A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Ending..



Andrean yang tau tentang kejadian Hendra dan Sisca Natalie yang datang mengusik Linny tampak terburu-buru datang ke kantor.


"Ada apa? Kenapa mereka datang ke sini?"  Tanya Andrean yang terkejut secepat itu dua orang yang paling menyakiti Linny muncul kembali.


"Mereka ingin menguasai semua milik Linny"  Ucap Sisilia singkat.


"Wah gila. Mereka tidak punya hak"  Ucap Andrean terdengar kesal dan juga tidak terima.


"Tapi dia masih ibu kandungku dan sah. Apalagi aku masih anak yang belum menikah"  Ucap Linny merasa kesal dengan fakta tak terbantahkan itu.


Sean mengelus punggung Linny perlahan agar wanitanya itu tidak terbawa emosi berlebih.


"Tidak bisa di biarkan. Apalagi kalau sampai dia tau aset Nicolas yang sudah kau siapkan dan mau menguasainya juga"  Ucap Sisilia yang sangat kesal.


Andrean teringat sesuatu. Dia teringat jika di dalam surat wasit yang Papa Linny titipkan pada Om Donald tertera bahwa dia menyerahkan semua wali Nicolas pada Linny dan Istrinya tidak berhak atas Nicolas. Hanya Linny yang berhak atas semua yang ada pada Nicolas termasuk mengatur kehidupan Nicolas.


Entah apa yang membuat almarhum Frans begitu kuat dan tegas membuat wasiat seperti itu. Mungkin firasat seorang ayah yang tidak ingin milik anaknya di salah gunakan saat dia sudah tidak ada.


"Nicolas aman. Kau lupa surat wasiat ayahmu. Dan karena surat itu kau sudah sah sebagai wali sah Nicolas. Sekarang hanya masalahnya pada mu. Kau benar kau masih terdaftar sebagai anak dan belum menikah. Jadi dia berhak mengganggu dan menentukan kehidupanmu juga aset mu dengan dalih agar tidak di salah gunakan"  Ucap Andrean.


Linny memijat keningnya. Dia sangat bingung jika berurusan dengan hal seperti itu. Lebih mudah baginya menghadapi kelompok penjahat yang mengacau.


"Tapi aku tau caranya. Itu kalau kau bersedia"  Ucap Andrean yang membuat Sean, Linny juga Sisilia menatapnya serius.


"Kau harus menikah. Minimal bertunangan sah dan publikasikan. Selain itu langsung atur pengesahan wali mu menjadi Sean. Hanya itu caranya Linny dan tentunya untuk pengesahan harus jelas tertulis kapan kalian akan resmi menikah dan wajib untuk di tepati agar tidak gugur keputusan itu"  Ucap Andrean.


Linny tampak terdiam memikirkan usulan Andrean. Bukannya dia ragu untuk menikah dengan Sean. Jika ragu dia tidak akan membuat keputusan Sean sebagai ahli warisnya.


Hanya rasa takut dia akan kehidupan setelah menikah dan boomerang yang bisa di dapatkan pasangan juga anak-anaknya kelak.


"Linny. Tidak ada cara lain. Kalau kau menikah tandanya kau sudah milik suami mu dan tentu orang lain tidak akan bisa dan juga tidak boleh mengganggu apa pun yang ada pada mu. Dan semua surat ahli waris juga bisa di sah-kan"  Ucap Sisilia menambahi.


Sean melihat Linny yang masih ragu hanya diam. Dia yakin ada sesuatu yang menganjal di pikiran Linny.


"Katakan apa yang membuat mu ragu? Kau ragu aku bisa menjadi suami yang baik?"  Tanya Sean membuka suaranya.


Linny menghela nafas dan menggeleng. Bukan itu yang dia pikirkan.


"Jadi kenapa?"  Tanya Sean dengan lembut.


"Aku takut suatu saat nanti masa lalu ku yang gelap akan menjadi boomerang untukmu dan anak kita. Aku tidak mau itu terjadi"  Ucap Linny yang akhirnya mau mengatakan keresahannya selama ini.


Sean tersikap. Sisilia dan Andrean juga terkejut dengan cara berpikir Linny. Memang Linny seorang pemikir yang takut perbuatannya melukai orang yang dia sayangi. Dia tidak peduli jika dirinya yang akan menderita dan terluka, tapi dia tidak ingin orang-orang yang berharga baginya ikut terluka.


"Jika maslah itu jangan takut. Aku tidak peduli. Kita bisa hadapi itu"  Ucap Sean dengan tulus menggenggam tangan Linny.


"Seperti kau yang tidak peduli masa lalu ku dan melindungiku. Aku juga akan begitu Linny"  Ucap Sean dengan tulus pada Linny.


Sisilia dan Andrean tersenyum senang, mereka semakin yakin Sean pilihan yang tepat untuk Linny.


.


.


Tentu itu semua ide dan saran dari Andrean juga kuasa hukum Linny untuk mencegah Sisca Natalie yang mau mencoba mengganggu semua aset milik Linny.


Pertunangan yang megah dan tersiar di seluruh stasiun televisi itu menyita banyak perhatian publik. Banyak juga yang menyayangkan dan merasa patah hati karena CEO Kim resmi bertunangan dan akan segera menikah sebulan setelah pertunangan.


Dan di kesempatan itu bahkan Linny dengan tegas menyebut Sean adalah Wali beserta ahli warisnya. Sean juga bertanggung jawab penuh untuknya dan sang Adik - Nicolas.


Hal itu tentu di dengar oleh Hendra dan Sisca Natalie yang merasa geram dan tidak terima. Namun apa yang bisa mereka lakukan. Linny dengan sengaja menyiarkan acara pertunangannya itu.


Hendra pun membujuk Sisca Natalie untuk segera mem-blow up jika Linny masih memiliki ibu kandung dan bersikap kasar dan kurang ajar. Juga membongkar masa lalu Linny yang pembangkang menurut Sisca Natalie itu.


Sayangnya tanpa mereka sadari. Linny juga sudah bergerak menghancurkan Hendra hingga ke tanah. Markas utama Hendra sudah di dapatkan. Bukti perdagangan manusia yang di lakukan Hendra yang di bantu salah satu pejabat di Konoha juga sudah ada.


Linny mengirimkan bukti itu melalui orang suruhannya pada pihak kepolisian dan kejaksaan. Bahkan dengan sengaja di blow up melalui media sosial.


Alhasil mau tidak mau semua aparat negara bekerja cepat untuk menangani masalah itu.


Sedangkan di tempat Hendra. Pria itu sangat panik karena anak semata wayangnya tidak di temukan saat markasnya di gebrek oleh kepolisian.


"Apa??? Markas di ketahui??? Rendy , Anak ku dimana??"  Tanya Hendra panik.


Rendy selalu dia tugaskan untuk mengurus markas itu belum ada kabar sejak dia mendengar Markas di gebrek dan terjadi baku tembak.


"Belum di temukan Tuan. Tuan lebih baik Anda pergi sekarang juga. Polisi sudah menangkap Sugiono"  Ucap salah satu karyawan setia Hendra.


Sugiono adalah salah satu ex pejabat yang juga terlibat dalam semua bisnis gelap Hendra kini sudah tertangkap.


"Sialan!!!"  Ucap Hendra kesal.


Tak lama polisi mendatangi rumah tempat Hendra dan keluarganya tinggal dan langsung membekuknya. Hendra tampak melawan dan tidak terima di tangkap.


Sisca Natalie pun menangis meraung-raung saat suaminya di seret polisi ke dalam mobil dan di bawa pergi.


Berita tentang Hendra Abdi Wijaya pun muncul ke public dan membuat semua orang gempar. Karena keluarga besar Abdi Wijaya di ketahui sangat baik dan sering beramal.


Tapi ternyata Hendra Abdi Wijaya salah satu bagian dari keluarga itu malah melakukan tindak kriminal penjualan senjata api ilegal, obat-an terlarang bahkan perdagangan manusia di bawah umur.


Melihat berita itu membuat Linny tersenyum puas. Dia senang bisa melihat kehancuran Hendra. Sayangnya Rendy putra satu-satunya Hendra menghilang. Linny harus bersabar menunggu orang-orang suruhannya mencari Rendy Abdi Wijaya itu.


"Kenapa? Senyum-senyum sendiri?"  Tanya Sean heran melihat Linny tersenyum sambil melihat layar iPad-nya.


Sean mendekati Linny dan ikut melihat apa yang di perhatikan Linny. Ternyata berita tentang Hendra Abdi wijaya. Sena pun paham kenapa Linny terlihat senang.


"Jangan lihat itu lagi. Kemarilah. Temani aku minum"  Ucap Sean sambil menuntun Linny ikut duduk di sofa dekat jendela malam.


"Hari ini aku mau minum sepuasnya. Jadi jangan melarangku"  Ucap Linny sambil tersenyum.


"Baiklah. Aku mengerti"  Ucap Sean sambil memeluk Linny.


Keduanya menatap ke arah lampu jalanan yang berkelap-kelip malam itu.