Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Rekaman Cctv



Saat sore, Damian pergi menemui Michael bersama dengan Ainsley. Dia ingin tahu apa Michael sudah menemukan petunjuk keberadaan kekasih Mayumi atau tidak karena dia harus memberi informasi kepada anak buahnya yang ada di Jepang.


Michael sudah duduk di depan komputer dan menunggu kedatangan mereka. Tentunya dia bersama dengan Marline yang masih meratapi tas mahal pertamanya yang rusak.


"Masih meratapi tasnya?" tanya Michael sambil melirik istrinya yang sedang termenung.


"Itu tas mahal pertama yang aku punya," jawab Marline dengan nada lesu.


"Sudahlah, nanti aku belikan lagi yang lebih mahal."


"Tidak mau, aku lebih cocok memakai barang diskon!" tolak Marline.


Michael hanya menggeleng dan setelah itu, dia kembali fokus ke layar komputer. Dia sudah mendapatkan rekaman cctv asli sebelum kekasih Mayumi hilang di Stasiun Shibuya jadi dia sedang mempelajari apa yang sedang terjadi.


"Apa yang kau lihat?" tanya Marline ingin tahu.


"Damian meminta bantuanku untuk mencari keberadaan kekasih sahabatnya yang hilang secara tiba-tiba."


"Hilang? Orang itu?" tanya Marline seraya menunjuk ke arah kekasih Mayumi, sedangkan Michael menjawab dengan anggukan.


"Hilang bagaimana? Dia tidak seperti orang hilang sama sekali."


"Yes, gerak geriknya mencurigakan, bukan?"


Marline mengangguk, mereka kembali melihat rekaman cctv yang begitu mencurigakan. Sepertinya ada sedikit konspirasi yang telah terjadi tapi Michael hanya bisa memberi Damian peringatan karena dia tidak mau ikut campur.


Di luar sana, Damian dan Ainsley sudah datang. Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam.


"Kak Mich, kami sudah datang," Ainsley memanggil kakaknya sambil sedikit berteriak.


"Jangan berteriak, tidak enak mengganggu mereka," ucap Damian.


"Tidak apa-apa, sepertinya kakak berada di ruang komputernya," Ainsley meraih tangan Damian dan membawanya menuju ruang komputer milik kakaknya.


Ainsley membuka pintu ruangan tanpa ragu dan memang kakaknya berada di dalam bersama dengan Marline. Mereka berdua terlihat serius di depan komputer, tentu melihat rekaman cctv yang ditemukan oleh Michael dengan teliti.


"Kak, aku sudah memanggilmu," ucap Ainsley.


Mereka masuk ke dalam, menghampiri kakaknya yang sibuk memperhatikan keanehan yang terdapat pada rekaman cctv dengan teliti.


"Kak, apa kau menemukan sesuatu?"


"Hm, ini sangat aneh," ucap Michael.


"Apa maksudnya?" tanya Damian.


"Kemarilah dan lihat rekaman cctv yang sudah aku temukan."


"Kau sudah mendapatkan rekaman aslinya?" tanya Damian.


"Yes, tapi banyak keanehan yang ditunjukkan dalam rekaman ini!"


Damian menghampiri Michael, sedangkan Marline mengajak Ainsley keluar dari ruangan itu untuk membuat minuman. Damian duduk duduk di samping Michael, matanya fokus melihat ke layar komputer dan Michael menunjukkan rekaman cctv di mana kekasih Mayumi tiba di stasiun Shibuya untuk pertama kali.


"Perhatikan rekamannya baik-baik!" ucap Michael.


Damian melihat rekaman cctv itu di mana menunjukkan saat kekasih Mayumi turun dari kereta dan berjalan keluar, dia dihampiri oleh beberapa orang pria. Mereka terlihat berbincang dan setelah itu, salah satu dari pria yang berbincang dengannya tiba-tiba mengeluarkan pistol dan mengancamnya.


Tubuh kekasih Mayumi di geledah dan setelah itu, ponselnya di buang ke tong sampah. Dengan pistol yang tertodong di bagian belakang, kekasih Mayumi kembali dibawa naik ke dalam kereta. Cctv di dalam kereta bahkan sudah ditelusuri, mereka tiba si sebuah prefektur dan setelah itu menghilang.


Michael sudah meretas satelit untuk mencari keberadaannya tapi tidak menemukan keberadaan mereka sama sekali. Orang-orang yang membawanya juga hilang, tidak ada jejak sama sekali, tidak ada pergerakan mencurigakan sama sekali. Yang pasti Damian tidak boleh meremehkan lawannya begitu saja.


"Dia hilang?" tanya Damian setelah selesai melihat rekaman cctv yang ditunjukkan oleh Michael.


"Yeah, hilang!" jawab Michael.


"Aku sudah meretas cctv di bagian ini tapi mereka tidak ada dan aku rasa, mungkin ada ruang rahasia ditempat ini sehingga mereka bisa membawa sandera pergi tanpa jejak, atau...," Mihcael menghentikan ucapannya, sedangkan Damian memandanginya dengan ekspresi ingin tahu.


"Atau apa?" tanya Damian.


"Maaf Damian, aku tidak bermaksud menuduh tapi sebaiknya kau mencurigai kekasih sahabatmu dan mintalah sahabatmu untuk berhati-hati," ucap Michael.


"Apa kau mencurigainya?" tanya Damian lagi.


"Yes, coba perhatikan baik-baik dari awal!" Michael kembali memutar rekaman di mana kekasih Mayumi turun dari kereta di stasiun Shibuya.


Damian memandanginya sejenak lalu melihat ke arah layar komputer lagi. Benar, seharusnya kekasih Mayumi melawan, di sana bahkan banyak orang yang bisa membantunya jika dia melawan dan meminta tolong. Setidaknya dia punya dua kaki untuk melarikan diri tapi kenapa tidak dia lakukan?


"See, dia dibawa dengan mudah dengan sepucuk pistol. Ponsel-nya diambil lalu dibuang begitu saja, kenapa? Lalu kenapa lokasinya disebar ke beberapa tempat?" tanya Michael. Sesungguhnya dia sibuk dengan istrinya sedari tadi untuk melihat kejanggalan yang mereka temukan.


"Apa ini semacam konspirasi, Mich?'' tanya Damian.


"Mau dengar teoriku?" tanya Michael pula.


"Tentu saja."


"Kita bisa melihat dari gerak geriknya saja sudah mencurigakan. Jika mereka memang mencari sahabatmu lalu kenapa mereka harus membuang ponsel-nya. Bukankah mereka bisa melacak keberadaan sahabatmu dari nomor ponsel-nya tapi kenapa tidak mereka lakukan. Lalu kenapa mereka menyebar lokasi ke berbagai tempat dan memanipulasi rekaman sehingga menunjukkan jika kekasih sahabatmu hilang."


Damian terlihat berpikir, apa ini semacam konspirasi untuk membawa Mayumi kembali ke Jepang?


"Kita tahu, singa adalah rajanya hutan. Seekor singa akan berkuasa di kelompoknya tapi jika singa itu berada di sarang Hiena dan berada di tengah-tengah gerombolan Hiena, kira-kira apa yang akan terjadi?" tanya Michael.


"Jadi maksudmu mereka ingin mengecoh Mayumi agar dia kembali ke Jepang supaya mereka bisa menangkapnya dengan mudah?" tanya Damian pula.


"Yes, itu maksudku. Mereka punya kekuasaan di Jepang tapi diluar itu? Mereka pasti memikirkan risiko jika mereka keluar dari area kekuasaannya. Jangan sampai mereka terjebak seperti si singa karena mereka belum tahu siapa lawan mereka jadi sebaiknya katakan pada sahabatmu, agar berhati-hati pada kekasihnya."


"Thanks, akan aku sampaikan. Bolehkah aku meminta salinan rekaman ini? Aku akan menunjukkannya pada Mayumi," pinta Damian.


"Tentu, tunggu sebentar," Michael mengambil sebuah flashdisk yang akan dia gunakan untuk mentransfer data.


Sambil menunggu, mereka membahas beberapa hal. Saat itu, Ainlsey masuk ke dalam ruangan sambil membawa minuman yang dia buat.


"Apa sudah selesai?" tanyanya.


"Sedikit lagi," jawab Damian.


"Mana Marline?" tanya kakaknya pula.


"Kamar, dia bilang ingin tidur."


"Ck, pasti masih meratapi tasnya!"


"Kenapa sih Kak, kenapa tidak belikan saja yang baru?" tanya Ainsley.


"Itu tas mahal pertama yang dia punya jadi biarkan saja, nanti juga terbiasa."


Ainsley terkekeh, jika sudah selesai sebaiknya mereka pulang saja karena dia tidak mau mengganggu waktu kakaknya bersama dengan istrinya.


"Jika sudah selesai ayo kita pulang," ajak Ainsley.


Damian mengangguk, memang sudah sore jadi sudah saatnya mereka pulang apalagi ada yang mau dia bicarakan pada Mayumi. Setelah selesai mendapatkan rekaman yang diinginkan, Damian dan Ainsley berpamitan pulang. Damian sangat berterima kasih pada Michael karena sudah membantunya bahkan kartu yang dia inginkan juga sudah dibuatkan.


Sebelum pulang, Damian mengantar Ainsley terlebih dahulu.


"Dam-Dam, besok kita mau pergi ke mana?" tanya Ainsley saat mereka di perjalanan pulang.


"kau mau pergi ke mana? Katakan padaku."


"Bagaimana jika kita pergi menonton? Ajak Mayumi serta, aku iba dengannya."


"Kau yakin?" Damian melirik ke arah Ainsley sejenak.


"Yes, kau tidak keberatan, bukan? Aku benar-benar iba dengannya. Pasti berat untuknya harus kehilangan orang yang dia sayangi satu persatu."


"Kau benar, jika begitu aku akan mengajaknya besok."


Ainsley tersenyum, dia benar-benar iba dengan Mayumi. Lagi pula bersenang-senang bersama tidak ada salahnya apalagi ketika dia dan Mayumi pergi, gadis itu sangat senang.


Mereka sudah tiba, dan sebelum Ainsley turun dari mobil, Damian memberikan ciuman di dahi.


"Besok aku akan menjemputmu," ucapnya.


"Aku tunggu dan jangan lupa, ajak Mayumi."


"Pasti," jawab Damian seraya mengecup bibirnya.


Ainsley mengambil tasnya dan turun dari mobil, sedangkan Damian pulang. Selama di perjalanan Damian memikirkan satu hal, apa Mayumi akan mempercayai apa yang akan dia sampaikan nanti? Dai rasa Mayumi tidak akan mempercayai ucapannya begitu saja karena dia tahu, Mayumi sangat mencintai dan mempercayai kekasihnya walaupun dia punya rekaman yang bisa dia gunakan untuk memiberikan penjelasan pada Mayumi. Lalu, apakah dia harus mengatakan pada Mayumi dan memperingatinya untuk berhati-hati pada kekasihnya? Apakah Mayumi akan percaya atau justru tidak mempercayai Damian.