
" Tidak perlu. Ambil darah aku saja Dok. Aku AB+"
" Baik. Silahkan ikut saya ke ruangan periksa. Kita test dulu apakah Anda dan darah Anda layak "
Sisilia dan Andrean terheran dengan perkataan Linny. Linny tidak pernah mau melakukan donor darah selama ini.
Linny pernah mengatakan bahwa darahnya hanya akan dia berikan untuk Nicolas -adiknya ataupun keturunan Nicolas kelak nanti.
.
Prosedur pendonoran darah yang dilakukan Linny selesai. Beruntung darah dari Linny dinyatakan layak di gunakan untuk transfusi darah.
Sean dinyatakan selamat dari masa kritisnya namun dia masih belum sadar karena pengaruh obat bius.
Sean sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa.
Linny, Sisilia, William menunggui Sean yang berada di ruangan perawatan.
Tidak lama Andrean datang menyerahkan rekaman CCTV dan data yang di minta Linny.
Linny begitu geram melihat Sean yang di tusuk dan di serang mendadak. Tampak Sean bersikap biasa dan sepertinya Sean berbicara serius dengan pria itu.
"Siapa? " Tanya Linny.
"Carlie. Entah itu Carlie atau Carlos. Mereka kembar identik " Jawab Andrean.
"Apa masalahnya dengan Sean? " Tanya Linny sambil meremas Ipad milik Andrean dengan geram.
"Entah lah. Hanya satu hal yang mungkin berkaitan. Carlie dan Carlos sama-sama gay dan mereka juga anggota Bar Madam Pelangi " Ucap Andrean.
Linny menatap Andrean dengan dingin. Aura membunuh terasa menusuk.
"Dimana dia? " Tanya Linny langsung.
"Kedua saudara kembar itu memiliki rumah mewah di ujung kota. Mereka biasa open party dengan sesama di sana " Ucap Andrean.
Linny langsung bangkit dari duduknya.
"Kau mau ke mana Linny?" Tanya Sisilia khawatir. Dia yakin Linny tidak mungkin akan tinggal diam.
"Aku ingin berburu. Kalian tunggu di sini. Jaga Sean sampai dia sadar. Jangan menelepon polisi. Paham?" Ucap Linny lalu keluar menuju parkiran.
Linny melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju alamat di data yang diberikan Andrean.
Linny tiba di sebuah rumah yang cukup mewah di ujung kota. Tampak banyak pria dan wanita masuk ke sana. Benar saja. Tempat itu menjadi lokasi party. Lebih tepatnya tempat pertemuan antar kelamin terbuka.
Bagaimana tidak. Baru saja Linny masuk. Dia sudah melihat banyaknya sesama jenis sedang berhubungan badan. Ada pula yang threesome dengan wanita. Menjijikkan!
Liny mencari pemilik wajah yang sudah menusuk Sean. Tanpa berlama-lama Linny menemukan pria itu masih dengan pakaiannya berlumuran darah Sean.
"Hai cantik. Apa mau bergabung dengan kami" Ucap seorang pria yang duduk bersama Carlie atau Carlos itu.
Tanpa aba-aba Linny langsung menendang dan menghancurkan meja mereka.
"Shi*!! Apa-apaan kau sialan!! " Ucap pria yang entah Carlie atau Carlos itu.
"Kau berani menyentuh MILIK KU. Maka aku akan memangsa mu hingga tidak bersisa " Ucap Linny menatap tajam pria yang sudah berani melukai Sean.
"Bangssttt!! Apa-apaan wanita gila ini!!!" Ucap pria yang entah Carlie atau Carlos itu.
Linny langsung memukulinya. Semua orang terkejut. Wanita yang baru datang itu menguasai ilmu bela diri yang luar biasa.
Linny mengeluarkan pisau yang di bawanya. Melihat itu mangsa buruannya terkejut. Entah siapa wanita gila di hadapannya itu.
Linny langsung menerjang dan menusuk bahu kiri pria itu.
"Mata di bayar mata bangssttttt. Kau juga harus merasakan sakit yang di alami Sean!" Ucap Linny dengan dingin dan penuh penekanan.
Mangsa buruan Linny kini paham. Linny datang membalasnya karena melukai Sean.
Namun mangsa buruan Linny itu malah tertawa saat Linny menusuknya.
"Kau pikir hanya aku yang tidak suka dengannya. Kami semua tidak suka sejak dia bersama Erik dan mengacaukan bisnis kami. Karena dia dan pasangan gilanya itu lah pacarku mati! Bahkan adik perempuan kami overdosis karena Erik! Jadi apa aku salah membalas kan nyawa yang sudah mereka ambil hah??!! Gila sekali Sean. Setelah dari Erik pun dia masih punya dekingan kuat! Hebat sekali di" Ucap pria itu sambil tertawa lirih.
Linny kembali menerjang dan menusuk perut pria itu.
"Argh!!! Kau.... Hah... Kau pikir hanya aku yang akan membunuhnya. Kau tidak tahu Om Agus dan Carlie akan membunuhnya hari ini di rumah sakit. Kami tahu dia di mana. Mungkin saat ini Sean mu itu sudah mati keracunan!" Ucap pria itu yang rupanya Carlos.
"Aku akan membunuh kalian semua sebelum kalian bisa menyentuhnya bangstttt. Kau bilang pacarmu sudah mati bukan? Aku akan mengirimmu ke tempatnya berada!" Ucap Linny yang kemudian menusuk tubuh Carlos bertubi tubi . Darah Carlos memercik mengenai wajah dan tubuh Linny.
Orang-orang di sana berteriak histeris melihat Linny yang membabi buta menusuk Carlos.
Tidak lama beberapa orang berpakaian hitam datang. Tampak Om Donald juga datang.
Om Donald di kabari Andrean dan langsung secepatnya menyusul Linny. Sesuai dugaannya, Linny benar-benar ingin membunuh manusia kelainan seksual itu.
"STOP !! Sayang Stop!! Kau kembalilah jaga Sean. Om yang akan mengurusi orang-orang yang berani mengusik kalian " Ucap Om Donald berusaha menahan Linny yang mau menusuk Carlos lagi.
Carlos di bawa ke rumah sakit oleh anggota Om Donald. Dia tidak ingin Linny mendapat masalah hukum.
" Dan kalian. Jika berani membuka mulut kejadian hari ini. Maka kalian akan tahu akibatnya. Kalian tahu bukan siapa aku?!" Ucap Om Donald mengancam dengan suara tegas. Siapa pun tahu Om Donald adalah mafia terkejam yang tidak bisa disentuh oleh polisi mana pun.
Bekas kekacauan dan darah di sana di bersihkan oleh anggota Om Donald agar tidak ada jejak Linny ataupun DNA yang tertinggal.
Linny teringat perkataan Carlos bahwa Agus dan Carlie mengincar nyawa Sean juga. Linny segera memacu berlari menuju mobilnya di ikuti Om Donald. Tangan Linny masih memegang pisau yang dia gunakan untuk menusuki Carlos tadi.
Linny mengambil sebuah kain bersih dan membersihkan bagian tangan dan wajahnya sedikit. Meskipun tidak mampu menghapus semua bekas darah Carlos.
Mobil melaju cepat ke rumah sakit. Dengan terburu-buru Linny berjalan menuju ruang rawat Sean. Om Donald juga berjalan cepat mengikutinya.
Di depan pintu kamar. Linny melihat seorang suster dengan gerakan mencurigakan di dalam ruang rawat Sean. Tampak dia mulai menyuntikan cairan ke infus Sean. Sean terlihat sudah sadar namun tidak bertenaga.
Sisilia dan William ada di dalam ruangan itu tampak tidak mencurigai suster yang sedang melakukan tugasnya.
Linny langsung menerjang masuk sesaat suster itu menyuntikan cairan ke kantung infus Sean.
"Bangssttt!!!!"
Linny langsung menendang suster itu hingga dia tersungkur. Suster itu ketakutan melihat Linny. Sorot mata Linny menunjukkan dia tahu tujuan suster itu. Segera suster itu mencoba melarikan diri namun Om Donald menghadangnya. Pintu di tutup rapat dengan orang - orang Om Donald berjaga di luar.
Linny mencabut infus yang terpasang pada Sean.
" Apa kau pusing ? Mual ? " Tanya Linny yang tampak sangat cemas.
Melihat kehadiran Linny yang tiba-tiba dan mengamuk membuat Sean terkejut. Raut wajah khawatir Linny tampak menunjukkan wanita itu sedang kacau.
.
.
.