A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
HWD SL...



 "Damn!! Are You blind???!!!"


 "Sedang ada masalah? Ceritakan?"


  "Aku butuh bantuanmu. Kita akan menikah sebatas formalitas. Aku tidak akan menyentuhmu. Sebagai gantinya aku akan memberimu sejumlah uang untuk melunasi cicilan gedungmu"


 "Kau tau Sean, di Bar ku hanya menjual minuman dan mendengarkan keluhan. Bukan menjual wanita ataupun harga diri!"


  "Aku minta maaf. Sejak bermimpi bercinta dengan wanita, sekarang aku hanya bisa melakukan itu dengan membayangkan wajahmu"


 "Malam itu kita memang bercinta. Itu bukan mimpi"


 "Kau CEO? Jadi Kau yang membuatku masuk perusahaan tanpa kendala?"


 "Aku selalu membedakan masalah pribadi dan pekerjaan. Kau memang kompeten maka kau ku terima di perusahaanku"


 "Aku serius dengan mu. Berhentilah bermain-main di luar. Tetap bersamaku saja. Aku akan menikahimu. Ini bukan tentang kontrak tapi aku benar-benar ingin menjadi pria seutuhnya bersama mu Linny"


 "Kau boleh menjadi partner ku diranjang. Tapi jangan coba mengikatku dengan suatu hubungan ataupun pernikahan!"


 "Kau terluka karena ku. Seharusnya kau tetap bersama Erik"


 "Cepat atau lambat aku akan meninggalkan Erik juga meski bukan karena mu"


 "Jadi kau si kakak taman itu?"


 "Kau gadis cengeng?"


 "Ayo menikah. Aku berjanji akan menjagamu dan Nicolas dengan nyawaku sendiri"


.


Setiap kisah pertemuan mereka kini berputar bak film lawas di pikiran masing-masing. Pertemuan tak di sengaja yang membuat mereka kini bersama. Setiap langkah Linny menuju Sean kini seperti detak jantung Sean yang semakin gugup.


Saat Linny tepat di hadapan Sean. Om Wisnu menyerahkan tangan Linny pada Sean.


"Om serahkan putri om yang satu ini pada mu. Jaga dia dengan baik Sean"


Ucap Om Wisnu pada Sean.


"Sean janji Om"


Ucap Sean sambil menggenggam erat tangan Linny. Keduanya mendekat ke altar untuk mengikat janji suci mereka.


" Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  maka saya Winsen Darren Mahaprana, dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Kimberlyn Fransisca Pratama menjadi istri saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak  yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan akan mendidik mereka secara Katolik. Saya akan selalu menafkahi - merawat dan menjaga mu ,anak-anak kita juga adik mu satu-satunya dengan seluruh nafas dan nyawaku. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini, semoga Tuhan selalu menolong saya. Hingga maut memisahkan."


Janji suci yang di ucapkan Sean di hadapan Tuhan dan seluruh saksi membuat suasana semakin haru. Bahkan dalam janji pernikahannya dengan Linny, dia masih menyebutkan Nicolas yang akan dia jaga seperti dia menjaga Linny juga.


Keduanya bertukar cincin setelah dinyatakan sah dan melakukan penghormatan kepada Om Wisnu, Tante Lisa, Om Donald juga orang tua Sean yang hadir.


Keluarga Sean tidak banyak berbicara dan hanya diam. Sean ternyata mengultimatum mereka dan tidak ingin mereka ikut campur dengan kehidupan pernikahan Sean dan Linny jika mereka membutuhkan uang bulanan yang sudah di di batasi Sean.


Hanya itu yang bisa Sean lakukan untuk menekan tindakan otoriter dari sang Papa. Dia tidak mau keluarganya mengusik Linny setelah pernikahannya dengan Linny.


Tanpa Sean sadari, di ujung ruangan ada Erik dan Joe yang di temani beberapa bodyguard om Donald.


Erik menangis terharu melihat Sean yang begitu gagah dengan tuxedo-nya. Dia kini merasa puas dan bahagia bisa melihat Sean menikah.


Keduanya tersenyum. Joe tanpa ragu ataupun malu terus menggenggam tangan Erik bahkan merangkulnya dengan hangat seperti kekasih.


Erik begitu bahagia. Dulu jika bersama mantan-mantannya ataupun Sean, tak pernah dia bisa merasakan hal itu. Tapi Joe mau melakukannya dan tidak peduli akan pandangan sinis orang-orang yang menilai kedekatan keduanya.


Erik dan Joe memilih segera kembali ke rumah Om Donald karena kondisi Erik yang baru  mulai membaik. Dan juga untuk menghindar kalau-kalau ada orang-orang Rain yang mengintai mereka berdua nantinya.


.


Sean dan Linny masuk ke kamar hotel Alexxander. Keduanya mendapat fasilitas menginap di hotel itu sebagai hadiah dari pemilik hotel atas pernikahan Sean dan Linny.


Keduanya bersantai sejenak sebelum wedding party malam nanti. Akan banyak sekali tamu undangan yang harus mereka sapa nantinya. Berbeda dengan acara pemberkatan pernikahan mereka yang hanya di hadiri orang-orang tertentu.


"Kau lelah?"  Tanya Sean sambil memijat bahu Linny.


"Enggak. Kau sendiri?"  Tanya Linny pada suami sahnya itu.


"Tidak. Malah aku sangat bersemangat"  Ucap Sean sambil memeluk Linny dari belakang.


"Kenapa?"  Tanya Linny heran.


"Karena kau sudah milikku seutuhnya"  Ucap Sean sambil mengecup tengkuk Linny.


"Hei. Istirahatlah. Nanti malam banyak kolega yang harus di sambut. Kau akan kelelahan jika melakukannya sekarang"  Ucap Linny yang yakin Sean sangat ingin menyentuhnya sekarang.


"Tapi si ulat sudah menahan sekian lama. Apa tidak bisa ambil DP-nya sekarang dulu? Pelunasannya setelah acara malam nanti" Ucap Sean dengan manja.


Linny tertawa mendengar perkataan Sean. Memang mantan gay yang satu itu sungguh tidak bisa menahan hasratnya. Tapi Linny cukup kagum Sean bisa bertahan hingga hari pernikahan dan tak menyentuhnya.


Tanpa banyak bicara Linny langsung berbalik dan duduk di atas pangkuan Sean. Tangan Linny melingkar di leher Sean dan langsung menciuminya dengan rakus.


"I love you"  Ucap Linny tiba-tiba.


Sean yang belum pernah mendengar ungkapan cinta yang begitu indah dari Linny tampak begitu senang. Seolah seluruh dunia kini sudah menjadi miliknya.


"I love you more" Ucap Sean.


Keduanya kembali berciuman dan baru berhenti saat mereka sudah mulai kesulitan mengambil nafas.


Sean membawa Linny ke atas ranjang dan membuka satu persatu pakaian mereka. Meskipun bukan pertama kalinya saling menyentuh.


Kini mereka sudah sah alias halal dan itu terasa jauh lebih menyenangkan. Sean mencium setiap inci tubuh Linny dengan penuh cinta.


Hingga keduanya melakukan penyatuan. Setelah sekian waktu saling menahan hasrat akhirnya mereka bisa merasakan kembali surga dunia dalam versi halal kini.


Keringat keduanya terus bercucuran namun tak mengurangi semangat mereka untuk terus memacu waktu.


Sean melakukannya dengan berbagai gaya terutama posisi yang sangat di sukai Linny. Hingga suara nyanyian nikmat Linny menggema di seisi kamar. Rasanya begitu dalam Sean menyentuh Linny.


Sejam kemudian keduanya berhenti setelah sama-sama mencapai pelepasan yang begitu dahsyat. Sean mengecup kening Linny dan memeluknya.


Membawa Linny ke dalam alam mimpi. Mereka beristirahat sejenak sebelum acara nanti malam.


.


.