Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Trap



Setelah memberitahu di mana ruang kontrol berada, Michael kembali sibuk karena dia harus membantu istrinya yang ada di bawah sana. Marline dan James akan menyergap masuk ke dalam ruangan di mana Mayumi disekap bersama dengan Ken.


Mereka berdua bergerak turun, menuju ruangan di mana Mayumi disekap. Anak buah yang lain memasang bom yang mereka bawa karena mereka akan menghancurkan kedua kapal itu. Selain membantu yang lain, Michael juga berbicara pada ayah dan ibunya, mengatakan situasi di sana pada mereka.


Mesin kapal yang sudah mati, membuat Akira dan Katsuo semakin waspada. Mereka sudah siap menunggu musuh yang datang dengan anak buah mereka yang tersisa. Selama menunggu musuh, tentunya mereka menyiapkan jebakan untuk menyambut musuh.


Matthew kembali bergerak setelah mematikan mesin kapal, dia akan bergabung dengan Ainsley dan Damian untuk menangkap musuh mereka yang pada saat itu sedang membuat perangkap di dalam ruangan.


Siapa pun yang akan mereka hadapi nanti, mereka akan memberikan mereka kejutan. Sebuah kabel tipis sedang mereka pasang. Kabel itu ditarik melintang di depan pintu. Kabel itu terhubung dengan sebuah senjata, ketika seseorang menyentuh kabel itu maka senjata otomatis akan menyala dan menghabisi siapa pun yang masuk melalui pintu dan tidak hanya itu, sebuah kawat juga sudah terpasang tersembunyi.


Dua kabel dipasang secara terpisah. Jika musuh tidak menyentuh kabel pertama tapi musuh justru menginjak kabel lain yang berjarak tidak jauh dari atas lantai maka musuh akan disambut dengan sebuah kawat yang dipasang secara tersembunyi di mana kawat akan tertarik secara otomatis dan setelah itu, kawat akan menebas tubuh siapa saja yang masuk melalui pintu.


Dua perangkap itu akan menghabisi musuh yang masuk, kabel yang dipasang juga begitu tipis agar tidak mudah terlihat oleh musuh. Entah perangkap mana yang akan bekerja terlebih dahulu tapi yang pasti, siapa pun yang masuk ke dalam ruangan dan mengenai dua perangkap yang dia buat pasti akan mati.


Ruangan itu tidak memiliki cctv sehingga Michael tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana. Katsuo juga mengubah rencana, dia juga merusak cctv yang ada di dalam ruangan karena mereka mendapat laporan, sebuah helikopter terbang tidak jauh dari mereka.


Entah siapa yang akan mereka hadapi tapi yang pasti mereka sudah terpojok. Sebab itu mereka harus waspada jika tidak mereka yang akan mati.


"Cepat selesaikan!" Akira memerintahkan anak buahnya untuk segera menyelesaikan perangkap yang mereka buat.


Seorang anak buah yang lain, meretas cctv yang ada di kapal untuk melihat posisi musuh yang ada di luar sana. Akira benar-benar murka gadis yang dia tangkap telah membunuh anak buahnya dan kini, sekutu gadis itu bahkan menyerang mereka.


"Tidak ada yang boleh lepas, malam ini kita akan membunuh semuanya!" ucap Akira.


Saat itu Akira sedang berdiri di belakang anak buahnya yang sedang meretas cctv di mana di layar laptop sedang memperlihatkan Damian dan Ainsley bergerak dan memeriksa setiap ruangan untuk mencari mereka. Sepertinya dia benar-benar sudah meremehkan gadis itu.


Hal itu juga di lakukan oleh Katsuo. Dia juga sedang memasang perangkap di dalam ruangan dan tentunya Mayumi sebagai umpan. Mayumi duduk di tengah ruangan dan ketika musuh masuk dan mengenai kabel perangkap, senjata otomatis yang disembunyikan di kursi yang diduduki oleh Mayumi akan menembak musuh dan tidak hanya itu, bom yang terpasang di tubuh Mayumi akan langsung aktif dan meledak.


Tubuh Ken di gantung ditengah ruangan, jika ada yang menurunkan tubuhnya maka sebuah kawat akan langsung tertarik dan menebas tubuh Ken juga tubuh orang yang menurunkan tubuhnya nanti. Kawat itu akan memotong tubuh korban menjadi dua jadi siapa pun akan mati mengenai perangkap mereka.


Michael masih meretas, dia merasa ada yang aneh karena tiba-tiba saja cctv yang ada di ruangan di mana Katsuo berada tiba-tiba saja mati. Tidak hanya itu, dia merasa ada seseorang yang sedang berusaha mengacaukan cctv yang ada di setiap ruangan di dua kapal itu dan memang, anak buah Akira sedang mengacaukan cctv yang ada di dua kapal.


"Tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh," ucap Matthew.


"Ada apa, Mich?" tanya Matthew yang saat itu sedang bergerak mendekati posisi Damian dan Ainsley.


"Hati-Hati Guys, ada yang sedang mengacaukan rekaman cctv. Aku tidak bisa melihat posisi kalian saat ini," ucap Michael lagi.


"Babe, kau di mana?" Matthew bertanya pada istrinya.


"Baiklah, kita berkumpul terlebih dahulu, jangan ada yang masuk ke dalam ruangan mana pun sebelum Michael selesai. Kita akan bergerak bersama-sama nanti karena kita tidak tahu apa yang sedang musuh lakukan!" perintah Matthew.


Mereka sepakat, untuk berkumpul terlebih dahulu, tapi mereka terus bergerak dengan perlahan sambil memeriksa ruangan yang mereka lewati dengan cara mengintip dari kaca yang ada di depan pintu. Michael sedang melawan anak buah Akira tapi itu bukan perkara yang sulit baginya tapi posisi istrinya saat itu sudah hampir mendekati ruangan di mana Katsuo berada.


"Marline, sebaiknya kau tidak bergerak lebih jauh dan tunggu kakak ipar!" pinta Michael. Jangan sampai terjadi sesuatu pada istrinya karena mereka tidak tahu apa yang sedang musuh lakukan. Dia menebak musuh sengaja mengacaukan cctv untuk mengulur waktu agar mereka bisa melancarkan aksi mereka dan memang itulah yang sedang musuh mereka lakukan.


"Aku tahu, kau tidak perlu khawatir," jawab Marline yang saat itu sedang mengintip ke dalam sebuah ruangan.


Dia akan menunggu Vivian, sedangkan James memasang bom. Matthew dan Vivian terus bergerak dan akhirnya mereka bertemu dengan yang lain. Ainsley sangat senang melihat kakaknya, dia tahu mereka pasti akan datang.


"Kak, kenapa kau begitu lama?" tanya Ainsley.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya kakaknya.


"Aku baik-baik saja," jawab Ainsley sambil tersenyum manis.


"Sudah aku duga, jadi siapa yang harus kita hadapi?"


"Kak, si Jepang itu bagianku. Tangan dan matanya bagianku!"


"Wow, apa yang telah terjadi?"


"Pokoknya dia milikku!" ucap Ainsley.


"Apa Akira melakukan sesuatu padamu?" tanya Damian.


"Tidak, kau tidak perlu khawatir. Aku hanya tidak suka dengan tatapan matanya."


"Oke Guys, kalian sudah boleh bergerak," ucap Michael karena dia sudah menguasai cctv kembali.


"Tapi berhati-hatilah karena aku tidak bisa melihat apa yang mereka lakukan di dalam ruangan itu karena di dalam sana tidak ada cctv," ucapnya lagi.


"Oke Guys, it's time to finish our game and be careful!" ucap Matthew.


Mereka bersiap, begitu juga dengan Marline dan Vivian yang diikuti oleh James. Mereka mendekati ruangan di mana Akira dan Katsuo berada. Mereka mendekati dengan cara mengendap-endap, senjata api juga sudah siap di tangan.


Mereka berdiri di depan pintu, mereka tampak waspada sedangkan di dalam sana, Akira dan Katsuo akan menyambut mereka dengan jebakan yang telah mereka persiapkan. Siapa pun yang akan masuk nanti, pasti akan mati oleh perangkap mematikan yang telah mereka buat.