
Carl dipersilahkan masuk oleh anak buah Jager. Dia terlihat senang karena Jager Maxton menyambut kedatangannya. Sudah dia duga Jager pasti melakukan hal itu karena mereka sudah seperti sahabat baik dulu. Bersama dengan Marck Wristond, mereka melakukan banyak hal menyenangkan.
Dulu hubungan mereka sangat baik apalagi mereka adalah rekan bisnis. Melihat sambutan yang diberikan oleh Jager, Carl sangat yakin jika Jager akan memberitahu di mana keberadaan Sayuri dan juga anak itu. Ternyata tidak sesulit yang dia duga, dia pasti bisa menyingkirkan anak itu sebelum ayahnya menemukannya.
Jager sudah menunggu dengan tidak sabar, dia sudah sangat ingin melihat wajah Carl. Tentunya hari ini dia akan memperbaiki wajah Carl menggunakan tinjunya. Sudah lama dia ingin melakukan hal itu, ketika Carl meninggalkan Sayuri dalam keadaan hamil dan memintanya menggugurkan anak yang dia kandung.
Carl diantar masuk ke dalam rumah, dia terlihat senang ketika melihat Jager Maxton. Layaknya teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu, Carl menghampiri Jager tanpa tahu jika Jager sudah menunggunya dengan emosi memenuhi hati. Penghinaan yang diberikan oleh Aland Windstond terhadap Sayuri dan Damian hari ini, juga perbuatan Carl pada Sayuri puluhan tahun lalu, harus pria itu bayar hari ini.
"Maxton, lama tidak bertemu. kau sudah terlihat banyak berubah!" ucap Carl basa basi sambil mengembangkan kedua tangannya.
Jager menghampiri Carl dengan kedua tangan yang sudah mengepal. Dia benar-benar muak melihat wajah Carl dan hari ini, dia akan sedikit memperbaiki wajahnya.
"Ya, kau juga berubah menjadi semakin baji*ngan!" ucap Jager dan tanpa Carl duga, Jager melayangkan tinju ke arah wajahnya.
BHUUKKK!
Carl berteriak dan terpental ke belakang, sedangkan Jager menghampirinya dan kembali memukul wajah Carl yang masih berbaring dia atas lantai menggunakan tinjunya.
"Beraninya kau datang kemari, Carl! Aku tidak akan melepaskanmu hari ini!" ucap Jager di saat dia sedang memukul wajah Carl.
"Apa yang kau lakukan Maxton, kenapa kau memukulku?!" teriak Carl tidak terima.
"Baji*ngan yang telah berani mencampakkan Sayuri, memang pantas dipukuli jadi aku akan memperbaiki wajahmu!"
"Aku datang ke sini untuk menanyakan keberadaan Sayuri!" Carl meraih kerah baju Maxton dan membalikkan tubuhnya hingga keadaan mereka berbalik. Jager sudah berada di atas lantai, sedangkan Carl masih mencengkeram kerah bajunya dengan erat.
"Baji*gan sepertimu tidak pantas untuk mengetahui keberadaannya!" teriak Jager sambil menahan tangan Carl.
Carl tidak terima karena lagi-lagi Jager memukul wajahnya dengan keras sehingga Carl juga memukuli wajah Jager menggunakan tinjunya.
"Sialan, kau! Aku datang untuk mencari Sayuri dan anak itu tapi kau memukulku!"
"Aku memang sudah lama ingin memukulmu saat kau meninggalkan Sayuri dalam keadaan hamil!" teriak Jager pula.
Mereka berdua bergelut di atas lantai, saling memberikan pukulan satu sama lain. Tidak ada yang memisahkan karena Jager sudah berkata pada anak buahnya untuk tidak memisahkan mereka. Dia juga meminta anak buahnya untuk tidak menghubungi Damian tapi salah satu dari mereka tampak waspada, dia akan menghubungi Damian dan memintanya kembali jika keadaan tidak memungkinkan.
Perkelahian Carl dan Jager masih terjadi, Jager menendang tubuh Carl bahkan membanting tubuhnya hingga mengenai Vas bunga dan membuat benda itu hancur berantakan. Carl semakin tidak terima, dia kira dia disambut dengan baik tapi bogem mentah yang dia dapatkan.
Dia juga menendang dan memukul Jager, hingga tubuh Jager membentur dinding dengan keras beberapa kali. Wajah mereka sudah dipenuhi memar, darah segar mengalir dari hidung dan ujung bibir mereka bahkan beberapa luka berada di wajah mereka.
Jager dan Carl saling pandang dengan napas yang memburu, mereka berdiri saling berhadapan dengan tinju yang mengepal, siap memberikan pukulan lagi.
"Untuk apa kau datang kemari, Carl? Bukankah kau tidak peduli dengan Sayuri?" tanya Jager sambil mengatur napasnya.
"Aku hanya ingin bertemu Sayuri dan anak itu," jawab Carl.
"Untuk apa? Bukankah kau sudah meminta Sayuri untuk mengugurkan anak itu?"
"Maxton, dulu aku takut keluargaku tahu hubungan gelap yang kami lakukan, sebab itu aku meminta Sayuri mengugurkan anak itu dan meninggalkannya!"
"Aku mengatakan hal itu tanpa pikir panjang, Max," jawab Carl.
"Bullshit! Setelah kau tinggalkan dalam keadaan hamil yang hampir membuatnya bunuh diri, sekarang kalian mencarinya untuk apa? Kau bilang tanpa pikir panjang? Kau yang menipunya dulu sehingga dia mau menjalin hubungan denganmu tapi sekarang, kalian menganggapnya Jal*ng? Kalian bahkan menyebut anak itu anak haram! kalian memang tidak pantas menjadi keluarga anak itu jadi sebaiknya kau pergi, jangan pernah menunjukkan batang hidungmu lagi padaku! Anak itu tidak perlu mengenal ayah baj*ngannya yang seperti sampah!" ucap Jager emosi sambil mengusap darah yang mengalir dari hidung.
Walau mendapat beberapa luka dan tubuhnya terasa sakit, tapi dia sangat puas sudah memukul baj*ngan yang telah mencampakkan Sayuri.
"Aku hanya ingin tahu keberadaan anak itu, Jager Maxton. Jadi cepat katakan padaku, di mana anak itu, apakah Sayuri melahirkannya?" Carl juga mengusap darah yang mengalir dari hidung. Dia tidak menyangka Jager akan semarah ini.
Semua itu pasti karena ayahnya, seharusnya dia tidak datang hari ini karena hilang kesempatannya untuk mengetahui anak itu.
"Kau tidak perlu tahu, Carl. Kau dan ayahmu, tidak perlu tahu keberadaan anak itu. Kalian bisa menganggapnya tidak ada seperti yang sudah-sudah!"
"Tidak bisa! Aku ingin tahu anak itu anakku atau bukan jadi katakan di mana dia?" teriak Carl.
"Apa maksud ucapanmu, Carl Windstond?" Jager kembali terlihat marah.
"Cih, Sayuri bukanlah anak gadis ketika kami menjalin hubungan. Aku yakin selain menjalin hubungan denganku, dia juga menjalin hubungan dengan pria lain dan tidur dengan siapa saja. Aku tidak yakin jika anak yang dia kandung saat itu adalah darah dagingku!" ucap Carl menghina.
"Tutup mulutmu!" teriak Jager lantang hingga suaranya menggelegar di dalam rumah.
Rasanya ingin kembali memberikan pukulan ke wajah Carl tapi dia lelah, kondisi jantungnya juga tidak memungkinkannya untuk berkelahi begitu lama.
Sudah cukup penghinaan yang Sayuri dapatkan hari ini, sudah cukup penolakan yang Damian dapatkan dari ayah dan kakeknya. Dia tidak akan membiarkan mereka menghina Sayuri dan Damian lebih jauh lagi.
"Karena kau tidak mau mengakuinya jadi dengarkan baik-baik. Anak itu memang bukan anakmu, aku yang tidur dengan Sayuri terakhir kali!" teriak Jager lagi dengam emosi memenuhi hati.
Mata Carl terbelalak, apakah benar? Jika benar maka dia tidak perlu mencari keberadaan anak itu dan mengatakan pada ayahnya jika anak itu memang bukan anaknya tapi dia harus memastikan hal ini lebih rinci.
"Jangan sembarangan bicara! Aku tidak percaya dengan ucapanmu!"
"Cih, jika kau tidak percaya pergilah cari berita puluhan tahun lalu di mana media sudah mengetahui kehamilannya. Kau akan menemukan jawaban dari sana dan mengetahui siapa ayah dari anak yang dikandung oleh Sayuri!" ucap Jager.
Carl hanya akan mendapatkan jika memang dialah ayah dari anak yang dikandung oleh Sayuri karena waktu itu dia yang mengaku telah menghamili Sayuri dan bersedia bertanggung jawab.
Carl mengepalkan tangan, dia memang tidak tahu apa-apa lagi setelah membawa keluarganya pergi. Yang dia tahu saat itu, Sayuri pasti menggugurkan anak yang dia kandung agar dia tetap bertahan sebagai model.
"Pergi dari sini dan katakan pada ayahmu apa yang aku ucapkan! Anak itu adalah anakku jadi kalian tidak perlu menghina Sayuri sebagai wanita jal*ng dan menyebut anak itu sebagai anak haram karena dia adalah anakku! Aku juga tidak mau melihat salah satu dari kalian lagi jadi berhentilah mencari anak itu dan sampaikan pada ayahmu pula, simpan harta yang dia punya baik-baik karena anakku tidak membutuhkannya!"
Mata Jager menatap Carl dengan tajam, begitu juga yang dilakukan oleh Carl. Mereka saling menatap tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Carl memutar langkah, dia rasa sudah cukup. Dia akan mengatakan pada ayahnya jika anak yang dikandung oleh sayuri adalah anak Jager Maxton sesuai dengan ucapan Jager tapi apakah Aland akan percaya begitu saja?
Jager berjalan menuju kursi sambil meringis dan memegangi dada. Obat adalah benda pertama yang dia ambil dan setelah itu dia meminta pelayan untuk membereskan kekacauan akibat ulahnya.
Carl memang baj*ngan, lebih baik mereka tidak datang lagi. Damian pasti akan sakit hati ketika tahu jika dia hanya dianggap sebagai anak haram oleh kakeknya dan ayahnya tidak mengakuinya. Rasanya tidak ingin mengatakan hal itu pada Damian tapi dia tetap harus mengatakan pada Damian, jika Kakek dan ayahnya yang bagaikan sampah itu, datang mencari keberadaannya.