Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Kami Akan Membantumu



Siang itu, Damian datang ke rumah Ainsley karena dia ingin meminta bantuan Michael untuk mencari keberadaan kekasih Mayumi yang hilang tanpa kabar. Dia sudah membantu Mayumi menghubungi nomor ponsel kekasihnya menggunakan kartu sekali pakai agar tidak ketahuan tapi lagi-lagi tidak ada respon.


Damian tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan Mayumi karena dia ingin meminta Ainsley menemani Mayumi yang sedang sedih. Sejak kemarin, Mayumi semakin merasa takut dan khawatir, dia bahkan terlihat gelisah saat menunggu Damian di ruang tamu karena Ainsley sedang keluar untuk membeli barang saat itu.


Vivian berada di dapur bersama dengan Kate, dia sedang membuat minuman untuk Mayumi. Akhirnya rasa penasaran Vivian terbayar, ternyata itu gadis Jepang yang kakaknya bawa pulang. Cantik juga ternyata, semoga saja gadis itu tidak mengganggu hubungan Ainsley dan kakaknya karena dia sedikit curiga.


"Siapa gadis itu, Vivi?" tanya Kate penasaran.


"Dia sahabat kak Damian, Mom," jawab Vivian.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat murung?"


"Entahlah, Mom. Sepertinya ada masalah sehingga Kak Damian meminta bantuan Michael. Aku dengar dia sedang melarikan diri tapi aku tidak bisa ikut campur," jawab Vivian seraya mengangkat bahu.


"Kau benar, tapi mana Ainsley? Kenapa dia belum juga kembali?"


"Mungkin sebentar lagi," Vivian meletakkan minuman yang sudah dia buat ke atas nampan dan setelah itu, Vivian berjalan menuju ruang tamu.


Mayumi melihat Vivian dengan teliti saat Vivian menghampirinya dan meletakkan minuman ke atas meja. Apakah dia adik Damian yang sering Damian ceritakan? Selama ini ada dua wanita yang selalu Damian bahas, yang pertama Ainsley lalu yang kedua adalah adiknya.


"Hai, apa kau teman Kak Damian?" tanya Vivian basa basi.


"Yes, apa kau adik Damian?" tanya Mayumi sambil melihat Vivian kembali, sedangkan Vivian mengangguk dan duduk di dekatnya.


"Aku sering mendengar tentangmu dari Damian, maaf jika aku merepotkan kalian," Mayumi menunduk dan terlihat tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, tidak perlu sungkan," ucap Vivian.


Sambil menunggu Ainsley, mereka berbincang dan terlihat akrab. Vivian tidak menanyakan apa yang terjadi karena dia tidak mau ikut campur.


Di dalam ruangan, Damian dan Michael terlihat serius di depan komputer karena mereka sedang melacak lokasi keberadaan kekasih Mayumi terakhir kalinya sebelum dia hilang secara tiba-tiba. Lokasi sudah hampir di dapatkan dan tentunya, Michael harus meretas satelit untuk mendapatkan lokasi itu.


"Lokasi terakhirnya ada di stasiun Shibuya," Michael membuat sebuah lingkaran yang ada di peta.


"Apa kau tidak bisa meretas cctv yang ada di sana untuk melihat apa yang terjadi?" tanya Damian.


"Tentu bisa, tapi ini tidak akan mudah!" jawab Michael karena memang butuh waktu meretas cctv yang ada di stasiun Shibuya apalagi kejadian itu sudah dua puluh empat jam berlalu.


"Jadi, apa kau mau membantu?"


"Tentu saja!" Michael menautkan jari jemarinya dan menekuknya. Sudah lama juga tidak melakukan hal itu.


Suara keyboard komputer berbunyi, karena Michael mulai meretas setiap cctv yang ada di stasiun Shibuya dan mencari rekaman yang terjadi dua puluh empat jam yang lalu. Puluhan layar komputer yang sudah menyala sedari tadi mulai memunculkan beberapa rekam kejadian yang terjadi di sana dan pastinya, mereka butuh waktu untuk menemukan rekaman apa yang telah terjadi dengan kekasih Mayumi.


Di luar sana, Ainsley sudah kembali. Dia tampak terkejut melihat Mayumi berada di rumahnya dan sedang berbicara dengan kakak iparnya. Kenapa Mayumi bisa ada di sana?


"Mayumi, kenapa kau ada di sini?" tanya Ainsley heran.


"Damian yang mengajakku, Ainsley."


"Oh, mana dia?" Ainsley melihat sana sini untuk mencari Damian.


"Kakak berada di kamar dengan Michael," jawab Vivian.


"Sebenarnya ada apa?" Ainsley meletakkan barang yang dia bawa ke atas meja dan menghampiri Mayumi.


Mayumi terlihat murung, bahkan dia tidak melepaskan ponsel-nya sedari tadi karena dia sangat berharap, kekasihnya menghubungi dan memberi kabar.


"Ada apa, Mayumi?" tanya Ainsley lagi dengan ekspresi ingin tahu.


"Pacarku hilang, Ainsley."


"Aku sudah berusaha menghubunginya tapi ini sudah lebih dari satu hari dan dia tidak memberi aku kabar bahkan aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang," Mayumi menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya. Dia bahkan tidak kuasa membendung air matanya.


"Hilang bagaimana maksudmu?" Ainsley semakin penasaran dibuatnya.


"Aku takut Ainsley, aku takut dia tertangkap oleh dua yakuza yang sedang mengejarku!"


"Oh my God, Jadi Damian sedang meminta bantuan kak Michael untuk mencari keberadaan pacarmu?"


Mayumi mengangguk dan menghapus air matanya, dia harap kekasihnya dapat ditemukan dalam keadaan baik-baik saja tapi firasatnya begitu buruk mengenai hal itu karena dia tahu, jika sampai kekasihnya tertangkap oleh Akira dan Katsuo, maka dia hanya bisa meratapi kekasihnya dan lagi-lagi harus merelakan orang yang dia cintai pergi meninggalkannya.


Saat itu, Michael masih meretas cctv yang ada di stasiun Shibuya. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena ada yang merekayasa rekaman cctv yang ada di sana. Stasiun terlihat seperti biasa, bahkan tidak terlihat keberadaan kekasih Mayumi di tempat itu.


Mata Damian begitu fokus menatap puluhan layar komputer, dia harus fokus untuk mencari keberadaan kekasih Mayumi tapi sepertinya dia harus meminta Mayumi membantunya apalagi lokasi yang mereka temukan, memperlihatkan jika kekasih Mayumi berada di beberapa tempat.


"Boleh aku memanggil sahabatku masuk?" tanya Damian.


Michael mengangguk, dia masih berusaha mencari rekaman asli karena cctv sudah di manipulasi. Sepertinya orang yang dihadapi Damian bukan orang sembarangan karena rekaman itu di manipulasi dengan sempurna. Tadinya lokasi yang dia temukan hanya satu titik tapi ternyata, kini meluas karena ada yang menyebarkan lokasi palsu agar kekasih Mayumi sulit ditemukan.


Mayumi dan Ainsley masuk ke dalam saat Damian memanggil mereka. Mayumii terlihat tidak sabar untuk mengetahui keberadaan kekasihnya dan dia harap Damian sudah menemukan lokasi keberadaannya.


"Bagaimana, Damian?" tanya Mayumi dengan tidak sabar.


"Kami belum menemukannya, Mayumi."


"Apa? Apa dia benar-benar tertangkap?"


"Entahlah, tapi kita harus bekerja sama untuk mencari keberadaannya!" jawab Damian.


Mayumi menunduk, apa mereka masih bisa menemukan kekasihnya? Ayahnya bunuh diri karena tidak mau tertangkap dan sekarang dia tahu kenapa ayahnya memilih melakukan hal itu.


"Bagaimana, Kak?" tanya Ainsley pada kakaknya.


"Lawan yang dihadapi cukup cerdas. Dia sudah memikirkan kemungkinan yang akan terjadi sehingga cctv sudah di manipulasi dan tidak itu saja, aku menemukan beberapa titik keberadaan kekasihnya yang sudah disebar agar kita tidak mudah menemukannya!" jawab Michael.


"Jadi benar dia sudah tertangkap?" tanya Mayumi.


"Entahlah," Michael mengangkat bahunya dan kembali berkata sambil menunjuk layar komputernya, "Ini titik awal aku menemukannya, dia berada di sini tapi setelah ditelusuri ternyata tidak di sini saja, di waktu yang bersamaan dan tidak beda jauh, ternyata keberadaan kekasihnya juga berada di beberapa titik ini," Michael menunjuk tanda mereka yang ada di layar.


"Mereka membuat beberapa titik untuk mengelabui kita dan hanya satu kemungkinan yang sedang terjadi, kekasihmu tertangkap dan mereka merekayasa keberadaannya agar tidak mudah ditemukan," jelas Michael.


"Apa? Apa benar?" Mayumi terlihat shock.


"Lihat titik awal ini, Nona," Michael kembali menunjuk titik awal yang dia temukan.


"Ini tong sampah, kemungkinan ponsel-nya berada di tong sampah. Lalu sekarang, sinyal ponsel milik kekasihmu sudah tidak bisa di lacak lagi tapi beberapa titik justru muncul dan semua itu untuk mengelabuimu. Tidak ada cleaning service yang akan membawa tong sampah dari lantai satu ke lantai lain apalagi jarak titik ini lumayan jauh."


Mayumi menggigit bibir dan mengusap wajahnya, apa yang sebenarnya terjadi? Padahal dia sudah memperingati kekasihnya untuk tidak kembali ke Jepang tapi kenapa dia masih kembali juga?


"JanganĀ  khawatir Mayumi, aku akan mengutus orang untuk mencari keberadaannya," ucap Damian.


"Aku takut, Damian," ucap Mayumi.


"Jangan takut," Ainsley mendekati Mayumi dan memeluknya.


"Kami juga akan membantumu," ucapnya lagi.


Mata Mayumi berkaca-kaca, kenapa mereka begitu baik? Sekarang dia hanya bisa bergantung pada mereka dan dia harap kekasihnya dapat ditemukan dalam keadaan hidup tapi pengkhianatan itu akan datang saat dia tidak punya pilihan.