Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Rasa Bimbang Mayumi



Pernikahan Ainsley dan Damian semakin dekat, hal itu semakin membuat Mayumi bimbang dengan keputusan apa yang harus dia ambil. Setelah berbicara dengan Sherly, Mayumi belum juga mengambil keputusan karena dia sedang bimbang.


Dia memang sangat ingin kekasihnya selamat tapi di sisi lain, Ainsley adalah calon istri sahabat baik yang sudah banyak membantunya. Dia tahu jika dia mengorbankan Ainsley, maka dia akan menghkianati persahabatannya dengan Damian.


Hal itu membuat Mayumi sulit mengambil keputusan. Entah apa yang harus dia lakukan dia sendiri tidak tahu tapi ketika pernikahan yang akan diselenggarakan semakin dekat, rasa cemas, takut kehilangan semakin memenuhi hati apalagi terkadang dia merasa tidak suka melihat Ainsley bahagia bersama sahabat baiknya sedangkan dia tidak.


Rasa itu menutupi akal dan pikirannya. Dia merasa sangat tidak adil, kenapa harus selalu dia yang menderita? Kematian ayahnya kembali teringat, tidak saja kehilangan ayahnya, sebentar lagi dia akan kehilangan sahabat baik dan jika dia tidak mengambil keputusan maka dia akan kehilangan kekasihnya.


Frustasi, itu yang dia rasakan. Antara mengkhianati sahabat baiknya dan keselamatan sang kekasih, Mayumi bimbang tidak tahu harus memilih yang mana.


Karena Mayumi tidak memberi kabar, Akira kembali memerintahkan Sherly pergi menemui Mayumi untuk menghasutnya lagi. Bagaimanapun dia harus menangkap dua mangsa sekaligus dan mangsa itu akan datang sendiri ke dalam perangkapnya.


Mereka kembali bertemu di kamar mandi, agar anak buah Damian tidak tahu. Tentunya hari ini Sherly harus bisa menghasut Mayumi. Apa pun akan dia lakukan, agar tujuannya tercapai.


"Apa lagi yang kau mau?" tanya Mayumi ketika mereka sudah berada di dalam kamar mandi berdua.


"Kenapa begitu lama, heh?! Apa kau sudah tidak ingin kekasihmu hidup lagi?" tanya Sherly dengan sinis.


"Aku mohon padamu, please. Katakan di mana dia berada?" pinta Mayumi memohon. Dia harap wanita itu mau membantu agar dia tidak mengkhianati persahabatannya dengan Damian.


"Hng, aku tidak akan mengatakannya!"


"Apa untungnya untukmu?" tanya Mayumi, matanya menatap Sherly dengan tajam.


"Apa untungnya kau membantu Akira dan Katsuo?" tanya Mayumi lagi.


"Tentu saja ada, aku bukan orang bodoh yang mau terlibat dengan urusan kalian jika tidak demi suatu tujuan!" jawab Sherly.


"Tujuan? Kita bahkan tidak saling mengenal dan tidak memiliki dendam satu sama lagi, untuk apa kau melakukan hal ini?"


"Memang tidak tapi aku membutuhkan kekuatan mereka dan kau harus tahu jika kau di larang banyak bicara dan bertanya! Kau bukan di pihak itu, kau adalah pihak yang harus mengambil keputusan!"


Mayumi menggigit bibir, dia semakin merasa bimbang.


"Aku dengar mereka akan menikah jadi aku ingin kau menculik gadis itu di malam pernikahan mereka!" ucap Sherly.


"Apa kau pikir mudah? Apa kau pikir aku bisa menculiknya dengan mudah?!" Mayumi hampir berteriak karena emosi.


"Tapi aku bukan kau!" ucap Mayumi.


"Ayolah, jangan naif. Kau hanya perlu mengorbankan gadis itu saja. Untuk apa kau berpikir begitu lama? Kekasihmu tidak bisa menunggu begitu lama lagi, sebaiknya kau segera mengambil keputusan dan bawa dia di malam pernikahannya."


"Ba-Bagaimana aku membawanya?" tanya Mayumi.


"Terserah dengan cara apa tapi Akira berkata dia akan menunggu sampai jam sembilan malam dan jika sampai pada saat waktu yang sudah dia tentukan kau tidak membawa gadis itu, maka malam itu juga kekasihmu mati!"


"Jangan!" pinta Mayumi memohon.


"Aku hanya penyampai pesan, nyawanya tergantung dirimu. Jika kau ingin dia hidup, maka lakukan apa yang Akira inginkan dan ingat, jangan coba-coba mengatakan hal ini pada siapa pun!" setelah berkata demikian, Sherly keluar dan masuk ke dalam kamar mandi lain untuk memberi laporan pada Akira.


Mayumi jatuh terduduk, dia bahkan menangis. Apa yang harus dia lakukan?  Dia sungguh tidak punya pilihan, antara kekasih dan persahabatan, mana yang harus dia pilih? Entah kenapa dia merasa sedang berdiri di tengah jurang dengan sisi yang berbeda. Jika dia pergi ke sana, maka dia akan kehilangan yang lain dan jika dia pergi ke sisi yang lain maka hal sama yang akan dia dapatkan.


"Otosan, dosureba i no?" Mayumi masih menangis, entah kenapa tiba-tiba dia berharap dia mati bersama dengan ayahnya saat itu. Mungkin dengan demikian dia tidak akan menyulitkan siapa pun, mungkin dengan demikian dia tidak akan mencelakai kekasihnya dan mempersulit Damian bahkan Ainsley harus terlibat dalam permasalahannya.


Mayumi menghapus air matanya dan keluar dari kamar mandi, dia hanya punya sedikit waktu sampai pernikahan Ainsley dan Damian diadakan. Dia tidak bisa mengatakan hal itu pada siapa pun, dia memendam semuanya sendirian sehingga akhirnya dia mengambil sebuah keputusan.


Dia tahu keputusan yang dia ambil salah, dan dia tahu Damian akan membenci dan kecewa padanya tapi dia tidak punya pilihan sehingga dia harus mengambil keputusan itu. Dia terpaksa mengkhianati sahabat yang sudah banyak membantunya selama ini bahkan keluarganya juga begitu baik.


Hari itu, di hari pernikahan Ainsley dan Damian. Mayumi mengisi hatinya dengan kebencian agar dia tidak merasa bersalah kepada Damian. Dia bahkan memandangi Ainsley dengan penuh kebencian seolah mereka adalah musuh walau sebenarnya dia memang iri dengan Ainsley. Jika dia tidak melakukan hal seperti itu maka dia tidak akan bisa melakukan aksinya, membawa Ainsley agar kekasihnya selamat.


Biarlah apa yang akan terjadi karena yang dia pikirkan saat ini adalah keselamatan Ken. Dia tahu Akira akan benar-benar membunuhnya jika dia tidak membawa Ainsley.


Di tengah pesta yang meriah, Mayumi mencoba mencari celah. Dia bergerak secara diam-diam, lagi pula tidak ada yang memperhatikan dirinya karena sebagian keluarga Ainsley mengira dia tamu undangan.


Dia sedang mencari kesempatan agar dia bisa berduaan dengan Ainsley tapi kesempatan itu sulit dia dapatkan. Ketika Damian membawa Ainsley beristirahat di dalam kamar, Mayumi mencari kesempatan tapi sayangnya setelah Damian keluar, tidak lama kemudian salah satu anggota keluarga Ainsley masuk ke dalam kamar dan tidak keluar lagi sampai acara keluarga di mulai.


Hal itu semakin membuat Mayumi frustasi, dia dikejar oleh waktu yang semakin tinggal sedikit. Jika dia tidak membawa Ainsley saat jam sembilan malam maka Ken akan mati. Mayumi sudah hampir di ambang batas. Waktu yang dia miliki tersisa setengah jam lagi. Dia tahu Akira tidak bermain-main, dia tahu ancamnya bukan isapan jempol belaka.


Mayumi semakin tidak memiliki banyak waktu dan dia rasa kekasihnya pasti akan mati tapi siapa yang menduga, ketika dia sudah hampir putus asa, Ainsley pergi ke kamar mandi seorang diri.


Mayumi tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengikuti Ainsley secara diam-diam. Ketika Ainsley sudah masuk ke dalam kamar mandi, Mayumi masuk kemudian. Hal nekat pun diambil, Ainsley terkejut saat sebuah benda tajam berada di bawah lehernya dan juga sebuah ancaman. Tidak itu saja, yang membuatnya semakin terkejut adalah, ketika dia melihat orang yang sedang mengancamnya saat itu.