
Ansley membuka mata, dia terkejut melihat kakinya yang tidak menginjak lantai. Ainsley mendongak, melihat kedua tangannya yang diikat dalam keadaan tergantung di langit-langit ruangan. Sepertinya dia diikat agar dia tidak kabur tapi sayangnya Akira terlalu meremehkan dirinya.
Kenapa dia bisa terikat seperti itu? Kejadian itu berawal ketika dia dibawa naik ke atas kapal. Anak buah Akira membawa Ainsley dengan kedua tangan diikat ke belakang untuk menemui Akira yang sudah menunggunya di dalam sebuah ruangan. Tentu tidak Akira sendiri saja di dalam ruangan itu, ternyata di sana Sherly juga sudah menunggu.
Ainsley tidak takut sama sekali, dia sudah sangat ingin melihat siapa yang harus dia hadapi. Dia juga ingin tahu apa motif mantan Harry bersekutu dengan Akira. Apa ini hanya karena dendam semata karena mantan Harry mengira dia yang telah merebut Harry?
Jika bukan karena dendam dengannya, dia rasa ada hal lain. Sebab itu dia harus mencari tahu karena dia curiga semua yang dilakukan oleh Mantan Harry demi tujuan lain.
Akira tersenyum melihatnya, ternyata aslinya lebih cantik dari pada fotonya apalagi gaun malam yang digunakan oleh Ainsley membuat gads itu terlihat semakin cantik.
"Well, akhirnya kau datang juga," ucap Akira.
"Siapa kau? Untuk apa kau menginginkan diriku padahal kita tidak saling mengenal ?" tanya Ainsley.
Akira tersenyum, pria itu beranjak dari tempat duduknya dan setelah itu, Akira berjalan memutari Ainsley dan melihat tubuhnya dengan tatapan mesum.
"Sebaiknya tidak melihatku seperti itu jika tidak aku akan mengeluarkan kedua bola matamu tanpa ragu!" ucap Ainsley.
"Ha ... Ha ... Ha ... Ha!" Akira tertawa, "Aku sangat takut dengan ancamanmu, Nona!" ucapnya mencibir karena dia pikir Ainsley hanya gadis lemah saja.
"Katakan, apa yang kau inginkan?"
"Membawamu ke Jepang dan menjadikanmu sebagai milikku!" jawab Akira, kini pria itu sudah berdiri di hadapan Ainsley.
"Sungguh lucu, menjadikan aku sebagai milikmu? Ini malam pernikahanku dan kau menginginkan aku? Apa kau sudah bosan hidup sehingga kau mencari perkara denganku?"
"Salahkan pria yang menjadi suamimu. Jika dia tidak membantu Mayumi dan menyembunyikannya maka kau tidak perlu menggantikan Mayumi dan sekarang, kau harus menjadi milikku!" Akira mengangkat dagu Ainsley dan menatapnya dengan tajam.
"Singkirkan tangan kotormu dari wajahku! Aku bersumpah akan memotong tangan itu nanti!" ancam Ainsley tapi lagi-lagi, Akira tertawa karena dia menganggap itu hanya lelucon yang dilontarkan oleh Ainsley saja.
"Tidak perlu membual, kau salah mencari lawan!" ucap Sherly seraya mendekati Ainsley.
"Aku rasa kalian yang salah mencari lawan dan kau, apa maumu sebenarnya?" Ainsley menatap Sherly dengan tajam. . Dia yakin wanita itu bersekutu dengan Akira bukan karena membencinya semata.
"Hng, apa yang aku mau tidak ada hubungannya denganmu!" jawab Sherly sinis.
"Lalu untuk apa kau melakukan hal ini. Apa kau melakukannya karena kau masih menyangka Harry mencampakkan dirimu karena aku?" tebak Ainsley karena inilah yang dia curigai sedari tadi.
"Benar, semua memang gara-gara kau! Sebab itu aku bersekutu dengan mereka karena mereka dapat membantuku. Memang kau yang telah membuat Harry meninggalkan aku sebab itu aku ingin kau lenyap dan ini sebagai balas dendamku padamu. Aku membantunya mendapatkan dirimu dan mendapatkan gadis Jepang itu dan mereka membantuku melakukan apa yang aku inginkan. Cukup adil, bukan?"
"Kau sungguh punya nyali, sebaiknya nikmati waktumu karena waktumu tinggal sedikit lagi dan pada saat itu tiba, kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan!' ucap Ainsley tapi Sherly tersenyum mengejek mendengar ucapan gadis itu.
"Terima kasih, senang bekerja sama denganmu. Bersenang-senanglah dengannya dan aku akan bersenang-senang dengan mereka!" ucap Sherly. Dia memang sudah mau pergi, siapa yang mau ikut mereka ke Jepang?
Ainsley mengernyitkan dahi, mereka? Dia semakin curiga dengan tujuan Sherly.
Sherly hendak melangkah pergi tapi kemudian dia menghentikan niatnya. Wanita itu mendekati Ainsley dan membisikkan sesuatu di telinganya. Ainsley terkejut, sedangkan Sherly tersenyum lebar.
"Sampaikan pada suamimu, itu jika kalian masih bisa bertemu," ucap Sherly seraya melangkah pergi.
Ainsley diam, sudah dia duga jika tujuan wanita itu tidak sesederhana yang dia pikirkan tapi sekarang dia harus tahu bagaimana keadaan Mayumi terlebih dahulu.
"Di mana Mayumi? Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Ainsley, kini matanya menatap Akira dengan tajam.
"kau tidak perlu memikirkannya karena sebentar lagi, anak buahku akan bermain dengannya!" jawab Akira.
"Jangan coba-coba menyentuhnya karena aku akan membalas apa yang kalian lakukan padanya nanti!"
Untuk kesekian kali, Akira tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman dari Ainsley. Dia seperti baru saja menangkap singa cantik yang galak dan hal itu semakin membuatnya senang. Ainsley sudah terlihat kesal, semoga Mayumi baik-baik saja.
"Hentikan tawa jelekmu itu!" ucap Ainsley dan tanpa Akira duga, Ainsley mengangkat lututnya dan menghantamkan lututnya di sela paha pria itu.
Akira berteriak sambil memegangi burung bangkainya beserta kedua telur busuknya yang nyeri akibat tendangan keras yang Ainsley berikan.
"Sialan! Beraninya kau!" teriak Akira marah sambil menahan rasa sakit.
Itu sebabnya Ainsley bisa tergantung seperti itu, Akira marah karena gadis itu menendang burung bangkainya. Ainsley mendapat dua pukulan yang menyebabkannya pingsan. Akira memerintahkan anak buahnya mengikatnya di tengah langit ruangan agar gadis itu tidak bisa melarikan diri tapi sayangnya dia benar-benar meremehkan Ainsley Smith.
Ainsley melihat ruangan yang sepi. Mereka telah membuat kesalahan besar meninggalkannya seorang diri. Ainsley kembali mendongak melihat tali yang mengikat kedua tangannya, itu bukanlah perkara sulit untuknya dan lagi-lagi musuh sangat meremehkan dirinya. Seharusnya mereka mengikatnya dengan rantai.
Dengan perlahan, Ainsley mengangkat satu kakinya ke atas. Kaki diangkat hingga tegak lurus, gadis itu mendekatkan tumit high heel yang dia pakai ke tangannya yang terikat. Walau agak sulit, tapi akhirnya dia bisa mengambil pisau yang disembunyikan menjadi tumit high heel.
Pisau sudah berada di tangan dan tanpa ragu, Tali yang mengikat tangannya dipotong, Ainsley mendarat di atas lantai dengan satu kaki berlutut. Pendaratan yang sempurna. Tali yang mengikat tangannya sudah tidak ada lagi, gadis itu bahkan sedang melonggarkan kedua otot tangannya.
Satu tumit high hellnya di patahkan, dan setelah itu Ainsley memutar pisau yang ada di tangan. Dari mana dia harus memulai?
Kapal sudah berlayar cukup jauh ketika dia sadar, dia bahkan bisa merasakannya. Dia tahu kedua kakaknya pasti akan segera datang tapi yang sangat dia khawatirkan saat ini adalah keadaan Mayumi. Dia tidak menyangka mereka akan dipisahkan dan dia harap Mayumi baik-baik saja.
Ainsley sedang berdiri di balik pintu dan mengintip keluar dari lubang kaca yang ada di daun pintu. Dia akan tunjukkan pada mereka, jika dia bukanlah gadis lemah dan dia akan memotong tangan Akira karena telah berani menyentuhnya dan kedua matanya yang menatapnya dengan tatapan mesum, akan dia keluarkan menggunakan pisau yang ada di tangannya.