Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Apa Aku Terlihat Menyedihkan?



Renata kembali dengan perasaan marah, dia sungguh tidak percaya anak haram suaminya tidak menginginkan harta benda yang mereka miliki apalagi anak itu belum tahu apa yang akan ditawarkan nanti. Dia menebak, anak itu tidak akan menolak semua harta kekayaan milik Windstond apalagi syaratnya hanya perlu menikahi Sherly.


Semua ini terjadi gara-gara Harry yang tiba-tiba tidak mau menikah dengan Sherly dan mengejar gadis lain. Jika Harry tetap menikahi Sherly maka semua ini tidak akan terjadi. Apa dia juga harus pergi menemui gadis yang dikejar oleh Harry dan memintanya untuk tidak mengganggu hubungan Harry dan Sherly?


Renata memijit pelipis, dia benar-benar pusing. Kejadian itu tidak saja terjadi karena Harry tapi juga karena perbuatan masa lalu suaminya yang sudah mereka tutup serapat mungkin. Entah dari mana si tua bangka itu mengetahui hubungan gelap Carl dengan ****** itu tapi semuanya jadi rumit.


Harry tidak boleh menjadi korban atas kesalahan yang tidak dia lakukan. Dia yang pantas mendapatkan semua harta benda milik Windstond, bukan anak haram itu.


"Semua ini gara-gara kau," ucap Renata frustasi.


"Jangan menyalahkan aku, tapi salahkan Harry yang tiba-tiba tidak mau menikahi Sherly!" ucap Carl tidak terima.


"Dia bebas memilih dengan siapa dia akan menikah, Carl. Perjanjian konyol ayahmu dengan sahabatnya sudah menjebaknya. Kenapa kalian tidak memikirkan perasaannya? Dia harus menikahi Sherly tanpa ada rasa cinta, dia berhak memilih gadis yang disukai tapi kenapa setelah dia menemukan cintanya, ayahmu justru menekan dan mengancamnya menggunakan anak haram yang tidak sebanding dengannya?"


"Kenapa kau menanyakan hal ini padaku? Kenapa tidak kau bicarakan di hadapan ayahku saja?"


"Dasar kau pecundang! Semua ini terjadi juga karena aib yang kau buat jadi sebaiknya kau pergi menemui anak itu lagi dan berbicara dengannya! Aku tidak percaya dia akan menolak apa yang akan ayahmu tawarkan!"


Carl diam, berpikir. Dia rasa anak itu tidak akan menerima apa yang akan ayahnya tawarkan. Itu bisa dilihat dari tempat mereka pergi tadi. Apa perusahaan itu milik putranya? Jika iya maka dia rasa mereka tidak perlu khawatir tapi tidak menutup kemungkinan anak itu akan menolak apa yang akan ayahnya tawarkan karena bisa saja anak itu memiliki hati yang serakah atau bisa saja anak itu menerima apa yang ayahnya tawarkan untuk balas dendam karena dia telah membuang anak itu beserta ibunya.


Jika anak itu menerima apa yang ayahnya tawarkan, maka mereka akan jadi gelandangan lalu anak itu akan menertawakan mereka dan menghina mereka. Sepertinya dia memang harus menemui anak itu lagi dan berbicara kembali dengannya.


"Aku akan berbicara dengannya," ucap Carl.


"Bagus!" jawab Renata. Dia harap suaminya bisa membujuk anak itu untuk tidak menerima tawaran yang akan diberikan oleh Aland Winstond.


Di tempat lain, Damian sibuk dengan pekerjaannya setelah kepergian Renata dan juga Carl. Dia tidak mau memikirkan permintaan mereka walaupun sesungguhnya dia sakit hati. Ini adalah kali pertama dia bertemu dengan ayah kandungnya tapi ayahnya tidak menanyakan bagaimana keadaannya, bagaimana dengan keadaan ibunya tapi pria itu justru memintanya untuk tidak menghalangi langkah Harry.


Walau dia tahu jika dia hanya anak yang tidak diinginkan tapi tetap saja, permintaan Carl membuatnya sakit hati. Apa mereka pikir dia menginginkan harta benda milik mereka? Sekalipun dia tidak memiliki apa pun, sekalipun dia seorang gelandangan, dia tidak sudi menerima sepeser pun uang mereka.


Seharusnya dia mengatakan hal itu pada mereka tadi, dia bahkan muak mendengar permintaan istri ayahnya yang memintanya untuk bersumpah. Memangnya sekaya apa mereka? Jika dia tidak punya hati nurani, dia bisa menghancurkan perusahaan mereka dengan mudah dan jika dia tidak mampu, dia bisa meminta bantuan adik iparnya tapi dia tidak mau melakukan hal itu karena dia bisa mencoreng nama baik ayahnya, Jager Maxton.


Entah kenapa dia jadi merindukan Ainsley, apa yang sedang gadis itu lakukan? Damian melihat jam, sebentar lagi jam makan siang, sebaiknya dia menghubungi Ainsley dan mengajaknya makan siang berdua.


Ponsel diambil, Damian menghubungi Ainsley tanpa membuang waktu. Semoga saja Ainsley tidak sibuk karena dia sangat ingin bertemu dengannya. Dia membutuhkan gadis itu, anggap saja Ainsley sebagai vitamin agar dia kembali bersemangat.


"Ainsley, apa kau sibuk?" tanya Damian saat Ainsley sudah menjawab panggilan darinya.


"Tidak, kenapa?" saat itu Ainsley sedang turun dari mobil.


"Makan berdua denganku, aku akan menjemputmu nanti," jawab Damian.


"Tidak perlu, aku berada di kantormu saat ini," jawab Ainsley karena saat itu dia memang berada di bawah.


"Apa? Kau ada di bawah?" Damian beranjak dari tempat duduknya dengan cepat.


"Yes!"


"Aku akan menjemputmu," ucap Damian.


Damian mematikan ponselnya dan setelah itu, dia menghubungi bagian resepsionis untuk mengantar Ainsley ke ruangannya. Dia tidak mau Ainsley mengalami kesulitan di bawah sana.


Tidak butuh waktu lama, Ainsley sudah di antar menuju ruangannya., Gadis itu tersenyum ketika melihat Damian sudah menunggunya.


"Apa aku mengganggu?" tanya Ainsley basa basi.


"Kenapa tidak bilang jika mau datang?" Damian menghampiri Ainsley dan meraih tangannya.


"Aku ada perlu dengan klien tadi jadi aku pikir mau mengajakmu makan siang berdua setelah selesai."


"Aku juga berpikir demikian," Damian membawa Ainsley menuju sofa. Dia duduk terlebih dahulu dan setelah itu, Damian menarik tangan Ainsley sehingga gadis itu duduk di atas pangkuannya.


Ainsley sangat heran karena saat itu, Damian memeluknya dengan erat dan membenamkan wajahnya ke dadanya.


"Ada apa Dam-Dam, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Ainsley seraya mengusap rambutnya.


"Ijinkan aku seperti ini untuk sebentar saja," pinta Damian.


Ainsley mengangguk, tangannya tak henti mengusap kepala Damian. Mereka seperti itu cukup lama dan setelah merasa cukup, Damian mendaratkan sebuah ciuman di pipi Ainsley.


"Sudah selesai?" tanya Ainsley.


"Maaf."


"Ada apa? Tidak biasanya kau seperti ini," Ainsley memandanginya dengan lekat.


Damian tersenyum dan memberikan usapan lembut di pipi. Gadis itu benar-benar bagai Vitamin, sekarang perasaannya sudah jauh lebih baik.


"Ayahku datang bersama dengan istrinya tadi," ucap Damian.


Ainsley mengernyitkan dahi, apa yang Damian maksud adalah ayah kandungnya?


"Lalu?" tanya Ainsley ingin tahu.


"Yeah, ini pertemuan pertama kami. Dia bahkan tidak terlihat terkejut tapi itu tidak menjadi soal. Apa kau tahu kenapa dia datang menemui aku?" Damian memandangi Ainsley, begitu juga dengan Ainsley. Mereka saling pandang dan setelah itu Damian kembali melanjutkan ucapannya.


"Dia datang untuk meminta aku agar aku tidak menjadi penghalang Harry dan menolak apa yang akan kakek Harry tawarkan. Tidak ada basa basi, dia bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaanku dan bagaimana keadaan ibuku. Apa aku terlihat begitu menyedihkan, Ainsley?"


"Tidak, kau tidak terlihat menyedihkan Dam-Dam," Ainsley memeluknya dan mencium dahinya.


"Aku tidak pernah mencari mereka, bahkan meminta sesuap nasi pun tidak. Tapi mereka datang secara tiba-tiba lalu menuduh aku yang telah mengacaukan keluarga mereka. Apa keberadaanku ini adalah sebuah kesalahan?"


"Tidak Dam-Dam, kenapa kau berkata seperti itu? Sudah aku katakan padamu, bukan? Walau ayahmu tidak menginginkan dirimu, tapi kau punya aku, kakak ipar dan juga Jager Maxton yang menyayangi dirimu dengan begitu luar biasa. Kau tidak perlu memikirkan ucapan mereka yang menyakiti perasaanmu. Tunjukkan pada mereka jika anggapan mereka tentang dirimu semuanya salah dan tunjukkan pada mereka jika kau tidak menginginkan apa pun dari mereka dan buat ayahmu bangga padamu."


"Kau benar," Damian tersenyum dan memeluk Ainsley dengan erat.


Dia memang tidak menginginkan apa pun dari keluarga Windstond, dia akan tunjukkan pada mereka bahwa dia tidak akan menerima apa yang akan ditawarkan oleh Kakek Harry nanti. Lagi pula dia sudah memiliki semuanya, harta, kasih sayang ayah yang luar biasa dan tentunya kekasih yang selalu ada untuknya.