
Hari sudah berganti, Sherly sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat tapi sebelum itu dia ingin bertemu dengan Harry. Sebelum dia mengambil keputusan lebih jauh, dia harap Harry mau memperbaiki hubungan mereka berdua. Ini kesempatan terakhir yang dia miliki dan dia harap hasilnya sesuai dengan keinginan.
Kantor adalah tujuannya, dia tahu Harry pasti berada di sana. Lama tidak bertemu dengan pria itu, rasanya dia sudah sangat rindu. Mungkin Harry mau mempertimbangkan hubungan mereka kembali karena dia tahu gadis yang digilai oleh Harry akan segera menikah dengan adiknya.
Ini harapan terakhir yang dia miliki, semua tindakan yang dia ambil nanti tergantung dari jawaban dan sikap yang Harry tunjukkan padanya. Semoga saja Harry benar-benar mau mempertimbangkan permintaannya.
Sherly menyelinap masuk dan mengikuti langkah beberapa pegawai agar tidak ketahuan. Walau dia sudah sering keluar masuk di tempat itu tapi dia tidak mau ditahan dan mendapat kendala. Mungkin saja Harry sudah memerintahkan security untuk menahannya agar tidak bisa masuk lagi tapi sepertinya tidak karena dia bisa masuk dengan mudah.
Sherly melangkah dengan cepat, menuju lift pribadi yang biasa Harry gunakan. Dulu sewaktu hubungan mereka belum hancur, dia selalu menggunakan lift itu untuk menemui Harry. Semua berjalan dengan lancar sampai sejauh ini, dia harap tidak ada yang menahannya di atas sana.
Harry terlihat kusut di dalam ruangan, bahkan sebotol minuman berada di atas meja. Dia benar-benar belum bisa menerima pernikahan Ainsley yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi. Walau dia mendekati Ainsley dengan sebuah tujuan tapi dia benar-benar menginginkan gadis itu.
Minuman diraih dan diteguk, hanya itu yang menjadi pelariannya saat ini. Suasana hatinya bahkan terlihat tidak baik, rasanya ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan amarah dan kekesalan hatinya.
Pintu yang terbuka dan sosok wanita yang masuk ke dalam, membuat suasana hati Harry semakin buruk. Matanya menatap wanita yang berjalan menghampirinya dengan tajam, tapi wanita itu tersenyum bahkan terus mendekatinya tanpa ragu.
"Kau terlihat kacau, Harry," ucap Sherly dengan nada sedikit mencibir.
"Untuk apa kau datang?" Harry meneguk minumannya kembali, dia muak melihat wanita itu.
"Ingin melihat keadaanmu dan lihatlah, kau benar-benar kacau!"
"Ini tidak ada hubungannya denganmu jadi sebaiknya kau pergi dari sini!" ucap Harry sambil membentak.
"Sudahlah, Harry. Gadis itu tidak mungkin menjadi milikmu, lebih baik kau lupakan dan lebih baik kita memperbaiki hubungan kita kembali," ucap Sherly.
"Hng, sekalipun Ainsley tidak bisa menjadi milikku, aku tidak akan kembali padamu! Apa kau pikir tidak ada wanita lain lagi sehingga aku harus menerima seorang ja*ang sepertimu?" ucap Harry menghina, matanya bahkan menatap Sherly dengan tajam.
"Aku bukan ja*ang!" teriak Sherly lantang.
"Wanita yang bisa tidur dengan pria tidak dikenal begitu saja\, bagiku adalah ja*lang bahkan seorang ja*ang sesungguhnya lebih terhormat dari pada dirimu!" hina Harry.
"Jangan keterlaluan, Harry. Aku melakukan hal itu hanya satu kali dan tanpa sengaja!" Sherly benar-benar tidak terima.
"Aku tidak peduli, sebaiknya pergi jika tidak aku akan meminta seseorang untuk menarikmu keluar dari sini!" ancam Harry.
"Harry, please. Aku mohon padamu, beri aku kesempatan!" pinta Sherly memohon.
"Tidak, pergilah dan jangan menampakkan wajahmu lagi di depan mataku!"
"Harry!" teriak Sherly sambil mencengkeram kedua tangannya dengan erat.
"Keluar!" bentak Harry lantang.
Sherly menggigit bibir, sepertinya tidak ada harapan jadi dia tidak akan ragu lagi. Harry yang memulainya jadi jangan sampai menyesal nanti.
Harry diam saja, menyesal? Dia tidak akan menyesal kehilangan Sherly karena saat ini, rasa penyesalan itu untuk Ainsley karena dia tidak bisa mendapatkan gadis itu menjadi pendamping hidupnya.
Sherly pergi dengan kemarahan di hati, tunggu saja, mereka semua akan mendapat balasan darinya. Jangan remehkan wanita yang sakit hati, segala upaya akan ditempuh untuk membalas dendam.
Ketika hari sudah malam, sebuah taksi akan membawanya ke pelabuhan di mana dia akan bertemu dengan Akira dan Katsuo. Mereka memang sengaja bertemu pada malam hari agar tidak ada yang tahu. Kedua pria itu sudah menunggu, menunggu informan yang mereka butuhkan. Para anak buahnya bahkan sudah menunggu informan tersebut, mereka harap informan itu tidak mengecewakan.
Sherly sudah tiba, dia tampak menelan ludah ketika melihat banyaknya orang yang berjaga di kapal. Bagaimanapun pertama kalinya dia bertemu dengan yakuza dan tanpa dia inginkan, lututnya gemetar karena lemas.
"Ayolah Sherly, demi tujuanmu," ucapnya dalam hati.
Dia dibawa naik ke atas kapal oleh orang-orang waktu itu, walau dia takut tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkannya.
Sherly dibawa masuk ke dalam ruangan, di mana Akira dan Katsuo sudah menunggu kedatangannya dengan tidak sabar.
"Jadi, kau informan yang akan memberi kami informasi mengenai Mayumi?" tanya Akira.
Pria itu beranjak, menghampiri Sherly. Dia bahkan melihat penampilan Sherly dari atas sampai ke bawah, itu dia lakukan untuk melihat siapa wanita yang akan memberinya informasi.
"Ya, tidak saja Mayumi, aku tahu semua tentang target yang kau cari!" jawab Sherly sambil mengangkat wajahnya agar terlihat angkuh.
"Well, kami bisa mengatasi mereka dengan mudah tanpa perlu bantuan darimu. Apa yang membuatmu begitu percaya diri dan mengajukan bantuan juga mengajak kami bekerja sama denganmu?" tanya Akira.
"Percayalah, kau tidak akan menyesal bekerja sama denganku apalagi kita memiliki tujuan yang sama!"
Akira dan Katsuo saling pandang dan setelah itu mereka tertawa terbahak-bahak. Memangnya apa yang bisa wanita itu lakukan? Mereka yakin untuk memegang senjata saja wanita itu tidak mungkin bisa.
"Untuk apa kami bekerja sama dengan wanita lemah seperti dirimu?" tanya Katsuo disela tawanya yang masih ada.
"Hng, aku memang lemah tapi aku punya otak yang cerdik! Aku bisa membawa kalian menuju kemenangan dengan mudah jika kalian mau mempercayai aku!" ucap Sherly. Walau dia kesal tapi dia harus tahan.
"Lalu, apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Akira.
Sherly tersenyum dengan licik dan setelah itu dia berkata, "Sudah aku katakan, kita punya tujuan yang sama, itu sebabnya kita harus saling bekerja sama. Tapi jika kalian tidak mau, aku bisa membayar pembunuh bayaran untuk tujuanku dan kalian, hanya akan menjadi pecundang di negara yang tidak kalian kenal sama sekali!"
Akira dan katsuo kembali saling pandang, memang benar mereka masih asing di sana. Mereka memang butuh seseorang yang bisa melancarkan aksi mereka, jika tidak bisa menguasai medan perang, bagaimana mereka bisa menang?
Sherly masih tersenyum licik, dia yakin dua yakuza itu akan menerima tawaran darinya. lagi pula musuh mereka tidak jauh berbeda, dia yakin mereka akan setuju.
"Jadi katakan, apa yang kau mau dan apa rencanamu? Jika kau mengecewaka kami maka kau akan menjadi makananĀ ikan hiu di laut!" ucap Akira.
"Aku jamin, kau tidak akan kecewa," ucap Sherly.
Akira dan Katsuo mengajak Sherly masuk ke dalam ruangan lain untuk membicarakan kerja sama mereka lebih jauh dan setelah itu mereka akan menyusun rencana untuk menangkap Mayumi dan juga menangkap Ainsley, gadis yang diinginkan oleh Akira sebagai pengganti Mayumi.