
Dokter yang menunggu bersiap-siap saat helikopter sudah terlihat. Mereka harus bergerak cepat untuk menangani empat pasien yang sedang mengalami kondisi kritis. Ruang gawat darurat bahkan sudah siap, mereka mendapat perintah untuk menangani empat pasien yang sudah hampir kehabisan darah.
Keempat pasien sudah tidak sadarkan diri, mereka tidak tahu apa-apa lagi. Waktu mereka bahkan sudah tidak banyak, sebab itu para dokter bergerak cepat jika tidak mereka tidak akan bisa menyelamatkan keempat pasien itu.
Ainsely dan Damian meninggalkan Harry dan keluarganya di rumah sakit. Mereka memilih kembali karena keluarga mereka sudah menunggu. Ainsley bahkan belum kembali sejak dia pergi, baju yang dia kenalan saat ini adalah baju yang dipakai oleh Marline.
Mereka bertukar pakaian setelah mengantar Mayumi dan Ken. Marline menggunakan gaun pestanya, sedangkan Ainsley menggunakan baju kakak iparnya. Kate menunggu putrinya dalam keadaan cemas. Dia bahkan tidak tidur sejak putrinya menghilang.
Walau dia tahu putrinya akan baik-baik saja, tapi sebagai seorang ibu dia sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya yang pertama kali diculik. Ya, mereka tidak menyalahkan Damian karena permasalahan itu walau sahabat Damian yang melakukannya.
Mereka juga tahu, Damian tidak menginginkan hal itu terjadi tapi ada satu orang yang terlihat tidak terima. Siapa lagi jika bukan Jager Maxton?
Ternyata kecurigaan putrinya mengenai Mayumi sangatlah benar. Gadis itu benar-benar mengecewakan dirinya. Apa pun alasan yang Mayumi punya, tidak seharusnya Mayumi membawa Ainsley pergi. Sesungguhnya dia malu pada keluarga Ainsley, tapi beruntungnya mereka tidak meributkan hal itu dan tidak menyalahkan Damian.
Suara helikopter terdengar, Kate dan Alice menuju pintu dengan terburu-buru. Yang lain sudah kembali dan beristirahat, mereka mendapat kabar jika Ainsley dan Damian pergi untuk menyelamatkan keluarga Damian.
Jager sangat ingin tahu, kenapa keluarga Windstond jadi ikut terlibat? Dia akan menanyakan hal itu pada putranya nanti.
Ainsley turun dari helikopter, dibantu oleh Damian. Mereka melangkah mendekati keluarga mereka sambil bergandengan tangan dan tampak begitu senang.
"Mommy," Ainsley berteriak sambil melambaikan tangan. Sepertinya Kate terlalu khawatir, putrinya bahkan tidak terlihat lelah sedikitpun.
"Bagaimana keadaanmu, Sayang?" Kate melihat putrinya dengan teliti.
"Aku baik-baik saja, Mom."
"Apa aku bersenang-senang, Ainsley?" tanya Alice pula.
"Sangat," jawab Ainsley sambil tersenyum lebar.
"Sepertinya kita harus merayakannya," ucap Jacob.
"Apa Daddy ingin menari perut lagi?" tanya Albert.
"Apa? Tidak! Pinggangku sakit, apa kau tidak tahu?!" protes Jacob.
"Sudah, ayo masuk ke dalam," ajak Alice.
Ainsley mengikuti keluarganya, sedangkan Damian berbicara dengan ayahnya karena Jager ingin tahu kenapa keluarga Winstond bisa ikut terlibat.
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Jager ingin tahu.
"Mereka sedang kritis di rumah sakit."
"Kenapa mereka jadi ikut terlibat?"
"Seseorang yang sakit hati memanfaatkan situasi ini dan menghasut Mayumi, Dad. Dia bekerja sama dengan Akira untuk membalas dendam pada mereka."
"Hng, aku harap kejadian ini bisa membungkam sifat sombong mereka!" ucap Jager Maxton.
"Dad, tidak boleh begitu."
"Kenapa? Selama ini mereka selalu menghina dirimu dan begitu sombong seolah-olah mereka begitu hebat. Mereka takut kau mengambil milik mereka yang tidak seberapa itu. Entah kenapa aku berharap seseorang merobek mulut salah satu dari mereka sebagai pelajaran untuk mereka agar tidak menghina orang sembarangan!"
"Daddy terdengar lebih menakutkan dari pada pelakunya," ucap Damian.
"Tentu saja! Mereka memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Jika setelah ini aku masih mendengar mereka menghinamu lagi, maka aku akan memerintahkan seseorang menculik mereka dan melemparkan mereka ke dalam kolam buaya!"
Mereka masuk ke dalam, bergabung dengan yang lainnya. Tidak ada satu pun dari mereka menanyakan pada Damian kenapa sahabatnya melakukan hal itu karena mereka sudah tahu dari Ainsley. Ainsley tidak mau Damian merasa bersalah kepada keluarganya, sebab itu dia meminta mereka untuk tidak mengungkit hal itu di hadapan Damian.
Ainsley mengajak suaminya untuk beristirahat karena mereka sudah lelah, mereka mandi dengan cepat dan setelah itu mereka berbaring berdua di atas ranjang.
"Bagaimana jika nanti malam kita pergi makan malam?" tanya Damian sambil mengusap wajah istrinya dengan lembut.
"Boleh, aku ingin kita makan malam di pinggir pantai."
"Kau akan mendapatkannya, Sayang. Kemarilah!"
Ainsley beringsut, mendekati suaminya dan masuk ke dalam pelukannya.
"Sebaiknya kita segera beristirahat," ucap Damian seraya memberikan sebuah ciuman di dahi.
"Ya, aku juga sudah lelah," jawab Ainsley sambil memejamkan mata.
"Terima kasih kau selalu bersama denganku," Damian kembali mencium dahinya.
Ainsley tersenyum dan setelah itu dia berkata, "I love you, Dam-Dam."
Damian juga tersenyum, dia benar-benar beruntung. Walau dia anak yang tidak diinginkan oleh ayahnya tapi dia beruntung menjadi putra Jager Maxyon yang begitu menyayanginya dan dia juga beruntung bisa menikah dengan Ainsley.
"I love you too," ucap Damian.
Kecupan ringan di bibir Ainsley dapatkan, mereka berdua saling pandang dengan senyum di wajah dan setelah itu mereka berciuman dengan mesra. Suara kecapan lidah mereka terdengar, tangan Damian sedang meraba punggung istrinya.
Ciuman mereka semakin dalam, rasanya sangat ingin menerkam istrinya saat ini tapi dia tau, mereka butuh istirahat. Bibir mereka terlepas, mereka berdua tampak terengah dan mereka berdua terlihat tersenyum.
"Sebaiknya kita segera beristirahat dan melanjutkan hal ini nanti malam."
Ainsley mengangguk dan memeluk suaminya. Damian memberikan ciuman di dahi sebelum mereka tidur. Tidak berapa lama, mereka sudah terlelap karena mereka benar-benar lelah melewati malam pernikahan mereka yang tidak biasa.
Di tempat lain, Sherly di bawa ke Markas oleh James setelah anak buah Damian menyerahkan wanita itu padanya sesuai dengan perintah.
Sherly tersadar ketika mobil yang membawanya ke markas berhenti. Tidak hanya itu, tubuh anak buah Akira dan penjahat jalanan yang sudah mati juga dibawa untuk dijadikan makanan para binatang. Itu cara paling ampuh untuk menghilangkan jejak.
Tangan Sherly di ikat ke belakang, kakinya juga terikat. Mulutnya ditutupi dengan lakban, Sherly tampak ketakutan. Dia berusaha melepaskan ikatan tangannya tapi sulit. Tangannya bahkan terasa sakit akibat tembakan yang dia dapatkan.
Saat itu dia berada di dalam kap mobil, dia tidak bisa melihat apa pun dan hanya mendengar beberapa orang berbicara di luar sana. Entah kenapa tiba-tiba dia menjadi takut, siapa sebenarnya orang-orang yang ada di luar sana?
Pintu kap terbuka, Sherly terkejut saat tubuhnya ditarik keluar dari dalam mobil lalu tubuhnya dihempaskan ke bawah dengan kasar. Dia sangat ingin memaki tapi dia tidak bisa, dia hanya bisa mengumpat dalam hati. Dua orang pria melihatnya dan menggeleng.
Sherly benar-benar tidak mengerti apalagi ketika mereka berkata, "Welcome to the jungle!" Rasanya ingin memaki dan meminta mereka melepaskan dirinya tapi sayangnya, kedua orang itu menggotong tubuh Sherly dan membawanya menuju sebuah bangunan.
Sherly berusaha memberontak, dia dibawa melewati tumpukan mayat yang baru saja dikeluarkan dari sebuah mobil pick up. Mata Sherly melotot, karena mayat-mayat itu adalah anak buah Akira dan juga penjahat jalanan yang dia bayar. Apa yang hendak orang-orang itu lakukan pada mayat-mayat itu?
"Hmmm!" Sherly kembali memberontak. Sial, dia punya firasat buruk!
Tidak ada yang mempedulikan dirinya, dia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan. Rasa takut semakin menyelimuti hati ketika melihat ruangan yang mengerikan. kedua orang yang membawanya melempar tubuh Sherly dengan kasar, hal itu kembali membuat Sherly memaki dalam hati.
Kedua orang itu melangkah pergi meninggalkan Sherly, wanita itu berusaha memanggil tapi sia-sia. Matanya kembali melihat sana sini dengan napas memburu. Dia terkejut ketika melihat Akira dan Katsuo berada tidak jauh darinya dalam keadaan sedang tidak sadarkan diri.
Apa yang sebenarnya terjadi dan di mana mereka saat ini?
Para buaya di kolam pun bersorak, yeay, makanan mereka sudah tiba!