Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Rencana Harry Dan Sherly



Hari itu, lagi-lagi Sherly mencuri dengar dari balik dinding. Tentu dia ingin mendengar rahasia keluarga Windstond yang luar biasa karena dia harus mencari kesempatan dari permasalahan yang keluarga itu hadapi. Dia merasa jika dia adalah korban dari keegoisan dari keluarga Windstond.


Seandainya waktu itu Harry langsung menolak perjodohan mereka maka dia akan menerimanya tapi hubungan mereka berdua? Mereka sudah tinggal berdua, tidur berdua. Jika dia tahu akan jadi seperti ini maka dia akan memilih mengandung anak Harry agar dia tidak dicampakkan dengan mudah.


Jangan salahkan dia punya niat jahat pada keluarga itu sekarang. Jika kakeknya masih hidup, sang kekak pasti akan membelanya dan tidak akan membiarkannya mengalami hal ini.


Harry dan sang kakek akan pergi menemui Damian hari ini, walau enggan dan tidak suka tapi Harry tidak punya pilihan selain mengantar kakeknya. Tentunya yang akan dia temui adalah Ainsley karena hanya gadis itu yang bisa membawanya menemui Damian.


Mereka tidak mau pergi mencari Damian di rumahnya karena mereka tahu, Jager Maxton tidak akan mengijinkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya karena mereka sudah membuat keributan di sana.


Renata terlihat tidak senang, seperti yang dia duga, si tua bangka itu akan pergi menemui anak haram suaminya. Dia sungguh takut anak haram itu akan menerima penawaran yang akan si tua bangka itu berikan. Sepertinya dia harus mencegah, dia harus mengajak putranya untuk bekerja sama.


Renata memanggil putranya, tanpa sepengetahuan Aland Windstond. Mereka masuk ke dalam kamar, dan tentunya Sherly kembali berusaha mendengar.


"Ada apa, Mom?" tanya Harry ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


"Apa kau serius untuk membawa kakekmu menemui anak haram itu?" tanya sang ibu. Matanya menatap sang putra dengan serius, dia harap putranya punya rencana.


"Ya," jawab Harry tanpa ragu.


"Kau gila, Harry! Bukankah kau akan kehilangan semuanya?" ucap ibunya.


"Mom, aku punya pertimbangan dan rencana sendiri," Jawab Harry.


"Rencana? Apa yang kau rencanakan?" tanya sang ibu dengan ekspresi ingin tahu.


Harry tersenyum, ancaman sang kakek bukanlah apa-apa baginya. Yang dia inginkan hanya satu, yaitu Ainsley Smith.


"Mom, aku tidak keberatan jika anak itu menerima tawaran kakek dan menikah dengan Sherly," ucap Harry.


Ibunya terkejut, apa Harry tidak bercanda? Bukankah dengan demikian dia akan kehilangan semuanya?


"Kenapa kau berkata seperti itu, Harry?" tanya ibunya tidak mengerti.


"Kau tahu aku sudah tidak menyukai Sherly, Mom."


Sherly tampak kesal dan marah saat mendengar ucapan Harry. Jadi dia bagaikan mainan yang sudah selesai lalu dicampakkan begitu saja dengan mudahnya?


"Tapi kau bisa pura-pura menikah dengannya, Harry. Setelah perusahaan itu berpindah atas namamu, maka kau bisa menceraikan Sherly dan mendekati gadis yang kau sukai!" ucap ibunya.


"Kenapa? Katakan pada Mommy apa alasannya?"


"Jika aku melakukan hal itu, maka Ainsley tidak akan pernah mau denganku!"


"Lalu, apa kau mau kehilangan semuanya?"


"Sudah aku katakan, aku tidak keberatan. Biarkan anak itu mendapatkannya semua yang kakek punya asalkan aku bisa mendapatkan Ainsley Smith. Semua yang kita punya saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dimiliki oleh Ainsley. Jika aku bisa mendapatkannya, sekalipun aku gelandangan maka aku tidak perlu mengkhawatirkan hidupku bahkan Mommy dan Daddy bisa pergi ke mana pun yang kalian inginkan!" ucap Harry dengan penuh percaya diri.


"Jadi kau menginginkan gadis itu karena apa yang dia miliki?"


"Sesungguhnya aku bosan dengan ancaman kakek, jika aku bisa memilih pasangan hidupku sendiri maka aku tidak akan melakukan hal ini. Apa kalian mau tahu kenapa tiba-tiba aku tidak menginginkan Sherly? Aku muak dengannya, sifat manja dan juga sikap borosnya membuat aku muak! Aku memintanya membantu di kantor tapi dia menolak dan lebih senang pergi bersama kedua temannya untuk menghabiskan uang! Aku benci dengan apa yang dia lakukan. Aku berusaha mencintainya tapi cinta itu mati karena sikapnya bahkan sampai sekarang dia tidak menyadari akan hal itu!" ucap Harry karena dia memang muak dengan Sherly.


Itu terjadi sebelum dia bertemu denganĀ  Ainsley. Kenapa dia begitu terobsesi dengan gadis itu? Sekalipun Ainsley putri orang kaya, tapi dia mau belajar dan menjadi manajer di perusahaan milik keluarganya sendiri. Dia bahkan tidak mendapat perlakuan istimewa padahal dia bisa duduk diam di rumah dan menikmati semua fasilitas yang dia miliki tanpa harus bersusah payah.


Sifat Ainsley yang berbeda jauh dengan Sherly, membuatnya menginginkan gadis itu. Sebab itu dia tidak keberatan kehilangan semua yang dia miliki saat ini karena dia tahu, setelah dia mendapatkan Ainsley, kehidupannya akan jauh lebih baik dari pada saat ini.


Sherly mengepalkan kedua tangannya, amarahnya bahkan memenuhi hati. Jadi Harry meninggalkannya hanya karena hal itu? Dia tidak akan terima, tidak. Gadis yang bernama Ainsley itu, jangan harap Harry bisa mendapatkannya.


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Tapi apa kau yakin bisa mendapatkan gadis yang bernama Ainsley itu?" tanya ibunya.


Harry diam, sial! Dia lupa jika Ainsley menjalin hubungan dengan anak haram ayahnya tapi bukan berarti dia tidak punya rencana. Sebab itu dia rela melepaskan semuanya demi mendapatkan Ainsley.


"Sebab itu sudah aku katakan padamu, Mom. Biarkan anak itu menerima tawaran kekek, dengan begitu aku bisa lepas dari Sherly lalu aku akan mendekati Ainsley dan mengambil hatinya. Gadis itu pasti tidak menerima pengkhianatan jadi tenang saja, aku sudah punya rencana untuk mendapatkannya."


"Ck, walau rencana yang kau miliki sangat meragukan tapi aku terpaksa mempercayaimu," ucap ibunya.


"Mommy tidak perlu khawatir, lagi pula anak itu belum tentu mau menerima tawaran yang akan kakek berikan!"


Renata mengangguk, dia harap anak itu tidak akan menerimanya. Suara Aland terdengar di luar sana memanggil Harry karena dia sudah siap untuk menemui anak haram putranya. Sherly pergi dengan terburu-buru, jangan sampai ada yang tahu, sedangkan Harry dan ibunya keluar dari kamar.


Aland sudah terlihat tidak sabar, dia sangat ingin bertemu dengan cucunya yang lain. Walau anak itu dilahirkan oleh seorang jal*ng tapi anak itu tetaplah cucunya, bagian dari keluarganya. Dia ingin Harry tahu, jika selain dirinya masih ada yang bisa menjadi ahli warisnya.


Mereka segera berangkat, tentu Sherly mengikuti mereka secara diam-diam. Dia akan mencari celah, apa pun itu akan dia manfaatkan. Dia juga ingin melihat anak yang mereka sebut anak Haram itu karena dia mau mengajaknya bekerja sama untuk menghancurkan keluarga Windstond.


Dia sudah tidak mengharapkan cinta Harry lagi, dia juga tidak menginginkan apa pun dari pria itu, Yang dia inginkan hanya kehancuran keluarga Windston, dengan begitu dia akan merasa puas. Siapa suruh mempermainkan dirinya? Dia tidak akan melakukan hal itu jika Harry tidak mencampakkan dirinya bagaikan sampah jadi jangan salahkan dirinya jika dia jadi jahat.


#Btw, yang baru gabung dan yang gak baca pengumuman di Abigial. Manjat ya, part 57 dan 58 sudah diperbaharui agar kisah ini nyambung dan berjalan dengan semestinya.#