Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Akhir Pesta Yang Menegangkan



Tidak menemukan keberadaan Ainsley di mana pun membuat Damian kembali ke ruang pesta. Matanya sibuk mencari, mencari seseorang di ruang pesta itu dan dia juga tidak menemukannya. Sepertinya dia harus mengumpulkan semua orang, mungkin saja ada yang mengajak Ainsley ke dalam kamar mereka untuk berbincang karena ramainya keluarga itu sebelum dia mencurigai sang sahabat baik.


Mata Damian kembali mencari, mencari kedua kakak iparnya. Dia harap Ainsley ada di  kamar salah satu keluarganya saat ini. Dia melangkah dengan cepat, mendekati Matthew dan Michael yang sedang berbincang saat itu. Mau tidak mau dia harus meminta bantuan mereka.


"Guys, apa kalian melihat Ainsley?" tanya Damian pada kedua kakak iparnya.


"Apa maksudmu? Bukankah dia bersama denganmu tadi?" tanya Matthew.


"Ada apa, Damian?" tanya Kate yang saat itu tidak jauh dari mereka.


Hampir semua keluarga melihat mereka karena suasana di sekitar mereka berubah. Jager Maxton juga menghampiri putranya, dia bisa melihat jika Damian sedikit panik saat itu.


"Ada apa?" Jager juga bertanya demikian karena dia ingin tahu.


"Ainsley hilang, Dad," jawab Damian.


"What?" semua terkejut. Apa Damian tidak bercanda?


"Apa maksudmu?" tanya Kate.


"Ainsley pergi ke kamar mandi tapi sampai sekarang dia tidak kembali. Aku juga sudah mencari di kamar tapi dia tidak ada, apa ada yang melihatnya?" tanya Damian.


"Matth, Mich, apa Ainsley tidak sedang bersama dengan istri kalian saat ini?" tanya Kate karena saat itu, Marline dan Vivian berada di kamar mereka. Bisa saja Ainsley berada di kamar salah satu kakak iparnya itu untuk berbincang.


"Kami akan melihatnya," ucap Matthew dan Michael dan setelah itu mereka berlalu pergi.


Tidak saja Matthew dan Michael, yang lain juga pergi mencari Ainsley di kamar lain yang sedang beristirahat tapi sayangnya mereka tidak menemukan Ainsley di mana pun.


Semua terlihat sibuk mencari, para penjaga juga diintrogasi. Penjagaan begitu ketat, tidak mungkin mereka tidak melihat Ainsley dibawa keluar jika Ainsley diculik. Lagi pula hanya tinggal keluarga, tamu undangan semua sudah pergi tapi mereka melupakan satu orang asing yang berada di pesta itu sedari tadi.


Semua anak buah dikumpulkan, Albert sibuk mengintrogasi mereka satu persatu. Anak buah yang menjaga di sayap kanan, sayap kiri dan semua yang berjaga di tempat itu, tidak ada yang luput dari introgasi Albert.


"Apa ada yang melihat putriku di bawa pergi oleh orang mencurigakan?" tanya Albert.


"Tidak!" hampir semua menjawab demikian.


"Apa kalian tidak melihatnya sama sekali?" tanya Albert lagi.


"Sir,"  dua orang dari mereka mengangkat tangan.


"Ada apa? Apa kalian melihatnya?" tanya Albert seraya menghampiri mereka.


"Kami melihat Nona pergi bersama seorang gadis Jepang," jawab kedua anak buahnya itu.


"Apa?" Albert melihat ke arah mereka dengan tatapan tajam. Gadis Jepang? Dia tampak berpikir, akhirnya dia ingat dengan gadis Jepang yang berada di antara mereka sedari tadi. Untuk apa putrinya pergi dengan gadis Jepang itu?


Albert meminta anak buahnya untuk mencari dan berjaga, sedangkan dia menghampiri yang lain dan terlihat cemas karena mereka tidak menemukan Ainsley di mana pun.


"Damian," Albert menghampiri menantunya karena gadis Jepang itu adalah sahabat baik menantunya.


"Mereka bilang Ainsley pergi dengan sahabatmu," ucap Albert.


"Mayumi?" Damian mengernyitkan dahi. Untuk apa Ainsley pergi dengan Mayumi?


"Oh, tidak!" ucap Jager. Jangan katakan Mayumi membawa Ainsley pergi demi suatu tujuan.


"Bukankah sudah aku katakan padamu untuk berhati-hati dengannya, Kak?" terdengar suara Vivian yang saat itu menghampiri mereka bersama dengan Matthew.


"Aku tahu, Vivi. Aku sudah berbicara dengannya dan aku tidak tahu kenapa dia mengajak Ainsley pergi dan aku rasa, Ainsley juga tidak akan mengikutinya begitu saja."


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Albert ingin tahu.


"Lalu apa hubungannya dengan  Ainsley?" tanya Kate pula.


Damian diam, berpikir. Ya, apa hubungannya dengan Ainsley? Kenapa Mayumi membawa Ainsley pergi?


"Hei, bagaimana jika mereka berdua pergi membeli barang?" ucap Alice.


"Benar yang Alice ucapkan, bagaimana jika mereka berdua hanya pergi untuk membeli sesuatu. Ainsley bukan gadis bodoh yang bisa diancam dengan mudah dan mengikuti musuh begitu saja!" ucap Jacob pula.


"Mommy dan Daddy benar, bagaimana jika kita tunggu sebentar lagi. Mungkin mereka akan segera kembali," ucap Albert menyetujui.


Mereka sepakat untuk menunggu, bahkan yang lain diminta untuk beristirahat dan pesta itu berakhir dengan keadaan menegangkan. Ainsley bukan gadis bodoh yang tidak bisa melawan walau sebuah pistol tertodong di kepalanya jadi mereka yakin, Ainsley dan Mayumi hanya pergi sebentar.


Damian menunggu dengan banyak pikiran, dia rasa tidak sesederhana yang mereka pikirkan. Entah kenapa dia curiga jika ada yang sedang terjadi dengan Mayumi. Apa Mayumi bertemu dengan seseorang ketika mereka sedang sibuk menyiapkan pernikahan mereka? Tapi untuk apa dia membawa Ainsley?


Semua yang Mayumi alami tidak ada hubungannya dengan Ainsley, lalu kenapa Mayumi membawa Ainsley? Apa dia membawa istrinya agar Ainsley membantunya melepaskan sang kekasih?


Pertanyaan-Pertanyaan itu berputar di kepala dan dia semakin yakin ada yang tidak beres dan ada yang disembunyikan oleh Mayumi.


Hampir setengah jam mereka menunggu dan akhirnya Albert beranjak karena dia merasa itu sudah tidak beres.


"Oke Guys, situasi sudah tidak beres. Mereka tidak akan keluar selama ini dan aku rasa, sahabat baikmu itu memang membawa Ainsley pergi," ucapnya.


"Mana adikmu, Matth?" tanya ibunya.


"Di kamarnya," jawab Matthew karena saat itu, Michael memang berada di dalam kamarnya dan sedang memeriksa cctv yang ada di sana bersama dengan Marline.


"Ayo kita lihat, jangan-jangan dia sedang meretas cctv," ajak Kate.


Mereka pergi ke kamar Michael dan benar saja, Michael dan Marline sedang sibuk di depan dua laptop yang sedang menyala.


"Mich, apa kau menemukan sesuatu?" Kate menghampiri putranya dengan tidak sabar.


"Tidak ada yang aneh," ucap Michael.


"Apa maksudmu, Mich?" tanya Matthew.


"Mereka keluar seperti biasa, tapi setelah sampai di sini," Michael meretas cctv yang ada di jalan dan memperlihatkan Mayumi dan Ainsley pergi saat sebuah mobil van berhenti di samping mereka.


"Jadi?" tanya Matthew lagi.


"Kak, sepertinya Ainsley sengaja."


"Wow, apa dia menjadi umpan?"


"Maybe," jawab Michael seraya mengangkat bahu.


Mereka saling pandang, lalu seringai menghiasi wajah. Sudah lama tidak olahraga, sepertinya malam ini mereka akan berburu sampai pagi. Darah mereka bahkan sudah mendidih.


"Damian, kau bilang sahabatmu sedang bermasalah dengan dua Yakuza?" tanya Matthew.


"Benar, tapi kenapa Ainsley menjadi umpan? Dua yakuza itu bahkan tidak mengenal Ainsley."


"Tunggu Kak, jangan-jangan ini jebakan," ucap Michael. Bagaimanapun mereka harus waspada dan tidak boleh meremehkan lawan begitu saja.


"Kau benar, kita tahu Ainsley tidak sebodoh itu," jawab Matthew.


Michael kembali menyelusuri cctv yang ada di lorong kamar mandi di mana Ainsley terlihat di sana. Tidak lama Ainsley masuk ke dalam kamar mandi, Mayumi masuk ke dalam yang ternyata sedang mengikuti Ainsley secara diam-diam.


Entah apa yang mereka bicarakan di dalam sana, tidak ada yang tahu karena di dalam kamar mandi tidak ada cctv. Cukup lama mereka berada di dalam, apa yang dibicarakan oleh Ainsley dan Mayumi di dalam kamar mandi itu?  Apa yang membuat Ainsley mau mengikuti Mayumi begitu saja?