
"Reza mantan kekasihku dulu. Aku pernah hamil dan keguguran anaknya" Ucap Linny dengan suara yang sangat pelan.
"Apa??" Sean cukup terkejut.
"Hubungan kami tidak lama dan dia mencampakkanku" Lirih Linny mengingat luka yang membuatnya tidak percaya dengan kata cinta dan kesetiaan.
Sean menatap Linny dengan penuh tanya. Terlalu banyak masa lalu Linny yang tidak dia ketahui.
****Flashback On*****
Kimberlyn yang berusia 18 tahun bersiap untuk ujian masuk kuliah. Tidak terasa dirinya sudah 1 tahun hidup bersama keluarga Andrean dan Sisilia. Dirinya juga semakin membaik, tidak lagi dia merasa takut bertemu lawan jenis.
Kimberlyn mengenal Reza saat pria itu datang menemui Andrean, mereka merupakan teman sekelas. Lambat laun keduanya semakin dekat bahkan sifat Kimberlyn yang haus akan **** mulai muncul. Reza pernah memergokinya sedang bercumbu dengan pria yang cukup berumur di dalam mobil pria itu.
"Kau gila! Stop kegilaanmu Kimberlyn!" Bentak Reza yang tidak suka melihat Linny mencari pelampiasannya.
"Kau bukan siapa-siapaku. Jangan sok mengaturku. Kau tidak tahu apa pun!" Tegas Linny kesal sudah diganggu oleh Reza.
Andrean yang tahu Reza menyukai Linny pun mencoba menasihati Reza dan menjelaskan kenapa Linny seperti itu..
"Aku tidak tahu kau akan bisa menerima Linny atau tidak. Tapi dia menjadi seperti itu karena sudah dilukai. Jika kau memang mencintainya coba mengerti dan ubahlah kebiasaannya. Itu jika kau benar-benar serius padanya" Ucap Andrean menasihati Reza.
Lama kelamaan Reza mulai paham dan memaklumi sikap dan kebiasaan Linny. Sejak saat itu dia semakin mencintai Linny. Mereka sangat akrab bahkan Linny sering diajaknya untuk pergi berduaan.
"Aku mencintai mu Kimberlyn. Aku mohon berhentilah mencari pelampiasan begitu. Jika kau mau biarkan aku saja yang boleh menyentuhmu" Ucap Reza bersungguh-sungguh.
"Kau yakin?" Tanya Linny yang mulai nyaman bersama Reza.
"Iya. Aku serius. Aku akan menjaga mu. Kita juga bisa menikah" Ucap Reza.
Linny sangat percaya pada Reza. Apalagi Reza merupakan teman dekat Andrean. Melihat sifat Andrean yang sangat baik dan bertanggung jawab tentu menurut Linny circle pertemanan Andrean juga orang-orang yang baik dan sehat otaknya.
Semakin hari hubungan mereka semakin dekat. Bahkan mereka sering berhubungan intim tanpa pengaman sekalipun.
"Eza.. Aku rasa lebih baik kita membeli pengaman. Jujur Aku tidak ingin hamil. Akan sulit nantinya untuk kita menghadapi orang tua mu" Ucap Linny yang khawatir.
"Tenang sayang. Malah bagus kalau kau hamil. Kita bisa segera menikah dan keluargaku segera punya pewaris perusahaan" Ucap Reza sambil tertawa.
"Kau yakin?" Tanya Linny yang entah mengapa sangat resah.
"Aku yakin sayang. Mamaku orangnya sangat baik. Buktinya dia sering memiliki anak asuh bukan? Percayalah, Mama itu sangat penyabar dan penuh perhatian dan tidak mungkin merendahkan orang" Ucap Reza berusaha meyakinkan Linny.
Hingga saat hubungan keduanya diketahui oleh keluarga Reza. Kedua orang tua Reza menentang keras hubungan Reza dengan Linny.
"Sampai mati pun Mama tidak akan sudi memiliki menantu seperti dia!" Bentak Nyonya Wijaya -Mama Reza.
"Ma. Kimberlyn anaknya Tante Sisca. Mama mengenal Tante Sisca bukan?" Ucap Reza mencoba membela Kimberlyn.
"Mama tahu itu dan Mama tahu dia sudah dibuang keluarganya Reza! Dia sudah dibuang oleh ibu kandungnya! Sisca sudah cerita kalau dia itu pembawa sial! Dia sudah berbuat mesum di luar dan menuduh keluarganya sendiri makanya dia di usir! Pembawa sial! Tak tau di untung!" Ucap Nyonya Wijaya dengan kasar merendahkan Linny.
Andrean merasa geram mendengar perkataan kasar dari mulut Nyonya Wijaya.
"Tante. Selama ini saya sangat hormat pada Anda yang tampak dermawan dan juga anggun. Tapi ternyata saya salah. Mulut Anda lebih tajam daripada pisau mana pun" Ucap Andrean yang tidak suka Linny dihina siapa pun.
"CUKUP MA!!!" Bentak Reza yang merasa sangat malu dengan perkataan Mamanya.
"Kau jika masih ingin menjadi anakku maka aku tidak ingin kau memiliki hubungan dengan perempuan kotor dan miskin itu!!!" Ucap Nyonya Wijaya lalu meninggalkan Reza, Linny dan Andrean di ruang tamu rumah mewahnya itu.
Niat hati Reza ingin meminta ijin membawa Linny ikut bersamanya ke Australia malah berubah menjadi bencana dan hinaan untuk Linny. Linny juga tidak menyangka Mama dari Kekasihnya itu mengenali Ibu kandung-nya bahkan dengan tega Ibunya sendiri menjatuhkan harga diri putrinya.
Amarah dan kebencian Linny semakin bertambah pada keluarga tirinya. Mereka-lah yang membuat Linny kini harus dihina oleh orang-orang.
"Ayo kita pulang Linny" Ajak Andrean.
Linny hanya diam dan mengangguk. Dia merasa tidak punya tenaga untuk berkata apa pun lagi setelah mendengar hinaan demi hinaan itu.
"Kim... Kimberlyn tunggu" Ucap Reza.
Linny menghentikan langkahnya dan menoleh. Sang kekasih tampak sangat sedih dan menyesal melihat-nya dihina.
"Aku janji, kita akan pergi bersama. Aku janji akan membuat Mama menerima mu." Ucap Reza sambil memeluk Linny dengan erat.
"Iya aku percaya. Aku pulang dulu" Ucap Linny menahan rasa sedih dan sakit hatinya. Reza tidak bersalah dimatanya.
"Ini... Aku sebenarnya ingin memberikan ini saat Mama menyetujuiku untuk melamar mu, setidaknya untuk bertunangan agar kau selalu menjadi milikku" Ucap Reza sambil mengeluarkan sebuah kalung berbentuk matahari yang indah.
Reza memakaikan kalung itu pada leher Linny. Hal itu membuat Linny semakin tersentuh dengan kebaikan Reza.
"Jangan pernah di lepas ya" Ucap Reza sambil mencium kening Linny.
Setelah hari itu, keduanya jarang bertemu. Hanya sesekali itu pun sembunyi-sembunyi karena Reza diawasi oleh sang Mama. Keduanya masih sering bertemu dan melepas rindu.
"Aku mencintaimu Linny. Aku sangat mencintaimu. Aku harus berangkat segera ke Australia. Tiba di sana aku akan segera mengurus semuanya agar bisa membawa mu bersamaku. Aku tidak butuh lagi ijin dari Mama. Aku tetap akan membawamu" Ucap Reza meyakinkan Linny.
"Baiklah... Aku akan menunggumu" Ucap Linny.
Keduanya kembali memadu kasih sebelum kepergian Reza ke negeri kanguru itu.
Hingga hampir sebulan, Reza tidak memiliki kabar. Dan hal yang tidak pernah Linny sangka. Dirinya hamil.
Andrean dan Sisilia terkejut mendengar kehamilan Linny. Merasa tidak bisa lagi di diamkan, Andrean mencoba menghubungi Reza. Reza tetap tidak dapat dihubungi. Tak putus asa Andrean menghubungi temannya yang juga berada di Australia untuk mencari Reza.
Dan kenyataan yang benar-benar menyakitkan. Reza sudah di jodohkan bahkan bertunangan dengan putri dari teman Papanya di Australia. Reza bahkan hanya mau berbicara dengan Andrean. Dia tidak ingin melanjutkan hubungannya dengan Linny.
"Tolong sampaikan maaf-ku pada Kimberlyn. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kami. Sepertinya benar perkataan Papa dan Mam ka. Ini yang terbaik, Dre. Maafkan aku tapi aku tidak mungkin melawan keluargaku lagi. Juga hanya aku penerus mereka" Ucap Reza saat Andrean bisa menghubunginya.
"Bagaimana jika Linny mengandung?" Tanya Andrean lagi.
***********Flashback continue next ep***************
.
.
.