang, melihat iklan kafe dengan modelnya yang seorang bintang hallu. Tetapi, di beberapa negara lain mengiklankan kafe atau restoran semacam itu sudah biasa dilakukan dan terbukti dapat meningkatkan market. Selain melakukan promosi melalui internet dan media massa, aku juga hendak melakukan perombakan sistem pelayan di Moonlight Coffe. Di mana lima persen dari laba yang diperoleh akan di sumbangkan kepada yayasan yatim piatu dan juga mendonasikannya untuk kegiatan amal. Aku yakin, dengan cara itu kepercayaan pelanggan kepada Moonlight Coffe akan kembali terpupuk. Persepsi negatif mereka juga akan berubah perlahan demi perlahan.
Dalam rangka meningkatkan market itu aku meminta saran dari Jisoo untuk mencarikan model yang tepat untuk Moonlight Coffe. Model itu yang seorang penyanyi yagn biasa melakukan konser di berbagai tempat. Karena salah satu cara yang ingin kulakukan untuk memperluas kembali jaringan Moonlight Coffe adalah dengan mengadakan tour ke berbagai tempat di Seoul maupun luar Seoul. Menyelenggarakan semacam festival musik yang dibintangi oleh seorang penyanyi terkenal yang sedang naik dauh dengan mengatasnamakan Moonlight Coffe.
Setelah beberapa kali berdiskusi untk menentukan siapa penyanyi Korea yang hendak dijadikan model Moonlight Coffe, aku bersama rekan rekan semua memutuskan untuk memilih Han Lia. Ia adalah penyanyi solo Korea Selatan yang sedang naik daun. Memiliki konsep seksi dan juga anggun dengan melantunkan nyanyian nyanyian bergenre dance yang diiringi dengan tarian tarian fenomenal.
Alasan kami memilih Han Lia sebagai model adalah karena popularitasnya sedang naik. Ia digandrungi oleh jutaan orang pencinta musik dance. Dan bisa diajak bekerja sama tanpa berbelit belit dengan persyaratan kontak yang sangat rumit seperti kebanyakan aktris lainnya, meski bayarannya juga lebih mahal pastinya. Dan yang paling penting adalah agensi yang menaunginya terkenal sebagai agensi yang bersih dari kasus kasus krimimal maupun kasus perdata. Aapalagi dengan koneksi yang kumiliki dengan salah satu petinggi yang ada di agensi entertaiment tersebut. Sehingga aku tidak perlu repot repot melakukan panggilan telepon dengan berbagai orang untuk bisa menembus agensi tersebut untuk diajak bekerja sama dengan salah satu penyanyinya.
Han Lia, yang duduk berseberangan meja denganku, bertanya. Wanita ini memang sedikit tidak sopan dari caranya menatapku. Apalagi memanggilku dengan sebutan Oppa yang membuatku sebenarnya merasa risi sekaligus kesal. Tapi, demi bisa bekerja sama dengannya aku menahan diri. membiarkannya memanggilku dengan sebutan Oppa atau apa pun itu.
Aku tengah berada di ruang manajer Han Lia yang terletak di lantai tiga gedung agensinya. Kami berbincang bincang membahas rencana kontak dan hal lainnya.
“Lebih jelasnya, nanti bisa kau baca di surat perjanjian kontrak. Setelah ini aku akan mengirimnya, setelah membahas apa saja poin perjanjian dengan manajermu,” jawabku tegas. aku hanya berdua di ruangan manajerial ini bersama Han Lia. Sedangkan manajernya keluar sejak beberapa menit lalu untuk mengurusi hal hal terkait perjanjian kerja sama.
Han Lia memberengutkah wajahnya. Merasa tidak setuju dengan apa yang kuucapkan.
“Hei, setidaknya beri aku bocoran. Biar aku bisa mempersiapkan diri untuk menjadi model Moonlight Coffe. Karena sebelumnya aku hanya pernah menjadi model pakaian, minuman dan kosmetik.
Tidak salahnya aku memberi tahunya sedikit bocoran. Dengan pertimbangan itu, aku pun berucap, “Kurang lebih seperti pemotretan, menyanyi di festival, membuat foto dan video tentang kau dan Moonlight Coffe yang kemudian kau mengunggahnya di sosial media. Menghadiri wawancara eksklusif majalah harian Seoul, dan datang ke Moonlight Coffe beberapa kali dalam seminggu.”
“Hmm. Banyak sekali agendaku.”
“Jangan khawatir. Bayaranmu telah disesuaikan dengan pekerjaan yang kau lakukan,” imbuhku meyakinkan.
Han Lia menganggukkan kepalanya. Ku dapati pupil matanya yang melebar tanda ia tertarik pada penjelasanku tadi.
“Baiklah. aku menyukainya. Sepertinya lebih menarik dari pada menjadi model pakaian yang hanya melakukan pemotretan di studio,” ungkapnya. Ia terdiam selama beberapa saat. Lalu mengimbuhkan, “Oppa, kau sudah menikah?”
Kurasa Han Lia melihat cincin yang melingkar di jari manis tangan kiriku. Aku hanya mengangguk menanggapinya.
“Benar sekali. Aku sudah menikah dan istriku dua tahun lebih muda darimu.”
“Wahh.”
Wanita itu memperlihatkan raut wajah yang terkejut. lalu mendadak raut wajah itu berganti menjadi cemberut. Seolah olah menyesali aku yang ternyata memiliki istri yang lebih muda darinya.
“Hebat sekali Oppa bisa menikah dengan wanita yang lebih muda dariku. Wajar saja sih, wajah Oppa kan tampan dan terlihat lebih muda dari usiamu yang sebenarnya. Tapi, apa kalian menikah karena cinta? Apa istrimu menikah denganmu karena cinta, bukannya karena menginginkan semua harta dan aset yang Oppa miliki?” lanjutnya bertanya. Yang seketika membuatku naik darah.
‘Harus kuapakan wanita ini supaya berhenti menanyakan kehidupan pribadiku?
***