Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Aku Akan Menghancurkan Kalian



Harry terlihat frustasi, itu karena dia tidak bisa bertemu dengan Ainsley akhir-akhir ini. Padahal dia sangat merindukan gadis itu tapi kabar yang dia dapat mengatakan jika Ainsley sedang pergi. Entah kenapa dia curiga jika Ainsley pergi bersama dengan Damian.


Padahal dia sudah meminta Damian untuk mundur tapi kenapa tidak pria itu lakukan? Sepertinya dia harus menemui Damian lagi dan berbicara dengannya, dia akan melakukan apa pun karena dia sangat menginginkan Ainsley. Harry mengusap wajahnya dengan kasar, tapi bagaimana caranya?


Saat itu Sherly masuk ke dalam kamarnya secara diam-diam karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Harry. Harry tidak menyadarinya karena dia sedang termenung di depan jendela. Sherly menutup pintu dengan pelan dan memandanginya.


Sherly mendekatinya dengan perlahan, sungguh dia sangat merindukan pria itu. Tanpa Harry sadari, Sherly memeluknya dari belakang dan hal itu membuat Harry terkejut.


"Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanya Harry dengan dingin.


"Aku merindukanmu, Harry," jawab Sherly, pelukannya semakin erat karena dia memang begitu merindukan pria itu.


"Jangan membual, keluar!" bentak Harry.


"Apa maksudmu membual? Kau tahu aku masih mencintaimu Harry, kau sangat tahu itu tapi kenapa kau jadi berubah?"


"Bukan aku yang berubah Sherly, tapi kau!"


"Apa maksudmu?" Sherly tampak tidak mengerti.


"Seharusnya kau intropeksi diri!" Harry melepaskan tangan Sherly yang melingkar di tubuhnya dan melangkah pergi.


"Apa maksdumu intropeksi diri? Apa kau marah hanya karena aku tidak mau membantumu di kantor dan lebih memilih bersenang-senang dengan kedua sahabatku?" teriak Sherly tidak terima karena itu yang dia dengar saat dia mencuri dengar pembicaraan Harry dan ibunya.


Harry menghentikan langkah, wajahnya berpaling dan matanya menatap Sherly dengan tatapan tajam.


"Apa kau pikir hanya itu saja?" tanya Harry.


Sherly menelan ludah, apa Harry tahu yang lain? Sampai sekarang dia masih belum begitu paham apa penyebab retaknya hubungan mereka. Dia belum mengerti kenapa Harry meninggalkannya dan lebih mengejar Ainsley.


"Kesalahan apa yang aku lakukan, Harry? Tolong katakan padaku, aku pasti akan memperbaikinya," Sherly menghampiri Harry dan memegangi kedua tangannya.


"Kau menjijikkan Sherly!" Harry menepis tangan Sherly dan hendak melangkah pergi tapi Sherly kembali memeluknya dari belakang.


"Apa yang telah aku lakukan hingga kau begitu membenci aku?"


Harry menghela napas, apa Sherly mengira dia orang bodoh yang bisa ditipu begitu saja? Harry kembali memutar langkah, kini kerah baju Sherly sudah berada di genggaman tangannya.


"Dengar, bi*t*ch! Apa kau kira aku orang buta yang tidak bisa melihat? Apa kau pikir aku orang bodoh yang tidak tahu apa yang tunanganku lakukan di luar sana?" Mata Harry menatapnya dengan tajam dan penuh kebencian.


"Ha-Harry, aku benar-benar tidak tahu apa yang telah aku lakukan!" Sherly berusaha menahan tangan Harry yang mencengkeram kerah bajunya dengan  kuat.


"Tidak tahu? Aku tidak mengatakan apa pun pada keluargaku karena aku tidak mau mempermalukan dirimu tapi kau tidak juga menyadari kesalahanmu dan mempersulit aku! Seharusnya kau pergi saat aku memutuskan hubungan kita tapi kau, selalu mengganggu sampai membuat aku muak!"


Sherly menelan ludah, jangan katakan Harry tahu apa yang dia lakukan saat dia sedang berpesta dengan kedua sahabatnya.


"Aku bersabar denganmu, aku berusaha tidak marah tapi kelakukanmu di luar sana membuat aku murka! Apa kau pikir aku tidak tahu dengan siapa kau tidur saat kau mabuk? Apa kau pikir aku tidak tahu jika kau tidur dengan seorang pria saat kau sedang mengadakan pesta liar bersama dengan kedua sahabatmu itu?"


Wajah Sherly tampak pucat, jadi Harry tahu apa yang telah dia lakukan?


"Aku tidak sengaja waktu itu Harry, aku sedang mabuk jadi aku tidak sadar apa yang telah aku lakukan!" Sherly mencoba membela diri.


"Hng, mabuk?" Harry tersenyum sinis.


"Kau mabuk tapi kau membuka kedua kakimu dengan mudah. Seharusnya kau tahu kenapa aku mengakhiri hubungan kita. Memang aku menyukai Ainsley sehingga aku berpaling darimu tapi kelakuan buruk yang kau lakukan, itu pemicu paling besar berakhirnya hubungan kita."


"Harry, aku tidak sengaja melakukan hal itu. Aku bahkan tidak mengenal pria itu karena aku mencintaimu Harry, hanya kau yang aku cintai."


"Cinta?" Harry mendorong Sherly dengan keras dan kembali berpaling. Dia sungguh muak melihat wajah wanita itu.


"Tidak Harry, aku benar-benar minta maaf," pinta Sherly, air matanya mengalir karena dia tidak mau Harry mengusirnya keluar.


"Pergi kataku, hubungan kita sudah selesai lama jadi tidak ada alasan lagi kau berada di sini!" teriak Harry kesal.


"Tidak Harry, aku ingin bersama denganmu," Sherly menghampiri Harry dan memegangi tangannya tapi sayangnya Harry menepis tangan Sherly dengan keras.


"Pergi Sherly, jangan sampai aku menarikmu keluar!"


"Aku tidak mau!" teriak Sherly.


"Baik, jika itu kemauanmu!"


Harry meraih tangan Sherly dan menariknya keluar dari kamar, teriakan Sherly terdengar sehingga menarik perhatian keluarganya. Ibunya sangat heran saat melihat Sherly ditarik paksa menuju pintu, sedangkan sang kakek marah luar biasa.


"Apa yang kau lakukan, Harry?!" teriak Aland lantang.


"Sudah saatnya kita mengusir jal*ng ini keluar!"


"kakek, tolong. Aku tidak mau pergi dari sini!" teriak Sherly.


"Harry, apa yang kau lakukan?" Renata mendekati putranya untuk menenangkannya.


"Sudah aku katakan, sudah saatnya si ja*ang ini keluar dari rumah kita!"


"Tutup mulutmu, Harry!" teriak kakeknya.


"Jangan lakukan ini Harry, please," pinta Sherly.


"Pergilah Shery, aku muak denganmu. Apa kau ingin aku mengatakan aib yang telah kau lakukan pada mereka?"


"Tidak, Jangan!"


"Aib apa maksudmu, Harry?" tanya ibunya ingin tahu.


"Tidak Aunty, tidak ada apa-apa," ucap Sherly dengan cepat.


"Harry, cepat katakan!" pinta Renata karena dia ingin tahu.


Harry menghela napas, biarlah semua tahu. Mungkin dengan begini kakeknya tidak akan mendesaknya lagi untuk menikah dengan Sherly. Lagi pula dia sudah cukup bersabar dengan wanita itu dan sekarang, kesabarannya sudah habis.


"Seharusnya kalian melihat kelakukan yang dia lakukan, terutama kau, Kakek! Aku tidak ingin menjalin hubungan lagi dengannya karena dia telah tidur dengan seseorang saat dia mabuk!"


"Apa?" ayah dan ibunya terkejut, begitu juga dengan sang kakek. Sherly menggigit bibir, jadi semua kesalahan dilemparkan padanya sekarang?


"Sherly, ternyata kau hanya seorang ja*ang!" teriak Renata.


"Jaga ucapanmu, Aunty. Aku melakukan hal itu tanpa sengaja, apa kalian tidak tahu kenapa aku berbuat seperti itu? Harry tidak pernah mempedulikan aku, dia mengabaikan aku. Aku butuh kasih sayang tapi dia lebih suka mengejar gadis itu. Aku berpesta dengan sahabatku untuk mengisi hatiku yang kosong jadi aku melakukan hal itu tanpa sengaja. Kenapa kalian selalu menyalahkan aku? Seharusnya kau tanyakan pada suamimu, kenapa dia bisa berselingkuh?!"


"Diam kau!" Renata menghampiri Sherly dan memukul wajahnya dengan keras.


Sherly terkejut, matanya menatap sang kakek tapi pria tua itu berlalu pergi karena dia kecewa. Entah mana yang benar dan entah apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka tapi Sherly begitu mengecewakan dirinya.


"Baik, aku akan pergi!" ucap Sherly dengan kebencian memenuhi hati.


"Tapi aku akan kembali untuk menghancurkan kalian semua dan kau Harry, jangan harap kau bisa mendapatkan Ainsley Smith karena aku tidak akan tinggal diam!" Setelah berkata demikian, Sherly pergi, keluar dari rumah itu. Dia bersumpah akan menghancurkan mereka, apa pun caranya akan dia lakukan dan mereka semua harus mati satu persatu.


Harry diam, dia bahkan tidak mau melihat kepergian Sherly tapi karena hal ini, mereka akan terlibat masalah nantinya dan yang pasti, Damian akan terlibat sehingga Carl akan menyesal karena telah menyia-nyiakan dirinya.