Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Aku Akan Membantu



Sebelum mengajak Harry menemui Michael, Damian menghubungi Michael terlebih dahulu. Jangan sampai saat mereka tiba Michael tidak ada. Dia bisa melihat kegelisahan sang kakak, itu karena Harry khawatir Marco yang telah menangkap Anna dan memaksa Anna melakukan sesuatu hal yang tidak benar.


Semoga saja dia tidak terlambat untuk menyelamatkan Anna dan dia juga berharap Anna baik-baik saja saat ini. Karena Michael berada di kantor jadi mereka mendatangi Michael di sana. Harry jadi tidak enak hati tapi dia tidak punya pilihan. Sekarang dia sadar, laki-laki memang harus bisa bela diri.


Seorang karyawan yang ditugaskan oleh Michael sudah menunggu mereka. Mereka diajak naik ke atas di mana ruangan Michael berada. Tentunya Michael sudah menunggu dan menyambut kedatangan mereka.


"Maaf aku harus merepotkanmu, Mich," ucap Damian.


"Tidak apa-apa, Damian. Katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu."


"Bukan aku, tapi kakakku," Damian memperkenalkan Harry pada Michael.


Ini pertama kalinya Harry bertemu dengan kakak Ainsley, dia hanya mendengar jika Ainsley memiliki saudara kembar yang tidak boleh diganggu dan sekarang, dia tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu dari mereka.


"Jadi, apa yang bisa aku lakukan?" tanya Michael lagi.


"Kekasih kakakku hilang, sepertinya dia diculik. Aku ingin meminta bantuanmu mencari keberadaannya agar kami tahu lokasi keberadaannya dan pergi menyelamatkannya," jawab Damian.


"Apa kau tahu terakhir kali dia berada di mana?"


"Tentu saja!" Damian menyebutkan sebuah nama jalan dan tentunya, Michael bergerak cepat dan sudah berada di depan komputernya.


Damian dan Harry berdiri di belakang Michael, mereka memperhatikan Michael yang sedang sibuk meretas cctv jalan yang ada di lokasi. Karena Anna hilang di jalan maka akan mudah ditemukan dan memang itulah yang terjadi.


Rekaman cctv beberapa jam lalu sudah dia dapatkan, itu bukan hal sulit bagi Michael. Kejadian di mana Anna di kejar oleh beberapa orang mencurigakan di putar, mata Harry tidak lepas dari layar komputer. Dia tidak tahu siapa orang-orang itu, dua pengawal ayah Anna bahkan tidak ada di sana.


Kecurigaannya jika Marco yang melakukan hal itu semakin kuat, dia pasti menculik Anna untuk memaksanya. Benar-benar pria yang licik dan dia harap Anna baik-baik saja.


"Apa kau mengenal mereka?" tanya Damian saat rekaman menunjukkan Anna di tarik secara tiba-tiba ke dalam sebuah mobil yang diduga adalah komplotan orang-orang yang mengejar Anna sejak awal.


"Entahlah, aku curiga jika yang melakukan hal ini adalah temannya," jawab Harry.


"Tidak perlu khawatir, aku akan membantumu menemukannya," ucap Michael.


Michael kembali sibuk meretas cctv yang ada di jalan untuk mengikuti mobil yang membawa Anna pergi. Tidak ada yang dilewatkan sampai akhirnya mobil itu di sebuah rumah mewah berlantai dua. Mereka masih fokus melihat, dan benar saja dugaan Harry, Marco keluar dari rumah itu untuk membawa Anna yang masih pingsan. Marco juga berbicara dengan orang-orang yang menculik Anna dan setelah itu dia masuk ke dalam rumah.


"Sudah aku duga dia yang membawa Anna," ucap Harry.


"Untuk apa dia menculik sahabatnya sendiri?" tanya Damian.


"Dia menyukai Anna dan aku rasa dia akan memaksa Anna untuk menikah dengannya!"


"Wow, jadi apa yang akan kau lakukan?"


"Menyelamatkannya dan membawanya pergi dari sana!" jawab Harry tanpa ragu.


"Jangan gegabah, rumah itu di jaga dengan ketat," ucap Michael karena saat itu dia sedang menyelusuri cctv yang ada di rumah itu. Tidak ada yang dia lewatkan, tanpa diminta pun dia tahu apa yang harus dia lakukan.


Mereka mencari keberadaan Anna, di mana Marco menyekapnya. Saat mereka sedang sibuk, pintu ruangan terbuka karena Marline datang. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Marline ingin mengajak suaminya pergi ke suatu tempat.


Melihat Michael sedang sibuk, Marline melangkah menuju sofa, sedangkan ketiga pria itu begitu serius melihat layar komputer untuk melihat ke mana Anna berada. Di dalam rekaman menunjukkan, Marco membawa Anna ke dalam sebuah kamar lalu tidak lama kemudian Marco keluar dari ruangan itu dan menguncinya. Dua orang pengawal Marco perintahkan untuk menjaga kamar itu, dan setelah itu dia juga memerintahkan para pengawal untuk menjaga rumahnya dengan ketat agar Anna tidak bisa melarikan diri.


"Sepertinya aku butuh bantuanmu, Damian," ucap Harry karena dia tahu dia tidak akan bisa menyelamatkan Anna seorang diri.


"Tenang saja, aku pasti akan membantumu," jawab Damian. Itu bukan hal yang sulit apalagi mereka sudah menemukan lokasi keberadaan Anna.


"Tidak perlu, Mich. Terima kasih atas bantuanmu," ucap Damian.


"Baiklah, hubungi aku jika kalian butuh bantuan!"


"Tentu, terima kasih."


Harry juga mengucapkan terima kasih pada Michael, mereka sangat terbantu karena mereka tidak perlu bersusah payah untuk menemukan lokasi Anna. Sekarang mereka hanya perlu menyusun rencana untuk menyelamatkan Anna dan membawanya pergi dari rumah Marco.


Setelah mereka pergi, Marline menghampiri Michael yang masih sibuk dengan komputernya. Dia ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan.


"Ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, kekasih kakak Damian sedang diculik."


"Wow, aku jadi rindu beraksi," Merline duduk di atas pangkuan suaminya tanpa ragu.


"Hei, kau tidak lupa jika kau sedang melakukan progam dan tidak boleh lelah!"


"Kau benar, semoga saja aku cepat hamil," Marline mengusap perutnya, Mereka memutuskan untuk mengikuti program saat mereka mendapat kabar jika Ainsley sedang hamil. Kabar itu membuat Marline sedih karena dia sudah sangat mengharapkan kehadiran si buah hati, sebab itu mereka mengikuti program, tidak ada salahnya mencoba.


"Tidak perlu khawatir, Sweety. Kau pasti akan segera hamil, kita pasti akan punya seorang anak."


"Kau benar," Marline memeluk Michael dan berusaha tersenyum, "Jika kita punya anak nanti semoga saja anak kita laki-laki," ucapnya.


"Bagaimana jika perempuan?"


"Ck, semoga laki-laki dan kita harus memberinya nama dengan awalan huruf M!"


"Kenapa harus M? Bukankah kau lebih suka Benjamin? Apa kau tidak mau memberi nama anak kita dengan nama  Benjamin?" goda Michael.


"Aku tidak mau! Pokoknya anak kita harus memiliki nama awalan huruf M supaya keren dan ketika kita bertiga beraksi, orang akan menyebut kita sebagai Triple M In Action!"


Michael terkekeh, terdengar tidak buruk. Semoga saja harapan istrinya untuk hamil segera terwujud. Jika saja bukan gara-gara serum sialan itu, mungkin mereka sudah memiliki anak saat ini.


"Oh ya, Mich. Kapan Vivian akan kembali?" Marline melepaskan pelukannya, dia hampir melupakan hal ini.


"Kakakku bilang mereka akan berada di Inggris selama tiga minggu."


"Oke, kesempatan!" Marline beranjak, sedangkan Michael memandanginya sambil menggeleng karena dia tahu apa yang hendak istrinya lakukan.


Ponsel sudah berada di tangan, Marline menghubungi Vivian saat itu. Tentu saja dia mau menitip oleh-oleh, mumpung gratis dan tidak perlu mengeluarkan uang. Semua sudah tau watak matrenya jadi tidak ada lagi yang heran. Vivian bahkan sudah siap dengan sebuah bulpoin, tagihan tinggal dikirim ke Michael, jadi dia tidak pusing.


Untuk mengelabui si matre memang harus dengan cara seperti itu apalagi Marline suka menangisi barang mahalnya yang sudah rusak. Memang sudah watak, sulit dihilangkan.


Di luar sana, Damian mengajak Harry untuk pergi ke markasnya. Tentu untuk mengumpulkan anak buahnya dan membantu Harry menyelamatkan Anna. Selama di perjalanan, Damian menghubungi Ainsley dan memberinya kabar jika dia akan pulang malam dan dia juga mengatakan apa yang telah terjadi.


Damian meminta Ainsley untuk pulang ke rumah orangtuanya tapi Ainsley tidak mau, dia lebih suka menunggu suaminya di rumah mereka.


Harry yang membawa mobil saat itu, mereka tidak tahu jika dua mobil sedang mengikuti mereka dari belakang. tentu itu orang-orang suruhan Marco. Mereka bertugas melenyapkan Harry agar pria itu tidak mengganggu acara pernikahan dadakan dirinya dengan Anna yang sebentar lagi akan mereka lakukan setelah Anna sadar dari pingsannya.


Mobil dibelokkan karena ada pecahan jalan dan tanpa mereka sadari, sebuah mobil melaju dengan cepat dan menabrak mobil mereka dengan keras. Harry mengumpat, stir mobil diputar dengan cepat agar mereka tidak terperosok ke sisi jalan. Mobil yang dia bawa berputar di jalanan dan tidak lama kemudian, mobil itu berhenti saat menabrak pohon yang ada sisi jalan.


Harry kembali mengumpat karena kepalanya terbentur, begitu juga Damian. Akibat tabrakan yang tidak terduga itu mereka mendapat benturan keras. Damian memaki sambil memegangi kepalanya, sepertinya orang-orang yang melakukan hal itu benar-benar bosan hidup dan sepertinya para binatang peliharaan akan mendapat makanan kesukaan mereka lagi.