Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Ajakan Kencan



Ainsley berusaha menenangkan Mayumi setelah tahu jika mereka belum bisa menemukan keberadaan kekasihnya. Damian sudah memerintahkan beberapa anak buahnya pergi ke Jepang untuk mencari keberadaan kekasih Mayumi tentunya dia meminta anak buahnya untuk berhati-hati.


Dia dan Michael masih berada di dalam ruangan untuk menyelusuri rekaman cctv yang mereka temukan, dan tentunya, Michael berusaha mencari rekaman cctv asli sebelum di rekayasa oleh lawan. Mereka berdua terlihat serius sedangkan Ainsley mengajak Mayumi beristirahat di kamar tamu karena Mayumi terlihat lelah. Itu karena dia tidak bisa tidur sama sekali sejak malam.


Walau mereka belum menemukan jejak keberadaan kekasihnya, tapi Mayumi percaya dengan mereka sehingga dia sedikit lebih tenang apalagi Ainsley mengatakan jika mereka pasti akan membantunya sampai mereka menemukan keberadaan kekasihnya yang hilang secara tiba-tiba.


Ainsley menemani Mayumi di dalam kamar dan mereka berbincang begitu lama. Mayumi menceritakan banyak hal pada Ainsley. Mayumi juga menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dan berteman dengan Damian. Tidak lupa dia juga mengatakan jika Damian selalu membicarakan Ainsley saat mereka bertemu sampai membuat Ainsley tersipu. Setidaknya dia jadi tahu, ternyata Damian sudah lama menyimpan perasaan padanya dari Mayumi dan dia juga jadi tahu, jika Damian tidak berani mendekatinya karena statusnya. Dia jadi teringat dengan pertanyaan Damian saat itu dan dia rasa, Damian terlalu banyak berpikir hanya untuk menjalin hubungan dengannya.


Banyak yang dia dengar dari Mayumi, bagaimana kegembiraan Damian saat ayahnya bertemu dengan Vivian yang sudah dianggap tiada, bagaimana perasaan Damian saat mengetahui dia punya seorang adik dan bagaimana perasaannya saat Vivian memanggilnya dengan sebutan 'Kakak' untuk pertama kali. Ainsley benar-benar menjadi pendengar yang baik dan mereka berbincang sampai Mayumi tidur karena lelah.


Ainsley keluar dari kamar, dan berada di ruang keluarga sendirian. Kedua orangtuanya sedang pergi menjemput kakek dan neneknya, sedangkan kakak iparnya menemani bayi-bayinya tidur. Rumah jadi sepi dan hanya dia sendiri yang berada di ruang tamu.


Ainsley memainkan ponsel-nya, dia benar-benar terlihat bosan. Padahal dia sangat ingin bersama dengan Damian tapi pria itu sibuk sejak tadi. Ainsley menghela napas dan melihat ke arah ruangan di mana Damian dan kakaknya berada, dia sangat berharap Damian keluar dari ruangan itu dan menemaninya.


Ponsel diletakkan, dia hampir mati kebosanan. Jika ada kakak iparnya yang matre, mungkin dia bisa mengajaknya jalan-jalan tapi sayangnya kakak iparnya yang satu itu tidak datang. Dia benar-benar bosan dan hampir tertidur tapi niatnya tidak jadi karena Damian keluar dari ruangan dan berjalan menghampirinya.


Ainsley terlihat senang, akhirnya. Duduknya kembali tegak, senyum manis terukir di bibir saat Damian duduk di sampingnya.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukannya?" tanya Ainsley basa basi.


"Belum, kakakmu masih berusaha mencari rekaman asli cctv yang ada di stasiun Shibuya," jawab Damian.


"Apa masih bisa ditemukan? Itu rekaman satu hari yang lalu."


"Kakakmu bilang bisa tapi memang membutuhkan waktu."


"Baiklah, tidak ada yang tidak mungkin baginya."


"Apa yang kau lakukan di sini?" Damian memandang ke arahnya, rasanya ingin merangkul Ainsley tapi dia harus bersikap sopan karena dia sedang berada di rumah keluarga Ainsley.


"Tidak ada, aku bosan!" Ainsley merebahkan diri dan meletakkan kepalanya di atas paha Damian tanpa ragu.


"Hei, bagaimana jika ada yang melihat?!" Damian melihat sana sini, dia tidak mau sampai keluarga Ainsley melihat hal itu karena dia tidak enak hati.


"Tenang saja, Mommy dan Daddy sedang pergi. Kakak ipar juga sedang menemani anak-anaknya tidur," jawab Ainsley dengan santai sambil memainkan ponsel-nya kembali.


"Mana Mayumi?" tanya Damian.


"Tidur, sepertinya dia kelelahan dan kurang tidur."


"Maaf merepotkanmu, Ainsley."


"Tidak apa Dam-Dam, dia sahabatmu jadi dia sahabatku juga."


Damian tersenyum dan mengusap kepala Ainsley dengan lembut. Ainsley masih memainkan ponselnya karena saat itu dia sedang berkirim pesan pada salah satu sepupunya yang ada di Colorado.


"Ainsley, aku tidak melihat kakak iparmu yang satunya lagi. Apa dia tidak datang?" tanya Damian karena dia tidak melihat istri Michael sedari tadi.


"Kak Marline?" tanya Ainsley seraya meletakkan ponsel-nya.


"Memangnya kakak iparmu ada berapa?"


"Kak Marline sedang meratapi tas mahalnya yang rusak, jadi dia tidak datang."


"Hei, bukankah kau takut ada yang melihat?" Ainsley memegangi dahinya dan melihat ke arah Damian.


"Yeah, tapi tidak ada orang," ucap Damian.


"kau benar!"


Damian kembali menunduk dan memberikan sebuah ciuman di dahi Ainsley. Gadis itu memejamkan mata, menikmati ciuman yang Damian berikan. Dia sangat ingin mereka memiliki banyak waktu bersama, melakukan banyak hal bersama-sama apalagi mereka baru saja menjalin hubungan.


"Bagaimana jika besok kita pergi makan malam, kau mau bukan?" tanya Damian.


"Bagaimana dengan Mayumi?"


"Memangnya ada apa dengannya? Apa kau ingin aku mengajaknya juga?"


"Bukan begitu, Dam-Dam. Aku hanya iba dengannya. Aku sudah mendengar banyak hal darinya, dia sangat mencintai kekasihnya bahkan dia rela melakukan apa pun untuk kekasihnya. Mayumi pasti sangat sedih saat ini, dia juga pasti takut kehilangan kekasihnya," jawab Ainsley.


"Aku tahu, tapi kita tidak bisa melakukan apa pun selain membantunya. Aku juga berharap bisa menemukan kekasihnya dalam keadaan baik-baik saja."


"Kau benar, jadi? Besok kita akan pergi berkencan berdua dan meninggalkannya?" Ainsley memainkan jarinya ke wajah Damian. Walau dia sangat menantikan berkencan dengan Damian tapi melihat keadaan Mayumi yang seperti itu membuatnya tidak tega.


"Yes, kau tidak perlu khawatir, ada Daddy yang akan menemani Mayumi di rumah. Tidak mungkin bukan kita berkencan membawanya serta karena aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu lebih banyak. Apa kau tidak mau menghabiskan waktu denganku, Ainsley?" tanya Damian sambil memainkan rambut Ainsley bahkan terkadang dia mengangkat rambut Ainsley untuk menghirup aroma wanginya.


"Tentu saja aku mau," tangan Ainsley sudah berpindah dan membelai rambut Damian.


"Aku juga sangat ingin menghabiskan waktu berdua denganmu agar kita semakin dekat."


Damian tersenyum, mereka memang harus sering menghabiskan waktu bersama. Damian kembali menunduk, untuk mencium dahi Ainsley tapi mereka lupa, di rumah itu tidak hanya mereka berdua saja.


"Damian," terdengar suara Michael memanggil.


Ainsley mendorong tubuh Damian dengan cepat saat mendengar suara kakaknya dan setelah itu, dia lari dengan terburu-buru menuju kamarnya. Sial, ada kakaknya dan dia lupa! Michael melihat ke arah adiknya dengan heran, apa yang telah terjadi? Damian terlihat canggung, sangat berbahaya pacaran di rumah.


"Ada apa dengannya?" tanya Michael.


"Dia bilang dia sakit perut," jawab Damian asal.


"Sakit perut?" tanya Michael, sedangkan Damian mengangguk dengan cepat.


"Rasakan, itu pasti akibat memakan masakannya sendiri!" ucap Michael.


Damian terkekeh dan beranjak menghampiri Michael, padahal dia keluar untuk melihat keadaan Mayumi tapi dia jadi menemani Ainsley. Entah kenapa dia merasa pacaran di rumah adalah sebuah tantangan.


"Ada apa?" tanya Damian.


"Ikut aku sebentar," ajak Michael.


Damian mengangguk dan mengikuti Michael kembali ke dalam ruangan. Untung saja Michael tidak melihat, sepertinya dia harus mengatakan pada keluarga Aisnley jika dia sedang menjalin hubungan dengan gadis itu.


Di dalam kamar, Ainsley memegangi dadanya di mana jantungnya berdegup dengan cepat. Hampir saja kepergok oleh kakaknya, walaupun kakaknya tidak mungkin mempermasalahkan hal itu tapi dia akan sangat malu nantinya. Lagi-lagi kepergok tapi entah kenapa terasa menyenangkan.


Ainsley berjalan mendekati ranjang, rasanya sudah tidak sabar untuk besok karena dia sudah tidak sabar pergi makan malam romantis berdua. Dia tidak akan mengatakan pada siapa pun agar tidak ada yang mengganggu mereka berdua dan dia harap, Damian tidak mengatakan pada ayahnya karena dia khawatir, ayah Damian akan mengikuti mereka secara diam-diam. Semoga saja acara kencan mereka beosk berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan.