Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Arena Berburu Yang Berbeda



Michael mulai meretas cctv, mencari keberadaan adiknya. Entah apa yang direncanakan oleh Ainsley, yang pasti mereka harus segera bergerak. Jangan sampai mereka terlambat karena mereka belum tahu musuh seperti apa yang akan mereka hadapi.


Setiap cctv yang ada di jalan, tidak luput dari pantauan bahkan Marline juga membantu. Mereka mencari mobil van yang membawa Ainsley dan Mayumi, mereka harus segera menemukan ke mana mobil musuh membawa kedua gadis itu.


Damian diam saja, kecewa dan marah memenuhi hati. Entah apa yang terjadi antara Mayumi dan Ainsley di dalam kamar mandi tapi dia sangat kecewa dengan Mayumi dan dia tahu semua itu berhubungan dengan kekasihnya yang disandera. Seharusnya Mayumi mengingat pesan yang dia ucapkan, seharusnya Mayumi mengatakan padanya apa yang telah terjadi sebelum mengambil tindakan seperti itu.


Jika terjadi sesuatu dengan Ainsley, maka dia tidak akan segan pada sahabatnya itu bahkan dia akan melupakan persahabatan yang telah terjalin lama di antara mereka berdua.


"Setelah kejadian ini jangan pernah pedulikan dia lagi!" ucap Jager. Dia terlihat marah dan juga kecewa. Apa yang dia khawatirkan terjadi juga, putranya harus merasakan pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabat baiknya seperti yang dia alami dulu.


"Maafkan aku, semua terjadi karena kelalaianku," ucap Damian. Bagaimanapun Mayumi adalah sahabatnya dan dia tidak menyangka, Mayumi akan membawa istrinya pergi di tengah-tengah keluarganya.


"Tidak perlu menyalahkan dirimu, Damian," ucap Kate.


"Tenang saja, putriku bukan gadis lemah. Walau dia selalu menyembunyikan kemampuannya dan ingin menjadi gadis lemah lembut seperti yang lain, tapi di saat seperti ini dia tahu apa yang harus dia lakukan," ucap Kate lagi.


"Aku benar-benar minta maaf pada kalian," Damian membungkuk di hadapan keluarga Ainsley sebagai permintaan maafnya pada mereka. Entah kenapa dia merasa sudah gagal menjadi suami Ainsley padahal ini masih hari pernikahan mereka.


"Aku juga meminta maaf menemani putraku," ucap Jager pula.


"Sudahlah, kita sudah berbesan sejak lama. Tidak perlu melakukan hal seperti itu!" Albert menepuk bahu Damian dan kembali berkata, "Jika sampai terjadi sesuatu pada Ainsley karena ulah sahabatmu itu, kau harus membiarkan kami menghakiminya sesuai dengan cara kami dan kau, tidak boleh membelanya!"


"Tidak, aku juga tidak akan memaafkannya!" jawab Damian karena dia benar-benar kecewa dengan Mayumi. Sekarang dia tidak peduli lagi, apa yang akan terjadi dengan Mayumi. Jika dia tidak membawa Ainsley pergi, mungkin dia akan peduli tapi sekarang, dia tidak akan peduli sekalipun Mayumi ditangkap oleh keluarga Ainsley.


Michael dan Marline masih sibuk mencari, mereka mencari mobil van yang telah pergi hampir satu jam yang lalu. Mereka meretas semua cctv jalan, menyelidikinya satu persatu dan tidak hanya itu, Michael juga meretas satelit agar mereka bisa menemukan ke mana mobil van itu pergi. Mereka mencari dengan teliti dan tidak lama kemudian, mereka menemukan mobil van yang membawa Mayumi dan Ainsley berada di pelabuhan.


"Ketemu," ucap Michael.


Damian segera menghampirinya, begitu juga dengan yang lain. Michael mengambil gambar yang ditangkap oleh satelit dan memperbesarnya. Dia juga mencari rekaman dari kejadian itu.


Setelah mobil berhenti, beberapa anak buah Akira menghampiri mobil itu dengan senjata api laras panjang mereka. Ainsley dan Mayumi di bawa keluar dari mobil dan setelah itu mereka dibawa menuju kapal. Semua melihat rekaman itu dengan serius, begitu juga denganĀ  Damian.


Entah kenapa tiba-tiba dia punya firasat buruk apalagi setelah melihat pergerakan anak buah Akira yang terlihat mencurigakan. Mereka terlihat berpencar dan benar saja, Ainsley dan Mayumi dipisahkan oleh anak buah Akira.


Ainsley terlihat santai, sedangkan Mayumi berteriak saat tubuhnya ditarik ke arah kapal yang satunya lagi. Entah apa yang sedang direncanakan oleh Akira tapi kini kedua gadis itu telah terpisah bahkan seseorang memukul Mayumi sampai pingsan karena dia terus berteriak, sedangkan Ainsley seperti pasrah dibawa naik ke atas kapal.


Michael kembali menyelusuri rekaman satelit untuk melihat ke mana kedua kapal itu pergi karena kedua kapal itu sudah tidak ada di pelabuhan lagi. Kedua kapal itu bergerak dengan cepat meninggalkan pelabuhan San Francisco.


Michael mencoba mencari cctv di dalam kapal untuk melihat apa yang terjadi tapi sayangnya, tidak banyak cctv di dalam kapal sehingga dia tidak bisa melihat seluruh ruangan yang ada di dalam kapal.


"Sepertinya arena perburuan kita kali ini berbeda," ucap Matthew seraya menekuk kepalan tangannya. Arena yang berbeda membuat semangatnya berkobar.


"Dad, kau di rumah saja!" perintah Matthew.


"Hei, aku juga mau ikut menyelamatkan putriku. Aku ingin melakukan aksi yang heroik untuk menyelamatkannya!"


"Kau dan Mommy jaga six baby saja dan temani yang lain!" ucap Matthew lagi.


"Ck, menyebalkan!" gerutu Albert.


"Oke guys, saatnya menyusun strategi!" ucap Matthew.


Mereka berkumpul, yang pasti yang akan pergi berburu saja. Mereka berdiri di dekat Michael untuk melihat dua kapal yang sudah berlayar cukup jauh. Dua pasang suami istri sudah siap dan tentunya dengan Damian. Mereka akan berpencar, untuk menyelamatkan Mayumi dan juga Ainsley.


"Jadi, siapa yang akan pergi menyelamatkan Ainsley?" tanya Matthew.


"Aku, aku yang akan pergi!" jawab Damian dengan cepat.


"Begini saja Matth, kau dan Kak Damian pergi menyelamatkan Ainsley. Aku dan Marline akan menyelamatkan yang satunya lagi," ucap Vivian.


"Kau yakin Babe?" tanya Matthew.


"Yes, Michael akan berada di atas helikopter dan mengatakan posisi lawan dari setiap cctv yang dia retas," ucap Vivian.


"Tapi tidak semua ruangan di kapal memiliki cctv, Kakak Ipar," ucap Michael.


"Aku tahu, aku ingin kau mencari ruang kontrol agar kami bisa mematikan mesin kapal. Kau bisa, bukan?" tanya Vivian.


"Tentu, serahkan padaku," jawab Michael.


"Bagus, kita akan menghentikan kapal itu terlebih dahulu dan sekarang perlihatkan peta lokasi di mana kedua kapal itu saat ini berada" pintanya pula.


Tidak butuh lama, Michael sudah menampilkan peta lokasi di mana kedua kapal sedang berlayar. Vivian melihat peta lokasi dengan seksama. Mereka harus masuk ke dalam kapal tanpa ketahuan oleh musuh dan mematikan mesin kapal secara bersama-sama.


"Kita akan mengejar mereka menggunakan kapal dan setelah mendekati kapal mereka, kita akan menggunakan kapal kecil untuk mendekati kapal mereka agar tidak ketahuan. Laut yang gelap akan menyamarkan keberadaan kita dan kita akan naik ke atas kapal mereka secara diam-diam. Saat Michael sudah menemukan ruang kontrol, kita harus segera ke sana dan mematikan mesin kapal secara bersama-sama, Matth," ucap Vivian.


"Baiklah, aku dan Damian akan berpencar nanti. Damian mencari Ainsley dan aku akan ke ruang kontrol. Sepertinya akan ada kembang api di laut malam ini," ucap Matthew dan mereka sudah terlihat tidak sabar.


Setelah menyusun rencana, mereka melakukan persiapan. Sebuah helikopter sudah siap, James juga sudah mendapat perintah untuk mengumpulkan anak buah dan mempersiapkan kapal yang akan mereka gunakan untuk mengejar kedua kapal itu.


Semua peralatan yang mereka butuhkan juga sudah dipersiapkan dan setelah itu mereka bergegas pergi menuju pelabuhan menggunakan helikopter untuk melakukan perburuan mereka malam ini.