Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Tidak Perlu Khawatir



Mengandung adegan dewasa, harap bijak dalam membaca.


Mereka berdua sudah berada di dalam kamar. Damian menurunkan Ainsley dengan perlahan tanpa melepaskan bibir Ainsley. Tangan Ainsley sudah melingkar di leher Damian, dia tidak mau memikirkan apa pun karena dia tidak mau mengacaukan kebersamaan mereka.


Lagi pula dia tidak keberatan menjadi milik Damian, dia tahu Damian pria yang bertanggung jawab jadi dia tidak akan keberatan menyerahkan dirinya pada pria itu.


Damian memeluknya dengan erat, hingga tubuh mereka tidak memiliki jarak. Napas mereka berdua memburu, sedangkan ciuman mereka semakin dalam. Damian mengusap punggung Ainsley dengan lembut dan dengan perlahan, tangannya menyelinap masuk ke dalam baju yang Ainsley pakai.


Ciuman mereka terlepas, Ainsley tampak memejamkan mata saat Damian mencium pipinya lalu bibirnya turun ke bawah dan memberikan kecupan di leher.


"Dam-Dam, apa ini tidak terlalu cepat?" tanya Ainsley.


Damian berhenti menciumnya, tangan yang ada di dalam baju Ainsley dikeluarkan. Damian memandangi Ainsley dengan lekat dan mengusap wajahnya dengan lembut.


"Apa kau keberatan, Ainsley?"


"Bukan begitu," Ainsley tersenyum, dia tidak mau Damian salah paham.


"Apa kau tidak mau menjadi milikku?" tanya Damian lagi.


"Tentu aku mau Dam-Dam, tapi apa ini tidak terlalu cepat untuk kita berdua?"


"Aku rasa tidak! Aku menginginkan dirimu, Ainsley. Aku ingin menjadikan dirimu sebagai milikku agar tidak ada yang mengambil kau dari sisiku. Hanya kau yang aku inginkan dan kau hanya boleh jadi milikku saja oleh sebab itu, maukah kau menjadi milikku?"


Ainsley tersenyum, sepertinya tidak ada alasan untuk menunda dan menolak.


"Tapi ini yang pertama untukku," ucap Ainsley.


"Aku juga, ini yang pertama. Apa kita perlu melihat tutorialnya dan belajar bersama?"


"Tidak mau, dasar menyebalkan!" Ainsley memukul dada Damian dengan pelan dengan wajah memerah.


"Jadi?"


Mereka saling pandang tapi tidak lama kemudian mereka kembali berciuman sambil melangkah mendekati ranjang. Tangan mereka berdua sudah sibuk, saling melepaskan pakaian satu sama lain.


Bibir mereka terlepas, baju Ainsley dilepaskan dan dilemparkan begitu saja. Damian memandangi tubuhnya tanpa berkedip dan setelah itu, bra yang Ainsley pakai berakhir di atas lantai. Baju kaos yang Damian pakai juga sudah terlepas, berakhir di atas lantai dan mereka berdua sudah bertelanjang dada saat ini.


Damian terlihat gugup, sial! Jika dia tahu akan gugup seperti ini maka dia akan menonton tutorialnya terlebih dahulu tapi itu memalukan, jangan sampai ayahnya tahu lalu menertawakan dirinya.


"Dam?"


"Sttss," Damian mencium bibir Ainsley kembali dan menggendongnya.


Dengan perlahan, Damian membaringkan Ainsley di atas ranjang. Bibirnya tidak henti memberikan ciuman di wajah Ainsley, dia tidak akan pernah bosan mencium gadis itu.


"Bukankah kita mau berendam?" tanya Aisnley. Jujur dia sangat gugup.


"Setelah ini," jawab Damian. Bibirnya terus bergerak turun, menyelusuri tubuh Ainsley.


Gadis itu menggigit bibir bahkan desahannya terdengar karena Damian sedang menikmati tubuhnya. Bibir Damian memberikan sensasi nikmat begitu juga dengan jarinya. Mereka berdua sudah tenggelam dalam lautan api gairah. Des*han Ainsley terus terdengar apalagi bibir Damian terus ke bawah bahkan tanpa Ainsley sadari dia sudah tidak memakai apa pun lagi.


Damian menikmati tubuhnya tanpa ada yang dia lewatkan bahkan dia sibuk di bawah sana, sedangkan Ainsley sibuk meremas rambutnya. Hng, ternyata tidak perlu tutorial.


Di balik napas Ainsley dan erangannya, tak hentinya dia memanggil nama Damian. Sensasi yang dia rasakan saat ini, pertama kali dia rasakan dan hal itu membuat tubuhnya terbakar. Ainsley terihat terengah-engah saat Damian menghentikan aksinya, pria itu sedang sibuk membuka sisa pakaiannya saat itu.


Ainsley malas berpikir, Damian mendekatinya dan mencium bibirnya dengan lembut.


"Ainsley," Damian berbisik, memberikan ciuman lembut di pipi, sedangkan tangannya sudah membuka kaki Ainsley dan memeganginya.


"Siap menjadi milikku?" tanyanya.


Damian kembali mencium bibirnya, tentu dia juga sedang berusaha karena pertama kali itu tidak mudah apalagi mereka sama-sama tidak memiliki pengalaman.


Cukup lama dia berusaha tapi tidak lama kemudian, jeritan Ainsley terdengar karena rasa sakit yang dia rasakan.


Air matanya mengalir, Ainsley menancapkan kuku di bahu Damian bahkan beberapa cakaran juga pria itu dapatkan.


Damian mengusap air mata Ainsleyy, dia jadi merasa bersalah sehingga dia tidak berani bergerak.


"Are you oke?" Damian berbisik sambil memberikan kecupan-kecupan lembut di pipi.


Ainsley mengangguk, walau masih sakit tapi dia sudah merasa lebih baik.


Karena Ainsley sudah baik-baik saja, Damian kembali melanjutkan permainan mereka. Deru napas mereka dan erangan mereka terdengar karena sensasi dari permainan yang mereka lakukan.


Ini pengalaman pertama mereka tapi tidak ada penyesalan sedikit pun karena mereka melakukan hal itu dengan orang yang mereka cintai.


Permainan panas mereka masih berlanjut, ranjang masih bergoyang akibat permainan mereka. Sepertinya mereka akan melakukannya lagi dan lagi selama di Jepang. Mereka tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan selama mereka hanya berdua saja.


Permain itu sudah hampir final dan tidak lama kemudian, erangan mereka terdengar karena sensasi nikmat dari permainkan yang mereka lakukan.


Mereka berdua terengah-engah dan saling pandang, senyum menghiasi bibir dan Damian memberikan kecupan di bibir sebelum berbaring di sisi Ainsley.


Tidak ada yang berbicara karena mereka sibuk mengatur napas mereka yang masih memburu.


Beberapa menit kemudian, Damian mendekati Ainsley dan memberikan ciuman di dahi.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Hm," jawab Ainsley sambil mengangguk.


"Apa masih sakit?" tanya Damian lagi.


"Tidak perlu khawatir, Dam-Dam. Aku baik-baik saja," Ainsley tersenyum dan memberikan ciuman lembut di pipi.


"Maaf jika aku menyakitimu."


"Tidak apa-apa, aku sangat menikmatinya."


"Sungguh?"


"Tentu saja, memangnya kau tidak?"


"Tentu saja aku menikmatinya, aku bahkan ingin melakukannya lagi dan lagi denganmu."


Ainsley tersenyum, sedangkan Damian memeluknya dengan erat. Mereka berdua beristirahat sebentar sebelum mereka berdua berendam air panas dan melakukan banyak hal.


Damian mencium dahi Ainsley dan mengusap punggungnya dengan lembut. Padahal dia berencana melamar Ainsley terlebih dahulu sebelum melakukan hal itu tapi dia menghancurkan rencananya sendiri tapi tidak masalah karena Ainsley sudah jadi miliknya.


Mau Harry atau siapa pun, tidak akan dia biarkan siapa pun merebut Ainsley.


"I love you, Ainsley," ucap Damian seraya mencium dahinya lagi.


Ainsley tersenyum, dia tidak menyesal telah memilih Damian dan tidak menyesal sama sekali telah menyerahkan dirinya pada Damian.


"I love you too," ucap Ainsley.


Mereka berdua masih berbaring, dengan kebahagiaan menghiasi wajah dan setelah beberapa saat, Damian menggendong Ainsley dan membawanya berendam air panas. Mereka akan menghabiskan waktu hanya di dalam hotel hari itu karena mereka memang tidak berencana pergi ke mana pun.


#Ngak tau apa yang aku tulis karena gak leluasa di apk ini, jadi nikmati aja 😩#