Love You Later NEW SERIES!

Love You Later NEW SERIES!
Akhir Cerita



63


Akhir Cerita


“Apa katamu? Lysa... dibawa pergi? Baiklah. Aku akan menyusulnya.”


Segera setelah Mino mendapatkan kabar kaberadaan Lysa, lelaki itu segera membanting setir dan mengubah haluan. Ia melaju ke arah yang berlawanan, menuju sebuah tempat yang mungkin menjadi tempat tujuan ayah Lysa membawa Lysa pergi.


Selama perjalanan itu, Mino tak henti hentinya dihantui rasa khawatir. Ia khawatir Lysa akan dibawa pergi dan tak pernah ia temui lagi. Khawatir bahwa dirinya terlambat menyelamatkan Lysa dan akhirnya mereka terpisah dengan tragis seperti kisah romeo dan juliet. Mino tidak ingin hal itu terjadi. Saat memikirkannya, tanpa sadar ia menaikkan kecepatan laju mobilnya menuju Incheon. Ia yakin, pasti Lysa bersama ayahnya sedang menuju Bandara Internasional Incheon. Karena sebelumnya ia pernah mendengar, bahwa ayah Lysa ingin membawa Lysa pergi dari Korea.


Selagi mengendarakan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Mino menelepon Pengacara Bae.


“Halo, benarkah? Brian sudah menyerahkan diri ke polisi? Bagaimana bisa?”


Saat sambungan telepon Mino terhubung dengan Pengacara Bae, ia dikejutkan dengan kabar itu. Ia mendengar, bahwa Brian sat ini sudah menyerahkan diri ke polisi atas tuduhan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Dan ayah Brian, Tuan Alvendo, sedang dalam pencarian karena tuduhan penggelapan dana pajak salah satu bisnisnya yang berdiri di Korea Selatan. Yang artinya, Tuan Alvendo menjadi buronan.


“Kurasa aku tahu di mana keberadaan Tuan Alvendo. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Bandara Incheon, Lysa dibawa ayahnya, dan kemungkinan besarr Tuan Alvendo yang menjadi dalang di balik semua ini. aku menuju ke sana, kirimkan bantuan mobil polisi dan katakan bahwa Tuan Alvendo yang mereka kejar itu sedang menuju Incheon.”


Setelah mengatakan semuanya, Mino pun menutup telepon. Perasaannya melega. Karena dengan ditangkapnya Brian, artinya pernikahan Brian dengan Lysa yang direncanakan Tuan Alvendo tidak akan pernah terjadi. Dan Mino memiliki kesempatan untuk membawa Lysa pergi jauh dari Tuan Alvendo yang hanya ingin mengekploitasi Lysa untuk keperluan bisnisnya. Untuk ayah Lysa, Mino yakin Paman Kim akan tahu semua yang terjadi setelah Tuan Alvendo dan juga Brian tertangkap polisi. Ia yakin, Paman Kim akan memercayakan Lysa kepadanya setelah tahu semua cerita yang terjadi; tentang kebusukan Tuan Alvendo yang sedang berusaha untuk mengelabuhinya.


Tak lama setelah itu, Mino yang sedang berkendara itu mendapatkan telepon lagi dari Pengacara Bae. Segeralah Mino mengangkat telepon tersebut.


[Polisi sedang bergerak menuju Incheon. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian Incheon untuk memblokir beberapa jalur. Sekarang aku sedang menuju Incheon bersama Detektif Han.]


“Baguslah. Sebentar lagi aku akan sampai.”


Selang sepuluh menit kemudian, Mino pun sampai di bandara Incheon. Ia segera memarkirkan mobilnya. Turun dan berlari masuk menuju bandara. Lelaki itu berkeliling bandara untuk mencari keberadaan Lysa. di tengah bandara yang sedang ramai dan padat itu, Mino mencari dengan tergesa-gesa sampai menabrak beberapa orang yang melintas.


“Oh, maafkan saya.”


Beberapa kali Mino mengatakan maaf pada orang yang ia tarik tangannya karena mengira itu adalah Lysa.


“Lysa... tolong... kamu di mana?”


Mino mendesus desus pelan karena merasa putus asa setelah beberapa saat mencari keberadaan Lysa di dalam bandara. Dalam hati ia merasa was-was, jangan jangan Lysa sudah dibawa pergi oleh ayahnya dan Tuan Alvendo. Jangan-jangan....


Tiriring tiriring!


Telepon berdering, Mino segera mengangkatnya.


“Halo.”


[Polisi sudah menyebar di dalam bandara. Posisimu di mana? aku juga baru sampai di bandara bersama Detektif Han.] Pengacara Bae menyahut di seberang telepon.


“Aku di lantai satu, di ruang tunggu gate sebelah....”


Saat Mino hendak melanjutkan kalimatnya, ia melihat sesosok Lysa yang sedang berjalan digandeng oleh ayahnya dan dikawal dua orang bodyguard Tuan Alvend. Lysa sedang menaiki lift, hendak melakukan check in pesawat.


Mino yang melihat itu pun terkesiap. Ia langsung menceletuk pada Pengacara Bae.


“Aku menemukannya! Di lift menuju lantai dua untuk check in.”


Segera setelah mengatakan hal itu, Mino menutup teleponnya. Lantas berlari menerjang beberapa orang yang sedang berjalan menuju lift. Ia berlari dengan tergesa dan membuat beberapa orang harus menghindar jika tidak ingin tertabrak. Dan akhirnya Mino pun tiba di lift. Ia berlari di atas lift yang penuh dengan manusia itu. Mencoba menggapai Lysa yang beberapa meter di hadapannya.


“Lysa! Kim Lysa!”


Mino meneriakkan nama Lysa. dan untungnya teriakannya itu di dengar oleh Lysa yang sedang digandeng oleh ayahnya dengan dua orang penjaga di belakang.


“Mino ssi!” Lysa yang melihat Mino beberapa meter di belakangnya itu sontak berteriak. Saat melihat Mino, Lysa seperti melihat sebuah harapan. Harapan untuk lepas dari cengkeraman ayahnya dan Tuan Alvend.


Begitu Lysa berteriak, dua penjaga yang ada di belakangnya itu sontak menoleh pada Mino. Seketika melihat keberadaan Mino, dua penjaga itu berjalan ke arah Mino untuk menghadangnya menghampiri Lysa.


“Lysa! Lysa, jangan pergi.” Mino berteriak saat dua penjaga itu menghadangnya. Seketika itu juga, Lysa dan ayahnya yang telah tiba di lantai dua berlalu pergi sedangkan Mino ditahan oleh dua orang penjaga itu. Mereka terpisah seketika itu....


**


“Tuan Alvend sudah ditangkap tepat sebelum dia naik pesawat menuju Amerika. Tapi Lysa...”


Pengacara Bae datang menghampiri Mino setelah penangkapannya bersama para polisi berhasil. Mereka berhasil menangka Tuan Alvend, namun tidak bisa menghentikan ayah Lysa yang ingin membawa putrinya pergi. Bagaimana pun, Tuan Kim adalah ayah Lysa, yang berhak untuk membawa Lysa pergi ke mana pun ia mau. Dan polisi tidak bisa menghentikannya.


Mendengar itu, Mino menghela napas panjang. Ia merasa hancur. Ia putus asa karena tak dapat membuat Lysa kembali ke pelukannya. Namun ia sudah bertekad, akan mencari Lysa ke mana pun, bahkan sampai ke ujung dunia.


“Kau akan tetap di sini?” tanya Pengacara Bae pada Mino yang tampak hancur.


“Kau duluan saja. Tolong urusi semua tuntutan pada Tuan Alvend, aku akan pergi nanti.” Mino berkata dengan lemas.


“Baiklah.”


Pengacara Bae tahu, bahwa sepertinya Mino masih membutuhkan waktu untuk sendiri dan menerima semua kenyataan bahwa dirinya tidak bisa menahan Lysa pergi. Untuk itu, Pengacara bae pun langsung pergi meninggalkan Mino. Sedangkan Mino yang masih tampak kacau itu hanya bisa menghela napas panjang selagi menyandarkan tubuhnya di tembok bandara.


“Ke mana aku harus mencarimu, Lysa? ke mana aku harus pergi?” Mino menggumam guumam pelan, merasa putus asa. Ia masih berusaha menenangkan diri di sana selama beberapa menit. Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi.


Baiklah. Ia akan menenangkan diri lebih dahulu. Lalu mencari cara untuk menemukan Lysa entah di negara mana pun gadis itu berada.


Saat Mino sedang berjalan lemas menuju mobilnya, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan.


“Mino ssi!”


Itu... suara Lysa.


Mino secara otomatis berhenti melangkah. Ia sontak berbalik, menatap Lysa dari kejauhan yang sedang berlari ke arahnya.


“Lysa!”


“Chagiya!”


Tak percaya melihat Lysa kembali, Mino masih diam membeku di tempatnya. Kemudian ia ikut berlari untuk memperpendek jaraknya dengan Lysa. hingga mereka pun bertemu, dan Lysa langsung memeluknya dengan erat.


“Ho, Lysa... Aku sangat takut kehilanganmu. Aku merasa sangat hancur.”


Selagi memeluk tubuh Lysa, Mino bergumam demikian. Ia memeluk Lysa dengan sangat erat seolahg tak ingin melepaskannya lagi.


“Aku juga tidak ingin pergi darimu, Chagiya.” Lysa bergumam.


Mino pun meregangkan pelukan. Menatap wajah Lysa yang tercenyum ceria. Lantas ia bertanya.


“Apa yang terjadi? Kukira kau sudah pergi dengan ayahmu.”


“Ayah melihat berita yang disiarkan dibandara, tentang penangkapan Tuan Alvendo. Aku mengambil kesempatan itu untuk meyakinkan ayah, bahwa aku hanya akan menikah dengan seseorang yang pantas untuk menikahiku. Lalu ayah melepaskanku, membiarkanku pergi.”


Mendengar itu, Mino tersenyum lega. Lantas memeluk kembali tubuh Lysa dengan hangat.


“Pilihan yang bagus. Aku pastikan, kita akan menikah setelah semua urusan dengan Tuan Alvend selesai.”


“Kau tidak akan menungguku lulus kuliah?” tanya Lysa.


“Tidak perlu. Aku tidak ingin lagi kehilanganmu. Aku ingin menikahimu secepatnya, Lysa.”


Lysa tersenyum ceria. “Aku juga ingin segera menikah denganmu, Chagiya. Aku menyayangimu.”


“Aku lebih menyayangimu, wanitaku.”


*END*