A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Kenapa Dengan Erik?



Linny yang terus mencari letak master video Sean curiga jika Rain atau Erik terus membawa benda itu ke mana-mana. Karena di cari sedetail apa pun tidak di dapat.


Malah Linny mendapat informasi dari orang suruhannya jika Erik terlihat tidak sehat dan banyak sekali obat-obatan di kamarnya.


Jika di cari tahu obat-obatan itu merupakan obat penghilang rasa nyeri dan obat untuk penderita hati yang tidak berfungsi dengan baik.


"Jadi dia sakit?"  Tanya Linny pada orang suruhannya.


"Menurut saya begitu Nona. Dan saat saya menyelinap di tempat Rain sebenarnya saya tau saya hampir ketahuan dan bersiap untuk mati sebelum mereka menangkap saya. Tapi Erik melihat saya lalu berpaling dan malah mengalihkan perhatian penjaga di sana"  Ucap orang suruhan Linny.


"Dia membantu mu? Kau yakin?"  Tanya Linny heran.


"Sangat yakin Nona. Dari tatapan mata Erik saya bisa tau jika dia berusaha melindungi saya. Sepertinya dia tau tujuan saya ke sana"  Ucap orang itu.


"Baiklah. Sementara hentikan aksi menyusup mu. Akan aku kabari lagi nanti jika kau harus melakukannya"  Ucap Linny.


"Baik Nona"  Orang itu langsung pergi.


Linny tampak berpikir keras. Dia cukup heran dengan fakta yang dia dapatkan tentang Erik.


"Dia sakit? Dia juga ngapain malah melindungi orang ku?" Gumam Linny heran.


.


.


Kembali ke ruangan rawat Linny.


"Aku tau saat aku menyuruh orang menyusup. Orang itu menemukan banyak obat pereda nyeri di kamar Erik"  Jelas Linny.


"Hah~ Dia sakit. Kanker rektum juga Hepatitis B. Dia minta aku membujuk Sean melakukan medical. Dia juga memberikan master video dan data Sean yang ada pada Rain. Aku tidak menyangka dia secinta itu pada Sean hingga berani berkhianat pada Rain"  Ucap William.


"Ya kau benar. Risiko jika berkhianat dengan mafia adalah kematian"  Ucap Linny sambil menghela nafas.


Siapa pun tau jika sudah masuk ke dalam dunia gelap itu maka untuk keluar hanya ada 2 kondisi yang bisa di pilih. Setengah mati atau sudah mati.


"Dia sedang menjalani banyak test lagi untuk memastikan separah apa penyakitnya. Aku memang tidak suka dengan manusia seperti dia tapi aku juga tidak ingin dia mati. Setidaknya dia harus bertobat dan memperbaiki diri sebelum menghadap Tuhan bukan?"  Ucap William gusar.


Karena memikirkan itulah William sangat mendukung dan selalu berusaha agar Sean benar-benar berfokus pada Linny dan benar-benar lepas dari dunia LGBT.


Dia tahu ajaran agama mana pun tidak akan mengizinkan para kaum sodom membenarkan kehidupan seksual yang menyimpang itu.


"Aku ingin berbicara dengan-nya. Aturkan tempat yang aman untuk kami berbicara. Kita tidak tau apakah ada mata-mata Rain yang mengawasinya. Aku tidak yakin Rain tidak tau jika Erik mengambil data Sean untuk di hancurkan"  Ucap Linny.


William paham pemikiran Linny. Linny masih menggunakan Logika dan jiwanya sebagai sesama manusia. Dia tidak mau mencelakakan Erik yang sudah dalam kondisi kesehatan yang buruk itu.


"Akan aku aturkan. Permintaan Erik jangan biarkan Sean tau kondisinya. Cukup jaga Sean dengan baik dari Rain. Rain pasti akan terus mengganggu"  Ucap William menyampaikan pesan dari Erik.


"Baiklah. Cukup kau dan aku yang tau hal ini"  Ucap Linny sambil mengangguk paham.


William pun pamit untuk pergi ke kantor karena waktu sudah cukup siang.


Meninggalkan Linny sendirian di ruangan yang tampak berpikir dengan serius.