Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Gadis Buta Yang Unik



Pintu cafe terbuka, seorang gadis melihat ke arah pintu tanpa berkedip. Dua orang wanita masuk ke dalam, gadis itu pun terlihat kecewa.


Dia sangat berharap pria yang dia tunggu datang dan gadis itu memang Anna. Dia tahu Harry akan datang ke cafe itu untuk menikmati segelas kopi sambil bekerja. Dia bahkan tahu tempat kesukaan pria itu. Minuman yang selalu Harry pesan juga dia tahu, tentu dia mencari tahu semua itu bahkan dia juga memesan minuman yang sama.


Anna duduk tidak jauh dari tempat biasanya Harry berada. Mulai sekarang dia harus menampakkan dirinya sedikit demi sedikit sampai pria itu menyadari keberadaannya. Sudah cukup menjadi fans yang tidak terlihat, waktu satu bulan yang dia punya harus dia manfaatkan dengan baik.


Suara bel di pintu berbunyi, Anna melihat ke arah pintu dengan cepat. Wajahnya tampak berseri karena saat itu Harry melangkah masuk ke dalam. Seperti yang sudah dia duga, Harry pasti akan duduk di tempat biasa. Ketika Harry melangkah mendekatinya, Anna pura-pura mencari sesuatu di atas meja, dia terus meraba dan ketika Harry hendak melewatinya, Anna menjatuhkan beberapa benda dengan sengaja.


"Oh my God," Anna pura-pura terkejut.


Langkah Harry terhenti, Anna mulai berpura-pura mencari barang-barang yang dia jatuhkan. Harry melihatnya dan diam saja, lagi-lagi gadis buta itu. Dia jadi tidak tega saat melihat Anna meraba sana sini, mencari benda yang dia jatuhkan.


"Biar aku bantu!" laptop yang dia bawa diletakkan di atas meja dan setelah itu Harry membantu Anna.


"Terima kasih," Anna tersenyum, dia memandangi Harry dari balik kaca mata hitamnya. Ternyata pria itu semakin tampan dilihat dari dekat.


"Tidak perlu dipikirkan, kau duduk saja. Aku yang akan mengambilkan barang-barang milikmu," ucap Harry.


"Maaf aku merepotkanmu, Tuan," Anna mulai meraba, pura-pura mencari pegangan. Dia tampak sengaja karena yang dia raba adalah tangan Harry. Anna tidak berhenti, tangannya memegangi lengan Harry yang kekar.


Harry tampak kesal, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun pada gadis buta. Anna berhenti meraba, jangan sampai ketahuan.


"Ma-Maaf," dia pura-pura merasa bersalah.


"Berikan tanganmu!" pinta Harry.


Anna mengulurkan tangan, Harry membantunya berdiri, dia bahkan membantu Anna untuk duduk. Anna senang-senang saja, apalagi dia semakin dekat dengan sang pujaan hati. Demi dekat sang pujaan hati dia rela melakukan apa saja, apa pun yang terjadi dia tidak mau menikah dengan pria yang dipilihkan oleh kedua orangtuanya.


"Duduk di sini baik-baik, aku akan mengambil semua barang-barangmu."


Anna tersenyum dengan manis, Harry memandanginya sejenak. Ternyata gadis itu cantik, walau sedikit terhalang oleh kaca mata.


Harry kembali memungut barang-barang Anna dan setelah selesai, semua barang-barang itu dia simpan kembali di atas meja.


"Aku sudah mengambil semua barangmu," ucap Harry.


"Aku sangat berterima kasih," ucap Anna basa basi.


Harry hanya tersenyum, laptop kembali di ambil. Dia hendak melangkah pergi tapi Anna menahannya.


"Karena kau sudah membantuku bagaimana jika aku mentraktirmu segelas kopi?"


"Kedengarannya tidak buruk, tapi aku tidak mau disangka memeras seorang gadis buta," ucap Harry seraya melangkah pergi.


Anna menggerutu dalam hati, niatnya untuk duduk bersama gagal. Tapi tidak masalah, dia sudah dapat meraba kedua tangan pujaan hatinya. Semoga lain kali dia bisa meraba yang lain, ups.


Harry duduk di tempat biasa, tanpa perlu memesan seorang pelayan sudah mengantarkan kopi hitam pahit yang dia suka. Laptop dinyalakan, dia berada di sana karena dia akan bertemu denganĀ  Damian tapi sayangnya, Damian tidak bisa datang dan dia lupa mengabari kakaknya lebih cepat.


Mata Anna tidak berpaling, dia bahkan terlihat penasaran saat Harry mengambil ponselnya. Selama ini dia tidak tahu pria itu sudah punya kekasih atau tidak dan dia harap tidak.


"Maaf Harry, aku lupa mengabarimu jika aku tidak bisa datang," ucap Damian. Dia sedang menemani Ainsley saat itu karena Ainsley tidak ingin berjauhan darinya.


"Apa keadaan Ainsley belum membaik?" tanya Harry dan Anna mendengarnya.


Ainsley? Siapa wanita yang disebut oleh Harry?


"Tidak, istriku sedang hamil. Sebab itu keadaannya kurang baik. Maaf baru menghubungimu, lain kali aku akan menemuimu," ucap Damian.


"Tidak perlu dipikirkan, selamat untuk kalian berdua. Aku ikut senang mendengarnya."


"Thanks, lain kali kita buat janji lagi."


Sebelum mengakhiri pembicaraan mereka, mereka membahas beberapa hal. Walau sempat menyukai Ainsley, Harry terlihat senang dengan kabar itu. Sepertinya dia harus mengajak keluarganya pergi untuk memberikan selamat pada Damian dan Ainsley.


Karena Damian tidak jadi datang, Harry tidak berlama-lama di cafe. Setelah kopinya habis, dia memilih kembali ke kantor. Harry melewati Anna saat dia hendak pergi, langkahnya terhenti, dia melihat Anna sejenak. Sepertinya gadis buta itu sedang menunggu seseorang, semoga saja gadis itu menunggu temannya agar dia tidak menabrak siapa pun lagi saat berjalan.


Harry melangkah pergi, Anna menurunkan kaca mata yang dia pakai. Pria itu harus dia dapatkan. Tunggu saja, selama satu bulan dia akan menjadi stalker dan aksinya akan di mulai hari ini. Anna segera bergegas, dia harus mengikuti Harry, melihat di mana dia bekerja dan di mana dia tinggal.


Semua barang sudah dimasukkan ke dalam tas, Anna melangkah dengan terburu-buru. Kaca mata kembali dipakai, tongkat juga sudah berada di tangan. Anna melangkah keluar dari pintu cafe, tapi dia dikejutkan oleh dua pria bertubuh tinggi yang mencegat langkahnya.


Anna menelan ludah, kedua pria itu menatapnya dengan dingin.


"Nona, Tuan besar memerintahkan kami untuk membawamu pulang!" ucap salah satu pria itu.


"Apa? Daddy?" Anna tampak terkejut. Bukankah dia punya waktu satu bulan? Tidak, sepertinya ayahnya curang.


"Ikut kami sekarang jika tidak kami akan memaksa!"


"Aku tidak sudi, katakan pada Daddy aku tidak mau menikah!"


"Jika begitu kami akan membawamu pulang dengan paksa!"


"Coba saja jika kalian berani!" tantang Anna.


"Tangkap dia!" seseorang memberi perintah dan seorang yang lain menangkap Anna.


"Tolong, ada yang ingin mengganggu orang buta!" teriak Anna.


Dua pengawal ayahnya terkejut, orang-orang sekitar melihat mereka. Anna tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengambil langkah seribu tanpa ragu.


"Nona, jangan lari!" dua pengawal itu mengejar, Anna berlari sambil memaki. Seharusnya dia tetap pura-pura buta agar ada yang membantu.


Dia bahkan berlari melewati mobil Harry yang hendak keluar, Harry tampak heran saat melihat gadis buta itu berlari dengan lincahnya, sungguh luar biasa. Jendela kaca diturunkan saat dua orang pria berlari melewati mobilnya, mereka terdengar berteriak, sepertinya mereka mengejar gadis buta itu.


Anna berlari dengan kekuatan penuh, dia harus kabur karena jika dia tertangkap maka dia tidak akan bisa keluar dari rumah. Ayahnya benar-benar curang, awas saja nanti. Dia terus berlari tanpa menyadari, mobil Harry melewatinya.


Pria itu melihatnya dari mobil. Kaca mata masih digunakan, tongkat juga masih berada di tangan. Sungguh gadis buta yang memiliki bakat luar biasa. Apa ada yang pernah melihat orang buta berlari dengan cepat seperti itu tanpa menabrak apa pun? Seharusnya bakat gadis itu masuk dalam buku Genius Of Record. Benar-Benar gadis buta yang unik alis aneh.