A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Holiday day 2



"Hei kemarikan piring besar itu. Daging sudah siap nih!"


Danu tampak berseru meminta piring besar untuk menaruh daging yang sudah selesai di panggang.


"Nih"


Aston bergegas menyerahkan piring besar kepada Danu.


"Hei. Sepi banget. Putar lagu dong!"


Seru Danu lagi. Memang suasana hanya terdengar suara celotehan mereka dan kesibukan memanggang.


"Lagu apa? Cucak rowo?"


Ledek Doni pada sahabatnya yang merangkap koki spesialist panggang memanggang itu.


"Lagu Cari jodoh atau Sakit tak berdarahnya Wali bank aja!"


Seru Aston yang memang berniat meledek Doni. Hal itu tentu membuat Doni berdecak kesal. Dia baru saja putus karena kekasihnya selingkuh dengan teman mereka sendiri.


Sang kekasih mengeluh Doni selalu sibuk bekerja dan sibuk dengan sahabat-sahabatnya. Doni tidak bisa menampik hal itu dan dia typikal pria yang tidak akan menerima pengkhianatan.


Meskipun tidak di pungkiri dia juga merasa sakit hati karena di khianati 2 orang yang dia kenal sekaligus.


"Sialan kau ini!"


Doni kesal pada ucapan Aston. Aston dan yang lainnya malah tertawa senang.


"Tidak masalah. Mending ketahuan dia selingkuh sekarang daripada kalau udah nikah"


Ucapan William di benarkan yang lainnya. Mereka setuju dengan apa yang William sampaikan.


"Asal jangan kau jadi kayak Sean ya. Patah hati sama lubang beneran jadi kabur ke lubang belakang"


Tambah Danu. Hal itu membuat Sean yang sedang minum tersedak mendengarnya. Dia tidak ikutan meledek Doni malah ikut di sentil juga.


"Ya soalnya gak semua perempuan sebaik Linny"


Tambah Andrean ikut meledek.


Wajah Sean memerah malu kalau di bahas tentang masa lalunya itu.


"Emang apa salahnya lobang belakang? Kita juga manusia dan punya perasaan"


Kini Erik ikut protes dengan ucapan Danu. Danu menegak salivanya kasar. Dia lupa Erik ikut bersama mereka dan pria itu cukup sensitif jika orang mengejek kaum pelangi.


Yang lain tertawa melihat wajah Danu yang pucat di pelototi Erik.


Linny dengan santai mengeluarkan speaker JBl yang dia bawa dan menyambungkannya di ponsel cadangannya.


Musik pun mulai terdengar dan benar saja Linny memutar lagu dari salah satu band yang terkenal di negara itu.


Apa salahku? Apa salah ibuku?


Hidupku dirundung pilu


Tak ada yang mau dan menginginkan aku


'Tuk jadi pengobat pilu


'Tuk jadi penawar rindu


'Tuk jadi kekasih hatiku


Timur ke barat, selatan ke utara


Tak juga aku berjumpa


Dari musim duren hingga musim rambutan


Tak kunjung aku dapatkan


Tak jua aku temukan


Oh, Tuhan, inikah cobaan?


Ibu-ibu, bapak-bapak, siapa yang punya anak bilang aku


Aku yang tengah malu sama teman-temanku


Karena cuma diriku yang tak laku-laku


Kasihani aku, tolong carikan diriku kekasih hatiku, siapa yang mau?


Song cr by : Waliband - Cari Jodoh


Semuanya ikut bernyanyi kecuali Doni yang kesal karena benar-benar sahabatnya itu sengaja meledeknya.


"Ayo semua angkat kaki ke atas"


Seru Aston dengan sengaja. Semuanya tertawa hingga Doni pun ikut tertawa. Meskipun seperti sedang meledeknya namun Doni tau itu cara mereka untuk menghibur Doni.


Ya tanpa wanita yang sudah berkhianat itu, Doni masih memiliki sahabat-sahabatnya yang selalu mendukungnya.


"Sudah lupakan wanita itu. Banyak orang yang menyukai mu dan mengantri"


Ucap Aston sambil merangkul Doni.


"I know. Hanya syok saja di khianati 2 orang yang aku kenal baik. Astaga"


Ucap Doni yang masih tidak menyangka dia bisa di tipu selama ini. Dia padahal sangat baik dan selalu memberikan apa yang dibutuhkan kekasihnya.


Tapi dia masih saja tertipu dan dikhianati. Mungkin sudah takdirnya.


Mereka kembali sibuk menikmati makanan yang begitu banyak sambil lanjut memutar lagu lainnya.


Sambil bernyanyi dan bersenandung bersama tentunya.


.


.


Di sisi lain di sebuah ruangan tampak Willy. Adik Sean sedang tertidur dengan tubuh penuh luka goresan.


Terlihat Rain ada di sana dan tersenyum puas. Carlie juga tertawa senang melihat rekaman Willy yang sedang bercinta dengan pria.


Baik Willy yang sedang memasukkan milikknya ke pria itu ataupun Willy yang di masuki oleh pria lainnya.


"Kau hebat sekali bisa tau celah mendekati adiknya Sean?" Ucap Carlie mengomentari Rain yang sedang menyesap cerutunya.


"Sudah ku katakan. Aku akan menghancurkan Sean dan wanita itu. Dan bonusnya kita mendapat barang baru bukan? Dia tak kalah kuat dan tampan juga dari Sean. Apalagi masih cukup muda"


Ucap Rain tersenyum senang. Dia berhasil menjebak dan menjadikan Willy sebagai koleksinya.


Dengan bukti rekaman ranjang Willy, dengan mudah dia bisa mengendalikan Willy dan membuat Sean dan keluarganya merasakan kehancuran.


Dua keturunan pria di keluarga itu menjadi komunitas pelangi dan memiliki catatan kelam.


"Tapi kenapa kau bisa tau dia sering mengunjungi beberapa bar?" Tanya Carlie.


----Flashback On----


Carlie mendatangi salah satu Bar di kota itu dan sengaja berkenalan dengan Willy. Carlie yang tampak seperti pria kalangan menengah ke atas dan baik membuat Willy dengan lapang menerima pertemanan mereka.


"Kenapa? Kok muram?" Tanya Carlie saat menemani Willy minum lagi di bar itu.


"Iya. Pusing. Keluarga pacarku dan keluarga ku masih belum mendapat jalan tengah" Ucap Willy.


Willy dan Alice akan menikah karena Alice sudah hamil. Namun rencana keduanya terhalang keluarga karena baik pihak Willy maupun Alice sama-sama keras kepala.


Itu semua karena Janji Mahaprana dan Ibu Alice yang juga menagih ucapan Mahaprana.


Mahaprana pernah berjanji akan memberi mahar yang besar dan tinggi jika Alice menikah dengan Willy. Hal itu tentu di tagih oleh pihak Alice.


Namun Mahaprana yang memang sudah kekurangan uang sejak di pensiunkan tidak mau memberikan janjinya. Dengan dalih "Siapa suruh hamil luar nikah! Cewek kok gak bisa jaga kehormatan! Masih syukur saya terima dia sebagai menantu! Masih mau minta ini itu!"


Ucapan Mahaprana tentu membuat kegaduhan di kedua keluarga.  Hingga belum ada juga jalan tengah. Pihak Alice terus mendesak Willy, dan pihak keluarganya melarang Willy menikah jika Alice mau di adakan pesta besar dan mahar tinggi.


"Ayo ikut aku. Kita ke bar milik teman ku. Di sana lebih santai. Ada ruangan buat nyanyi. Kau bisa meluapkannya dengan bernyanyi. Bisa gila kau jika begini terus" 


Ajakan Carlie di sambut Willy tanpa curiga. Mereka menuju bar baru milik Rain. Dan Willy di cekoki obat perangsang dan obat-obatan lainnya hingga dia tanpa sadar sudah menjadi korban target Rain.


--------Flashback off--------


Kini Willy masih belum sadar karena pertarungannya diranjang dengan 2 pria pemuas milik Rain. Willy benar-benar kelelahan karena bertarung berjam-jam di atas ranjang yang kini penuh cairan dimana-mana itu.


.


.


.