
Pagi ini merupakan pagi weekend hari di mana Sean akan menemui Erik di Bar Madam Pelangi.
Seperti biasa Sean selalu bangun dan menyiapkan sarapan untuk mereka.
Terlihat Sean sibuk memasak sesuatu dari tadi. Linny yang penasaran mendekati tempat Sean memasak.
"Masak apa sih?" Tanya Linny melihat ke arah panci yang diaduk oleh Sean.
"Mie goreng Indonesia. Coba sudah pas belum?" Ucap Sean sambil meniup sedikit mie dan di suapkan ke Linny.
Linny menerima suapan sedikit mie dari Sean dan mengunyahnya.
"Kurang pedas sedikit" Ucap Linny mengomentari.
"Oh ok" Ucap Sean sambil memasukkan sedikit lagi bubuk cabai kering dan diaduk rata.
Setelahnya Sean menyusun mie itu dalam 2 piring dan masih ada banyak lagi di panci yang di sediakan untuk bodyguard mereka yang ingin makan.
Linny langsung duduk menunggu Sean menyiapkan sepiring mie goreng Indonesia dan segelas jus sawi nenas.
Setelahnya mereka menyantap dengan lahap sarapan pagi yang berat itu.
"Enak?" Tanya Sean menatap Linny yang makan dengan lahap.
"Enak" Jawab Linny singkat.
Sean dan Linny makan sambil membahas beberapa hal ringan mengenai pekerjaan.
Hari itu keduanya menghabiskan waktu seharian di pent house menonton Korean drama yang sedang viral belakangan.
Sambil menunggu sore waktu untuk bertemu dengan Erik di Bar Madam Pelangi.
Walaupun mata Sean dan Linny menatap layar televisi besar di hadapan mereka, pikiran keduanya melayang memikirkan segala kemungkinan yang terjadi saat bertemu Erik nanti dan cara agar bisa menyikapinya.
"Linny" Sean menarik tubuh Linny mendekatinya dan menciumnya dengan penuh perasaan.
"Ada apa?" Tanya Linny setelah Sean melepaskan ciumannya.
"Kangen" Ucap Sean sambil menyatukan dahinya dengan dahi Linny.
Linny yang paham kode Sean yang sudah bergairah langsung menarik lepas kaos yang di pakai Sean, hingga perut roti sobek Sean terlihat menggoda di mata wanita mana pun tentunya.
Keduanya berciuman dengan penuh gairah hingga Sean memutuskan mengendong Linny menuju tempat tidur.
Tidak butuh waktu lama keduanya sudah saling melepas pakaian satu sama lain.
Sean terus mencumbu Linny hingga ******* demi ******* terdengar. Sean segera membiarkan Pluto dan Venus bermain dengan riangnya hingga mengeluarkan suara surgawi yang memabukkan.
Mereka saling mencari kepuasan bersama hingga tak terasa sejam lamanya mereka akhirnya mencapai pelepasan yang kesekian kalinya.
Entah mengapa hal itu membuat Sean dan Linny merasa lebih relax akhirnya.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Linny dan Sean segera bersiap untuk bertemu Erik. Semakin lama perasaan Sean semakin tidak karuan akan bertemu Erik lagi. Bahkan bertemu mereka akan bertemu di Bar Madam Pelangi.
Meskipun tidak nyaman namun Sean mencoba tenang di sela-sela rasa khawatirnya. Sean kembali memastikan Jun sudah menyiapkan beberapa bodyguard tambahan untuk berjaga jika terjadi sesuatu nantinya.
Waktu bertemu dengan Erik sudah hampir tiba. Sean dan Linny tiba tepat waktu di Bar Madam Pelangi yang tampak mulai ramai dengan pengunjung yang tentunya manusia-manusia yang memiliki orientasi seksual yang berbelok jalan itu.
Sean tersenyum menatap Linny yang terlihat santai itu. Keduanya memasuki Bar itu dan tentunya dua orang penjaga tampak menatap heran pada Sean yang sudah sangat mereka kenali.
"Aku datang menemui Erik. Minggir" Ucap Sean dengan tegas.
Tampak kedua penjaga itu terdiam dan hanya bisa membiarkan Sean, Linny dan kedua bodyguard mereka masuk.
Seorang waiters yang memang mengenali Sean dengan baik bahkan pernah menjadi teman ONS Sean mendekatinya. Dia cukup heran melihat Sean membawa seorang wanita ke tempat itu bahkan tampak bergandengan dengan erat.
"Hai ganteng. Lama tidak kemari. Tumben bawa siapa ini?" Tanya waiters itu tampak penasaran sekali.
"Dimana Erik?" Tanya Sean tanpa mau menanggapi perkataan si waiters.
"Sepertinya di tempat biasa, mau ke sana? Atau mau ambil ruangan atau mau duduk di sofa luar?" Tanya waiters itu.
Tempat biasa tentunya Sean paham. Tempat ruangan khusus yang jarang bisa di masuki tamu luar kecuali spesial seperti Sean dan Erik.
"Ruangan saja. Bilang pada Erik aku ada di sini" Ucap Sean pada waiters itu.
"Okay, come on. Follow me" Ucap waiters itu dengan gaya genitnya.
Sepanjang kaki melangkah banyak sekali pria yang menyapa Sean dan heran melihat kehadiran Linny. Namun wajah cantik Linny menjadi pemandangan sendiri bagi beberapa yang Bisex di sana.
Sean dan Linny masuk ke ruangan yang di sebutkan. Alfa dan Jun memutuskan berjaga di luar ruangan. Selain untuk berjaga mereka juga paham Tuan dan Nona mereka akan terlibat pembicaraan yang private dengan manusia bernama Erik.
Tak lama Erik datang ke arah ruangan di mana Sean dan Linny berada. Erik cukup terkejut melihat bodyguard yang berjaga di luar ruangan itu.
Alfa dan Jun yang melihat seorang pria muda hendak masuk lantas mencegah dan memastikan siapa pemuda itu.
"Aku Erik" Ucap Erik dengan dingin.
Alfa dan Jun membiarkan Erik masuk dan kembali berjaga dengan sikap waspada. Kedua bodyguard itu ternyata telah menyusun rencana yang matang bersama untuk menjaga Tuan dan Nona mereka.
Sesuai yang Sean katakan , Madam Rain pemilik bar itu bukan orang sembarangan. Dia cukup licik dan berbahaya dan memiliki kenalan di dunia bawah tanah sehingga keberadaan Barnya selalu aman tanpa bisa di ganggu oleh pemerintah maupun pihak kepolisian.
Tanpa ada yang tahu mereka menyusupkan beberapa rekan mereka yang memang kuat dan mampu melumpuhkan orang dalam sekejap di saat urgent. Mereka menyamar menjadi pengunjung dan berpura-pura menjadi pria Bisex yang mengunjungi Bar itu dan berbaur diantar pengunjung asli.
Di dalam ruangan itu Sean dan Linny menatap kehadiran Erik. Erik tersenyum sinis melihat Linny yang turut hadir.
"Kau benar-benar sudah berada di bawah kaki wanita itu ternyata" Ucap Erik mengejek.
"Aku datang untuk menyelesaikan semuanya dengan baik-baik Erik. Berhentilah melakukan kekacauan dan kegilaan. Kau masih muda, jika kau tidak bisa kembali pada hakikat mu setidaknya kau masih bisa mencari pria lain yang memang bisa menemani mu hingga tua" Jelas Sean berusaha tenang dan tak terprovokasi.
"Kau pikir semudah itu? Kau pikir perasaan ku itu hanya perasaan bodoh?" Tanya Erik kesal.
"Aku tau kau tulus tapi aku sudah tidak punya perasaan yang sama bahkan sejak lama sebelum aku bersama Linny. Aku hanya mengasihani mu karena kau selalu melukai diri sendiri jika aku meminta untuk berpisah" Ucap Sean jujur.
.
.
.
Yuk like, subscribe, komen di semua karya author karena author akan mengadakan GiveAway untuk para pembaca setia. Stay tune dan terus baca ya!! Arigatou Gozaimasu.