
Mereka sudah tiba di rumah sakit. Mayumi dan ken segera mendapatkan perawatan karena kondisi mereka yang kritis. Damian meminta bantuan Michael untuk mencari keberadaan keluarga ayahnya saat ini, dia harap mereka baik-baik saja.
Selama menunggu Michael mencari, Damian terlihat termenung. Padahal dia bisa mengabaikan mereka, tapi jika dia melakukan hal itu, maka dia akan mempermalukan ayahnya, Jager Maxton. Jika ayahnya tahu akan hal ini, dia pasti akan memintanya untuk menyelamatkan mereka. Tapi setelah ini, apa mereka masih akan menghina dirinya?
Ainsley menghampiri Damian dan duduk di sisinya, sepertinya Damian sedang memikirkan sesuatu dan dia bisa melihat itu.
"Apa yang kau pikirkan, Dam-Dam?" Ainsley bersandar di lengannya, dia harap Damian membuat keputusan dan mau menyelamatkan keluarga Harry.
"Tidak, aku hanya tidak mengerti kenapa keluarga ayahku ikut terlibat," Damian merangkul bahu istrinya. Setelah ini dia akan meminta istrinya pulang karena dia akan pergi menyelamatkan mereka bersama dengan anak buahnya.
"Dengar, aku juga tidak menyangka hal ini akan terjadi pada mereka tapi yang pasti, mantan Harry bekerja sama dengan Akira demi tujuannya. Dia pula yang menghasut Mayumi. Akira berjanji akan membantunya, sebab itu keluarga Harry disandera olehnya karena dia dibantu oleh anak buah yang tinggalkan oleh Akira."
"Untuk apa dia melakukan hal itu?" tanya Damian.
"Entahlah, apa kau tidak mau pergi menyelamatkan mereka?" tanya Ainsley ingin tahu.
"Aku sangat ingin tidak mempedulikan mereka tapi aku tidak bisa. Jika ayahku tahu, dia pasti akan memintaku pergi menyelamatkan mereka semua."
"Dam-Dam," Ainlsey meraih telapak tangan suaminya dan menggenggamnya.
"Memang selama ini mereka memperlakukanmu dengan kasar. Hanya penghinaan saja yang mereka berikan padamu, tidak ada sedikitpun hal menyenangkan yang mereka berikan padamu tapi aku," Ainsley memandangi suaminya begitu juga Damian.
"Sebagai istrimu, aku ingin kau pergi menyelamatkan mereka karena bagaimanapun kau dan Harry bersaudara. Walau kalian dilahirkan oleh ibu yang berbeda, tapi darah ayahmu mengalir dalam darah kalian. Kau harus menunjukkan pada mereka, siapa Damian Maxton dan kau harus memperlihatkan pada mereka, bagaimana Jager Maxton sudah membesarkan dirimu. Walau selama ini mereka tidak menginginkan dirimu dan hanya menghinamu, tapi tunjukkan pada mereka jika kau, tidak membenci mereka dan buatlah ayahmu bangga akan dirimu," ucap Ainsley.
Damian tersenyum, "Aku tahu, aku memang akan pergi menyelamatkan mereka," ucapnya seraya mendaratkan sebuah ciuman di dahi.
"Aku senang mendengarnya," Ainsley memeluk suaminya, memang itu yang dia harapkan.
"Kami akan membantumu, Kak," ucap Vivian.
"Tidak perlu Vivi, terima kasih. Ini permasalahan di antara aku dan keluarga ayahku. Jangan sampai mereka mengira aku tidak mampu menyelamatkan mereka. Kalian sudah banyak membantu aku jadi sekarang, aku yang akan pergi menyelamatkan mereka bersama dengan anak buah Daddy."
"Aku ikut," ucap Ainsley.
"Tidak, sebaiknya kau pulang dan beristirahat. Aku bisa menyelamatkan mereka seorang diri."
"Tidak, Dam-Dam. Aku akan ikut denganmu dan menyelamatkan mereka. Kita sudah menikah, aku akan selalu bersama denganmu. Kita akan pergi menyelamatkan mereka dan menangkap orang yang telah menangkap keluargamu."
"Untuk apa menangkapnya?" tanya Damian.
"Buaya Daddy sudah lapar," jawab Ainsley dengan santai.
"Apa kalian akan melemparkan Katsuo dan Akira pada para buaya?" tanya Damian ingin tahu.
"Yes, tapi sebelum itu mereka akan menjadi kelinci percobaan atas alat baru yang kami buat," jawab Matthew.
"Wow, terdengar tidak bagus."
"Memang tidak!" jawab Ainsley.
"Aku harap kau tidak membenci Mayumi setelah ini," ucap Ainsley.
"Kenapa kau berkata seperti itu?"
"Dia sedang panik dan mengambil langkah yang salah, Dam-Dam. Dia sedang diancam, sebab itu dia tidak berani mengatakan apa pun pada kita. Lagi pula kita sudah berjanji akan membantunya, jadi cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi."
"Baiklah, sesungguhnya aku kesal karena dia telah membawamu pergi, tapi janji tetaplah janji."
"Sekarang kita sudah menepati janji kita, bukan? Jadi kita tidak berhutang apa pun lagi dengannya tapi aku harap kau tidak membenci Mayumi. Dia sudah bertemu dengan kekasihnya jadi biarkan dia kembali ke Jepang."
"Tentu saja, aku juga tidak mau ada wanita lain di rumah selain dirimu."
Ainsley tersenyum, tapi bukan itu saja yang dia inginkan.
"Aku juga berharap hubunganmu dengan keluargamu semakin membaik setelah kejadian ini dan aku harap kau dan Harry, bisa menjadi saudara pada umumnya," ucapnya.
"Itu tergantung mereka, Ainsley."
"Kau benar," Ainsley memejamkan mata, sebaiknya dia beristirahat sebentar sebelum mereka pergi menyelamatkan keluarga Damian yang sedang disandera.
Michael dan Marline masih sibuk menyelusuri cctv yang ada di rumah keluarga Windstond. Sebelum Sherly melakukan aksinya, rumah itu terlihat biasa saja. Kejadian itu terjadi saat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh sore. Harry dan keluarganya sedang makan malam bersama tapi tiba-tiba saja, sekelompok orang dengan senjata laras panjang masuk menyergap mereka.
Mereka memakai topeng, mereka menodongkan senjata api mereka ke arah keluarga Windstond sehingga tidak ada satu dari mereka pun yang bisa melawan. Ibu Harry tampak berteriak saat suami dan putranya dipukuli. Mereka mengira jika sekelompok orang itu adalah perampok.
Renata bahkan menawarkan sejumlah uang agar suami dan putranya tidak disakiti namun, orang-orang itu tidak tertarik. Satu persatu dari mereka diikat lalu ditarik keluar. Kepala mereka bahkan ditutupi oleh kain hitam dan mulut mereka ditutupi dengan lakban agar mereka tidak bisa berteriak.
Mereka dimasukkan ke dalam mobil, lalu mereka dibawa pergi oleh sekelompok orang itu. Tidak ada yang tahu mereka akan dibawa ke mana, mereka bahkan tidak tahu apa tujuan orang-orang itu membawa mereka.
Michael kembali mencari jejak rekaman yang sudah terjadi beberapa jam yang lalu, dia dan istrinya bekerja sama untuk menemukan setiap rekaman agar mereka mendapat petunjuk ke mana keluarga Damian di bawa pergi.
Di dalam rekaman menunjukkan jika mobil yang membawa mereka bergerak keluar dari kota dan menuju sebuah pabrik tua yang sudah terbengkalai. Mereka disekap di sana saat ini dan tentunya anak buah Akira berjaga di tempat itu dan tidak hanya itu saja, Sherly juga membayar beberapa penjahat jalanan untuk membantu melancarkan aksinya.
Saat Michael sudah menemukan keberadaan mereka, waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi. Tentunya Damian tidak ingin menunda karena besok, dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Ainsley.
"Keluargamu ada di sini," Michael menunjuk sebuah pabrik tua yang jauh dari kota dan dikelilingi hutan.
"Berapa lama tiba di sana?" tanya Damian.
"Satu setengah jam tapi jika kau mau cepat, kau bisa menggunakan helikopter," jawab Michael.
"Baiklah, bisa tunjukkan padaku peta lokasinya?" pinta Damian karena dia harus menyusun rencana dengan anak buahnya nanti.
"Tentu," Michael menunjukkan peta lokasi pada Damian. Tidak hanya itu saja, dia bahkan membuatkan peta lokasinya.
Damian segera menghubungi anak buahnya karena dia tidak mau membuang waktu. Dia harus menyelamatkan keluarga windstond sebelum fajar menyingsing.
Mereka akan berkumpul terlebih dahulu, membuat rencana dan setelah itu mereka akan pergi menyelamatkan keluarga yang tidak menginginkannya itu.