
Anna sudah berada di kantor Harry, dia tampak mengintai. Situasi masih aman karena dua pengawal ayahnya belum menemukan dirinya. Dia harus memanfaatkan situasi ini dengan baik karena dia harus mendekati Harry.
Dia masih berperan sebagai gadis buta karena sejak awal Harry sudah tahu jika dia hanya gadis buta yang tidak bisa melakukan apa pun. Kali ini dia harus semakin mendekati pria itu, dia takut tiba-tiba saja dia tertangkap. Jangan sampai dia tidak bisa menunjukkan keberadaannya pada pria yang dia sukai.
Segelas minuman sudah berada di tangan, hari ini dia akan melakukan sedikit hal yang extreams. Sedikit drama harus dia lakukan agar dia bisa semakin dekat dengan pujaan hatinya.
Anna masih mengintai sambil meniup permen karetnya, dia sudah berada di tempat itu sejak jam enam pagi. Dia tidak tahu Harry datang jam berapa tapi yang pasti, dia tidak boleh melewatkan kesempatan. Matanya tidak lepas dari orang-orang yang masuk ke dalam gedung, dia harap Harry segera datang sebelum pengawal ayahnya menemukan keberadaannya.
Tanpa tahu jika pengagum rahasia sudah menunggu, Harry berangkat ke kantor. Nanti malam dia dan keluarganya akan pergi ke rumah Damian untuk memberikan ucapan selamat atas kehamilan Ainsley.
Mobil Harry sudah tiba, si stalker melihat target tanpa berkedip. Ketika dia melihat seorang security berlari untuk membuka pintu, dia tebak itulah buruan yang sedang dia cari.
Anna keluar dari persembunyian, kaca mata dikenakan, tongkat juga sudah berada di tangan. Segelas minuman sudah dia pegang. Harry keluar dari mobil, Anna melangkah dengan cepat. Jangan sampai incarannya lepas.
Langkah Harry begitu cepat, hal itu membuat si buta palsu harus bergerak semakin cepat. Agar tidak dicurigai, Anna mengetukkan tongkatnya keatas lantai. Akting pura-pura butanya tidak boleh ketahuan. Harry melangkah melewati karyawannya dengan cepat tapi dia tidak menduga, seorang wanita menabraknya dengan keras dari samping dan itu adalah drama yang dibuat oleh Anna.
Anna berteriak, Harry terkejut karena minuman yang dibawa oleh Anna sebagian membasahi bajunya, sedangkan yang tersisa tumpah di atas tubuh Anna yang saat itu sudah terjatuh di atas lantai.
"Apa kau buta?!" teriak Harry marah sambil menepis air yang membasahi kemejanya.
"Ma-Maaf, aku tidak sengaja," Anna meraba tongkatnya yang terjatuh entah ke mana.
Harry mengernyitkan dahi, suara ini? Pandangannya jatuh pada gadis yang sedang meraba tongkat, kenapa bisa gadis buta itu lagi?
Entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu bertemu dengan gadis itu. Tapi apa yang dilakukan gadis itu di kantornya?
Seorang karyawan wanita membantu Anna, dia juga mengambilkan tongkat milik Anna. Harry memandangi wanita itu dengan tatapan curiga. Sepertinya ada yang aneh dengan gadis itu.
"Aku benar-benar minta maaf, aku sungguh tidak sengaja!" Anna membungkuk ke arah lain, pura-pura tidak tahu siapa yang dia tabrak agar aktingnya berjalan lancar.
"Apa yang kau lakukan di sini. Nona?" tanya Harry, dia harus tahu apa tujuan gadis itu karena dia curiga.
"Suara ini?" Anna berpaling ke arahnya, dia bahkan pura-pura meraba.
"Apakah itu kau, Tuan?" Anna semakin mendekati Harry, tangannya masih pura-pura mencari sampai akhirnya dia menyentuh wajah Harry.
Harry diam saja, sedangkan tangan Anna bergerak bebas. Kesempatan tidak boleh dia sia-siakan, Tangannya tidak saja meraba wajah Harry tapi terus turun ke bawah dan meraba otot dadanya.
"Stop! Apa yang kau raba?" Harry terlihat kesal dan segera menyingkirkan tangan Anna.
"Ma-Maaf!" Anna melangkah mundur, sepertinya dia sedikit berlebihan.
"Kenapa kau ada di mana-mana dan selalu menabrakku?" tanya Harry lagi.
"Apa? Aku tidak tahu apa yang kau maksud?" jawab Anna pura-pura.
Harry menghembuskan napasnya, sudahlah. Sebaiknya dia pergi, dia tidak mau dianggap menindas gadis buta. Pria itu melangkah pergi tanpa mengatakan apa pun, sedangkan seorang karyawan membantu Anna membersihkan bajunya yang basah.
Harry masuk ke dalam ruangannya dan melepaskan bajunya yang basah. Dia sangat yakin jika ada yang salah pada gadis itu. Harry diam sejenak, dia tampak berpikir. Gadis itu bisa menghindari kejaran dua orang yang hendak menangkapnya dengan lincah tanpa menabrak apa pun tapi kenapa setiap kali bertemu dengannya gadis itu justru menabrak dirinya?
Pria itu berpikir dengan keras, dia semakin yakin jika ada yang aneh. Jangan-Jangan gadis itu tidak buta, sepertinya dia harus mencari tahu akan hal ini. Dia tidak mau harinya jadi kacau diganggu oleh gadis aneh yang datang entah dari mana itu.
Lain kali dia akan mendapatkan kaca mata gadis itu, dia sangat yakin jika gadis itu sengaja.
Di luar sana, Anna terlihat senang. Akhirnya dia dapat menyentuh wajah pria yang dia sukai dan mendapat bonus. Selain dapat menyentuh wajahnya, dia juga bisa menyentuh otot dada Harry dan lain kali dia akan menyentuh yang lain. Tapi di mana lagi yang harus dia sentuh?
Sekarang saatnya pergi ke Cafe, menunggu Harry di sana sambil melakukan pekerjaannya. Semoga pengawal ayahnya tidak ada di tempat itu. Anna pergi dengan perasaan senang, dia tidak tahu jika Harry sudah mencurigainya.
Anna melihat situasi saat hendak memasuki cafe, setelah merasa aman dan tidak mendapati kedua pengawal ayahnya di mana pun, gadis itu duduk di tempat biasa. Dia yakin jika Harry akan datang siang ini dan benar saja, penantiannya tidak sia-sia.
Pria itu datang ke cafe dengan sebuah laptop di tangan. Dia tidak terkejut saat melihat Anna di sana. Entah kenapa wanita itu bisa berada di mana saja bagikan seorang ninja. Kecurigaannya terhadap gadis itu semakin kuat, Harry berjalan melewati Anna tapi matanya melihat apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu.
Langkah Harry terhenti, Anna pura-pura tidak menyadari keberadaannya. Dia sok sibuk menggambar sketsa karena sesungguhnya dia adalah seorang desainer. Harry melihat gambar yang Anna buat, entah kenapa dia jadi tertarik.
Pria itu tidak jadi melangkah menuju meja di mana biasanya dia duduk. Harry melangkah mundur dan duduk di hadapan Anna. Gadis itu terkejut, dia harus pura-pura padahal dia sangat senang. Rasanya ingin melompat karena girang tapi dia harus menahan diri.
"Siapa?" tanya Anna pura-pura.
"Ini aku, pria yang selalu kau tabrak," jawab Harry.
"Oh," Anna hendak menunduk karena dia ingin menyembunyikan senyumnya tapi tiba-tiba saja matanya melotot dari balik kaca mata hitam yang dia gunakan karena dua pengawal ayahnya terlihat di luar sana dan berjalan menuju cafe. Mata Anna semakin melotot, habislah dia. Jika dia melarikan diri maka Harry tahu dia sedang pura-pura buta tapi jika dia tidak lari maka kedua pengawal itu akan menangkapnya.
Harry menatap gadis itu dengan tatapan heran. Apa yang terjadi? Kenapa gadis itu terlihat gelisah? Anna memutar otak, dia sedang di ujung tanduk. Celaka, kedua pengawal itu sedang mencari keberadaannya. Apa yang harus dia lakukan?