
Anak buah Akira menyebar, terus mencari target yang belum juga mereka temukan. Mereka mencari target mereka secara diam-diam, mereka tidak bisa bertanya pada sembarang orang karena mereka tidak mau ada yang tahu apa yang sedang mereka lakukan.
Sudah beberapa hari, mereka tidak tahu keberadaan gadis yang mereka cari. Itu karena semua informasi tentang Ainsley sudah ditutup oleh Michael. Informasi yang mereka dapat waktu itu karena mereka menyelidiki Damian. Sepertinya tidak ada cara lain selain mencari keberadaan Damian dan mengikutinya.
Walau risiko ketahuan sangat besar, tapi mereka tidak bisa membuang waktu lebih lama lagi. Lagi pula setelah menangkap target, mereka akan membawa target ke Jepang. Entah apa yang akan dilakukan oleh bos mereka tapi saat itu Akira dan Katsuo, sudah tidak sabar menunggu.
Akira sedang menghubungi salah satu anak buahnya saat itu. Dia sangat ingin tahu kenapa mereka belum juga menemukan target padahal mereka hanya seorang wanita saja.
Ponsel salah satu anak buahnya berbunyi, tentunya segera dijawab dengan cepat apalagi itu dari bosnya.
"Kenapa kalian begitu lama hanya menangkap satu wanita saja?" Teriak Akira marah.
"Maaf, Bos. Kami tidak bisa menemukan informasi apa pun tentang dirinya," jawab sang anak buah.
"Tidak mungkin! Apa kau pikir dia anak pejabat!" teriak Akira lagi.
"Maaf Bos, kami benar-benar tidak menemukan apa pun. Sepertinya kami harus mengikuti Damian Maxton, mungkin dengan demikian kami bisa menemukan keberadaan wanita ini."
Akira terlihat berpikir, matanya menatap ke arah Katsuo. Jika anak buahnya ketahuan, maka mereka tidak bisa mendapatkan wanita itu dan mereka juga tidak bisa mendapatkan Mayumi apalagi sebuah informasi mengenai Damian sudah berada di atas meja.
"Tunggu perintah dariku, aku akan menghubungi kalian lagi!" ucap Akira.
Pembicaraan berakhir, Akira kembali mendekati katsuo dan duduk di dekatnya. Sepertinya mereka harus mengubah strategi apalagi mereka tidak boleh meremehkan lawan.
"Apa mereka tidak menemukannya?" tanya Katsuo, informasi tentang Damian sudah berada di tangan.
"Mereka bilang tidak bisa menemukan informasi apa pun tentang gadis itu. Apa sebaiknya aku memerintahkan mereka untuk mengikuti Damian?"
"Jangan gegabah," ucap katsuo.
"Kenapa?" Akira menatapnya heran.
"Organisasi Black King, aku pernah mendengar organisasi ini," jawab Katsuo seraya melihat informasi tentang Damian.
"Ck, jadi apa kau punya rencana, Katsuo?" tanya Akira seraya memainkan jari di dagu.
"Apa benar kau menginginkan gadis itu, Akira?"
"Hng, dia harus menjadi pengganti Mayumi, bukan?"
"Bagaimana jika begini saja," ucap katsuo, sedangkan Akira melihatnya dengan serius.
"Cari seseorang yang mengenal mereka lalu kita pancing Mayumi. Kekasihnya masih ada bersama dengan kita, bukan?"
Akira mengangguk, sepertinya dia mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Katsuo.
"Kita pancing Mayumi keluar, dia pasti tidak akan menolak apalagi kita menggunakan umpan dan setelah itu kita bisa?" mereka berdua saling pandang.
"Kau yakin?" tanya Akira memastikan.
"Tentu, kita bisa mendapatkan Mayumi dan juga gadis itu. Kita bisa bermain dengan mereka sampai puas, itu ganjaran yang harus Mayumi dapatkan dan juga Damian. Salahkan dirinya yang membantu Mayumi melarikan diri, dia tidak perlu jadi musuh jika dia tidak melawan kita dan sekarang, kekasihnya yang cantik harus jadi milik kita!"
Senyum katsuo menghiasi wajah, begitu juga dengan Akira. Sepertinya ini rencana yang sempurna dan sepertinya mereka harus segera bergegas.
"Baiklah, aku ingin seseorang memindahkan kekasih Mayumi dan kita bawa saat tengah malam. Ingat, bawa di dalam sebuah peti dan samarkan dengan beberapa senjata seludupan agar tidak ada yang tahu!" ucap Akira.
Setelah berkata demikian, Akira kembali menghubungi anak buahnya yang ada di California untuk memberikan perintah.
Ponsel mereka kembali berbunyi, para anak buahnya berada di sebuah bar saat itu. Mereka tidak tahu jika seorang wanita duduk di dekat mereka dan mencuri dengar apa yang sedang mereka bicarakan secara diam-diam, siapa lagi jika bukan Sherly.
Dia bahkan sudah mengikuti mereka secara diam-diam selama beberapa hari untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan. Dari apa yang dia dengar Shely menyimpulkan jika mereka menginginkan Ainsley tapi entah untuk apa.
"Apa perintahmu, bos?" tanya anak buah Akira.
"Cari seseorang yang mengenal mereka dan pancing Mayumi keluar!" perintah Akira.
"Mayumi?" Saat anak buah Akira menyebut nama Mayumi, mata Sherly melotot. Apa mereka mencari gadis jepang yang sedang bersama dengan Damian?
Otaknya mulai bekerja, memang saat itu ada tiga foto yang dia lihat. Foto Damian, Ainsley dan yang satu lagi foto Mayumi. Sherly diam saja, memikirkan tujuan orang-orang itu. Mayumi dari Jepang dan orang-orang itu juga dari jepang. Apa wanita itu melarikan diri dari kejaran orang-orang itu?
Matanya menatap mereka, telinganya dipasang dengan tajam untuk mendengar percakapan mereka. Walau dalam bahasa Jepang, tapi dia bisa mendengar saat mereka menyebut nama Damian Maxton. Tidak salah lagi, dia yakin seratus persen jika mereka mencari keberadaan Mayumi.
Sherly terus berpikir, menggunakan otak liciknya. Entah kenapa dia merasa bisa memanfaatkan situasi ini. Sepertinya dia harus berbicara dengan mereka, lagi pula itu di tempat ramai. Dia yakin orang-orang itu tidak berani menyakitinya.
Akira masih memberi perintah pada anak buahnya, memancing Mayumi keluar memang menjadi pilihan apalagi mereka punya umpan. Tinggal mencari seseorang yang bisa mereka manfaatkan maka semua rencana bisa berjalan dengan mulus dan memang orang itu akan menawarkan diri dengan senang hati apalagi sepertinya mereka memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda.
"Baik, akan segera kami lakukan!" ucap anak buah Akira, sebelum pembicaraan itu berakhir.
Ponsel dimatikan, mereka belum beranjak karena minuman mereka belum habis. Sherly merasa ini kesempatannya jadi dia mendekati mereka tanpa ragu.
"Tuan-Tuan, maaf jika aku mengganggu," ucap Sherly sambil tersenyum.
"Kau lagi? Apa maumu?!" tanya anak buah Akira dalam bahasa Jepang dan tentunya Sherly tidak mengerti.
"Mayumi? Aku tahu dia ada di mana!"
Begitu mendengar nama Mayumi, mereka saling pandang. Senyum Sherly semakin lebar, dugaannya benar-benar tepat. Mereka mencari keberadaan wanita Jepang itu.
"Katakan di mana dia?" salah satu anak buah Akira mendekati Sherly dan sudah siap mengeluarkan pistol.
"English, please!" pinta Sherly.
Anak buah Akira kembali saling pandang, sepertinya mereka harus mengatakan pada bos mereka tentang masalah ini. Minuman segera di teguk sampai habis dan setelah itu mereka bangkit berdiri.
"You, follow me!" perintah salah satu anak buah Akira pada Sherly.
Sherly tersenyum, mengikuti mereka? Tidak masalah karena dia yakin mereka pasti penasaran dan ingin tahu apa tujuannya. Mereka sama-sama memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda, sepertinya mereka cocok berada di kapal yang sama.
Salah satu dari mereka menghubungi Akira dan mengatakan seorang wanita mengetahui keberadaan Mayumi. Tentu itu kabar baik untuk Akira, dia bahkan meminta anak buahnya memperlakukan wanita itu dengan baik sampai dia dan katsuo tiba di California.
Sepertinya rencana mereka akan berjalan dengan lancar. Mayumi dan juga gadis itu, pasti akan mereka dapatkan. Siapa suruh Mayumi menolaknya dan mempermalukan dirinya? Siapa suruh Damian Maxton membantu Mayumi dan menyembunyikannya? Sekarang kekasihnya yang cantik, harus menjadi milik mereka dan Mayumi, dia juga harus membayar perbuatannya.