Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Aku Tidak Akan Berhenti



Ainsley keluar dari kantor, dia terlihat begitu terburu-buru karena sebentar lagi Damian dan ayahnya akan datang untuk membahas pernikahan mereka. Dia ingin segera tiba di rumah karena dia harus mandi dan makan terlebih dahulu.


Dia bahkan sudah meminta supirnya untuk bersiap, dia tidak ingin membuang waktu tapi sayangnya tanpa dia inginkan Harry sudah menunggu di depan kantornya. Tidak bertemu dengan Ainsley begitu lama membuatnya sangat merindukan gadis itu.


Dia bahkan tidak peduli harus menunggu lama, baginya bertemu dengan Ainsley lebih dari apa pun. Dia juga ingin mengatakan pada Ainsley jika hubungannya dengan Sherly benar-benar sudah berakhir.  Dia harap setelah mendengarnya, Ainsley mau mempertimbangkannya dan meninggalkan adiknya yang hanya putra seorang jl*ng.


Harry tersenyum, ketika melihat Ainsley melangkah keluar. Ainsley melangkah menuju mobilnya yang sudah menunggu dengan cepat tapi gadis itu terkejut karena tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya.


Ainsley menoleh, dia sudah siap memaki tapi ketika melihat siapa yang menariknya, dia benar-benar ingin memaki.


"Ainsley, ke mana saja kau selama ini? Aku benar-benar merindukan dirimu," Harry tersenyum, matanya bahkan tidak lepas dari Ainsley yang terlihat semakin cantik. Apa hanya perasaannya saja? Ainsley terlihat begitu berbeda tidak seperti biasanya.


"Lagi-Lagi kau, Harry. Kapan kau akan berhenti mengejarku?" ekspresi wajah Ainsley terlihat tidak senang, dia benar-benar kesal melihat Harry.


"Aku tidak akan berhenti, Ainsley. kau tahu aku mencintaimu jadi aku tidak akan pernah berhenti!"


"Stop Harry, kau sangat memuakkan. Apa kau tidak tahu itu?" Ainsley benar-benar kesal, sedangkan Harry diam.


"Kau tahu aku tidak menyukaimu tapi kau tidak juga berhenti. Kau juga sudah punya calon istri dan tidak seharusnya kau mengejarku. Aku tidak mau dianggap orang ketiga yang masuk ke dalam hubungan kalian lalu menghancurkan hubungan kalian jadi berhentilah mengejarku. Apa kau tidak lelah melakukan hal ini terus menerus?"


"Tidak, aku tidak akan merasa lelah!" ucap Harry.


"Oh my God, sepertinya aku butuh benda berduri untuk memukul kepalamu!" ucap Ainsley kesal.


"Dengar, Ainsley. Aku dan Sherly sudah berakhir. Kami tidak memiliki hubungan apa pun lagi," ucap Harry. Semoga Ainsley senang mendengar kabar ini tapi sayangnya tidak karena gadis itu tidak peduli.


"Lalu? Untuk apa kau mengatakan hal ini padaku?" tanya Ainsley dengan ekspresi tidak mengerti.


"Aku ingin kau tahu jika aku dan Sherly sudah tidak memiliki hubungan lagi jadi aku ingin kau bersama denganku," jawab Harry tanpa basa basi.


"Jangan main-main, Harry. Aku tidak mau terlibat dengan permasalahan kalian. Kakekku berkata, berhati-hatilah pada wanita yang sakit hati karena mereka mengerikan jadi sebaiknya kau berhenti mengejarku apalagi sebentar lagi aku dan Damian akan menikah!"


"Apa?" Harry terkejut. Apa Ainsley mengatakan hal itu hanya untuk menggertaknya saja?


"Jangan bercanda, Aisnley. Kau mengatakan hal ini agar aku tidak mengejarmu lagi, bukan?


"Oh my, kenapa ada manusia yang tidak bisa diajak bicara seperti dirimu?" Ainsley semakin kesal, sebaiknya dia pergi saja dari pada membuang waktunya dengan pria yang tidak bisa dia ajak bicara itu.


Ainsley memutar langkah, percuma berbicara dengan Harry. Hanya buang waktu dan tenaga.


"Kenapa Ainsley, kenapa kau lebih memilih bersama anak jal*ng itu dibandingkan denganku?"


"Sebaiknya jaga ucapanmu, Harry!" kedua tangan Ainsley sudah mengepal dengan erat.


"Apa aku salah? Dibandingkan dirinya, aku jauh lebih baik. Dia hanya dilahirkan oleh seorang jal*ng yang dibeli oleh ayahku tapi kenapa kau mau bersama dengannya? Bukankah kau dari keluarga terhormat? Apa keluargamu tidak akan malu saat kau menikah dengannya?"


Ainsley memejamkan mata, menahan emosi, Dia kira Harry akan berhenti tapi nyatanya tidak, Harry kembali mengatakan perkataan yang semakin membuatnya marah.


"Aku jauh lebih pantas bersama denganmu dibadingkan anak haram ayahku. Dia tidak sebanding denganku bahkan seujung rambutnya pun tidak. Apa kau tidak malu bersama dengannya? Seharusnya kau bisa melihat dan menilai, jika anak yang dilahirkan oleh jal*ng ayahku tidak pantas masuk ke dalam keluargamu bahkan aku malu menganggapnya sebagai adikku!"


Kemarahan memenuhi hati Ainsley setelah Harry selesai berbicara. Kepalan tangannya semakin erat, hatinya benar-benar panas mendengar penghinaan yang diberikan oleh Harry untuk Damian. Memangnya apa salah Damian? Jika Damian bisa memilih, dia juga yakin Damian tidak akan mau menjadi putra dari Carl Windstond.


"Apa kau sudah selesai?" Ainsley memutar langkahnya dan menghampiri Harry kembali.


Harry tersenyum, dia pikir Ainsley berubah pikiran.


"Yang tidak pantas masuk ke dalam keluargaku adalah kau!" teriak Aisnley dan setelah itu, Ainsley memberikan sebuah pukulan keras di wajah Harry.


Harry terkejut, kakinya melangkah mundur. Ainsley benar-benar marah, dia tidak melepaskan Harry. Gadis itu berlari dan memberikan tendangan dibagian perut Harry sebelum Harry bisa menghindar. Dia juga berteriak, "Aku muak denganmu!"


Teriakan Harry terdengar apalagi tubuhnya terhempas dan terbentur dinding akibat tendangan yang diberikan oleh Ainsley. Tempat itu jadi ramai, bahkan security keluar untuk menenangkan.


Ainsley terengah, akibat emosi yang meluap di hati. Kenapa semua keluarga Windstond menyebalkan?


"Aku muak denganmu, kalian semua selalu menghina Damian. Kesalahan apa yang telah dia perbuat? Dia juga tidak mau menjadi bagian dari kalian jika dia bisa memilih! Dia bahkan tidak mengganggu kalian dan meminta apa pun dari kalian. Jangan selalu menganggap jika kalian selalu benar dan sok suci. Sekali lagi aku mendengar penghinaan itu keluar dari mulutmu, maka aku tidak akan segan mengirimmu ke tempat yang paling mengerikan!"


"Kenapa kau begitu membela dan memilihnya?" teriak Harry sambil memegangi perutnya.


"Karena dia jauh lebih baik darimu dan kami saling mencintai jadi berhenti mengejarku jika tidak kau yang akan di kejar oleh Hiena!" Ainsley hendak melangkah pergi tapi niatnya terhenti karena dia teringat sesuatu.


"Oh, aku lupa satu hal. Kau berkata pada Damian jika kau yang paling pantas untukku? Sebaiknya kau bangun dari mimpimu Harry karena kau tidak pantas sama sekali!" setelah berkata demikian, Ainsley kembali melangkah menuju mobilnya.


Harry mengumpat marah, apa bagusnya pria itu? Dibandingkan status dan kedudukan dia jauh lebih baik dari Damian tapi sayangnya dia tidak tahu siapa Damian Maxton karena dia hanya tahu, pria itu anak haram ayahnya.


Ainsley benar-benar kesal, dia kembali dengan kemarahan di hati dan dia benar-benar terlambat karena Damian dan ayahnya sudah datang saat itu. Tidak ada senyum di wajahnya, ekspresi wajahnya terlihat dingin dan datar sampai membuat yang lain begitu heran begitu juga dengan Damian.


Ainsley mendengus kesal dia bahkan tidak melihat ke arah Damian, suasana hatinya benar-benar kacau karena Harry. Pintu kamar bahkan dibanting dengan keras. Keluarganya saling pandang, ada apa dengannya?


Ainsley berusaha menenangkan emosi. Dia benar-benar sial bertemu dengan Harry, sedangkan pria itu kembali dengan kemarahan di hati karena Ainsley akan menikah dengan Damian. Apa dia harus menyingkirkan anak haram ayahnya itu barulah Ainsley mau bersama dengannya?