Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Game Kedua



Sudah aku duga akan di tolak babnya jadi adegan di skip ya. Mohon maaf jika bab tidak nyambung dan terpotong. Lagi pula sudah tidak penting, ini akan menjadi kisah terakhir keluarga Smith di apk ini.


Aku udah pengen kisah ini cepat selesai, membuang waktu. Lebih baik aku fokus di tempat lain.


James melakukan apa yang diperintahkan. Teriakan Akira dan Katsuo terdengar saat James mulai mengeksekusi mereka berdua. Seperti yang Akira alami, demikian juga yang dialami oleh Katsuo. Mereka berdua pecundang yang mendapat siksaan yang sama. Walau Sherly mendapat siksaan yang berbeda tapi rasa sakit yang mereka rasakan tidak jauh berbeda.


Suara kesakitan mereka masih terdengar, mereka diberi waktu sampai keadaan mereka lebih baik sebelum game kedua dimulai. Akira dan Katsuo tampak terengah, kaki mereka tidak bisa mereka gerakkan akibat rasa sakit.


Sherly menangis histeris, permainan pertama begitu mengerikan lalu bagaimana dengan permainan kedua yang akan mereka mainkan nanti?


"Tolong lepaskan aku! Permainan ini seharusnya sudah cukup untuk menebus kesalahan yang telah kami lakukan!" ucap Sherly.


"Tidak semudah itu, Nona. Aku bukan orang yang berbaik hati akan melepaskan musuh begitu saja tapi aku selalu memberikan kesempatan! Jika kau ingin bebas maka lakukan permainan yang aku berikan dan bermainlah yang benar! Kau jadi seperti ini karena kau meremehkan pertanyaan yang aku berikan bahkan kau menertawakan pertanyaanku jadi sebaiknya kali ini kalian bermain dengan benar!" ucap Matthew.


"Cepat selesaikan!" pinta Katsuo. Lebih baik dia cepat mati dari pada harus tersiksa akibat rasa sakit yang dia rasakan.


"Benar, segera akhiri rasa sakit ini!" teriak Akira pula.


"Baiklah, James!"


James mendekat, bersama dengan beberapa anak buah. Mereka membuka meja kayu yang ternyata di bawahnya adalah kaca. Itu adalah alat yang baru saja dibuat dan tentunya mereka harus kembali bermain teka teki.


"A-Apa ini?" tanya Sherly, mereka bertiga menelan ludah melihat alat yang ada di dalam meja.


Di tengah-tengah meja ada sebuah penunjuk waktu. Sebuah lingkaran yang menyerupai gerigi akan berputar dan semakin mendekati tangan mereka dan jika sampai waktu mereka habis maka alat penyiksaan yang ada di kursi atau di meja akan bekerja secara otomatis. Entah alat penyiksaan apa yang akan mereka terima nanti tapi yang pasti alat itu akan bekerja secara otomatis. Karena Matthew ingin tahu alat apa yang bekerja terlebih dahulu, itu sebabnya mereka bertiga menjadi kelinci percobaan.


"Permainan apa lagi ini?" teriak Katsuo.


"Seperti permainan awal, kalian harus menjawab teka teki akan muncul di layar tapi kali ini, kalian harus menulis jawaban kalian di layar yang sudah tersedia," Matthew menunjuk layar mini yang ada di dalam meja.


"Jika jawaban kalian benar, maka belenggu tangan kalian akan terbuka secara otomatis tapi jika jawaban kalian salah, maka alat penyiksaan yang ada di kursi dan meja akan bekerja secara otomatis!"


"A-Alat apa?" tanya Sherly ketakutan.


"Entahlah," jawab Matthew acuh seraya mengangkat bahu.


"Apa? Jangan bercanda! Katakan alat apa?" teriak Sherly lagi.


"Ini kejutan Nona, sebab itu kau harus bermain dengan baik. Di dalam meja tersimpan banyak alat penyiksaan yang tersembunyi begitu juga dengan kursi yang kalian duduki. Aku tidak tahu alat apa yang akan bekerja terlebih dahulu, sebab itu kalian menjadi kelinci percobaanku!"


"Kau gila, kau benar-benar psikopat gila!" Teriak Sherly histeris.


"Ya, itulah aku dan sekarang kalian sudah tahu jika kalian tidak boleh bermain-main denganku tapi sayangnya, sebentar lagi kalian akan mati dan menjadi hidangan lezat bagi para binatang peliharaanku tapi jika kalian bisa menjawab pertanyaan yang aku berikan maka aku akan membebaskan kalian!"


"Lepaskan aku, lepaskan!" pinta Sherly memohon. Dia tidak menyangka dia akan mengalami hal seperti ini, dia sungguh tidak menyangka. akan mengalami hal mengerikan seperti ini bahkan Akira dan Katsuo juga tidak menyangka.


Walau mereka yakuza tapi ketika mereka menyiksa lawan, hanya sebatas mencambuk saja. Mereka bahkan tidak menggunakan senjata tajam untuk mengeksekusi lawan. Sepertinya mereka harus lebih banyak belajar, itu pun jika mereka bisa lepas dari tempat itu.


"Oke Guys, waktuku tidak banyak, jadi kita mulai saja game kedua ini!" ucap Matthew.


Di balik rasa sakit yang mereka rasakan, mereka melihat pertanyaan yang muncul di layar dan membaca pertanyaan itu baik-baik.


"Ada tiga ekor babi yang hidup di dalam hutan. Mereka bertiga membuat makanan yang akan mereka nikmati saat malam. Mereka sibuk dan tidak menyadari jika seekor serigala mencuri makanan mereka karena serigala itu sedang lapar. Ketiga babi itu sangat marah, mereka mengambil kayu bakar dan pergi untuk mengambil makanan mereka. Pertanyaannya adalah, apa yang akan mereka lakukan dan apa yang akan terjadi selanjutnya?"


"A-Apa?" Sherly tercengeng, begitu juga dengan Akira dan Katsuo.


"Ini pertanyaan mudah jika kalian menyimak isi cerita itu baik-baik. Kalian hanya boleh menjawab dua kali dan ketika roda sudah menyentuh tangan kalian, maka alat penyiksaan akan bekerja. Alat penyiksaan akan berhenti saat kalian menuliskan jawaban kembali tapi jika jawaban kalian salah lagi maka alat penyiksaan lain yang akan bekerja!"


"Sialan! Jadi kapan alat penyiksaan itu akan berhenti jika kami tidak bisa menjawab sama sekali?!" teriak Akira.


"Sampai aku puas melihat siksaan yang kalian dapatkan! Aku juga tidak mau melemparkan kalian dalam keadaan tidak bernyawa ke dalam kandang binatang peliharaanku jadi mulai!" Matthew menekan sebuah tombol.


Roda mulai berputar, mereka ketakutan setengah mati. Di antara rasa sakit, rasa takut dan waktu yang tidak banyak karena roda semakin berputar mendekat, membuat mereka berpacu dengan waktu dan mereka harus mencari jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut.


Beberapa menit telah berlalu, mereka tidak menemukan jawaban dari teka teki tersebut. Alat penyiksaan mulai bekerja, mereka berteriak akibat rasa sakit di tubuh mereka. Mereka tidak bisa berbuat apa pun dan ketika permainan sudah berakhir, Matthew memerintahkan James membawa tubuh mereka ke kandang binatang peliharaannya.


Di antara sadar dan tidak, mereka dilemparkan sebagai makanan dari para binatang itu. Katsuo di lempar ke dalam kandang serigala, Akira di kandang Hiena.


Walau Hiena sudah menatap Sherly dengan air liur yang menetes tapi sayangnya, kali ini dia tidak mendapat makanan wanita cantik. Hiena ingin protes jika bisa, tapi James sudah membawa Sherly pergi.


Para buaya yang menunggu dengan tidak sabar begitu senang melihat makanan kesukaan mereka dibawa. Air kolam bahkan terlihat riuh karena mereka akan berpesta setelah ini. Sherly ketakutan setengah mati melihat para buaya yang lapar.


Dia sangat ingin berteriak tapi lidahnya sudah tidak ada akibat permainan yang baru saja mereka mainkan. Dua orang mendorong tubuh Sherly, wanita itu berteriak dan tidak lama kemudian tubuhnya di terkam oleh para buaya yang lapar.


Dia sangat menyesal dan entah kenapa dia sangat ingin bertemu dengan Harry dan meminta maaf padanya. bagaimanapun masih ada sedikit cinta di hati tapi sayangnya, kesalahan yang dia perbuat telah membuatnya menjadi seperti itu.


Sherly mati dalam penyesalan, begitu juga Akira dan Katsuo. Mereka berdua sudah menjadi makanan lezat para binatang yang lapar.


Matthew dan James kembali setelah selesai, hari yang panjang tapi menyenangkan bagi mereka. Sepertinya setelah ini mereka akan bersantai untuk waktu yang cukup lama, tapi jika ada yang berani mengganggu mereka maka para binatang itu siap menerkam tubuh musuh mereka.


Parodi Buaya


"Yah, kok ngak utuh?" buaya satu mulai protes.


"Gak apalah yang penting dapat cewek cantik."


"Tapi tangannya asin!"


"Ngak usah di makan nanti kita darah tinggi," ucap yang lain.


"Rendam dua dua hari baru kita makan!"


"Setuju!"


Akhrirnya kedua tangan Sherly mengapung di kolam tidak ada yang mau memakannya karena asin.


Udah ya, wkwkkw..... jadi kagok. Tapi ya udahlah, ikuti aturan aja. Udah ngak penting juga, yang penting kisah ini bisa aku selesaikan sampai tamat.