Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Kau Hanya Perlu Mengorbankan Gadis Itu!



Beberapa saat yang lalu, ketika Damian dan Ainsley masih sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Seperti biasa, Mayumi menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kantor. Dia melakukan hal itu agar rasa iri dan benci tidak semakin tumbuh subur di hatinya.


Menjelang pernikahannya yang sudah hampir tiba, Damian sudah jarang datang ke kantor. Dia datang saat ada yang penting saja. Itu pun tidak lama, setelah selesai dia langsung pergi.


Walau begitu, dia selalu meminta seorang anak buahnya untuk menemani Mayumi. Musuh sudah datang jadi mereka tidak boleh lengah. Dia khawatir Mayumi diculik secara tiba-tiba oleh anak buah Akira dan Katsuo tapi bukan anak buah mereka yang harus dia waspadai karena yang harus dia waspadai adalah orang yang menjalin kerja sama dengan Akira dan Katsuo karena peran orang itu sangat penting apalagi dia yang tahu di mana Mayumi berada.


Tanpa tahu jika sebuah konspirasi sudah terbentuk antara Akira dan juga Sherly, tentu setelah Akira menyetujui permintaan Sherly karena wanita itu bersedia menjadi mata-mata dan melakukan apa pun yang Akira perintahkan demi sebuah tujuan.


Hari itu, tanpa sepengetahuan Damian. Mayumi sedang diintai oleh Sherly. Seorang pria yang selalu mengikuti Mayumi membuatnya gusar, dia harus berbicara empat mata dengan gadis itu tanpa ada yang mendengar karena yang akan dia bicarakan adalah hal penting tapi pria itu selalu mengikuti Mayumi tanpa henti dan pria itu adalah anak buah yang diperintahkan oleh Damian untuk mengikuti Mayumi ke mana pun gadis itu pergi.


Mayumi berada di restoran untuk makan siang saat itu, sedangkan anak buah Damian duduk tidak jauh darinya. Sherly berbaur dengan pengunjung biasa agar tidak dicurigai, dia bahkan tidak bertingkah mencurigakan. Selama makan, Sherly memutar otak agar dia punya kesempatan untuk berbicara dengan Mayumi secara pribadi.


Ada satu tempat yang tidak bisa dimasuki oleh laki-laki jadi dia segera menulis sesuatu dan setelah itu, Sherly beranjak menghampiri seorang pelayan yang sudah selesai mengantar makanan.


"Berikan kertas ini gadis Jepang yang ada di sana secara diam-diam, ingat tidak ada yang boleh tahu," ucap Sherly seraya memberikan kertas yang dia tulis dan memberikan tips kepada pelayan itu.


Sang pelayan mengangguk, sedangkan Sherly berlalu pergi. Dia yakin Mayumi akan mencarinya, setelah membaca pesan yang dia tulis.


Sang pelan pura-pura membawakan serbet, tentu dengan sebuah kertas yang sudah dia letakkan di bawah serbet itu.


"Serbetmu, Nona," ucap Pelayan itu agar tidak ada yang curiga.


Mayumi menatap pelayan itu dengan heran, dia tidak meminta serbet tapi kenapa pelayan itu memberinya serbet?


"Ada pesan untukmu di bawah serbet," bisik pelayan dengan pelan dan setelah itu dia berlalu pergi.


Mayumi semakin heran dan setelah pelayan itu pergi, Mayumi mengambil pesan yang ada di bawah serbet dan membacanya dengan sembunyi-sembunyi.


"Aku tunggu di kamar mandi, datang jika ingin tahu keadaan Ken. Ingat, pria yang mengikutimu itu tidak boleh tahu!" itu pesan yang Sherly tulis.


Mata Mayumi terbelalak, dia melihat sana sini. Siapa yang menulis pesan itu untuknya? Siapa pun itu, yang pasti orang itu tahu keberadaan Ken. Mayumi meneguk minumannya dengan cepat, dia lupa dengan pesan yang diucapkan oleh Damian beberapa hari yang lalu.


Mayumi pergi ke kamar mandi, sedangkan anak buah Damian kembali mengikutinya tapi sayang, dia tidak bisa masuk ke dalam kamar mandi wanita. Mayumi pura-pura mencuci tangan, di sana ada beberapa orang wanita yang sedang berdandan.


Sherly berdiri di balik dinding, dia belum keluar karena masih ada orang lain di dalam kamar mandi itu. Beberapa gadis itu sudah selesai, mereka keluar dari kamar mandi dan setelah itu Sherly keluar dari persembunyian dan menarik Mayumi masuk ke dalam kamar mandi yang kosong.


Mayumi terkejut, dia terlihat tidak senang ketika melihat Sherly. Mau apa lagi wanita itu?


"Kau lagi, apa maumu?" tanya Mayumi sinis.


"Hng, sepertinya kau benar-benar tidak ingin tahu keadaan Ken!" ucap Sherly dengan nada sinis.


Mayumi kembali terkejut, apa wanita itu yang mengirimkan pesan untuknya?


"Jadi kau yang mengirimkan pesan itu?" tanya Mayumi memastikan.


"Tentu saja, apa kau pikir ada yang lain?"


"Apa kau mau tahu?" Sherly menyeringai, ternyata sangat mudah memanfaatkan wanita itu.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Mayumi tanpa basa basi.


Senyum licik Sherly mengembang, dia berjalan memutari Mayumi dan melihatnya dengan tatapan sinis.


"Seharusnya kau bisa menebaknya!" jawab Sherly.


"Katakan, jangan bertele-tele!"


"Kau tahu?" Sherly memainkan rambut Mayumi dan setelah itu berdiri di hadapannya.


"Akira ingin melakukan pertukaran denganmu."


"A-Apa maksudmu? Dari mana kau bisa mengenal Akira? " tanya Mayumi seraya memandangi Sherly dengan tatapan tidak percaya.


"Aku mau mengenalnya di mana itu bukan urusanmu!" jawab Sherly sinis.


"Lalu, pertukaran apa yang dia inginkan?"


"Dengar baik-baik. Jika kau menginginkan kekasihmu selamat, kau harus membawa Ainsley!"


"Apa hubungannya hal ini dengannya?" Mayumi semakin tidak mengerti.


"Akira menginginkan dirinya dan kau, jika kau ingin kekasihmu selamat dan jika kau ingin terbebas dari kejaran Akira maka bawa dia karena dia akan menjadi pengganti dirimu!"


"Benarkah?" Mayumi tampak tidak percaya.


"Tentu saja, kau hanya perlu mengorbankan gadis itu dan setelah itu kau dan kekasihmu bebas. Bersyukurlah ada yang akan menggantikan dirimu jadi pikirkan baik-baik. Pilihan ada padamu, aku sudah menyampaikan apa yang harus aku sampaikan dan ingat, jika sampai ada yang tahu pembicaraan ini maka kekasihmu mati!"


Mayumi mengigit bibir, apa dia harus mengorbankan Ainsley? Hanya mengorbankan gadis itu saja, dia bisa bebas dan tidak perlu bersembunyi lagi. Selain itu, kekasihnya selamat dan dia bisa bersama dengan kekasihnya lagi.


"Apa buktinya jika Ken masih hidup?" tanya Mayumi. Dia harus memastikan hal ini terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.


"Sudah aku tahu kau akan meminta bukti!" Sherly mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah Video yang memperlihatkan jika Ken masih hidup saat ini.


Mayumi ingin menangis melihat keadaan kekasihnya tapi Sherly sudah menyimpan ponselnya sehingga Mayumi tidak bisa melihatnya terlalu lama.


"Pembicaraan kita selesai, segera keluar agar penjagamu itu tidak curiga. Jika kau sudah membuat keputusan, hubungi aku," Sherly memberikan sesuatu padanya dan kembali berkata, "Tidak ada yang boleh tahu, kau paham? Jika sampai ada yang tahu, kekasihmu mati dan Akira akan menangkapmu dan menjadikanmu sebagai mainannya sampai mati!"


Mayumi hanya diam, suara beberapa wanita terdengar di luar sana. Sherly segera memerintahkan Mayumi untuk keluar agar tidak ada yang tahu. Tentunya dia kembali mengucapkan ancamannya. Mayumi keluar dengan banyak pikiran, apa benar kekasihnya akan selamat dan Akira tidak mengejar dirinya lagi jika dia menyerahkan Ainsley?


Rasa tidak sukanya pada gadis itu tiba-tiba memenuhi hati. Dia juga tidak mau kehilangan orang yang dia cintai lagi. Jika hanya perlu mengorbankan Ainsley kekasihnya bisa selamat dan dia terbebas, maka akan dia lakukan tapi sayangnya, tidak seharusnya dia mempercayai negosiasi yang diberikan oleh musuh.


Setelah Mayumi pergi, Sherly menghubungi Akira dan mengatakan jika umpan sudah ditangkap dengan baik dan tentunya itu menjadi kabar baik bagi Akira. Dia yakin, Mayumi akan melakukan apa yang dia inginkan nanti dan dia yakin jika Mayumi akan membawakan gadis yang dia inginkan.