Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Permintaan Maaf Dan Kepergian Mayumi



#Walau Kecewa Guys, aku akan tetap menyelesaikan kisah ini agar kisah ini tidak semakin kacau balau. Ini kisah paling kacau yang pernah aku tulis bahkan rasanya hambar, feel juga ngak ada. wkkwwkkw.....#


Keadaan Mayumi sudah membaik, begitu juga dengan Ken. Mereka sudah membuat keputusan untuk kembali ke Korea dan tidak mau kembali ke Jepang lagi. Tentunya Mayumi sangat senang karena Ken masih hidup dan baik-baik saja.


Walau di sisi lain dia sedih karena dia telah mengkhianati persahabatannya dengan Damian tapi dia harap Damian masih mau bersahabat dengannya. Dia akan meminta maaf lagi apalagi mungkin ini terakhir kali mereka bertemu. Semoga Damian mau menemuinya sebelum dia pergi berbulan madu dengan Ainsley tapi selain meminta maaf pada Damian, dia juga ingin meminta maaf pada ayah Damian dan juga keluarga Ainsley.


Mayumi sudah mengutarakan niatnya itu pada Damian, dia harap Damian mau datang menjemputnya dan mempertemukan dirinya pada keluarga Ainsley dan juga ayahnya. Bagaimanapun dia ingin pergi dengan Damai. Dia juga ingin berterima kasih pada ayah Damian karena sudah bersedia menerimanya dan memperlakukannya dengan baik.


Tentunya Damian sedang menuju rumah sakit bersama dengan Ainsley, dia juga harus melihat keadaan keluarga barunya. Harry sedang menjalani operasi perbaikan wajah saat itu. Dia tidak mau kembali ke kantor dengan keadaan wajahnya yang rusak. Setidaknya mereka sangat bersyukur, mereka dibawa ke rumah sakit dengan fasilitas yang sangat lengkap dan mereka tidak perlu membayar sepeser pun biaya selama mereka menjalani perawatan di sana.


Damian menemui keluarga barunya terlebih dahulu, sudah tidak ada penghinaan yang mereka lontarkan lagi. Walau Renata masih tidak begitu menyukainya, tapi dia berusaha bersikap baik pada Damian. Bagaimanapun mereka sudah banyak dibantu.


Setelah melihat keadaan mereka yang sudah diperbolehkan untuk pulang besok selain Harry, Damian ke ruangan Mayumi. Mayumi sudah terlihat menunggu, gugup dan takut menjadi satu dalam hati. Semoga saja keluarga Ainsley memaafkan dirinya begitu juga dengan ayah Damian.


"Apa kau sudah siap?" tanya Damian saat dia dan Ainsley sudah berada di dalam ruangan Mayumi.


"Tentu saja, tapi aku tidak bisa lama karena aku harus mengejar penerbangan," jawab Mayumi.


"Kau begitu yakin, bagaimana jika mereka tidak mau memaafkan dirimu?" Damian sengaja berkata demikian.


"Please, Ainsley. Tolong bantu aku," pinta Mayumi memohon.


"Dam-Dam, jangan menakuti!" Ainsley mencubit pinggang suaminya. Keluarganya pasti akan memaafkan Mayumi asalkan gadis itu meminta maaf dengan bersungguh-sungguh.


Tidak membuang waktu, mereka segera pergi ke rumah keluarga Ainsley di mana yang lain sudah berada di sana. Damian juga membawakan barang-barang Mayumi karena Mayumi akan langsung berangkat ke Korea.


Vivian juga berada di sana, dia sudah tidak sabar memberikan dua pukulan untuk Mayumi karena telah mengkhianati kakaknya. Dia tahu kakaknya tidak mungkin memberikan pelajaran pada Mayumi sebab itu dia yang akan memberikannya sebagai balasan karena telah membawa Ainsley dan mengkhianati kakaknya.


Mereka sudah tiba, Damian dan Ainsley membawa Mayumi masuk ke dalam. Tentunya Ken ikut, bagaimanapun semua yang terjadi karena kebodohannya dan dia juga akan meminta maaf. Mereka melangkah masuk tapi tiba tiba saja Vivian menghampiri mereka dan tanpa berkata apa-apa, Vivian memberikan dua pukulan keras di wajah Mayumi.


Damian dan Ainsley terkejut, sedangkan Mayumi berteriak dan memegangi pipinya yang panas.


"Pukulan itu pantas kau dapatkan karena pengkhianatan yang kau lakukan pada kakakku yang sudah begitu baik padamu!" ucap Vivian seraya menatap Mayumi dengan tatapan tajam.


Mayumi memegangi pipinya dan menunduk, memang dia pantas mendapatkannya. Setidaknya dia hanya mendapat dua pukulan saja.


"Vivi, kenapa kau memukulnya?" tanya Damian.


"Tidak apa-apa, Damian. Aku memang pantas mendapatkannya," ucap Mayumi.


"Kau terlalu baik, Kak. Sebab itu aku mewakilkan kau dan Daddy melalui pukulan itu! Lagi pula aku memang ingin memukulnya sejak malam itu tapi sayangnya dia pingsan!"


"Tolong maafkan Mayumi," pinta ken.


"Kau?" Vivian menatap Ken dengan tatapan tajam.


"Sebagai lelaki seharusnya kau bisa melindunginya tapi justru kau yang membuatnya semakin berada di dalam masalah!"


"Semua memang salahku, seharusnya aku tidak kembali ke Jepang," ucap Ken.


"Bersyukurlah kau hanya mendapatkan dua tamparan itu saja!" ucap Vivian dan setelah itu dia melangkah pergi.


Ainsley dan Damian saling pandang, mereka tahu Vivian melakukan hal itu karena dia menyanyangi Damian sebagai kakaknya. Memang harus ada yang memberikan pelajaran agar Mayumi semakin merasa bersalah.


Ainsley mengajak Mayumi untuk menemui keluarganya. Kate dan Alice sudah menunggu, para pria tidak ikut campur. Mayumi terlihat menunduk saat sudah duduk di hadapan mereka, dia tidak berani melihat ibu dan juga nenek Ainsley. Mayumi tampak gugup tapi pada akhirnya, wanita itu mengutarakan permintaan maafnya.


"Aku minta maaf pada kalian karena telah membawa Ainsley pergi di malam pernikahannya," ucap Mayumi.


"Kenapa kau melakukan hal itu? Kenapa kau tidak mengatakan pada kami sehingga kami bisa membantumu tanpa perlu membawa Ainsley?" tanya Kate.


"Aku takut, Nyonya. Aku tidak punya pilihan lain selain membawanya jika tidak mereka akan membunuh Ken!" jawab Mayumi.


"Tapi banyak cara yang bisa dilakukan, bukan? Seandainya kau mengatakan pada kami, kami pasti akan membantumu dengan senang hati," ucap Alice.


"Maaf, aku benar-benar minta maaf," Mayumi menunduk, air matanya mengalir karena dia benar-benar merasa bersalah.


"Tolong maafkan kami, semua ini kesalahanku," ucap Ken pula.


"Aku minta maaf, aku sungguh minta maaf," ucap Mayumi sambil menangis.


"Pergilah, kami sudah memaafkanmu tapi jika kau mengulanginya, maka tidak ada kesempatan kedua untukmu sekalipun kau sahabat baik Damian dan Ainsley," ucap Alice.


"Terima kasih Nyonya, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi."


Alice mengajak Kate untuk pergi, meninggalkan mereka. Walau mereka kecewa, tapi mereka juga iba dengan gadis itu. Mayumi masih menangis, dia benar-benar telah melakukan kesalahan fatal.


"Aku minta padamu, Damian. Maafkan aku karena telah mengkhianati persahabatan kita."


"Tidak perlu dibahas, lupakan yang sudah terjadi dan hiduplah dengan baik di Korea."


"Terima kasih atas nasehatmu, sudah saatnya kami pergi. Maaf telah merepotkan dirimu dan sampaikan permintaan maafku pada ayahmu."


Damian hanya mengangguk, dia harap Mayumi hidup dengan baik selama di Korea. Walau banyak yang sudah terjadi, sekarang perasaan Mayumi lebih ringan, rasa iri dan bencinya pada Ainsley sudah tidak ada lagi. Damian dan Ainsley mengantar Mayumi sampai di depan pintu, seorang supir akan membawa Mayumi menuju bandara.


Sebelum berpisah Mayumi kembali meminta maaf dan juga mengucapkan terima kasih kepada Ainsley dan Damian. Hari itu akan menjadi hari terakhir mereka bertemu, dan Mayumi sangat berterima kasih karena Damian sudah banyak membantunya.


Di dalam sana, Vivian menghampiri ayahnya yang sedang serius bermain catur dengan Jacob. Hanya itu kegiatan yang dilakukan oleh kedua orangtua itu.


"Bagaimana, apa kau sudah memberinya pelajaran?" tanya Jager pada putrinya.


"Tentu saja, Dad. Rasanya sedikit puas!" Vivian menekuk kepalan tangan.


"Hng, jika aku yang memukulnya aku yakin dia akan pingsan!"


"Memangnya Daddy masih kuat?" goda Vivian.


"Hei, jangan meremehkan aku. Aku bahkan masih kuat jika menikah dengan dua orang gadis lagi!"


"Jika begitu aku tantang kau menikah lagi!" ucap Jacob.


"Apa? Apa kau mau membuat taruhan lagi denganku?" tantang Jager.


"Mau bertaruh apa?" Jacob tampak tidak mau kalah.


"Jika aku menikah lagi maka kau harus menari semalam suntuk dengan kostum superhero di acara pernikahanku!" ucap Jager.


"Deal, aku tidak takut!" tantang Jacob.


"Oke, Vivi, cepat carikan dua wanita cantik untukku!" pinta Jager.


"Sembarangan! Jalan saja sudah memerlukan tongkat!" jawab Vivian.


Jacob tertawa, Jager menggerutu. Tapi ya, mereka hanya bercanda saja karena bagi Jager Maxton, istrinya hanya satu yaitu Cristiana.


Hari itu, Mayumi pergi ke Korea, memulai hidup barunya bersama dengan Ken setelah banyak yang dia alami dan yang pasti, dia sangat berterima kasih pada Damian karena pria itu tidak membencinya sama sekali walau dia sudah mengkhianati persahabatan mereka.


#Jawaban dari teka teki di atas, biar pada gak penasaran.#


Jawabannya adalah, KETIGA EKOR BABI KELUAR DARI RUMAH SAMBIL MEMBAWA KAYU BAKAR TANPA TAHU JIKA SEBENARNYA MEREKA SEDANG DIINCAR OLEH SERIGALA YANG LAPAR DAN AKHIRNYA KETIGA BABI ITU MATI MENJADI MAKANAN SERIGALA. Gampangkan Guys, wkwkwkkwk..... baca baik-baik pertanyaannya. wkwkwkwkk....


"Visual Jag Mag lagi cari jodoh, siapa tau ada yang mau. Nanti judulnya ganti jadi TERJERAT RANJANG PANDAS HOT DUDA. Ranjangnya dibakar Vivian dan Damian biar jadi panas. Wkwkwkwkwk....



Ganteng kan, yuk buruan daftar. wkwkwk.....


Jacob juga.



Harap antri ya para ladies, autor paling depan. wkwkwk...😂😂