A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Rahasia Andrean...



FP Corporation


.


Andrean dan Sisilia sangat sibuk menggantikan kegiatan Linny selama sang CEO berada di Bali untuk mencari tanah yang dia inginkan sekaligus berlibur.


Sisilia bertugas mengecek semua toko dan juga gudang produksi serta penyimpanan stok. Sedangkan Andrean sibuk melakukan meeting dengan para manager juga mewakili Linny menghadiri pertemuan dengan pihak lain.


Tanpa Linny yang hadir di kantor sebenarnya mereka sudah terbiasa. Bertahun-tahun sebelumnya saat Linny memilih bekerja di balik tirai perusahaan saja bisa di atasi oleh Andrean segala sesuatu yang di perlukan demi menunjang perusahaan dalam beroperasi.


Jadi bukan masalah besar sebenarnya untuk Andrean mengurusi segala keperluan perusahaan. Hanya saja usaha Linny semakin besar di berbagai bidang.


Hal itu tentu cukup membuat waktu Andrean tersita hampir seluruhnya. Waktu untuk makan siang saja harus dia pangkas secepat mungkin untuk mengurus perusahaan. Andrean memang selalu bekerja dengan sungguh-sungguh.


Siang itu Andrean masih berada di ruangan kantornya, dia tampak sibuk mengecek satu per satu laporan sebelum dia kirimkan via email pada Linny untuk meminta persetujuan secara virtual.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu dari luar ruangan Andrean terdengar. Tanpa menoleh ke arah pintu, Andrean langsung mempersilahkan masuk orang yang ada di luar.


"Masuk saja. Tinggalkan laporannya. Jika sudah saya baca akan saya panggil"


Ucap Andrean tanpa melihat siapa orang yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Okey Pak Asisten"


Suara seorang wanita yang sangat dikenali Andrean terdengar.


"Loh? Angel?"


Andrean terkejut melihat wanita cantik itu berdiri di hadapannya. Wanita yang berprofesi sebagai psikiater itu kini berada di depan Andrean.


"Hai. Sibuk banget sampai Aku telepon juga di cuekin"  Ucap Angel mencibir.


"Maaf. Aku memang sibuk. Ah Linny tidak di tempat, dia sedang di Bali"  Ucap Andrean memberitahu.


Angel memutar bola matanya dengan malas. Apakah pria tampan yang jomblo di hadapannya ini berpikir Angel hanya datang untuk mencari Linny?


Come on boy. Angel yang selama ini terang-terangan mengatakan suka pada Andrean tentu jauh-jauh terbang dari Singapore ke negara +26 ini tak lain tak bukan untuk menemui sang pujaan hati.


Angel tak akan menyerah sebelum Andrean sah menjadi suami dari wanita lain. Jika Andrean memilih wanita lain dan menikah tentu Angel akan mundur teratur. Dia tidak akan mau merusak reputasinya sendiri.


"Aku datang mencari mu. Ayo makan siang bersama"  Ajak Angel langsung tanpa basa basi lagi.


Sudah lama Angel menunggu waktu untuk bisa makan berdua bersama Andrean. Hal itu membuat Angel tampak sedikit memaksa Andrean untuk menemaninya makan.


"Aku tidak bisa. Kau tidak lihat banyak kerjaan ku?"  Tanya Andrean sambil menunjuk berkas-berkas di atas mejanya lalu tersenyum manis pada Angel.


"Ah. Masa bodo dengan berkas-berkas itu. Kau selalu saja menolak ku ajak makan bersama. Apa sesulit itu?"  Tanya Angel kesal.


Ya Andrean selalu menghindar jika Angel mengajaknya pergi bersama. Jika pun mau pasti Andrean akan membawa Sisilia dan Linny ikut bersama mereka.


"Aku memang sibuk. Kan sudah ku bolang Linny tidak di tempat dan itu artinya pekerjaan ku bertambah"  Jelas Andrean dengan tenang.


"Linny... Always Linny. Jika mau buat alasan yang lebih pintar!"  Ucap Angel yang sudah menaikkan 1 oktaf suaranya.


Mendengar nada bicara Angel yang benar-benar marah dan tak biasa itu membuat Andrean menatap heran padanya.


"Kau kenapa? PMS?"  Tanya Andrean sambil tertawa mengejek Angel.


Angel menatap tajam pada Andrean. Wajahnya berubah menjadi serius menatap Andrean. Di tatap begitu tentu membuat Andrean heran. Belum pernah Angel bersikap seperti itu kepadanya.


"Tidak. Kau pintar dan terkenal sebagai psikiater di negara lain. Jadi kau tentu paham aku tidak tertarik berpacaran Angel"  Ucap Andrean terus-terang.


Angel tertawa sinis menanggapi perkataan Andrean.


"Kau bukan tidak tertarik berpacaran tapi kau masih mencintai Linny"


Skak! Andrean melotot horor mendengar perkataan Angel.


"Kau-"


Angel tersenyum puas. Ekspresi terkejut dan gelagapan Andrean menjawab semuanya.


Sebenarnya Angel sudah lama tahu, namun dia juga tahu Linny tak sedikit pun menyukai Andrean juga Andrean terlalu takut mendekati Linny sebagai seorang pria.


Selama ini Andrean bersembunyi di balik kata 'Sahabat' dan 'Saudara' selama bersama Linny.


"Kenapa? Heran aku bisa tau? Hey boy, did you forget i'm a psychiatrist?"


Angel menatap tajam pada Andrean dan tentu di balas dengan tatapan tajam dari pria itu juga.


"I've just been acting stupid and pretending i don't know how you feel"


Lanjut Angel dengan tenangnya. Dia mencintai Andrean, bahkan sangat dan dia terus menunggu Andrean yang bisa membuka hatinya.


"Kau terlalu naif dan bodoh. Kalau aku jadi kau maka aku sejak dulu akan meraih Linny. Dia cantik, pintar, kuat. Tentu pria beruntung yang bisa mendapatkan hatinya. Kau tau itu bukan?"


Ucap Angel menertawakan kebodohan Andrean. Tidak juga, Angel menertawakan dirinya juga yang terus bertahan mencintai orang yang tak bisa melupakan wanita lain itu.


"Kalau kau masih mau bertahan mencintainya maka mulai hari ini aku mundur. Melihat respons mu yang sekarang sepertinya kau akan terus berada dalam kubangan itu. Dan aku tak mungkin bisa bertahan jika di hatimu hanya ada Linny"


Angel mengucapkan itu dengan tenang namun di dalam suaranya terdengar kepedihan.


"Jangan ikut campur urusanku. Apa hubungannya dengan kau jika aku menyukai Linny, Kau bukan siapa-siapa"  Ucap Andrean terdengar dingin.


Andrean sangat tidak suka. Dia tidak ingin ranah pribadinya di ganggu. Dia menghargai Angel sebagai teman lama mereka, namun Andrean tidak suka orang-orang ikut campur urusan pribadinya. Terutama tentang perasaannya pada Linny yang sudah dia kubur dalam-dalam dengan rapi tanpa ada yang mencurigainya.


Mendengar ucapan Andrean yang tidak bersahabat itu membuat Angel langsung berdiri keluar dari ruangan Andrean.


Baru melangkah keluar dari pintu, Angel terkejut melihat Sisilia yang diam mematung di luar ruangan Andrean.


"Sisil"  Sapa Angel perlahan.


Andrean yang mendengar nama Sisilia di sebut juga terkejut. Apa Sisilia mendengar semua itu?


Sisilia hanya tersenyum pada Angel dan menepuk pundaknya perlahan. Setelah itu Sisilia masuk ke ruangan Andrean dan mengunci pintu ruangan itu.


Angel pun meninggalkan tempat itu segera. Dia tidak mau ikut campur ataupun bertemu lagi dengan Andrean. Itu yang di putuskannya.


Dengan perasaan yang begitu sakit meskipun selama ini Angel sudah tahu tapi dia terkejut melihat respons Andrean yang tampak marah dan menolak Angel secara terang-terangan.


"Aku bukan siapa-siapa untuknya"  Gumam Angel lirih menertawakan dirinya yang bodoh itu.


.


.


.


To Be Continue Next Ep^^