
Weekend tiba, Sean dan ke empat sahabatnya serta Erik -- Kekasih Sean berangkat ke villa di puncak.
William sudah menyewa sebuah villa di puncak sebagai tempat acara ulang tahunnya.
Tentu acara khusus pria lajang seperti mereka. Aston bahkan turut mengundang beberapa wanita panggilan kelas atas untuk bergabung.
Seperti yang kalian kira, Aston tidak sepolos itu kawan. Dan bisa dikatakan hanya Sean dan William yang tidak mau sembarangan bermain wanita.
Jika Sean karena memang tidak sanggup merasakan minatnya pada makhluk Tuhan yang ber-atas namakan wanita, sedangkan William menganggap hubungan yang melewati batasan itu hanya bisa dilakukan kepada pasangan yang benar-benar dia cintai.
Villa yang di sewa William memiliki kolam renang pribadi, sehingga mereka memutuskan untuk berpesta di dekat kolam renang.
Acara di mulai pukul 7 malam. Erik tampak risih karena Aston mengundang wanita untuk bersenang-senang.
Erik tidak bisa terlalu dekat dengan Sean jika ada orang luar. Karena Sean selalu melarang untuk menjaga rahasia akan hubungannya dengan Erik, Sean tidak ingin orang luar tahu tentang mereka.
Musik DJ terdengar dari speaker besar yang terpasang. Semuanya tampak senang begitu pula dengan Sean.
Sean tampak banyak minum malam itu. Berhubung mereka akan menginap di villa maka Sean bisa bebas minum sebanyak mungkin.
Terlihat villa di sebelah mereka yang hanya terpisah oleh tanaman-tanaman hias juga sedang ramai.
Salah seorang di villa sebelah menyapa Doni. Ternyata Doni mengenalinya sebagai partner bisnis dari Papa-nya.
Terlihat seorang wanita menatap terus ke arah Sean.
Itu Prilly, dia mendekati Sean dan duduk di sebelahnya.
" Kak Sean" Ucap Prilly langsung memeluk Sean.
Sean merasa sangat tidak nyaman dan langsung menyingkirkan tangan Prilly dari tubuhnya.
Melihat perbuatan Prilly membuat Erik mengepalkan tangan menahan emosi.
" Kak Sean di sini juga. Berarti kita benar-benar berjodoh ya" Ucap Prilly.
Sean semakin tidak menyukai wanita itu.
William yang paham Sean akan mengamuk langsung menyuruh Prilly untuk pergi.
" Hallo, maaf Nona, Anda sepertinya salah Villa. Ini acara Saya. Bisa tolong kembali ke villa Anda? " Ucap William mengusir secara halus.
" Kau siapa? Aku masih mau berbicara dengan Kak Sean. Dia tunanganku" Ucap Prilly dengan percaya diri.
Sean merasa jengah, sudah gila wanita ini mengaku-ngaku sebagai tunangannya. Emangnya Sean mau? Ya tentu tidak!
" Hei wanita sombong! Sean aja enggak suka sama Kau. Jangan takabur!!" Ucap Danu dengan keras dan meledek Prilly.
Prilly merasa kesal dan tetap memaksa ingin duduk bersama Sean.
" Pergi lah . Jangan merusak acara teman Ku" Ucap Sean berusaha bersabar.
" Baik tapi antar Aku kembali ke villa sebelah" Ucap Prilly dengan otaknya yang penuh ide gila.
" Baiklah. Tapi jangan datang lagi ke villa ini. Mengerti?! " Tegas Sean.
Prilly sangat senang lalu berjalan menuju kembali ke villa-nya bersama Sean.
Erik merasa kesal karena Sean mau saja mengantar wanita itu.
Terpaksa Erik hanya bisa diam dan menikmati minumannya.
Di villa teman Prilly tampak suasana sepi. Banyak temannya sedang keluar membeli barang untuk barbeque mereka tengah malam nanti. Waktu memang masih menunjukkan pukul 8 malam.
" Kak duduk lah. Aku akan ambilkan minuman" Ucap Prilly menahan Sean agar lebih lama bersamanya.
" Tidak perlu. Teman-teman Ku sedang menunggu" Ucap Sean menolak.
" Sebentar saja. Apa Aku tidak bisa berbicara baik-baik dengan Kakak. Aku benar-benar ingin tahu kenapa Kakak tidak mau menerimaku" Ucap Prilly dengan nada sedih.
Sean merasa lelah untuk bertengkar. Dia menurun kan egonya dan menerima tawaran Prilly untuk berbicara.
" Baiklah. Hanya 15 menit! " Tegas Sean dengan perasaan malas.
" Makasih Kak" Ucap Prilly dengan senyuman mencurigakan
Prilly menuju dapur villa mengambil minuman. Tanpa sepengetahuan Sean, minuman itu di campur obat per@ngsang yang Prilly dapat dari tas milik temannya.
" Dicoba dulu Kak jus nya" Ucap Prilly menyerahkan secangkir jus jeruk kepada Sean.
Sean tanpa curiga langsung meneguk jus itu.
" Apa yang ingin Kau katakan? " Tanya Sean langsung.
" Kakak tau. Sejak bertemu Aku sudah jatuh cinta pada Kakak" Ucap Prilly.
" Terus? " Sean merasa malas berbasa-basi.
" Aku benar-benar mencintai Kakak. Kenapa Kakak menolakku, Aku cantik, pekerjaan Ku bagus, Aku lulusan luar negeri dan yang terpenting juga Aku bisa memuaskan Kakak kapan pun Kakak mau" Ucap Prilly sambil mengelus paha Sean.
Sean membola terkejut. Sudah gila wanita di hadapannya ini.
" Singkirkan tangan mu sebelum Aku mematahkannya" Ancam Sean.
Prilly tidak memedulikan ancaman Sean. Prilly malah tersenyum melihat wajah Sean yang tampak mulai tidak nyaman dan merasa gerah - panas.
" ****!! Kau memasukkan apa ke dalam minuman Ku?!!! " Bentak Sean pada Prilly.
Sean kini menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan minumannya.
" Kak. Biar Aku membantu mu. Kau bisa kesakitan nanti" Ucap Prilly mencoba mencium dan menggoda Sean.
Sean mengerang. Dirinya merasakan hasratnya memuncak. Pikirannya tertuju pada Linny.
Prilly berpikir dia sudah berhasil meluluhkan Sean. Prilly terus mengelus dan menyentuh seluruh tubuh Sean hingga gundukan letak si Pluto dari luar celana Sean.
" Linny... Ahh" Ucap Sean mengerang membayangkan Linny yang menyentuhnya.
' Linny? Siapa itu? ' Batin Prilly heran, dirinya terus mencoba membangunkan milik Sean.
Namun tak lama Sean menyadari, Linny tidak bersamanya. Milik Sean tidak bereaksi sama sekali terhadap Prilly.
Prilly yang terus berusaha mencumbu Sean agar si Pluto milik Sean bisa 'berdiri' sempurna, namun bukannya Sean bisa berdiri malah Prilly berujung terjatuh ke lantai karena Sean mendorong tubuhnya dengan keras.
" Cukup! Kau pikir Aku bisa tergoda dengan cara murahan mu? Bahkan milik Ku tidak bereaksi terhadap wanita murahan seperti mu" Ucap Sean lalu bangun merapikan pakaian dan celananya.
Sean segera berjalan kembali menuju ke dalam villa yang di sewa William.
Prilly tampak kesal dan menjerit-jerit. Dia tidak percaya Sean tidak bisa tergoda dengannya bahkan menyebut nama wanita lain.
Sean segera masuk ke dalam kamar villa dan merebahkan diri.
Di lepaskannya semua pakaiannya karena rasa panas yang tak kunjung mereda.
Erik memperhatikan sikap Sean yang tak biasa.
" Sayang Kau kenapa? " Tanya Erik setelah memastikan pintu kamar terkunci.
" Tubuhku panas" Ucap Sean.
Erik tampak paham lalu mendekati Sean dan mencoba memuaskan Sean seperti biasanya.
Hanya saja Sean tampak tidak bisa terbawa suasana seperti hal yang biasanya dilakukan Erik.
' Sepertinya saat ini Aku hanya bisa bereaksi dengan Linny. Ah Linny, help Me!! ' Batin Sean.
Sean terus membayangkan wajah Linny yang memainkan Pluto dan memuaskannya. Dirinya membayangkan semua cumbuan mesra dari Linny.
Akhirnya Sean bisa mencapai titik kepuasannya meskipun yang melakukan itu Erik. Namun bayangan dan pikiran Sean tertuju pada Linny.
Erik tampak senang, dirinya merasa menang dari wanita bernama Prilly karena Sean bereaksi terhadap cumbuannya.
Selain itu Erik yakin Prilly mencoba menggoda dan menjebak Sean namun gagal. Sean tidak mungkin bereaksi terhadap wanita pikirnya.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMNA-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-