Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Tawaran Kerja sama



Damian hendak pulang bersama dengan Mayumi sore itu, mereka sudah berdiri di luar, menunggu supir mengambil mobil. Setelah pulang nanti Damian akan mengatakan pada ayahnya jika dia dan Ainsley akan pergi ke Jepang berdua. Dia tahu ayahnya tidak mungkin mengganggu tapi yang dia khawatirkan keluarga Windstond datang ke rumah untuk mencarinya dan membuat ayahnya emosi.


Bagaimanapun ayahnya tidak boleh terlalu emosi karena penyakitnya. Dia harap saat dia pergi tidak ada satu dari mereka pun yang datang.


Mobil sudah tiba, Damian dan Mayumi masuk ke dalam. Damian tidak tahu jika ada yang mengikuti mereka secara diam-diam. Mobil berbaur dengan pengendara lain. Jalanan begitu padat sehingga dia tidak tahu jika Sherly mengikutinya dari belakang.


Sherly akan mengajaknya bekerja sama, menghancurkan keluarga Windstond. Dia yakin Damian tidak akan menolak apalagi dia bisa melihat jika Damian tidak suka dengan mereka. Jangan salahkan dia menjadi jahat, dia akan melakukan apa pun untuk menghancurkan Harry dan keluarganya. Tidak ada penawaran paling baik selain apa yang akan dia tawarkan nanti.


Mobil yang dibawa oleh supir pribadi Damian sudah keluar dari padatnya jalanan, tidak saja mobil mereka tetapi mobil Sherly masih mengikuti. Sang supir mulai menyadari jika mereka diikuti, matanya tidak lepas dari mobil yang terus mengejar.


"Ada yang mengejar," ucapnya.


"Sial!, jangan katakan mereka lagi!" Damian terlihat kesal. Keluarga ayahnya benar-benar menyebalkan.


"Siapa?" tanya Mayumi.


"Bukan siapa-siapa!"


"Kau sepertinya dalam masalah?" Mayumi memandanginya dengan tatapan ingin tahu.


"Bukan masalah besar."


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya sang supir.


"Hentikan mobilnya, jangan sampai di rumah karena aku tidak ingin Daddy tahu," perintahnya.


Sang supir mengangguk, mobil dihentikan di sisi jalan. Sherly mengumpat marah, kenapa berhenti?


Sherly juga menghentikan mobilnya. Bagaimanapun kesempatannya hanya satu kali jadi dia harus bicara dengan pria itu. Damian keluar dari mobilnya begitu juga dengan Mayumi. Gadis itu mengikutinya dari belakang karena dia ingin tahu.


Sherly juga keluar, bagaimanapun dia harus memberikan kesan yang baik. Damian memandangi Sherly dengan tatapan heran, siapa wanita itu?


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Damian.


"A-Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," Sherly tersenyum semanis mungkin saat mengatakan hal itu.


"Aku tidak mengenalmu jadi tidak ada yang perlu kita bicarakan!" Damian memutar langkah, tapi Sherly menahan langkahnya dengan cara berdiri di hadapan Damian.


"Jangan pergi, aku ingin mengajakmu bekerja sama!" ucap Sherly, matanya tidak lepas dari Mayumi. Apa mereka bersaudara?


"Kerja sama? Aku tebak ini ada hubungannya dengan keluarga Windstond!"


"Ya, aku ingin mengajakmu bekerja sama untuk menghancurkan mereka!" ucap Sherly tanpa ragu.


"Wah, terdengar menarik," Damian pura-pura tertarik, dia ingin lihat apa yang diinginkan oleh wanita itu


"Katakan, apa yang kau rencanakan?"


Sherly tersenyum, ternyata mudah. Dia tahu pria itu tidak akan menolak tawaran kerja sama darinya.


"Mereka tidak menginginkan dirimu, bukan? Bagaimana jika kita bekerja sama untuk menghancurkan mereka semua? Dengan begitu mereka tidak menghina dirimu lagi dan kau juga bisa mendapatkan semua harta milik mereka!"


Damian diam, memandangi Sherly dengan tatapan tajam. Walau dia tidak suka dengan keluarga ayahnya tapi dia tidak punya niat untuk menghancurkan mereka bahkan dia tidak memikirkan hal itu. Tidak ada untungnya dia melakukan hal itu, apalagi dia tidak mau terlibat dengan mereka terlalu jauh.


"Apa untungnya bagimu melakukan hal itu?" tanya Damian.


"Aku memang tidak untung apa-apa tapi aku ingin membalas rasa sakit hatiku pada keluarga itu. Kita bekerja sama untuk tujuan kita, kau bisa mendapatkan semua harta benda milik mereka dan rasa sakit hatiku terbalaskan!" ucap Sherly dengan penuh percaya diri. Dai yakin Damian tidak akan menolak, kali ini tanpa syarat seperti yang diberikan oleh Kakek Harry.


"Kenapa kau menawarkan hal ini padaku? Kau bisa mencari orang lain jika kau ingin menghancurkan mereka!"


"Aku menawarkan hal ini karena kau memiliki hubungan dengan mereka. Aku tahu kau hanya anak yang tidak diinginkan\, aku mendengar semua hinaan yang mereka tujukan untukmu dan ibumu setiap hari. Mereka bilang kau anak Jala*ng lalu ibu Harry berkata kau bisa menghancurkan keluarga mereka. Ayahmu bahkan mengutuki ibumu setiap hari dan berkata\, jika dia tahu kau akan dilahirkan sudah dia bunuh ibumu sebelum dia pergi agar kau tidak ada dan mengganggu keluarganya bahkan kakekmu juga menyebut dirimu anak haram yang dilahirkan oleh jal*ng! Mereka tidak menerima dirimu dan membenci dirimu\, seharusnya kau tahu akan hal itu!"


Dia berkata demikian agar Damian semakin membenci keluarga Windstond dan mau menerima kerja sama yang dia tawarkan.


Damian diam saja, kedua tangannya mengepal dengan kuat. Entah perkataan wanita itu benar atau tidak tapi dia bukan orang yang mudah terhasut dan dipengaruhi begitu saja.


"Sebab itu aku mengajakmu bekerja sama. Kita berdua orang yang sakit hati pada keluarga Windstond jadi kita berdua bisa menghancurkan mereka. Kau tidak akan dihina lagi setelah mereka hancur!"


"Jangan salah paham tentangku!" sela Damian.


"Asal kau tahu, aku tidak tertarik sama sekali dengan tawaran yang kau berikan karena aku tidak menginginkan apa pun yang mereka miliki. Apa kalian pikir aku kekurangan harta benda? Sekalipun mereka akan memberikan apa yang mereka miliki secara cuma-cuma aku juga tidak berminat. Asal kau tahu, aku tidak peduli keluarga itu mau hancur atau tidak karena aku bukan bagian dari mereka! Jangan kau kira setelah kau berkata demikian lalu aku akan percaya dengan mudah. Terserah mereka mau berkata apa, mau menghina ibuku seperti apa tapi selama penghinaan itu tidak didengar olehku maka aku akan diam! Jika aku mau balas dendam aku bisa melakukannya sendiri tanpa bekerja sama dengan siapa pun apalagi dengan kau! Aku bahkan bisa menghancurkan mereka dengan mudah jika aku menginginkannya jadi sebaiknya hentikan niat burukmu karena hasilnya tidak akan berakhir baik!"


Sherly mengumpat dalam hati, sial! Ternyata pria itu tidak mudah diajak bekerja sama. Dia kira penawaran yang dia berikan akan diterima tapi ternyata tidak.


"Siapa pun kau, sebaiknya jangan muncul lagi di hadapanku. Aku sungguh muak dengan kalian!" setelah berkata demikian, Damian mengajak Mayumi pergi.


Sherly tidak bersuara, matanya menatap Damian dan Mayumi dengan tajam. Mayumi juga memandangi Sherly, dia jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kembali ke mobil, meninggalkan Sherly yang kesal setengah mati. Beraninya pria itu menolak penawaran yang dia lakukan? Entah kenapa dia merasa sedang terhina. Akan dia balas penghinaan itu nanti, tunggu saja.


Dia bahkan belum beranjak saat mobil Damian berjalan pergi, sedangkan Mayumi menoleh ke belakang untuk melihat wanita itu.


"Siapa wanita itu, Damian?" tanya Mayumi.


"Entahlah," jawab Damian karena dia memang tidak mengenal Sherly.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Mayumi semakin ingin tahu.


"Tidak ada!" jawab Damian karena dia enggan membicarakannya apalagi dia merasa Mayumi tidak perlu tahu.


Mayumi tidak bertanya lagi, walau dia sangat penasaran tapi ada di mana nanti, dia akan bertemu lagi dengan Sherly tapi dalam keadaan yang berbeda dan tentunya pada saat itu sebuah keputusan harus dia ambil.