
Harry terlihat marah dan murka setelah dia kembali dari kantor. Bagaimana tidak, kabar pernikahan Ainsley dan Damian sudah menyebar luas. Putri semata wayang Albert Smith akan menikah dan tentunya kabar itu menarik perhatian beberapa media masa.
Kabar pernikahan mereka bahkan menjadi berita panas, dua kubu dengan kekuatan berbeda akan bersatu dalam tali pernikahan. Organisasi Black King akan bersatu dengan Klan Smith, hal ini menjadi topik hangat. Semua orang tahu jika Damian adalah anak kandung Jager Maxton, itu karena Jager sudah mengaku jika dialah ayah kandung dari Damian ketika Sayuri sedang mengandung.
Ternyata apa yang dia lakukan dulu tidak sia-sia, menjadikan Damian sebagai putranya adalah hal paling luar biasa yang dia lakukan. Mereka tidak mengundang keluarga Windston, tidak satu dari mereka pun yang diundang bahkan tempat pernikahan Ainsley dan Damian dirahasiakan.
Harry melempar setiap barang yang dia temui, dia sungguh tidak terima anak jal*ng yang dibeli ayahnya telah merebut gadis yang seharusnya menjadi miliknya. Dia bahkan enggan melihat berita tentang mereka. Dia benci mengetahui kenyataan jika dia telah kalah oleh anak haram itu.
Suara barang pecah, menarik perhatian ibunya. Renata berlari menuju kamar putranya dengan terburu-buru karena dia ingin tahu apa yang telah terjadi. Ketika pintu terbuka, Renata terkejut melihat kamar putranya yang begitu berantakan. Dia bahkan enggan melangkah masuk karena beling berserakan di mana-mana.
"Apa yang kau lakukan, Harry?!" teriak ibunya yang berdiri di depan pintu.
"Anak jal*ng itu menghancurkan semuanya, Mom. Dia telah menghancurkan semuanya!" teriak Harry dan sebuah jam menjadi korban atas kemarahannya.
"Apa maksudmu? Apa dia telah membuatmu rugi?" tanya ibunya tidak mengerti.
"Dia telah merebut gadis yang aku inginkan, dia telah merebutnya!" Harry jatuh terduduk, dia bahkan terlihat frustasi. Dia yang menyukai Ainsley terlebih dahulu sebelum anak haram itu muncul. Dia yang begitu menginginkannya tapi kenapa putra ayahnya yang hanya dilahirkan oleh seorang jal*ng merebutnya?
Damian memang membawa banyak masalah. Dia hampir terdepak keluar karena keberadaan anak haram itu, semua yang kakeknya miliki hampir saja berpindah tangan jika Damian mau waktu itu dan sekarang, pria itu juga merebut gadis yang dia inginkan. Apa Damian sengaja melakukan hal itu untuk balas dendam pada keluarganya karena dia telah dibuang oleh ayahnya?
"Semua ini gara-gara Daddy!" Harry bangkit berdiri. Kedua tangan mengepal erat dan kemarahan terpancar dari matanya.
Harry melangkah keluar, melewati beling yang berserakan di atas lantai. Dia tidak peduli kakinya yang terluka. Seandainya ayahnya tidak membuang Damian, mungkin semua itu tidak akan terjadi. Jika mereka tumbuh sebagai saudara, maka Damian akan mengalah dan tidak akan melakukan balas dendam seperti ini.
"Harry, apa yang mau kau lakukan?" tanya ibunya.
"Jangan menghalangiku, Mom! Aku akan memberikan pelajaran pada pria yang telah mengkhianatimu dan yang telah mencampakkan darah dagingnya sendiri!" ucap Harry sambil melangkah mencari ayahnya.
"Jangan Harry, dia ayahmu!"
"Aku tahu dan hari ini aku malu memiliki ayah seperti dirinya! Walau darah kami sama tapi aku tidak pernah bermain dengan ******!"
Ibunya diam, tidak menjawab. Semua itu terjadi memang karena kesalahan yang diperbuat oleh suaminya pada masa lalu. Seandainya dia tahu suaminya telah menghamili seorang wnaita, maka dia tidak akan pergi mengikuti suaminya saat itu. Jika dia tahu, dia akan menemui wanita itu dan memintanya secara baik-baik untuk menggugurkan bayi itu agar tidak menimbulkan masalah seperti ini.
Saat itu, Carl dan Aland sedang menyaksikan berita acara pernikahan Damian dan Ainsley yang sebentar lagi akan digelar dari salah satu stasiun televisi.
Aland terlihat kecewa karena dia tidak diundang oleh cucunya. Padahal dia sudah meminta cucunya untuk kembali, apa Jager Maxton tidak menyampaikan permintaannya pada Damian?
Seharusnya Damian mempertimbangkan permintaannya apalagi dia tidak memberikan syarat apa pun lagi. Tapi kenapa dia tidak juga mau kembali? Apa dia tidak tahu dan memang, Jager tidak mengatakan pada Damian permintaannya waktu itu karena dia lupa dan Vivian juga tidak mengatakan apa pun karena dia pikir ayahnya yang akan menyampaikan permintaan Aland pada kakaknya.
Aland diam saja, semua ini gara-gara putranya. Sekarang sudah terlihat begitu jelas jika anak itu tidak mau menjadi bagian dari mereka. Seandainya dulu dia tahu, sudah dia ambil anak itu dan dia rawat sampai besar tapi karena putranya yang tidak mau bertanggung jawab, anak itu pun tidak mau menjadi bagian dari mereka.
"Anak itu benar-benar hebat, darah Sayuri sungguh kental dalam darahnya. Bakat merayunya dia turunkan pada putranya dan lihatlah, anak itu bisa menjerat seorang putri dari orang yang begitu berkuasa!" cibir Carl.
"Apa kau bisa diam?" Aland tampak kesal setelah mendengar ucapan putranya.
"Tentu saja salah! Kau yang merayu wanita itu sehingga dia mau tidur denganmu, kenapa kau menyalahkannya sekarang?"
"Jangan sembarangan bicara, Dad!" Carl tampak tidak terima.
"Aku tidak akan asal bicara! Sekarang katakan padaku, di mana kau mengenal wanita itu dan kenapa kau bisa menjalin hubungan terlarang dengannya padahal kau sudah punya keluarga!"
"Untuk apa Daddy tahu?" tanya Carl.
"Jawab saja pertanyaan kakek, Dad. Selama ini kita selalu menganggap wanita itu sebagai ja*ang tanpa tahu kejadian yang sebenarnya jadi jawab saja, apa yang terjadi waktu itu sehingga kau tidur dengannya?!" ucap Harry seraya melangkah mendekati mereka.
"Kejadian ini sudah lama berlalu, aku tidak ingat!" elak Carl.
"Kau tidak ingat?" Harry mendekati ayahnya, dan meraih kerah baju ayahnya.
"Apa perlu aku pukul kepalamu agar kau ingat?!" teriak Harry lantang.
"Harry, jangan!" pinta ibunya memohon.
"Jangan halangi aku, Mom. Semua yang terjadi karena perbuatan Daddy dan lihatlah akibat perbuatan yang telah dia lakukan? Daddy menyembunyikan hal ini pada kita selama bertahun-tahun. Kenapa, Dad? Apa alasanmu menyembunyikan hal ini dari kami?"
Carl diam, tidak menjawab. Dia meninggalkan Sayuri dan memintanya menggugurkan anak itu agar nama baik keluarganya tidak tercoreng.
"Jawab, Dad!" teriak Harry dengan penuh amarah.
"Tidak perlu bertengkar!" sela Aland.
"Kakek membela baji*ngan ini?"
"Tidak, semua yang terjadi memang kesalahan ayahmu tapi apa yang telah terjadi tidak bisa diubah. Lagi pula untuk apa kita meributkan hal ini? Kalian bisa melihat sendiri, bukan kita yang tidak menginginkannya tapi yang tidak diinginkan oleh anak itu adalah kita. Selama ini kita selalu berdebat, karena keberadaannya. Kalian takut dia mengambil apa yang kita punya tapi lihat sekarang, dia yang tidak menginginkan kita sama sekali," Aland menarik napasnya sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.
"Seharusnya kita sadar jika selama ini, sebelum kita tahu keberadaannya dan tanpa adanya kita sebagai keluarganya, dia sudah mendapatkan keluarga yang sesungguhnya. Ayah yang menyayanginya dan juga seseorang yang menganggapnya sebagai saudara sedangkan kita? Seharusnya kita malu karena sikap yang telah kita tunjukkan selama ini karena kita adalah keluarga aslinya tapi justru kita telah mempermalukan diri kita sendiri di hadapan orang yang memberinya kasih sayang tanpa batas!" ucap Aland, matanya tidak lepas dari berita pernikahan Damian dan Ainsley.
Semua diam, karena memang itulah yang terjadi. Harry mendorong tubuh ayahnya dengan kasar dan setelah itu dia jatuh terduduk di kursi.
"Mulai sekarang, kita semua harus intropeksi diri dan kau Harry, lupakan gadis itu karena dia bukan jodohmu jadi berhentilah!" ucap Aland lagi.
"Semua ini memang salahku, aku minta maaf," ucap Carl.
"Kata maaf itu bukan untuk kami Carl, tapi kata maaf itu untuk anak yang telah kau telantarkan!"
"Aku akan pergi menemuinya dan meminta maaf padanya."
"Kau memang harus melakukan itu!" ucap Aland dan setelah itu dia melangkah pergi. Selama ini mereka selalu memperlakukan anak itu dengan buruk dan lihatlah, karena sikap buruk yang mereka lakukan anak itu benar-benar tidak mengakui mereka. Dan sekarang, siapa yang terlihat menyedihkan?