Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Aku Menginginkan Gadis Itu



Waktu sudah menujukkan tengah malam. Sebagian orang sudah terlelap dalam tidur mereka tapi sebagian lagi tidak karena kota itu tidak pernah mati dan di malam itu, dua kapal besar berlabuh di pelabuhan setelah mendapat ijin.


Kapal itu baru tiba dari Jepang, dan tentunya kapal itu berisi para musuh yang siap menangkap target mereka. Akira dan katsuo berdiri di atas dek kapal, melihat kota itu. Mereka tidak akan lama karena setelah mendapatkan apa yang mereka mau, mereka akan kembali berlayar untuk kembali ke Jepang.


Tapi sebelum itu, mereka harus menyusun strategi. Anak buah mereka yang mencari keberadaan target sebelumnya naik ke atas kapal untuk memberi laporan kepada mereka berdua. Mereka juga harus mempertemukan bos mereka dengan wanita yang akan memberi mereka informasi nantinya.


"Bagaimana, Akira? Apa kau akan melepaskan pria itu untuk membawa Mayumi?" tanya Katsuo. Dia ingin tahu apa yang ingin dilakukan sahabatnya sebelum mereka menyusun rencana lebih jauh.


"Tidak!" jawab Akira singkat.


"Kenapa? Bukankah pria itu umpan yang bisa membawa Mayumi dengan mudah? Dia tidak akan berani melarikan diri selama keluarganya ada di tangan kita!"


Akira menyeringai lebar, tidak saja menginginkan Mayumi, tapi dia juga menginginkan yang lain. Sebab itu dia tidak bisa langsung melepaskan umpan untuk memancing Mayumi karena jika dia melakukan hal itu, dia tidak akan mendapatkan target lain.


"Aku juga menginginkan gadis itu, Katsuo. Sudah aku katakan, pria bernama Damian itu harus membayar karena dia sudah berani menyembunyikan Mayumi!"


"Tapi kita tidak tahu siapa gadis itu, Akira!"


"Apa kau takut?" tanya Akira seraya memandanginya.


"Tentu tidak! Tapi ada baiknya kita waspada karena kita sudah memerintahkan orang untuk mencari tahu siapa gadis itu tapi mereka tidak bisa menemukannya. Jangan sampai kita salah menantang orang tanpa tahu siapa orang itu."


"Bodoh, aku menebak gadis itu anak pejabat. Tidak perlu khawatir karena ada informan yang akan memberi kita petunjuk! Kita harus menunjukkan pada pria bernama Damian Maxton itu, jangan mencari perkara dengan kita. Dia hanya punya organisasi kecil, sedangkan kita berdua. Kita bisa menghancurkan organisasi Black King dengan mudah tanpa mengalami kesulitan apa pun!" ucap Akira dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, setelah kita bertemu informan itu, kita harus langsung menyusun rencana!" ucap Katsuo.


Hanya menangkap dua wanita itu bukan masalah sulit apalagi wanita yang mereka inginkan hanya wanita lemah. Akira menepuk bahu Katsuo dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan. Dia juga memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan kekasih Mayumi karena dia adalah umpan berharga mereka.


Sesuai perintah, pria itu sudah duduk di sebuah kursi. Tentu dalam keadaan terikat rantai agar dia tidak bisa melawan dan tidak bisa melarikan diri. Keadaannya kacau, terdapat luka disekujur tubuhnya. Wajahnya tampak membengkak akibat pukulan yang dia dapatkan setiap hari, antara hidup dan mati itu yang dia rasakan.


Akira menghampiri pria itu dan berdiri di hadapannya. Seringai menghiasi wajah, rasanya sudah tidak sabar menangkap Mayumi lalu menyiksanya di hadapan pria itu. Pasti menyenangkan melihat ekspresi wajah mereka berdua nanti.


"Bagaimana dengan perjalanannya, Ken? Kau menikmatinya, bukan?" tanya Akira.


"Apa maumu dan kenapa kau membawa aku ke sini?"


"Tentu saja untuk menangkap Mayumi dan mempertemukan kalian berdua!"


"Jangan ganggu dia, sebaiknya bunuh aku!" teriak Ken lantang.


"Ha ... Ha ... Ha ... Ha!" Akira tertawa terbahak-bahak, membunuhnya?


"Kau pasti akan aku bunuh tapi nanti!" ucapnya sambil menatap pria itu dengan tajam.


"Bunuh sekarang dan lepaskan Mayumi!" pinta Ken lagi.


"Kau tahu?" Akira menarik sebuah pisau yang ada di pinggang lalu benda tajam itu sudah berada di bawah dagu Ken.


"Karena menjalin hubungan denganmu, Mayumi menolak menikah denganku dan mempermalukan aku dihadapan banyak orang. Setelah menangkapnya, tidak hanya akan membunuhmu tapi aku juga ingin kau menyaksikan hal menarik sebelum kau mati!"


"A-Apa yang ingin kau lakukan?" Ken menelan ludah, dia rasa pria itu akan melakukan hal gila.


Akira melangkah mundur, dengan seringai di wajah. Dia tampak berpikir dan setelah itu dia kembali menatap Ken. Akira mendekati Ken kembali dan meletakkan pisau di pelipis pria itu.


"Apa yang kau inginkan, bicara yang jelas!" teriak kekasih Mayumi lantang.


"Tentu saja, dia akan di gilir oleh anak semua buahku di depan matamu."


"Dasar kau gila! Bukankah kau menginginkan dirinya?"


"Tidak lagi karena seorang gadis akan menggantikan dirinya!"


"Kau pria gila, Akira!" teriak Ken lagi.


Akira kembali tertawa, begitu juga dengan yang lain. Ken menunduk dan menyesal, seharusnya dia tidak kembali ke Jepang. Dia harap Mayumi tidak melakukan tindakan bodoh dan dia harap Damian bisa membantu Mayumi. Rasanya ingin keluar dari tempat itu dan memperingati Mayumi tapi dia tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa pun.


Pada saat itu, orang-orang yang Akira tugaskan untuk mencari keberadaan Mayumi masuk ke dalam ruangan. Akira meletakkan pisaunya dan menghampiri mereka begitu juga dengan Katsuo.


"Bagaimana? Mana informan itu?" tanya Akira.


"Dia bilang akan menemuimu besok," jawab anak buahnya.


"Kenapa tidak malam ini saja?" Akira sudah terlihat tidak sabar.


"Banyak yang ingin dia bicarakan jadi dia bilang akan menemui anda besok."


"Apa yang ingin dia bicarakan?"


"Entahlah, tapi dia bilang ingin menjalin kerja sama denganmu jika kau ingin mendapat informasi darinya."


"Kerja sama seperti apa?" tanya Akira.


Salah satu anak buah mendekatinya, dan setelah itu membisikkan sesuatu padanya. Akira terlihat serius mendengarkan dan setelah itu dia memandangi anak buahnya dengan serius.


"Untuk apa dia meminta hal ini?" tanyanya ingin tahu.


"Dia bilang akan membahasnya besok. Dia juga berkata, jika dia punya tujuan yang tidak jauh berbeda denganmu itu sebabnya dia ingin mengajakmu bekerja sama," jawab sang anak buah.


"Hng, aku jadi penasaran apa yang dia inginkan!" ucap Akira sinis. Tanpa bekerja sama dengan informan itu pun, dia bisa menghabisi semuanya.


Tapi dia akan lihat, apa yang akan informan itu bicarakan. Jika informasi yang dia berikan menguntungkan maka dia tidak keberatan. Bagaimana pun dia membutuhkan orang yang bisa dimanfaatkan dan orang yang tahu kota itu dengan baik.


"Baiklah, aku akan menunggunya besok!" ucap Akira seraya melangkah pergi.


"Apa kau yakin?" tanya Katsuo.


"Kita lihat besok, jika menguntungkan untuk kita maka tidak ada salahnya tapi jika penawarannya tidak menarik sama sekali, maka tinggal kita bunuh dan buang mayatnya ke laut! Lagi pula kita memang butuh seseorang yang bisa kita gunakan untuk memancing Mayumi," jawab Akira.


"Baiklah, yang kau ucapkan sangat benar. Kita memang butuh seseorang untuk memancing Mayumi tanpa dicurigai!"


Siapa pun yang akan mengajak mereka bekerja sama nanti, selama menguntungkan maka dia tidak akan keberatan apalagi tidak Mayumi saja yang dia inginkan, tapi dia juga menginginkan gadis yang satunya lagi.


Mereka berdua melangkah pergi untuk beristirahat, sedangkan Ken kembali berteriak karena lagi-lagi wajahnya di pukul dan setelah itu mulutnya ditutupi agar tidak berisik sehingga ada yang curiga nanti. Malam ini mereka akan menginap di kapal dan tentunya mereka akan bertemu informan di sana dan menyusun rencana di tempat itu juga.


Yuhu Guys, mulai hari ini up 2 episode seperti biasa, Kekasih Bayaran yang di fizzo juga akan up 2 episode. Di tunggu all, lope sekandang singa Smith, buaya mulu kan kasian yang lain 😂