Be With You, Damian And Ainsley

Be With You, Damian And Ainsley
Pertemuan Ayah Dan Anak



Damian sudah siap pergi ke kantor pagi itu. Seperti biasa, sebelum berangkat dia menghabiskan waktu dengan ayahnya terlebih dahulu. Sarapan bersama dan terkadang membahas pekerjaan. Walaupun ayahnya sudah tidak ikut campur dalam permasalahan yang ada di perusahaan dan menyerahkan semua yang dia punya padanya, akan tetapi Damian selalu memberi laporan pada ayahnya karena dia ingin ayahnya tahu, bagaimana perkembangan perusahaan yang sedang dia kelola apalagi dia tidak mau mengecewakan ayahnya.


Terkadang Jager memberi masukan pada putranya, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak. Sebagai orangtua dia harus tetap memberi nasehat dan masukan apalagi Damian belum lama tinggal di Amerika. Damian harus banyak belajar mengenali lawan bisnis apalagi banyak penipu yang selalu memanfaatkan situasi.


Tentunya masukan yang diberikan oleh ayahnya sangat membantu, bagi Damian ayahnya adalah panutan. Dari dulu sampai sekarang, dia sangat mengagumi sosok ayahnya, Jager Maxton. Kesetiaannya pada istrinya walau sudah tiada, kerja kerasnya selama ini, menjadi pelajaran berharga baginya. Sebab itu dia sangat bersyukur memiliki ayah seperti Jager Maxton dan dia tidak peduli dengan ayah kandungnya sama sekali tapi sayang, hari ini dia akan bertemu dengan ayahnya tanpa dia inginkan.


Tanpa sepengetahuan mereka, Carl dan istrinya sudah menunggu tidak jauh dari rumah Maxton. Inilah yang direncanakan oleh Renata semalam, mereka bahkan pergi pagi-pagi tanpa sepengetahun Harry dan Aland. Mereka sengaja berada agak jauh agar anak buah Maxton tidak menyadari keberadaan mereka. Jangan sampai mereka diusir karena mereka ingin menemui anak haram yang tidak diinginkan itu.


Renata sangat berharap dia bisa bertemu dengan anak haram suaminya karena dia ingin memberikan penawaran agar anak itu tidak menjadi batu sandungan bagi Harry. Dia tidak terima anak yang tiba-tiba hadir, mengacaukan keluarganya dan membuat Harry terbuang. Dia juga berharap anak haram itu menerima penawaran yang dia berikan sehingga dia menolak apa yang ditawarkan oleh ayah mertuanya jika mereka bertemu nanti.


"Kapan kita akan masuk ke dalam?" tanya Renataa tidak sabar.


"Bersabarlah, jika terburu-buru kita akan terusir keluar!" jawab suaminya.


"Ck, aku tidak mau menunggu di sini selama seharian!" Renata membuang muka, dia bahkan terlihat kesal.


Carl hanya menggeleng, dia tahu istrinya tidak sabar tapi mereka tidak boleh gegabah jika tidak mau terlempar keluar. Jager pasti tidak akan mengijinkan mereka masuk jadi mereka harus mencari kesempatan agar mereka bisa masuk ke dalam dengan mudah.


Di dalam sana, Damian sudah hendak berangkat. Mobil juga sudah menunggu di depan rumah. Dia sedang menunggu Mayumi yang saat itu sedang mengambil sesuatu di dalam kamar. Damian menghampiri ayahnya sebentar, dia lupa memberikan obat yang harus ayahnya konsumsi secara rutin.


"Dad, obatmu."


"Aku bisa mengambilnya sendiri," jawab sang ayah.


"Tidak apa-apa, aku juga sedang menunggu Mayumi," Damian menyiapkan obat untuk ayahnya, dia tidak mau ayahnya sampai lupa meminum obat itu karena dia tidak mau penyakit ayahnya kambuh.


"Damian, bagaimana dengan kekasih Mayumi? Apa kau sudah menemukannya?"


"Belum, Dad," jawab Damian seraya mengeluarkan obat, " Anak buahku belum menemukan jejak," ucapnya lagi.


"Berhati-hatilah, jangan meremehkan para yakuza itu dan jangan sampai melibatkan Ainsley."


"Aku tahu, Daddy tidak perlu khawatir."


Obat diberikan kepada ayahnya beserta segelas air putih. Dia tidak akan melibatkan Ainsley tapi sayangnya Ainsley akan tetap terlibat saat Akira dan katsuo datang ke Amerika dan pada saat itu juga, Mayumi akan menghadapi dilema dan yang jelas, campur tangan orang lain akan semakin memperkeruh situasi itu nanti.


"Aku sudah selesai, ayo pergi," ucap Mayumi yang saat itu sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Kami pergi dulu, Dad."


"Berhati-hatilah!" ucap Jager Maxton.


Dia bahkan mengantar Damian sampai ke depan pintu, entah kenapa firasatnya mengatakan jika Damian akan mengalami kejadian tidak terduga. Entah itu apa, dia harap Damian bisa menghadapinya. Setelah mobil Damian bergerak pergi, Jager masuk ke dalam. Dia tidak tahu jika ayah Damian sudah menunggu tidak jauh dari rumahnya, begitu juga Damian.


Mobil hendak keluar dari pagar dan pada saat itu, Renata melihatnya. Dia segera menepuk tangan suaminya dan menunjuk ke arah mobil Damian.


"Lihat, ada yang keluar!" ucapnya seraya menegakkan duduknya.


"Kita ikuti," ucap Carl pula.


"Untuk apa? Bukankah kita mau masuk ke dalam untuk bertemu dengan anak haram itu?"


Renata mengangguk setuju, mereka segera memberi perintah kepada supir mereka untuk mengikuti mobil Damian secara diam-diam. Semoga saja apa yang mereka lakukan tidak sia-sia apalagi nanti siang, Harry akan membawa kakeknya untuk menemui anak haram itu.


Padatnya jalanan, tidak membuat supir Damian curiga. Damian juga tidak curiga karena dia sibuk berkirim pesan dengan Ainsley dan mengajaknya makan siang bersama. Agatha tampak cemas, semoga pengejaran mereka tidak sia-sia dan semoga saja anak itu menerima penawaran yang dia berikan.


Sebuah bangunan sudah terlihat, mobil mereka berhenti sejenak saat mobil yang membawa Damian berbelok memasuki bangunan itu. Carl melihat gedung dengan tinggi puluhan lantai itu sejenak, apa anak itu bekerja di sana? Yang dia tahu dulu Jager Maxton adalah seorang mafia penjual barang ilegal. Dia tidak tahu sama sekali tentang perusahaan milik Jager karena sewaktu Jager membangun perusahaannya, Carl sudah meninggalkan Sayuri.


"Apa yang kau tunggu, cepat ikuti!" perintah Ranata pada sang supir.


"Hei, jika kita masuk kemungkinan kita bisa terusir keluar."


"Aku tidak peduli, jalan!" teriak Renata. Apa pun yang terjadi, mereka tidak boleh gagal.


Mobil kembali berjalan, kali ini Renata memerintahkan sang supir untuk membawa mobil itu dengan cepat karena dia benar-benar tidak mau gagal. Sesuai dengan perintah, mobil di jalankan dengan kecepatan tinggi, agar dapat mengejar mobil Damian.


Renata bahkan tampak tidak sabar apalagi dia melihat seorang pria dan wanita sudah turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung. Walau wajah Damian tidak terlihat, tapi Renata memandangi Damian dengan teliti, apakah pria itu adalah anak haram suaminya?


"Berhenti di sini!" teriak Renata.


Mobil diberhentikan mendadak dan tanpa membuang waktu, Renata keluar dan berlari begitu juga yang dilakukan oleh Carl. Dia bahkan berteriak untuk meminta istrinya berhenti dan tidak terburu-buru.


"Renata, jangan gegabah! Kita tidak tahu siapa yang ada di mobil itu!" teriak Carl. Dia harap istrinya berhenti tapi Renata tidak peduli.


"Aku tidak peduli!" teriak Renata tanpa mengurangi kecepatan larinya.


"Hei, kau! Berhenti!" teriak Renata meminta Damian untuk berhenti tapi sayangnya Damian terus melangkah masuk karena dia tidak tahu jika dia yang dimaksud.


"Aku bilang berhenti, dasar kau anak haram!" teriak Renata.


"Renata, berhenti berteriak!" pinta Carl.


"Diam kau!"


Mereka berlari sampai di depan pintu, mereka hendak menerobos masuk tapi dua security sudah mengamankan mereka sehingga Renata semakin marah dan berteriak di luar sana.


"Lepaskan, jangan halangi aku untuk menemui anak haram itu!"


Semua mata memandang ke arah mereka, sedangkan langkah Damian dan Mayumi juga berhenti. Damian memutar langkahnya, matanya menatap ke arah dua orang yang sedang ditahan oleh pegawainya. Yang wanita memberontak dan memaki sambil berteriak menyebut anak haram, sedangkan yang lelaki berusaha menenangkan wanita itu.


"Damian, siapa mereka?" tanya Mayumi dengan ekspresi ingin tahu.


"I don't know!" jawab Damian sambil menggeleng.


Damian melangkah, mendekati pintu di mana Renata dan Carl masih di tahan.


"Sialan, jika bukan demi Harry aku tidak akan melakukan hal ini dan aku juga tidak mau bertemu dengan anak ja*ang itu!" umpat Renata kesal dan Damian dapat mendengarnya.


"Lepaskan mereka!" perintah Damian.


Mata Renata melihat ke arahnya, begitu juga dengan Carl. Mereka tampak terkejut saat melihat Damian melangkah keluar dan mendekati mereka. Carl menelan ludah, tidak diragukan lagi, dialah putra Sayuri dan sepertinya dia memang putranya yang dikandung oleh Sayuri. Mata Damian tidak lepas dari ayahnya, apa pria itulah ayah kandungnya yang baj*ngan?