
Bab 54
Bersama menjadi lebih kuat
“Kim Lysa, apa yang sedang kau rencanakan? Apa yang akan kau lakukan?”
Mino bertanya penuh curiga ketika mendengar Lysa yang berkata seolah olah akan melakukan sesuatu yang tidak Mino duga. Dari cara gadis itu berbicara dan juga tatapan matanya, Mino mencurigai apa yang hendak Lysa lakukan.
Lysa masih terdiam. Ia hanya menatap diam Mino yang berdiri di hadapannya. Tatapannya yang amat sendu itu membuat Mino mengernyitkan kedua alis karena waswas.
“Aku akan menemui mereka; Brian dan Paman Alvend.”
Merasa terkejut mendengar itu, Mino menaikkan kedua alis. Ia menatap Lysa tidak percaya karena tidak ingin memercayai apa yang gadis itu katakan. Apa? Menemui paman Alven dan juga Brian? Di saat Mino susah payah menyembunyikan Lysa di dalam aapartemennya dan tidak ingin meninggalkannya lama lama, Lysa malah ingin bertemu dengan mereka. Di saat Mino berusaha mati matian untuk melindungi gadis itu dan menjauhkannya dari Brian maupun keluarga Hangin Grub, Lysa ingin bertemu dengan mereka dan menyelesaikan semuanya?
“Apa katamu? Menemui mereka?” desah Mino yang merasa sangat heran.
Lysa hanya memberikan tatapan penuh keyakinan kepada Mino. Membuat Mino semakin merasa geram.
“Tidak. Tidak boleh. Apa pun yang terjadi, kau tidak boleh bertemu dengan mereka. jangan pernah berpikir untuk bisa bertemu dengan mereka. Mereka itu bisa melakukan apa saja untuk menyakitimu, Lysa. Apa kau juga masih tidak tau?” tegas Mino. Nada suaranya sedikit meninggi karena ia merasa terlalu khawatir kepada Lysa yang keinginannya bertentang dengan apa yang Mino pikirkan selama ini.
“Tidak, Sayang. Aku tidak bisa berdiam saja di sini. Aku harus berbuat sesuatu,” ucap Lysa.
Melihat keluarga Hangin Grup yang sudah mengintai tempat tinggal Mino, Lysa merasa khawatir kalau mereka akan membahayakan Mino. Lysa tidak ingin membuat kehidupan Mino semakin sulit karena urusannya dengan Brian. Lysa sudah cukup membuat Mino meninggalkan pekerjaan pentingnya di Filipina. Dan tidak bisa membuat situasi Mino semakin sulit lagi. Lysa tidak ingin jika Mino semakin sengsara atau pun berada dalam kesulitan karenanya. Sehingga Lysa memutuskan untuk menemui Tuan Alvend dan juga Brian supaya pihak mereka tidak mengganggu lagi kehidupan Mino dengan cara melakukan pengintaian di sekitar apartemen tempat tinggal Mino seperti yang Lysa saksikan beberapa waktu lalu.
“Jangan lakukan. Apa pun alasanmu, jangan melakukan apa pun, Lysa. Kau pikir kau itu sedang berhadapan sama siapa sampai dengan mudahnya kau berkata demikian? Kau lihat sendiri bahwa tadi ada beberapa orang yang sedang mencari keberadaanmu di sini. Lysa, kau tidak sedang berurusan dengan sembarang orang, ingat itu.” Mino berkata kata.
“Aku mengenal mereka. aku kenal baik dengan keluarga Brian. Dia sudah seperti keluargaku. Paman Alvend memang seperti itu orangnya, arogan dan otoriter dalam hal apa pun, tapi dia tidak pernah menyakiti aku dan ayahku.” Lysa menyanggah.
Benar. Memang benar bahwa Lysa mengenal Brian dan keluarganya dengan baik selama ini. Namun Mino tidak berpikir bahwa keluarga Brian benar benar memperlakukan Lysa dengan baik selama ini. Jika memang mereka memperlakukan Lysa dengan baik, ini semua pasti tidak akan pernah terjadi. Dan, alih alih mengutus segerombol bodyguard nya untuk mengintai apartemen Brian yang diduga menjadi tempat Lysa berada saat ini, Tuan Alvend pasti akan memanggil Lysa seperti keluarga dan mengajaknya bertemu, tidak dengan cara seperti hendak menculik. Tidak hanya itu. Brian pun kelihatannya tidak bisa berbuat apa apa untuk melawan kehendak ayahnya. Brian tidak bisa melindungi Lysa dari Tuan Alvend. Dan laki laki itu juga tidak bisa membuat Lysa terlindungi bahkan ketika berhadapan dengan keluarganya. Jadi bagaimana keluarga Brian dapat dikatakan ‘memperlakukan Lysa dengan baik’ seperti yang gadis itu katakan saat ini?
“Kamu tidak diperlakukan dengan baik oleh mereka, Sayang.” Mino bersi kukuh dengan pendapatnya. Ia sama sekali tidak yakin jika keluarga Brian memang menganggap Lysa seperti keluarganya sama seperti anggapan Lysa selama ini. “Jika memang mereka itu memperlakukanmu dengan baik, kamu tidak akan pernah mengalami semua ini. kamu tidak akan dieksploitasi oleh Hangin Grub dengan pernikahan sepihak itu. Hangin grub tidak akan memberikan pengumuman resmi tentang pernikahanmu dengan Brian secara sepihak jika memang mereka menyayangimu sama seperti yang kau kira selama ini.” Mino mengimbuhkan.
Tubuh Lysa membeku. Gadis itu terkejut dengan apa yang Mino katakan dengan penuh emosional itu. Lysa memang tahu tentang pernikahan itu. Dan itu memangyang direncanakan Hangin Grub untuk meredakan skandal yang menggoncangkan tatanan mereka. namun, sejauh ini Lysa belum mendengar tentang pengumuman resmi. Ia hanya yakin bahwa dirinya akan menghentikan pernikahan itu apa pun yang terjadi, dan sedang merencanakan sesuatu untuk membujuk ayahnya supaya tidak ikut larut dalam permainan Hangin Grub. Dan mendengar bahwa Hangin Grub telah membuat pengumuman resmi tentang pernikahan putra mereka dnegan gadis yang disebut sebut sebagai tunangan dalam semua artikel yang beredar itu, membuat harapan Lysa semua telah hancur. Gadis itu sangat terkejut sampai sampai kedua matanya berkaca kaca seperti ingin menangis. Tubuh Lysa masih belum bergerak dan perlahan lahan tangannya yang mengepal itu bergetar.
Melihat gadisnya yang tampak sangat terpukul karena mendengar tentang pengumuman resmi pernikahannya yang direncanakan oleh Hangin Grub, Mino mengembuskan napas panjang panjang karena sedih. Lebih dari apa pun, hatinya sangat hancur berkeping keping melihat gadis yang amat disayanginya hancur seperti ini.
Perlahan lahan Mino mendekat pada Lysa. Memeluknya dengan hangat. Memberikan gadisnya sebuah pelukan yang menguatkan. Dalam hati, Mino sangat menyesal karena mengatakan yang sebenarnya kepada Lysa, tentang pengumuman resmi Hangin Grun dan tentang pernikahannya dengan Brian yang sedang direncanakan oleh Hangin Grub. Mino tahu, bahwa itu semua membuat hati Lysa sangat hancur. Tapi, jika tidak mengatakan yang sebenarnya, Lysa akan tetap bersi kukuh dengan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan Mino sama sekali. Selain itu, Mino juga merasa bahwa Lysa patut tahu tentang apa yang sedang Hangin Grub lakukan terhadapnya. Mino merasa Lysa perlu tahu karena itu adalah urusan tentangnya.
Sambil memeluk Lysa dengan hangat dan erat, Mino membisikkan beberapa kalimat di telinga Lysa. Untuk menenangkan pikirannya. Lysa tidak boleh merasa cemas berlebihan. Ia masih dalam masa penyembuhan dan harus belajar mengontrol kecemasan yang dirasakan.
“Aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik siapa siapa, karena engkau adalah milikku. Aku tidak akan membiarkan Hangin Grub memilikimu dan menjadikanmu alat untuk menyelesaikan semua masalahnya. Bersabarlah, sayang, aku akan melakukan sesuatu untukmu supaya kau tetap menjadi milikku, dan tidak bisa dimiliki oleh orang selain diriku.”
Itu semua adalah kalimat yang diutarakan Mino kepada Lysa untuk menenangkannya. Mino berucap sekaligus berjanji kepada Lysa, dan kepada dirinya sendiri, untuk melindungi Lysa dan membuat Lysa tetap berada di sisinya. Entah Hangin Grub atau siapa pun, tidak ada yang bisa menghalangi cinta mereka berdua.
Mendengar semua ungkapan manis Mino itu Lysa merasa lebih tenang. Ia tahu bahwa Mino adalah orang yang sangat bisa ia andalkan. Mino dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Lysa sangat memercayai kata katanya selama ini dan di masa depan pun akan tetap seperti itu.
Kepala Lysa mendongak, menatap Mino yang memeluk tubuhnya dengan hangat. Kedua pasang mata itu pun saling berpandang pandangan dengan lekat. Seolah olah memberikan isyarat satu sama lainnya. Membiarkan cinta mereka mengalir dengan begitu indah dan damai.
Mengerti tatapan satu sama lain, Mino pun mulai mengangkat tubuh Lysa yang terasa ringan. Membawa gadis itu berjalan menuruni tangga sementara Lysa telah mengalungkan kedua tangannya pada leher Mino. Mereka berciuman. Bibir mereka saling membalut dan ******* lidah satu sama lain sepanjang perjalanan dari lantai dua menuju kamar Mino yang berada di lantai satu. Sampai akhirnya Mino yang membawa tubuh Lysa pun tiba di kamar tidurnya. Perlahan lahan, laki laki itu merebahkan tubuh Lysa ke atas ranjang tidur.
“Mereka baru membuat pengumuman resmi tentang rencana pernikahan putranya dengan gadis yang terlibat skandal dengannya. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikan rencana itu. Dan, kita tidak bisa saling egois, Lysa. Aku milikmu, dan kamu milikku. Kita bersama sama melakukan semuanya dan menghentikan mereka. kita akan berhasil jika kita bersama. Tapi masalahnya, kamu terlalu egois untuk melakukan semuanya sendirian dan tidak pernah mau melibatkanku dalam semua urusanmu. Kenapa begitu? Apa kau merasa belum memilikiku sepenuhnya? Apa kau masih merasa ragu terhadap diriku dan semua rasa sayang yang kumiliki untukmu? Atau jangan jangan, kau masih belum percaya dan yakin padaku?” Mino bertanya serius. Tatapannya sungguh pilu, menatap Lysa yang duduk di atas kasur menyandarkan tubuhnya pada bantal bantal yang bertumpuk di belakangnya.
Posisi mereka sangat dekat saat ini. Jarak wajah Lysa dengan Mino hanya sekitar satu jengkal tangan. Lysa dapat melihat dengan baik raut wajah Mino yang menatapnya pedih di hadapan. Lalu kedua tangan Lysa terangkat untuk membelai wajah Mino dan menghiburnya.
“Aku percaya dan sudah merasa yakin padamu, Sayang. Sungguh, tidak ada alasan apa pun kenapa aku seperti itu selama ini. Dan, ayo kita melakukan semuanya bersama sama mulai saat ini. Aku berjanji tidak akan melakukan apa pun sendirian tanpamu, begitu pun denganmu, jangan bertindak sendirian tanpaku.” Lysa meyakinkan sambil memberikan belaian lembut pada wajah dan leber lelakinya.
“Kau berjanji?” tanya Mino meyakinkan.
Tanpa merasa ragu Lysa menganggukkan kepala. “Aku berjanji.”
Kemudian Mino kembali menciumi bibir dan juga leher Lysa. Sementara tangan Lysa sibuk melepaskan kancing kemeja yang dipakai Mino, melepaskan baju yang dipakai lelaki itu sambil membalas ciuman panasnya. Lalu mereka pun kembali bercinta dengan segenap cinta dan kasih sayang yang mereka curahkan satu sama lain.
**
“Ini.”
“Huhh.”
Merasa lega setelah membasahi kembali tenggorokannya yang kering itu, Lysa mengembuskan napas panjang. Ia meletakkan kembali gelas air minumnya yang kosong ke atas meja nakas. Kemudian kembali merebahkan tubuhnya ke samping tubuh Mino yang telanjang di bawah selimut tebal yang mengerubuti.
“Kau puas sayangku?” tanya Mino setengah menggoda begitu Lysa membaringkan tubuh di sebelahnya. Di dalam kepalanya masih terngiang ngiang desahan nikmat Lysa ketika tubuh mereka menyatu dan Mino bekerka keras di bawah untuk kepuasan mereka berdua sampai pada titik yang paling ujung.
Mendengar pertanyaan Mino yang sednag menggodanya itu, Lysa hanya tersenyum sipu. Wajahnya yang merona merah itu ia tutupi dengan kedua tangan. Namun di sela jari jarinya, Lysa menatap Mino yang memberikan tatapan menggoda, setengah mesum.
Mendapati tingkah Lysa yang malu malu itu Mino hanya terkekeh kecil.
“Tcih, kenapa kau malu sekali? Kau pasti sangat menikmatinya bukan? Kau tadi mendesah dengan sangat keras sampai sampai seuruh apartemenku terisi suara desahanmu.” Mino lanjut menggoda karena ingin melihat Lysa bertambah malu. Dan, benar dugaannya. Lysa yang semakin malu karena kata kata Mino itu lansung menyungkurkan kepalanya ke samping tubuh Mino karena tidak ingin laki laki itu melihatnya wajahnya yang memerah karena malu.
Mino semakin terkekeh kekeh melihat tingkah laku Lysa yang seperti anak kecil itu. Lalu ia merengkuh tubuh Lysa di dalam selimut. Kembali mendekapnya sama seperti Mino mendekapnya beberapa waktu lalu. Tubuh mereka kembali berpelukan di balik selimut tebal yang mereka gunakan.
“Sebenarnya, tadi aku bertemu dengan Brian di kafe.”
Mino kembali membuka percakapan yang cukup serius bersama Lysa setelah merasakan ketenangan yang cukup dalam dari bercintanya dengan Lysa. Seperti janji mereka tadi, mereka tidak akan menyembunyikan apa pun satu sama lain dan akan melakukan semuanya bersama sama. Baik Lysa maupun Mino, mereka akan saling terbuka dan berjnaji tidak pernah melakukan semuanya sendirian, melainkan bersama dengan Lysa.
Mendengar cerita itu, Lysa yang awalnya meringkuk di pelukan Mino itu seketika mendongakkan kepala. Ia menggeser tubuhnya agak ke atas supaya dapat berhadap hadapan dengan Mino selagi mereka berpelukan.
“Benarkah?” Lysa meyakinkan pendengarannya.
Kepala Mino mengangguk angguk. Tubuhnya memiring untuk berhadap hadapan dengan Lysa yang menatapnya dari samping.
“Dia bertanya padaku di mana keberadaanmu. Dan tentu saja, aku tidak memberi tahu kau berada di mana. Tapi begitu sampai di apartemen dan melihat beberapa orang asing yang mengintai apartemenku, sepertinya mereka sudah curiga bahwa kau berada bersamaku di apartemen ini.” Mino menjelaskan sedikit.
Lysa terdiam. Selama beberapa saat gadis itu terdiam. Lalu ia mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.
“Sebenarnya, aku merasa takut dengan mereka.” Lysa berkata demikian dengan pandangan yang menurun. Memikirkan kembali seberapa berkuasanya Hangin Grub di Indonesia. Yang bisa memanipulasi berita dan bahkan terkadang ikut campur dengan urusan perpolitikan Indonesia.
“Apa yang kau takutkan?” tanya Mino.
“Hangin Grub bisa melakukan apa pun dan sering memanipulasi media. Tidak ada yang tidak bisa mereka lakukan jika itu membawa keuntungan yang besar untuk pribadi. Aku sedikit takut jika saja mereka melakukan sesuatu padaku, pada ayahku, atau padamu Chagi.”
Mino diam mendengarkan keluhan Lysa tentang rasa takut itu. Tangan Mino yang kekar itu membelai wajah Lysa dan menyelipkan beberapa helai rambut sang gadis ke belakang telinga. Dan kembali membelai pipi dan bibir Lysa dengan lembut menggunakan jari jari tangannya.
“Di Indonesia, Hangin Grup memang memiliki kekuasaan yang sangat besar. Tapi di Korea, mereka tidak lebih dari perusahaan asing yang baru akan memulai bisnis kecil di Seoul. DI indonesia memang Hanngin Grup bisa melakukan apa pun karena koneksi besarnya memang di Indonesia alih alih di Amerika. Namun di Korea, kekuasaan Hangin Grub tidak ada apa apanya dibanding kekuasaan Bos Moon dan Moonlight Coffe. Kejaksaan Agung, bahkan pengadilan pusat Seoul semua ada di pihak Bos Moon. Adik dari Bos Moon adalah hakim terkenal di Mahkamah Agung. Adik iparnya Bos Moon juga hakim di Mahkamah Konstitusi. Dan selama ini Bos Moon terkenal sebagai orang yang memegang erat keadilan dan sangat patuh pada hukum. Tidak ada yang bisa menyangkal itu.” Mino menceritakan semua itu untuk meyakinkan Lysa yang terlihat cemas karena Hangin Grub. Memang, Hangin Grub sangat berkuasa di Indonesia. Tapi di Korea mereka kalah dengan kekuasaan Bos Moon, Moonlight Grub, dan adiknya yang menjadi hakim agung.
“... Di sini, tidak ada yang perlu kau cemaskan, Sayangku. Menjadi bagian penting dari Moonlight Grub adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan selama kita masih bersama. Bagaimana pun caranya aku tidak akan membiarkan Hangin Grub menyentuhmu sedikit saja atau menyakiti orang yang kau sayang. Hukum di Korea diterapkan dengan sangat ketat. Aku bisa menjamin kalau mereka tidak akan bisa menyakitimu.” Mino melanjutkan.
Benar. Lysa bisa memercayai semua ucapan Mino karena benar itulah kebenarannya. Di Indonesia Hangin Grub memang bisa melakukan semuanya dan berkuasa. Namun di Korea, sekali pun Hangin Grub membangun perusahaan yang besar, tetap tidak bisa mengalahkan popularitas Moonlight Coffe atau pun menyainginnya. Selama Mino maish menjadi bagian penting di Moonlight Coffe, maka Mino juga bisa memakai koneksi yang dimiliki Bos Moon untuk melindungi Lysa di mata Hukum. Karena bagaimana pun, Lysa telah mengubah warga negaranya menjadi warga negara Korea Selatan. Dan Lysa dilindungi secara hukum oleh peraturan yang ditetapkan di Korea. Sedangkan apa yang Hangin Grub lakukan dengan menggunakan Lysa sebagai senjata untuk membungkap skandal yang terjadi pada Brian, bahkan dengan pernyataan sepihak itu, sama dengan melanggar hak asasi manusia yang Lysa miliki.
Merasa tenang setelah mendengar kata kata Mino, Lysa pun tersenyum simpul. Ia kembali mendekatkan tubuhnya kepada Mino dan memeluknya. Menenggelamkan kepalanya di antara ceruk leher sang kekasih. Merasakan kehangatan tubuh Mino dan mencium aroma tubuhnya.
“Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Kita bisa melakukan penuntutan kepada Tuan Alvend dengan pelanggaran hak asasi manusia, ancaman dan juga dugaan eksploitasi terhadapmu, juga bisa menuntut Brian dengan dugaan pelecehan seksual. Bagaimana pun, laki laki itu menciummu tanpa izin dan membuatmu tertekan secara psikologis. Sekarang aku sedang mempersiapkan semua itu, sedang melakukan konsultasi dengan seorang pengacara terkenal yang telah mengurusi berbagai masalah hukum di Moonlight Coffe dan juga masalah hukum keluarga Bos Moon. Jadi sementara waktu, aku sarankan supaya kamu tidak muncul di hadapan Hangin grub, karena mereka bisa melakukan hal yang buruk kepadamu.” Mino mengimbuhkan. Karena itulah ia sungguh menentang ketika tadi Lysa berkata akan menemui mereka.
Akhirnya Lysa mengerti mengapa Mino mennetang keras keinginannya untuk bertemu dengan Tuan Alvend maupun Brian. Ternyata Mino sedang mempersiapkan sesuatu untuk melancarkan serangan kepada mereka.
“Tidak apa apa untuk terlihat lengah di awal. Dan biarkan mereka menganggap bahwa kita adalah lawan yang lemah. Dengan begitu mereka akan menjadi lalai. Lalu kita bisa melancarkan serangan.” Mino menjelaskan.
Kepala Lysa mengangguk angguk. Mengerti terhadap apa yang sedang Mino rencanakan.
Setelah beberapa saat hening, Lysa yang teringat sesuatu berkata, “Besok aku harus bertemu dengan ayah. aku sangat merindukan ayahku.”
“Baiklah. Besok aku akan mengantarmu bertemu ayahmu.”
**