A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Perasaan Erik...



Erik yang memang selalu menemui Rain seminggu tiga kali itu pun menginap di apartemen Rain.


Keduanya memang sangat dekat selain berhubungan bisnis. berbagi ranjang yang hangat sudah menjadi kebiasaan Erik dengan Rain.


Sejak awal Rain sudah tertarik dengan Sean yang tiba-tiba muncul di Bar miliknya.


Namun Rain mengalah pada Erik yang sudah seperti kekasihnya itu. Rain memilih mengalah pada Erik dan menunggu Erik merasa bosan pada Sean.


Rain sangat paham Erik benci miliknya di sentuh orang lain. Jika sudah menjadi miliknya maka harus menunggu sampai Erik bosan dan membuang orang itu.


Dan hari itu juga Erik mendengar rencana Rain yang ingin mencelakakan Sean dan Linny tanpa sepengetahuannya.


Dia cukup kecewa dengan perbuatan Rain tapi dia tidak bisa menyela ataupun bersikap kasar pada Rain.


Rain merupakan pria tergila yang Erik kenal. Sebelum bersama Erik, Rain sudah pernah membunuh rekan bisnis yang merangkap rekan ranjangnya itu, karena orang itu berkhianat dan ingin lepas dari Rain.


Saat Erik sadar Rain mengerikan, dia tidak mampu mundur lagi. Dia terus bertahan meskipun dia muak bercinta dengan Rain. Karena jika tidak Rain ingin mengambil Sean dan menjadikannya kekasih.


Erik tidak akan membiarkan hal itu karena semakin dia mengenal Sean semakin dia tau Sean adalah pria yang baik dan hanya menyimpang karena masa lalunya..


.


Sejak pagi Erik memantau keadaan Sean dan Linny, termasuk saat mereka menghadiri pemberkatan pernikahan temannya. Erik sejenak menghela nafas tenang karena sudah dua hari dia memperhatikan Rain dan temannya belum melakukan apa pun yang membahayakan Sean dan Linny.


Namun baru saja Erik merasa tenang, dia terkejut melihat sebuah mobil sport yang sangat dia kenali itu. Salah satu mobil milik pria koleksi Rain.


Tanpa banyak berpikir dia langsung berlari dan menarik Sean dan Linny. Beruntung dia cepat menarik kedua orang itu hingga mobil itu menabrak halte dan melukai pejalan kaki lainnya.


Dan kini dia berada di rumah sakit untuk di obati.


"Monster?"  Tanya Danu heran.


"Kau tau dia buruk kenapa kau tidak meninggalkan manusia begitu. Malah bekerja sama dengannya untuk mencelakakan Sean pula?"  Tanya Doni heran.


"Aku hanya mencintai Sean dan tidak terima Sean meninggalkanku. Tapi aku tak segila Rain. Rain dan yang lainnya mau menjadikan Sean budak mereka bahkan menggunakan obat-obatan. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga Sean selama ini"  Ucap Erik yang tentu membuat William cs syok.


Mereka tidak menyangka jika ada yang lebih buruk dari pada si Agus itu.


"Rain mafia yang terkenal di Thailand. Sudah bukan rahasia lagi dia punya bekingan aparat keamanan di negara ini. Jika tanya kenapa kau bertahan karena untuk lepas dari dia hanya bisa jika aku mati. dan jika aku mati sebelum memastikan Sean benar-benar bebas dari gangguannya maka akan sia-sia usahaku selama ini"


Jelas Erik terdengar sangat tulus. Erik benar-benar mencintai Sean.


"Aku minta maaf karena waktu itu hampir mencelakakan Sean dan Linny. Aku hanya gelap mata dan cemburu. Aku tidak pernah ingin Sean mati. Jika aku mau sudah sejak lama aku lepaskan Sean untuk Rain. Tapi kau tau jika sampai Sean di gunakan Rain maka dia tidak akan bisa lepas sama sekali. Seperti saat ini saja Rain berusaha mendapatkannya atau membunuhnya jika tidak bisa"


Jelas Erik menambahi. Pernyataan Erik membuat Danu tersikap. Erik yang mereka kenal sangat kekanakan dan labil itu ternyata memiliki rasa cinta yang begitu tulus untuk Sean.


"Kalian pasti heran kenapa aku bisa seperti itu kan? Jangan heran. Aku benar-benar mencintai Sean. Sean orang pertama yang membuat aku merasakan cinta yang tulus. yang tidak menuntut. Yang selalu membuatku nyaman saat aku kesepian karena keluargaku. Maka dari itu aku sangat tidak terima dia membuangku begitu saja. Rasanya aku di buang keluargaku sendiri saat Sean meninggalkanku"


Jelas Erik yang kini menangis.


Danu dan Doni hendak mendekat dan memeluknya, namun Erik mencegah mereka.


"Jangan mendekatiku. Jaga jarak kalian. Aku ini sedang dalam kondisi tidak baik. Aku tidak mau kalian tertular. Cukup monster seperti Rain dan yang lainnya yang tertular. Mereka tidak pantas hidup lama"  Ucap Erik sambil berusaha tersenyum.


Saat mencintai seseorang dengan tulus namun itu tabu, Erik masih sempat memikirkan kebahagiaan Sean.


"Aku selalu membawa ini tapi sepertinya rusak"


Ucap Erik sambil menunjuk ke arah tas-nya yang berisi laptop.


"Di sana ada master video Sean. Kalian bawa saja. Juga beberapa berkas tentang data diri Sean yang di kumpul oleh Rain. Sengaja aku bawa dan aku musnahkan sisanya. Semoga tidak tersisa lagi agar tidak membahayakan sekeliling Sean"  Ucap Erik.


William kemudian menyemprotkan desinfektan yang tersedia di ruangan itu sebelum mengambil tas Erik. Sesuai permintaan Erik agar menjaga kebersihan saat orang mau menyentuh barangnya.


Benar saja laptop itu tampak rusak karena terbentur. Selain itu ada map tebal yang isi nya seluruh data orang-orang yang dekat dengan Sean.


Mata William, Doni dan Danu terkejut melihatnya.


"Ini? Wah gila.. Ada wajah kita"  Ucap Doni syok.


"Iya. Rain memang begitu, Semua incarannya pasti akan dia cari tau dengan lengkap. Dan katakan pada Linny hati-hati menyuruh penyusup masuk ke teritorial Rain. Dia bukan orang bodoh. Rain hanya sedang lengah saat ini karena kekasihnya hampir mati di tangan Linny. Rain sedang fokus menyembuhkan kekasihnya"


Ucap Erik yang makin membuat semuanya terkejut.


"Kau? kau tau dari mana hal itu?"  Tanya William terkejut.


"Aku tau. Aku juga yang meloloskan orang-orang itu dan merusak rekaman cctv. Karena aku tak ingin Rain mencelakakan Sean lagi. Caranya sudah terlalu kasar sampai melukai keluarga Sean. Aku tidak suka itu"  Ucap Erik jujur.


"Baiklah. Aku paham. Lebih baik kau istirahat. Nanti aku ajak Sean kemari"  Ucap William.


"Tidak usah. Jangan katakan apa pun tentangku. Cukup pastikan dia baik-baik saja. Tidak usah katakan apa yang sudah aku lakukan untuknya. Tolong bantu dia agar benar-benar bisa lepas dari Rain. Hanya itu permintaan terakhirku"


Erik tersenyum menyampaikan keinginannya itu pada William, Doni dan Danu.


"Hei! Kau jangan menakutiku! Seolah kau akan mati saja besok!"   Ucap Danu merasa tidak enak.


Bagaimanapun Erik masih saudara sepupu Danu. Dia cukup kasihan dengan kondisi Erik itu. Terlebih tak ada keluarga Erik yang dekat dengan Erik sebenarnya. Danu tahu betul seperti apa keluarga Erik yang hanya menjunjung tinggi anak laki-laki pertama. Yang lainnya hanya pelengkap dan di anggap sampah tak berguna.


Terlebih Erik sejak kecil lebih pendiam dan tampak bodoh dalam akademis. Erik yang hanya mau di temani saudara perempuan mereka karena sangat lemah dalam olahraga.


"Entah kapan aku akan mati. Kita tidak ada yang tau bukan? Sudah lah. Aku mau istirahat. Tolong tinggalkan aku sendiri"  Ucap Erik lalu merebahkan dirinya.


William, Danu dan Doni lalu keluar dari ruangan rawat Erik untuk menyusul Sean dan yang lainnya di tempat rawat Linny.


William cukup khawatir dengan kondisi Sean yang drop karena kenyataan tentang Linny. Sisilia sudah mengabari melalui chat pada William tentang kondisi Linny.


Se-peninggalan orang-orang. Erik tampak menangis sambil menutup mulutnya agar tak bersuara.


"Semoga ini yang terbaik. Semoga aku benar. Setidaknya jika aku menghadap Mu Tuhan, aku tidak terlalu berdosa"  Ucap Erik sambil terkekeh pelan dalam tangisnya.


.


.


.