Gabby, My Fierce Girl

Gabby, My Fierce Girl
Part 69



“Jo, ambil tas milik Gabby dari pria itu!” perintah Marvel pada asistennya.


Marvel tak ingin membiarkan Gabby terlalu lama dekat dengan pria lain. Dirinya saja setengah mati untuk mendapatkan Gabby yang hingga saat ini belum membuka hatinya untuknya, padahal sedari kecil ia sudah mengenal Gabby. Tahu betul bagaimana sifat Gabby, mulai dari sisi lembut, perhatian, hingga arogan. Tak akan rela jika orang lain dengan mudah mendapatkan hati wanita yang ia cintai itu.


“Ayo, kita pulang!” ajak Marvel memaksa Gabby untuk berdiri mengikutinya.


Mau tak mau, Gabby mengikuti Marvel. Ia tak ingin ada pertumpahan darah hanya karena memperebutkan dirinya di tempat umum.


“Motormu!” seru George memperlihatkan kunci yang ia sematkan di jari telunjuknya.


“Jo! Ambil kuncinya dan bawa motornya!” titah Marvel. Ia tak ingin tahu lagi dan tak mau Gabby berurusan dengan George.


George menatap kepergian Gabby dan Marvel yang mulai menjauh. Dalam hatinya, ia sedang bergumam. Jika dalam hitungan ketiga Gabby menoleh ke arahnya meskipun sebentar. Artinya wanita itu masih mengharapkannya. Matanya terus menatap tak lepas dari Gabby.


Satu


Dua


Tiga


George menelan kekecewaan, sebab Gabby tak menoleh sedikitpun ke arahnya. Pertanda, ia harus menyerah sampai di sini. Ia mengusap kasar wajahnya. Ia juga merasa bersalah karena tak langsung mencari Gabby dan memilih menjalin kasih dengan wanita lain.


Namun, rasa frustasinya menguar seketika tatkala pada detik berikutnya Gabby menoleh ke arahnya. Meskipun wanita itu sambil berjalan, namun ia yakin jika Gabby pasti mengharapkannya. Walaupun tak tepat waktu tiga detik, ia tetap percaya dengan apa yang ia pikirkan saat ini.


...........


Marvel mengantarkan Gabby hingga ke apartemen. Bahkan ia sampai ikut masuk ke dalamnya untuk memastikan wanita itu tak keluar lagi.


“Pulang! Aku tak menerima tamu!” usir Gabby mendorong Marvel yang masih diambang pintu masuk.


Keduanya kini duduk berdampingan, Marvel memaksakan untuk saling berhadapan.


“Apa karena dia, kau tak menerimaku?” Cengkraman erat di bahu Gabby membuat wanita itu sedikit meringis.


“Lepas!” Gabby menampik tangan Marvel. “Kau menyakitiku! Apa begini caramu memperlakukan wanita yang kau cintai?” sindirnya.


Marvel tersadar dengan apa yang sudah ia lakukan, karena terlalu emosi hingga ia melampiaskan pada Gabby. “Maafkan aku, sayang.” Ia mencoba memberikan usapan lembut pada pipi Gabby, namun segera wanita itu menghindar.


Menghela nafas beratnya sejenak, “jawab pertanyaanku! Apa karena pria itu, kau menolakku?” ulangnya.


Gabby merubah posisinya, ia duduk menatap lukisan abstrak dengan tangan yang terlipat di dada dan kaki yang menyilang.


“Bukankah sudah ku katakan kenapa aku menolakmu? Apa kau kurang jelas dengan penjelasanku saat itu? Meskipun aku anak dari seorang Mafia, tapi aku tak senang berhubungan dengan orang yang berbisnis di dunia gelap, terlebih kau dan Papaku berbeda tujuan!”


“Lalu, apa yang bisa membuatmu menerimaku?”


“Berhenti jadi pemakai, bandar, dan perdagangan organ manusia! Kau fikir aku sudi hidup dengan manusia keji sepertimu! Tak memiliki hati nurani!”


Berhenti dari kegiatan yang memberikannya uang banyak selama ini? Marvel tak pernah berpikir akan hal itu. Dan itu tidaklah mungkin.


“Kau sadar sedang memberikan perintah pada siapa? Aku bisa saja memberitahukan identitas aslimu di akun youtubemu itu! Bahkan komentarku sudah mengundang banyak pertanyaan dari fansmu! Aku akan berhenti dari bisnis kotor itu, tapi aku akan membuka identitasmu yang sengaja kau tutupi dan pastinya akan mengusik kenyamananmu! Kau akan selalu dikejar oleh fans fanaticmu, kemanapun kau pergi tak akan pernah nyaman karena wajahmu adalah salah satu youtuber paling hits di Eropa!” Marvel membalas dengan ancaman.


“Oh! Jadi akun Marvelous itu kau? Pria gila yang berkomentar di akunku?” Sebisa mungkin Gabby tak terprovokasi dengan Marvel. Ia ingat betul, satu-satunya komentar yang menyatakan bahwa mengetahui identitas dirinya hingga membuat ribuan orang membalas komentar itu karena penasaran dengan sosok dibalik akun GARCHI.


“Ya! Akulah pria yang tergila-gila denganmu!”


Hal yang mudah bagi Marvel mengetahui pemilik akun GARCHI, sebab ia tahu betul suara Gabby yang lembut saat memaparkan penjelasan dalam video. Sedari kecil hingga remaja bersama Gabby membuatnya tahu banyak tentang wanita berparas cantik itu.