
Villa Bali~
Di Bali, tampak Linny sedang mengerang menikmati cumbuan Sean.
Siang itu mereka menikmati berendam di dalam bath up sambil bercinta tentunya.
"Ah~ Sean~"
Setiap suara erangan Linny terdengar begitu menggoda di telinga siapa pun yang mendengarnya. Hanya saja beruntung saat ini hanya Sean yang mendengarnya.
Jika di dengar yang lain maka akan membuat kepala sakit akibat sesuatu yang menerjang bagi para pendengar. Atau bahkan para pembaca sedang membayangkannya???
"Why Baby? Do you like it?" Tanya Sean sambil memilin puncak dada Linny.
Linny hanya mengangguk menikmati setiap gerakan Sean yang semakin melesakkan miliknya ke dalam milik Linny.
Pluto tampak begitu kuat menginvasi dunia Venus yang sudah begitu terbuai akannya.
Erangan panjang terdengar dari bibir Linny dan Sean. Keduanya mencapai pelepasan mereka.
"Aku masih ingin"
Bisik Sean di telinga Linny yang tentunya di balas dengan ciuman mesra dari Linny.
Linny tentu sangat paham dengan pria mantan gay itu. Bukan Sean jika dia puas hanya mencapai pelepasan satu kali.
"Pindah ke tempat tidur ya, pinggangku capek" Ucap Linny mengeluh karena Sean melakukannya dengan gaya berdiri terus menerus tadi.
Sean langsung mengambil bathrobe dan memakaikannya pada Linny sebelum mengendong Linny ke atas ranjang.
Mereka kemudian mengulangi olahraga cinta itu hingga sejam kemudian.
Setelahnya Sean dan Linny keluar dari kamar untuk makan siang bersama para bodyguard mereka.
Jun dan Alfa yang memasak. Mereka yang menawarkan diri memasak untuk Tuan dan Nonanya itu.
Semuanya tampak menikmati makan dengan nikmat. Tidak buruk juga makanan yang dimasak Jun dan Alfa.
"Besok temui Bapak pemilik Ruko itu dan beli Rukonya" Ucap Linny dengan santai.
Jun dan Alfa menatap heran pada Linny. Begitu pula dengan Sean. Seingat mereka Linny ingin membangun Bar di dekat pantai bukan?
"Loh? Kau jadi mengambil Ruko itu?" Tanya Sean heran.
Jun dan Alfa juga tampak menunggu jawaban dari Linny.
"Beli saja. Dan tanah dekat pantai tetap cari siapa yang bisa menyediakannya ya. Aku mau membeli semuanya"
Ucap Linny yang paham kalau mereka tampak bingung dengan keputusan Linny.
"Nanti malam kita makan di pinggir pantai ya. Aku ingin menikmati suasana pantai di malam hari" Ucap Linny lagi.
"Baiklah"
Sean tentu akan mengikuti keinginan Linny. Membuat sang ratu tercinta bahagia tentu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Sean bukan?
.
.
Restoran Hotel Alexxander~
Malam itu di Hotel Alexxander tampak Andrean sedang menemani seorang pria paruh baya dengan putrinya untuk makan malam di sebuah ruangan VIP.
Selain membicarakan kerja sama perusahaan juga sang pria ingin menjodohkan Andrean dengan putrinya.
Tentu Andrean menolak halus. Dia tidak tertarik sama sekali dengan gadis muda yang tampak manja dan kekanakan itu meskipun sudah berkali-kali sebelumnya Andrean terus di jodohkan oleh pria itu.
"Silakan di nikmati wine nya Pak Andrean. Ini wine terbaik yang ada di sini" Ucap pria itu mempersilahkan Andrean untuk mencicipinya.
"Terima Kasih" Ucap Andrean dengan sopan.
Tanpa ragu dia meneguk wine itu yang tidak dia sadari sudah di campur dengan sejenis obat perangsang dan obat kuat.
Si pria merasa sakit hati karena Andrean berkali-kali menolak niat baiknya untuk disandingkan dengan sang putri. Selain itu dia juga sudah memutuskan Andrean yang harus menjadi menantunya bagaimana pun yang terjadi.
Perlahan tubuh Andrean terasa tidak nyaman. Matanya mulai berkunang-kunang dan tubuhnya terasa panas. Dia paham ini reaksi aneh karena sejenis obat perangsang.
Andrean bukan peminum yang buruk. Dia sangat jago jika urusan minum-minuman keras tanpa harus membanggakan dirinya.
Belum lagi mengenal Linny dan Om Donald membuatnya cukup paham dengan dunia mengerikan ini. Namun dia terlalu ceroboh dan berpikir tak akan ada yang melakukan hal seburuk itu padanya yang bukan siapa-siapa itu.
"Maaf saya permisi pulang dulu"
Ucap Andrean hendak berdiri namun terlihat dia kesulitan berdiri tegap.
"Ada apa Nak Andrean? Biar Putri Om yang membantu mu" Ucap pria itu dengan tersenyum puas.
Dia sangat senang obat yang dia beli mahal itu bereaksi cepat dan berfungsi dengan baik.
Pria itu mencegah Andrean bahkan memaksa sang putri segera memeluk Andrean dengan erat.
Andrean berusaha menjauhi gadis muda itu. Namun tidak dapat dia pungkiri tubuhnya tidak tahan dengan reaksi obat perangsang yang entah berapa jumlah dosisnya.
Bruk!!!!
Suara pintu ruangan VIP itu terdengar di buka dengan kasar bahkan cenderung di banting.
"Don't try to touch my Man, Bit**ch!"
Suara seorang wanita yang masuk ke ruangan itu dengan marah. Wanita itu mendorong keras tubuh gadis muda itu hingga sang ayah tentu langsung terburu-buru menangkapnya.
"Dasar ******!" Bentak wanita itu.
"Angel?" Ucap Andrean yang terkejut melihat Angel ada di tempat itu.
Angel menatap tajam pada Ayah dan anaknya itu. Tatapan tidak suka tentunya.
"Kau!!"
Pria itu menunjuk wajah Angel dengan kesal.
"Jangan sampai ku patahkan jari mu sialan! Kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan? Mau menjebak Andrean tidur dengan putri mu yang hamil dan di tinggal pacarnya?"
Ucapan Angel terasa menohok di telinga siapa pun yang mendengar.
"Pebisnis seperti mu sungguh buruk. Sial sekali orang yang bisa bekerja sama denganmu!" Bentak Angel tanpa bisa di cegah.
Andrean yang mendengar itu juga terkejut namun tubuhnya semakin limbung. Dia memegang kedua lengan Angel.
Melihat kondisi Andrean yang tak baik itu membuat Andel mau tak mau menyudahi kemarahannya.
"Awas saja kalau kalian masih berani mendekati Tunanganku!"
Ancam Angel yang tentunya berbohong.
Mata Ayah dan anak itu melotot horor. Andrean yang dia incar dan di ketahui tak memiliki istri ataupun pacar ternyata memiliki tunangan. Yang bahkan tau rahasia gelap gadis muda itu.
Angel langsung membawa Andrean pergi dari restoran. Dia hendak membawa Andrean pulang ke rumahnya namun tubuh Andrean terlalu berat untuk dia tangani.
Mau tak mau Angel membawa sang pria menuju ke kamar hotel yang memang dia sewa untuk menginap selama di kota itu.
"Masuklah ke kamar mandi dan mandi air dingin agar tubuh mu lebih nyaman. Aku akan mencari bear brand untukmu"
Ucap Angel setelah membaringkan Andrean ke atas ranjang.
Namun apa yang terjadi dapat di tebak bukan kawan? Ya, Andrean menarik tubuh Angel hingga terjatuh di atas tubuhnya.
Tanpa ragu Andrean mencium Angel. Hingga Angel kesulitan mengimbangi pria itu.
Dan sialnya Angel malah membalas ciuman dari pria yang jelas-jelas tak mencintainya.
Entah setan mana yang sedang menari-nari di atas kepala kedua manusia berlainan jenis itu.
.
.
.