
Saat Ainsley sedang pingsan dan terikat di tengah-tengah ruangan. Di kapal yang satunya lagi, Mayumi tersadar dari pingsannya karena seseorang memanggilnya sedari tadi. Mayumi membuka mata, kepalanya terasa berat karena dia mendapat pukulan keras dari anak buah Akira.
Mayumi berusaha bergerak tapi sayangnya, saat itu dia terikat di sebuah kursi. Dia belum menyadari jika saat itu dia sedang berada di atas kapal, dia juga belum menyadari di mana dia berada saat ini.
"Mayu," seseorang kembali memanggilnya dan suara itu tidak asing baginya.
Mayumi melihat ke arah datangnya suara, dia terlihat senang saat melihat kekasihnya berada tidak jauh darinya tapi keadaan mereka sama-sama terikat di kursi.
"Ken, di mana kita?" tanya Mayumi, matanya kembali melihat sana sini.
"Kita di atas kapal dan akan dibawa kembali ke Jepang."
"Aku sangat senang melihatmu, Ken. Aku mengira kau sudah mati dibunuh oleh mereka," ucap Mayumi, tanpa dia inginkan air matanya mengalir.
"Bodoh! Kenapa kau mengikuti permintaan mereka?" tanya Ken. Padahal dia sangat berharap Mayumi tidak menuruti permintaan akira.
"Aku mengkhawatirkan dirimu, Ken. Aku sangat senang begitu mendengar kau masih hidup. Aku takut mereka membunuhmu jika aku tidak mengikuti permintaan mereka!" jawab Mayumi.
"Bodoh! Kau mengikuti permintaan mereka atau tidak, mereka akan tetap membunuh kita!"
"Aku tidak punya pilihan, Ken!"
"Kau benar-benar bodoh, Mayumi! Lihat keadaan kita sekarang, pada akhirnya kita akan dibunuh oleh mereka! Kenapa kau tidak mengabaikan saja permintaan mereka? Setidaknya hanya aku yang mati dan kau masih bisa hidup walau dalam persembunyian tapi sekarang? Pelarian yang kau lakukan sia-sia!"
"Diam! Kau tidak tahu bagaimana perasaanku!" teriak Mayumi sambil menangis.
"Aku sudah memintamu untuk tidak kembali ke Jepang karena aku sedang menjadi buronan tapi kenapa kau kembali ke sana tanpa mengindahkan peringatan dariku? Aku sudah kehilangan ayahnya dan aku tidak mau kehilangan dirimu! Apa kau kira aku suka seperti ini?" Mayumi menunduk, menangis tersedu.
"Hanya kau saja yang aku punya, tinggal kau saja. Damian memang teman baikku tapi aku tidak bisa selamanya tinggal dengannya karena dia akan memiliki keluarga. Apa kau pikir aku senang sendirian di luar sana? Apa kau kira aku senang hidup dalam persembunyian terus menerus?"
Ken hanya diam, memang tidak seharusnya dia kembali ke Jepang dan membuat masalah untuk Mayumi. Seharusnya dia datang ke California, menjemput Mayumi dan membawanya ke Korea. Jika dia melakukan hal itu maka dia tidak akan tertangkap dan Mayumi tidak akan semakin terlibat masalah.
"Aku tidak ingin kau mati Ken, aku tidak ingin kehilangan dirimu karena hanya kau yang aku punya. Bukankah kita sudah berjanji akan selalu bersama? Jika kita memang harus mati, maka kita akan bersama!"
"Maafkan aku, Mayumi. Seharusnya aku tidak kembali ke Jepang dan mendengarkan permintaanmu. Aku kira mereka tidak akan mengenali aku, sebab itu aku kembali. Aku benar-benar minta maaf," Ken menunduk, sedangkan Mayumi menangis.
Semua yang terjadi di luar kemauannya. Dia kira Akira akan melepaskan Ken sehingga dia dan Ken bisa pergi setelah dia membawa Ainsley tapi ternyata tidak. Mereka bahkan terpisah saat ini. Damian pasti sangat membencinya karena dia telah membawa Ainsley pergi.
Saat anak buah Akira masuk ke dalam ruangan itu nanti, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya tapi seandainya mereka harus manti, setidaknya mereka bahagia bisa mati bersama sehingga dia tidak kesepian dan menanggung kesedihan akan kehilangan.
Kapal itu terus bergerak, menuju lautan lepas tapi para musuh tidak tahu, sebuah kapal juga mengejar dengan kecepatan tinggi. Saat jarak sudah dekat, maka mereka akan mengejar menggunakan perahu kecil agar musuh tidak tahu kedatangan mereka.
Helikopter terbang di atas kapal di mana Matthew dan yang lain berada, Michael sedang mencari keberadaan adiknya yang saat itu sedang mengintai dengan sebilah pisau di tangan.
"Ck, jangan sampai begitu kami tiba, kami tidak melakukan apa-apa!" ucap Matthew dari bawah sana yang saat itu sedang bersiap-siap.
Mereka berbicara melalui earphone yang sudah terpasang di telinga mereka. Kapal musuh tidak jauh lagi di depan sana. Dua perahu sudah siap, James dan beberapa anak buah juga sudah bersiap. James mendapat perintah mengikuti Vivian dan Marline nantinya.
"Apa yang sedang Ainsley lakukan, Mich?" tanya Damian ingin tahu.
"Mengintai musuh," jawab Michael singkat.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Damian. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya saat ini. Jika sampai Akira berani menyentuh istrinya dan melukainya, dia tidak akan melepaskan pria itu.
"Jangan khawatir, kau tidak boleh tertipu dengan wajah manisnya karena dia di luar dugaan!" ucap Matthew.
Adiknya itu memang selalu bersikap manis, sok lemah lembut tapi nyatanya? Itu semua karena didikan keras yang mereka berikan, sebab itu Ainsley ingin menjalani harinya seperti gadis biasa tanpa ada yang tahu siapa dia sebenarnya.
"Lalu bagaimana dengan Mayumi?" tanya Damian.
"Sebentar!" Michael melihat laptop satunya di mana dia sedang meretas cctv di mana Mayumi sedang di sandera.
"Kondisinya tidak bagus, para musuh sedang bersama dengan mereka saat ini," ucap Michael karena saat itu, anak buah Akira sudah masuk ke dalam ruangan di mana Mayumi dan Ken berada. Mereka hanya perlu menunggu Katsuo datang dan setelah itu, mereka akan melakukan apa yang akan diperitahkan oleh pria itu nanti.
"Sudah aku katakan kau harus berhati-hati dengannya, Kak," ucap Vivian.
"Aku tahu, dia melakukan hal ini pasti karena terpaksa. Aku akan mencari tahu nanti setelah kita menyelamatkannya," jawab Damian. Walau dia kecewa, tapi dia sudah berjanji pada Mayumi akan membantunya jadi dia akan tetap membantunya. Dia juga yakin, Ainsley mau mengikuti Mayumi karena janji yang telah dia ucapkan pada Mayumi.
Mereka sedang berdiri saling berhadapan saat itu dengan sebuah laptop yang menyala. Mereka menunggu Michael mencari informasi mengenai musuh sebelum mereka bergerak. Setidaknya mereka harus mengetahui siapa musuh yang akan mereka lawan malam ini.
Michael masih menyelusuri dan tidak lama kemudian, wajah Akira dan katsuo muncul di layar laptop mereka.
"Jadi mereka yang harus kami hadapi?" tanya Matthew.
"Yaeh, aku rasa mereka berada di kapal yang berbeda," jawab Damian.
"Bagus, aku ingin mereka ditangkap hidup-hidup agar mereka tahu, siapa yang sedang mereka hadapi saat ini," ucap Matthew.
"So?" mereka saling pandang, "Lets Roll!" ucap mereka secara bersama-sama dan setelah itu mereka bergerak dan melompat turun ke perahu yang sudah menunggu.
Vivian bersama dengan Marline, tentu James mengikuti mereka dengan beberapa anak buah. Matthew dan Damian bersama dengan beberapa anak buah. Tidak perlu bawa banyak-banyak anak buah, mereka bahkan hanya mendapat perintah untuk memasang peledak di kapal musuh karena malam ini, akan ada kembali api di laut.
Perahu mulai bergerak, membawa mereka menuju kapal. Arena yang berbeda dari biasanya, membuat mereka semakin bersemangat. Mereka berpencar, ke kapal yang berbeda dan malam ini tidak akan ada satu musuh pun yang lolos dari tangan mereka.